
“Hah,
ya ampun! Jika memang aku berinkarnasi, bisakah kau membuat ingatanku
kembali?”,
“Penjaga
krisla biru pasti pernah memegang kristal itu. Aku yakin kamu pernah, dan telah
melihat masa lalumu. Jadi kumohon tetaplah tinggal bersamaku. Jika kamu tidak
percaya, atau masih lupa. Baca buku ini semuanya. Aku akan mengantarmu setelah
kamu menyelesaikan semua ini. Aku akan meninggalkanmu disini dan jangan coba-coba
kabur ya?”,
“Ya
aku tidak akan kabur, tapi janji ya akan mengantarku? Kamu sudah membuat aku
ketinggalan bus tau!”,
“Iya
tenang aja!”, Eriska pergi meninggalkanku. Sementara aku mulai membaca semua
takdirku. Buku ini seolah-olah telah membuatku kembali ke masa lalu, ingatanku
pun kembali. Tapi buku ini juga yang membuatku menangis. Aku memang akan
membencinya lagi, atau bahkan mencintai dua pria itu. Sekarang, aku hanya punya
satu cara keluar dari sini. Meminta Eriska mengantarku ke Desa Flower.
Sementara
itu, Eriska dengan sangat gembira telah bertemu dengan kakaknya. Ia sangat
berharap kakaknya akan menerima dirinya sebagai adik. Ya, ini adalah salah satu
harapan Eriska yang dikabulkan.
Tak
lama kemudian Eriska kembali dengan membawa minuman dan cemilan, ia
meletakannya di atas meja sementara aku mencoba menahan air mataku. Aku
berharap Eriska tidak mengetahui semua ini.
“Apa
kamu sudah membaca semuanya?”,
“Ya,
sudah. Aku membaca semuanya dan hampir selesai”,
“Apa
ingatanmu kembali?”,
“Tidak,
aku masih tidak percaya”,
“Hah,
tenang saja jika benar kamu kakaku aku tidak akan mengundang king vampir
disini”,
“King
Vampire?”,
“Ya”,
“Apa
dia ada?”,
“Ada,
dia Tagao”,
“Oh,
__ADS_1
Tagao sahabatmu itu?”,
“Ya,
benar”,
“Boleh
aku tanya sesuatu padamu?”,
“Ya
tentu saja”,
“Apa
yang terjadi setelah kepergian Aresha?”,
“Ayah
sangat berduka cita, ia tidak menyangka selama ini bahwa anak dari selirnyalah
yang telah membunuh putrinya”,
“Selir?”,
“Ya,
aku adalah anak kedua Emelia. Tapi kamu jangan khawatir, aku berbeda dengan
ibuku. Ibuku membenciku karena aku sama seperti ayah bukan seperti Yoong. Aku
adikmu sementara Yoong itu bukan adik atau kakakmu. Ia adalah anak pertama
Emelia dari suami pertamanya. Selama ini tujuannya adalah menghancurkan
kerajaan ayahmu dan ibumu”,
“Kenapa
ia melakukan itu?”,
“Dia
keluarga gila kekuasaan”,
aku bisa percaya padamu?’,
“Tak
perlu percaya hanya yakin, yakin pada dirimu sendiri”,
“Aku
ingin pergi sekarang, bisa aku pergi?”,
Tiba-tiba
dari luar ruangan ini terdengar suara Tagao dan Aira memanggil Eriska.
“Tunggu
disini ya?,”senyumnya.
Eriska
pergi menemui mereka dan perasaanku kembali tak nyaman. Aku menduga ia akan
mempertemukanku lagi dengan Tagao. Aku pun mulai memejamkan mata dan memikirkan
keberadaanku yang seharusnya.
Begitu
kubuka mataku dan aku telah berada di Desa Flower, dan secepatnya aku mencari
menginapan disini.
***
Eriska
menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.
“Tagao,
Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,
“Kakak?”,
__ADS_1
“Ya
Aresha, penjaga kristal biru itu benar-benar kakaku. Aresha”,
“Dimana
dia sekarang?”,
Eriska
pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan tetapi mereka tidak menemukan Aresha
disana. Eriska mencoba menyakinkan dua sahabatnya bahwa Aresha memang ada
disini. Mereka berdua percaya akan hal itu. Kini dua pria itu tidak sabar untuk
bertemu dengan Aresha.
“Ya
kami percaya, senang bisa bertemu dengan kakakmu”,
“Ya
tapi dia ada disini bersamaku!”,
“Sudahlah
jangan begitu, mungkin dia pulang ke rumahnya”,
“Ya,
aku akan pergi ke rumahnya sekarang!”,
Eriska
dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan
kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka
cintai.
Eriska menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.
“Tagao, Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,
“Kakak?”,
“Ya Aresha, penjaga kristal biru itu benar-benar kakaku. Aresha”,
“Dimana dia sekarang?”,
Eriska pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan tetapi mereka tidak menemukan Aresha
disana. Eriska mencoba menyakinkan dua sahabatnya bahwa Aresha memang ada disini. Mereka berdua percaya akan hal itu. Kini dua pria itu tidak sabar untuk bertemu dengan Aresha.
“Ya
kami percaya, senang bisa bertemu dengan kakakmu”,
“Ya
tapi dia ada disini bersamaku!”,
“Sudahlah
jangan begitu, mungkin dia pulang ke rumahnya”,
“Ya,
aku akan pergi ke rumahnya sekarang!”,
Eriska
dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan
kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka
cintai.
Eriska
menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.
“Tagao,
Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,
“Kakak?”,
__ADS_1