
Pagi hari sebelum matahari terbit, dalam kabut malam seorang wanita berjalan menuju kastil tempat Aresha tinggal. Wanita itu mengenakan jubah, di depan penjaga ia membuka jubah itu hingga membuat pengawal itu memperbolehkannya masuk.
Dayang-dayang pun memberi hormat padanya hingga Aksara pun bertanya padanya.
“Kamu pergi sendirian lagi? Aku sudah bilang kamu bisa ditemani Ederra!”
“Aku mencari Aresha!”
“Hah, kamu ini Aresha dan jangan mengalihkan pembicaraan kita”
Wanita itu langsung menyerang Aksara hingga memberinya jalan menaiki tangga menuju kamar Aresha.
Seperti ada angin kencang mendobrak pintu dari luar yang membuatku terbangun.
“Ah, ini jam berapa? Kenapa dibangunkan kasar begitu?”ucapku sambil membuka mata pelan. Entah mimpi atau apa aku melihat diriku berdiri di depan pintu dengan jubah coklat. Aku segara bangun dan wanita itu mendekatiku.
“Hay kakak, kenapa belum bangun?” sapanya
“Ini mimpi ya? Kenapa aku ada dua?” ucapku kemudian mencubit pipi sendiri karena tak percaya. “ Awww, sakit!”, ini benar-benar bukan mimpi dan aku telah terbangun.
“Kamu masih menganggap ini mimpi ya?”
“Hah, oh ya aku lupa. Kamu masuk dan menghajar Aksara ya? Hah...kan sudah kubilang jangan bangunkan kakakmu meski aku tertidur”
“Kakak, kakak ini sudah…”
“Sudah berapa kali kakak bilang jangan bangunkan aku!”
Aksara datang berlari dan melihat diriku berbicara dengan wanita yang mirip sekali denganku ini.
“Kamu baik-baik saja?”
“Ya baik, kamu kenapa terengah-engah?”
“Maaf aku menyerangmu kak Aksara!”
“Hah, kamu adik yang tak penyabaran ya!”
“Ya mau gimana lagi, kakak tak mau diganggu terpaksa aku membuat rencana”
“Ya tapi jangan kaitkan aku dengan ingatanmu itu, dua pria itu telah membuat pikiranku aneh tau! Dan kenapa kamu juga membuatku terlibat dalam perang?”
“Ya maafkan aku, aku terpaksa. Jika aku tidak melakukan itu tentu saja aku akan mati dan tahta ayah akan beralih pada wanita itu”
__ADS_1
“Gadis pintar!”
“Dia siapa?”tanya Aksara
“Baiklah aku ceritakan padamu yang sebenarnya Aksara. Dia adalah adikku, Aresha. Dan namaku juga Aresha. Kami memang kembar tapi aku tak terlahir dengan kekuatan sihir seperti adikku”
“Kakak jangan begitu, kakak pasti punya kekuatan sihir juga”
“Aku lupa!"
“Kelamaan tidur sih sampai-sampai ke masa depan juga!”
“Heh, lalu kenapa kamu bangunkan aku?”
“Ya aku ingin meminta bantuan pada kakak untuk menyingkirkan Erista dari kerajaan ayah. Erista itu jahat, ia telah menahan Eriska. Aku takut setelah aku tiada ia akan membunuh Eriska dan mengambil tahta yang tak seharusnya miliknya. Kekuasaan itu bisa ia gunakan untuk membunuh manusia tak bersalah lalu dunia yang kakak lihat tak lagi seperti itu. Semuanya akan berubah”
“Ya baiklah terima kasih telah membangunkan ku dengan cara aneh ini”
“Kalian kembar?” tanya Aksara
“Ya begitulah, aku bukan temanmu yang dulu Aksara tapi kamu itu teman kakakku”
“Hah, menyebalkan pria ini mengurungku disini”
“Lalu bagiamana dengan Tagao dan Aira?”
“Aira itu mencintai Eriska, dan aku bersama Tagao. Tapi kami tak akan sanggup melawan Erista. Kakaklah yang harus duduk di tahta itu
untuk menyingkirkan Erista”
“Cara menyelamatkan Eriska?”
“Ya mau gimana lagi, kita harus ke istana ayah”
“Hah, siapa yang akan menjadi Aresha?”
“Aku!”
“Kau akan melawan Erista?”
“Ya dan kakak duduk di tahta ayah dengan begitu kita bisa menyingkirkannya”
“Ya baiklah, dan setelahnya jangan ganggu aku. Dua pria itu membuatku panas”
__ADS_1
“Maafkan aku”
“Sudah sana keluar, aku mau mandi!”
“Ya aku akan menunggu kakak”senyumnya.
Kemudian Aresha dan Aksara keluar kamar. Mereka berbincang di ruang tamu. Aksara nampak penasaran atas apa yang telah terjadi. Melihat
Aksara menatap wajah Aresha terus, akhirnya Aresha menceritakan yang sebenarnya.
“Baiklah Raja Aksara yang baik hati, aku akan
menceritakannya padamu tetapi setelah kakakku datang kemari”
“Ya baiklah aku akan menunggu, tapi kenapa kamu mirip sekali dengan Aresha?”
“Aresha? Hah nama panggilan kami sama dan wajah kami juga tetapi kami jelas berbeda”
“Aku tak bisa melihat perbedaanya darimu dan dia”
“Apa yang mulia tak sadar? Selama ini yang bersama yang mulia adalah Aresha itu, bukan aku. Dia memilih tidur karena kakak menyakiti
perasaanya. Apa kakak lupa kakak lebih memilih gadis lain dari pada dia. Tapi mungkin sekarang dan aku yakin ia telah berubah. Ia tak akan merenggek lagi” tersenyum.
Tak beberapa lama menunggu akhirnya Aresha yang dinantikan datang dan duduk di depan Aresha dan Aksara. Aku hanya menatapi gadis berjubah coklat ini, gadis ini lah yang selama ini membuatku bingung akan ingatan dua kekasih dan hal aneh lainnya.
“ Jadi kenapa membangunkan ku?”
“Kan sudah kubilang Kak, aku minta bantuan padamu untuk membebaskan Eriska dari tahanan Erista”
“Hah, aku tak peduli. Bukankah kamu adalah seorang ratu dan punya kekasih!”
“Ya tapi kau tahulah Yoong punya adik yang sama liciknya dengan Emelia”
“Wanita itu lagi! Hanya karna itu kamu membangunkan ku? Kau tahu pria ini membawaku kemari dan tak membiarkanku keluar sekali pun”
“Aresha, tapi aku sudah janji padamu kan untuk membiarkanmu pergi tapi bersama Eddera”jawab Aksara
Kami berdua menatap Aksara karena dia memanggil nama kami.
“Hah, baiklah jujur saja. Aresha namamu siapa?”
“Aresha”
__ADS_1