
Malam
tadi seusai makan malam kami mendiskusikan tentang apa yang akan disampaikan.
Eriska selaku ratu di istana ini maju berucap “ Selamat pagi rakyatku! Terima
kasih telah datang. Pertama-tama aku sampaikan bahwa kita kedatangan tamu
istimewa. Raja Tagao, Ratu Aresha, Ratu Amora, Raja Aira dan Raja Aksara,”
rakyat mulai bersorak.
“Kabar baik kita semua akan menyambut kedatangan mereka,
kita akan membuat pesta besar-besaran”,
Kami melambaikan tangan kepada rakyat, lalu Ratu Aresha
berucap “ Kami mengundang seluruh rakyat untuk datang ke pesta pernikahan Ratu
Eriska dan Raja Aira. Kami juga mengadakan sayembara. Siapa yang bisa
memberikan hadiah dan kejutan yang paling menarik di hari pernikahan Raja Aira
dengan Ratu Eriska akan diberi hadiah satu kantong emas”
Rakyat kembali bersorak.
***
Usai
bicara didepan rakyat, kami kedatangan tamu. Seorang gadis datang dan ingin
bertemu dengan Raja Aksara. Aku ikut untuk bertemu tamu itu. Saat di ruang
tamu, tepat didepanku gadis itu langsung memeluk erat Raja Aksara. Aku cemburu
melihatnya, mereka sepertinya sangat dekat dulu sebelum kedatanganku kemari.
Raja
Aksara pun sangat senang akan kedatangan gadis itu. Teman-teman menyambut
kedatangan gadis itu juga dengan senang hati. Gadis itu bernama Putri Nindyta,
putri kerajaan Pasir. Usai berkenalan dengannya, aku langsung pergi
meninggalkan istana dengan berkuda. Mereka tak tahu jika aku pergi, mereka
sibuk dengan gadis itu. Aku berkuda menuju air terjun yang berada di hutan
__ADS_1
Disinilah
aku perlu ketenangan dengan melihat banyanganku sendiri di atas air. Wajahku
memang tak secantik putri itu tapi aku berhak cemburu karena Aksara telah
melamarku sebagai istrinya dan aku menerimanya. Entah kenapa air mataku jauh
menetes ke pipi, padahal aku tak begitu cemburu padanya. Aku percaya bahwa aku
akan pulang suatu saat nanti dengan memiliki kehidupan baru yang lebih indah
dibanding masa laluku yang suram.
Usai bicara didepan rakyat, kami kedatangan tamu. Seorang gadis datang dan ingin
bertemu dengan Raja Aksara. Aku ikut untuk bertemu tamu itu. Saat di ruang
tamu, tepat didepanku gadis itu langsung memeluk erat Raja Aksara. Aku cemburu
melihatnya, mereka sepertinya sangat dekat dulu sebelum kedatanganku kemari.
Raja Aksara pun sangat senang akan kedatangan gadis itu. Teman-teman menyambut
kedatangan gadis itu juga dengan senang hati. Gadis itu bernama Putri Nindyta,
putri kerajaan Pasir. Usai berkenalan dengannya, aku langsung pergi
meninggalkan istana dengan berkuda. Mereka tak tahu jika aku pergi, mereka
sibuk dengan gadis itu. Aku berkuda menuju air terjun yang berada di hutan
Di sinilah aku perlu ketenangan dengan melihat banyanganku sendiri di atas air. Wajahku
memang tak secantik putri itu tapi aku berhak cemburu karena Aksara telah melamarku sebagai istrinya dan aku menerimanya. Entah kenapa air mataku jauh menetes ke pipi, padahal aku tak begitu cemburu padanya. Aku percaya bahwa aku akan pulang suatu saat nanti dengan memiliki kehidupan baru yang lebih indah
dibanding masa laluku yang suram.
Air di danau ini begitu tenang hingga membuatku terhinoptis untuk masuk ke dalamnya.
Berjalan menuju dasar danau yang tanpa kusadari telah membuatku tenggelam. Aku
tak bisa bernapas sedikit pun dan semakin lama aku tak bisa terus menahan napas
ini hingga aku terteguk air danau. Aku mencoba ke permukaan tapi aku tak bisa
hingga membuatku tenggelam. Gelap, kegelapan kembali menyelimuti diriku.
Namun beberapa saat kemudian ada sebuah cahaya menerangiku. Cahaya yang
perlahan-lahan semakin terang, dan aku terbangun. Melihat disekitarku, bunyi burung-burung berkicau merdu. Aku mencoba menyadarkan diriku sendiri beberapa saat, setelah itu aku sadar bahwa diriku di sebuah hutan. Aku pun segera berjalan keluar dari hutan ini.
__ADS_1
Aku sadar sekarang aku dimana, aku benar-benar sadar dan tersenyum diwajahku tak dapat
kusembunyikan. Aku telah kembali ke duniaku yang sebenarnya. Aku pun bergegas
ke penginapan. Kukemasi barang-barangku lalu berpamitan dan kembali ke kota.
Aku kembali ke rumah dan berharap aku tak akan bertemu dengan Aksara lagi meski
aku mencintainya.
***
Perjalanan pulang yang menyenangkan bagiku, aku merasa legah telah kembali ke dunia ini.
Aku berpikir ternyata air itu telah membuatku kembali ke dunia ini. Aku
tersenyum dan bahagia sepanjang perjalanan.
Beberapa jam kemudian, aku telah tiba di rumah. Kurapikan pakaianku dalam lemari dan
membersihkan rumah. Aku senang telah kembali, dan aku sangat menyesal telah
datang ke desa itu.
Usai berbenah aku melihat tanggal berapa hari ini dan ternyata aku pergi selama 7
hari. Aku juga tak lupa mences handphone, selama 7 hari handphoneku mati total.
***
Selesai....
Terima kasih atas komentarnya, dan dukungan yang telah di berikan. saya akan kembali dengan cerita yang lebih seru. Terima kasih sudah menunggu update novel ini.
Saya usahakan setelah bulan februari kembali update dengan baik, datang dengan cerita yang lebih seru. Cerota ini adalah kedua Aresha.
Rahasianya dari cerita ini adalah Aresha ( Alika ) yang menerima Roman kembali sebagai suaminya itu adalah kembaran dari Aresha yang disini. Jadi kedua anak ini telah di pisahkan sejak kecil dan kembali bertemu di bagian kedua Aresha dan Roman. Jadi saya hanya menuliskan ulang bagaimana kediupan Aresha sebelum bertemu dengan kembarannya. Jadi intinya Aresha yang satu ini sudah mengalami reinkarnasi yang terus berulang- ulang.
Memang sih ceritanya bikin sakit kembali, Tetapi yang namanya Reinkarnasi tidak hanya satu kali hingga keinginan Aresha ( Violin ) ini terwujud. Yang dia inginkan hanyalah bertemu dengan Aresha, kembarannya.
Kembali ke Violin dan Roman >>> Bride Of Vampir.
Terima kasih atas penantiannya.
Perpustakaan Kota Malvado.
Pagi hari yang cerah, di mana matahari telah
bersinar terang menerangi negeri ini. Sebuah orang telah beraktifitas. Ada yang
berolah raga, berangkat ke sekolah, mulai membuka dagangannya bahkan pergi
__ADS_1
bekerja.