Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 153


__ADS_3

Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang


kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-


teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di


dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di


dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi


Yexiao ini.


“Xia, aku keluar dulu ya?”


“Mau kemana?”


“Aku ingin mencari udara segar!”


“Oh, ya silahkan!”


Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar


meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku pun


menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.


Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang


kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-


teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di


dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di


dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi


Yexiao ini.


“Xia, aku keluar dulu ya?”


“Mau kemana?”


“Aku ingin mencari udara segar!”


“Oh, ya silahkan!”


Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar


meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku


pun menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.


Berjalan seorang diri menuju taman Akademi Yexiao.


Keramaian terus berdatangan di taman ini bahkan klan vampir. Di taman ini lebih


banyak didatangi oleh klan vampir. Bahkan pengawas tempat ini, mereka sering


datang kemari. Ya akan kuingatkan kali bahwa tempat ini sama seperti Buniv,


tetapi aku memilih tempat ini menjadi target bukan tanpa sebab melainkan karna

__ADS_1


sebuah alasan yang sangat penting.


Aku pun memilih duduk di salah satu bangku taman


ini sembari mendengarkan perbincangan orang- orang dan memikirkan sahabatku


itu.


“Ujian ability magie semakin dekat, apa Buniv telah


bersiap- siap? Kali ini pasti lebih menantang ujiannya!”


“Ya benar, apa lagi Buniv sekarang ini lebih banyak


di huni oleh klan hybird. Ini pasti luar biasa!”


“Ya, benar!”


“Pokoknya ujian kali ini akan menjadi ujian yang


luar biasa!” teriaknya dengan semangat hingga dirinya menjadi pusat perhatian


semua orang. Ia pun tersipu malu, dan membuat keadaan seperti tidak ada yang


terjadi apa-apa.


Aku yang juga ikut memperhatikannya mulai


mengalihkan pandangan ke tempat lain. Aku mulai berpikir ujian ability magie


yang akan di lewati oleh Xia akan menjadi sangat berat.


“Uh, apa dia sanggup melewati ujian kali ini? Aku


baginya! Ah, sebaiknya aku harus mempercepat latihan untuknya. Ya melatihnya


dengan cepat, aku harap dengan begitu ia bisa menyesuaikan dirinya!” harapku.


Sesi lain, keberadaan pengawas Akademi Yexiao.


Ruang pengawas telah di penuhi oleh anggotanya dan


juga orang- orang penting yang akan membantu mengawasi ujian ability magie


nanti.


Violin, Hani, Gisel, Won, Eren, Roman dan pengawas


lainnya telah berada di tempat ini.


Roman yang memimpin pengawas akademi ini pun


berucap, “Sebentar lagi ujian ability magie akan di adakan, saya harap kita


bisa bekerja sama membuat keamanan selama ujian itu berlangsung. Kita tidak


akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di depan nanti, jadi persiapkan diri


kalian sebaik mungkin!”


“Baik!” jawab anggota pengawas serentak.

__ADS_1


Saat itu lah seseorang dari anggota pengawas


bertanya, “Roman, apa kepala akademi memutuskan sesuatu? Seseorang yang


berulang kali gagal mengikuti ujian ini akan ikut. Apa dia mendapatkan hukuman


dari tindakannya yang lemah? Dia bahkan membuat teman- temannya kecewa.”


“Siapa yang kamu maksud?”


“Xia!”


“Oh anak itu, biarkan saja dia ikut! Ya selagi dia


masih mampu mengikuti ujian ability magie hal seperti itu bukanlah masalah bagi


kita”


“Kudengar di Akademi Yexiao ada murid baru, apa dia


juga akan ikut? Dia sepertinya akan berlatih sangat keras untuk menghadapi


ujian ability magie!”


“Ah ya itu benar, anak itu!” ucap Violin mengingat


gadis yang mirip dengannya.


Hani yang ada di samping Violin pun bertanya,


“Siapa? Apa kamu tahu siapa namanya?”


“Aresha” jawab Violin.


“Oh jadi namanya Aresha, ah jadi ada dua masalah


ya?! Mengapa kita tidak memberikan pelatihan tambahan untuk mereka berdua? Jika


begitu kan mereka bisa bertahan satu ronde setidaknya dalam ujian nanti!” ide


Hani.


Idenya itu mendadak mendapat tatapan tajam dari


semua anggota pengawas disini. Hani yang melihat itu pun terdiam, dia membisu


dan mencoba mengoreksi dirinya sendiri.


“Hani, masalahnya bukan pada pemberian pelatihan


tambahan tetapi ujian ability magie kali ini harus berkelompok setidaknya dua


orang. Ya sepertinya Xia dan Aresha yang belum punya. Hanya mereka berdua yang


tidak mengurus pengelompokan!” ucap Gisel.


“Ah, berkelompok? Bukannya dulu sendiri- sendiri


ya?”


“Ya tapi Ethan yang meminta begitu, jadi apa boleh

__ADS_1


buat. Dia berkuasa di akademi ini, ya kerja sama itu!”


__ADS_2