Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 118


__ADS_3

“Hah,


ya ampun! Jika memang aku berinkarnasi, bisakah kau membuat ingatanku


kembali?”,


“Penjaga


krisla biru pasti pernah memegang kristal itu. Aku yakin kamu pernah, dan telah


melihat masa lalumu. Jadi kumohon tetaplah tinggal bersamaku. Jika kamu tidak


percaya, atau masih lupa. Baca buku ini semuanya. Aku akan mengantarmu setelah


kamu menyelesaikan semua ini. Aku akan meninggalkanmu disini dan jangan coba-coba


kabur ya?”,


“Ya


aku tidak akan kabur, tapi janji ya akan mengantarku? Kamu sudah membuat aku


ketinggalan bus tau!”,


“Iya


tenang aja!”, Eriska pergi meninggalkanku. Sementara aku mulai membaca semua


takdirku. Buku ini seolah-olah telah membuatku kembali ke masa lalu, ingatanku


pun kembali. Tapi buku ini juga yang membuatku menangis. Aku memang akan


membencinya lagi, atau bahkan mencintai dua pria itu. Sekarang, aku hanya punya


satu cara keluar dari sini. Meminta Eriska mengantarku ke Desa Flower.


Sementara


itu, Eriska dengan sangat gembira telah bertemu dengan kakaknya. Ia sangat


berharap kakaknya akan menerima dirinya sebagai adik. Ya, ini adalah salah satu


harapan Eriska yang dikabulkan.


Tak


lama kemudian Eriska kembali dengan membawa minuman dan cemilan, ia


meletakannya di atas meja sementara aku mencoba menahan air mataku. Aku


berharap Eriska tidak mengetahui semua ini.


“Apa


kamu sudah membaca semuanya?”,


“Ya,


sudah. Aku membaca semuanya dan hampir selesai”,


“Apa


ingatanmu kembali?”,


“Tidak,


aku masih tidak percaya”,


“Hah,


tenang saja jika benar kamu kakaku aku tidak akan mengundang king vampir


disini”,


“King


Vampire?”,


“Ya”,


“Apa


dia ada?”,


“Ada,


dia Tagao”,


“Oh,

__ADS_1


Tagao sahabatmu itu?”,


“Ya,


benar”,


“Boleh


aku tanya sesuatu padamu?”,


“Ya


tentu saja”,


“Apa


yang terjadi setelah kepergian Aresha?”,


“Ayah


sangat berduka cita, ia tidak menyangka selama ini bahwa anak dari selirnyalah


yang telah membunuh putrinya”,


“Selir?”,


“Ya,


aku adalah anak kedua Emelia. Tapi kamu jangan khawatir, aku berbeda dengan


ibuku. Ibuku membenciku karena aku sama seperti ayah bukan seperti Yoong. Aku


adikmu sementara Yoong itu bukan adik atau kakakmu. Ia adalah anak pertama


Emelia dari suami pertamanya. Selama ini tujuannya adalah menghancurkan


kerajaan ayahmu dan ibumu”,


“Kenapa


ia melakukan itu?”,


“Dia


keluarga gila kekuasaan”,


aku bisa percaya padamu?’,


“Tak


perlu percaya hanya yakin, yakin pada dirimu sendiri”,


“Aku


ingin pergi sekarang, bisa aku pergi?”,


Tiba-tiba


dari luar ruangan ini terdengar suara Tagao dan Aira memanggil Eriska.


“Tunggu


disini ya?,”senyumnya.


Eriska


pergi menemui mereka dan perasaanku kembali tak nyaman. Aku menduga ia akan


mempertemukanku lagi dengan Tagao. Aku pun mulai memejamkan mata dan memikirkan


keberadaanku yang seharusnya.


Begitu


kubuka mataku dan aku telah berada di Desa Flower, dan secepatnya aku mencari


menginapan disini.


***


Eriska


menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.


“Tagao,


Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,


“Kakak?”,

__ADS_1


“Ya


Aresha, penjaga kristal biru itu benar-benar kakaku. Aresha”,


“Dimana


dia sekarang?”,


Eriska


pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan tetapi mereka tidak menemukan Aresha


disana. Eriska mencoba menyakinkan dua sahabatnya bahwa Aresha memang ada


disini. Mereka berdua percaya akan hal itu. Kini dua pria itu tidak sabar untuk


bertemu dengan Aresha.


“Ya


kami percaya, senang bisa bertemu dengan kakakmu”,


“Ya


tapi dia ada disini bersamaku!”,


“Sudahlah


jangan begitu, mungkin dia pulang ke rumahnya”,


“Ya,


aku akan pergi ke rumahnya sekarang!”,


Eriska


dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan


kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka


cintai.


Eriska menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.


“Tagao, Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,


“Kakak?”,


“Ya Aresha, penjaga kristal biru itu benar-benar kakaku. Aresha”,


“Dimana dia sekarang?”,


Eriska pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan tetapi mereka tidak menemukan Aresha


disana. Eriska mencoba menyakinkan dua sahabatnya bahwa Aresha memang ada disini. Mereka berdua percaya akan hal itu. Kini dua pria itu tidak sabar untuk bertemu dengan Aresha.


“Ya


kami percaya, senang bisa bertemu dengan kakakmu”,


“Ya


tapi dia ada disini bersamaku!”,


“Sudahlah


jangan begitu, mungkin dia pulang ke rumahnya”,


“Ya,


aku akan pergi ke rumahnya sekarang!”,


Eriska


dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan


kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka


cintai.


Eriska


menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.


“Tagao,


Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,


“Kakak?”,

__ADS_1


__ADS_2