
Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang
kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-
teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di
dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di
dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi
Yexiao ini.
“Xia, aku keluar dulu ya?”
“Mau kemana?”
“Aku ingin mencari udara segar!”
“Oh, ya silahkan!”
Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar
meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku pun
menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.
Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang
kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-
teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di
dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di
dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi
Yexiao ini.
“Xia, aku keluar dulu ya?”
“Mau kemana?”
“Aku ingin mencari udara segar!”
“Oh, ya silahkan!”
Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar
meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku
pun menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.
Berjalan seorang diri menuju taman Akademi Yexiao.
Keramaian terus berdatangan di taman ini bahkan klan vampir. Di taman ini lebih
banyak didatangi oleh klan vampir. Bahkan pengawas tempat ini, mereka sering
datang kemari. Ya akan kuingatkan kali bahwa tempat ini sama seperti Buniv,
tetapi aku memilih tempat ini menjadi target bukan tanpa sebab melainkan karna
__ADS_1
sebuah alasan yang sangat penting.
Aku pun memilih duduk di salah satu bangku taman
ini sembari mendengarkan perbincangan orang- orang dan memikirkan sahabatku
itu.
“Ujian ability magie semakin dekat, apa Buniv telah
bersiap- siap? Kali ini pasti lebih menantang ujiannya!”
“Ya benar, apa lagi Buniv sekarang ini lebih banyak
di huni oleh klan hybird. Ini pasti luar biasa!”
“Ya, benar!”
“Pokoknya ujian kali ini akan menjadi ujian yang
luar biasa!” teriaknya dengan semangat hingga dirinya menjadi pusat perhatian
semua orang. Ia pun tersipu malu, dan membuat keadaan seperti tidak ada yang
terjadi apa-apa.
Aku yang juga ikut memperhatikannya mulai
mengalihkan pandangan ke tempat lain. Aku mulai berpikir ujian ability magie
yang akan di lewati oleh Xia akan menjadi sangat berat.
“Uh, apa dia sanggup melewati ujian kali ini? Aku
baginya! Ah, sebaiknya aku harus mempercepat latihan untuknya. Ya melatihnya
dengan cepat, aku harap dengan begitu ia bisa menyesuaikan dirinya!” harapku.
Sesi lain, keberadaan pengawas Akademi Yexiao.
Ruang pengawas telah di penuhi oleh anggotanya dan
juga orang- orang penting yang akan membantu mengawasi ujian ability magie
nanti.
Violin, Hani, Gisel, Won, Eren, Roman dan pengawas
lainnya telah berada di tempat ini.
Roman yang memimpin pengawas akademi ini pun
berucap, “Sebentar lagi ujian ability magie akan di adakan, saya harap kita
bisa bekerja sama membuat keamanan selama ujian itu berlangsung. Kita tidak
akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di depan nanti, jadi persiapkan diri
kalian sebaik mungkin!”
“Baik!” jawab anggota pengawas serentak.
__ADS_1
Saat itu lah seseorang dari anggota pengawas
bertanya, “Roman, apa kepala akademi memutuskan sesuatu? Seseorang yang
berulang kali gagal mengikuti ujian ini akan ikut. Apa dia mendapatkan hukuman
dari tindakannya yang lemah? Dia bahkan membuat teman- temannya kecewa.”
“Siapa yang kamu maksud?”
“Xia!”
“Oh anak itu, biarkan saja dia ikut! Ya selagi dia
masih mampu mengikuti ujian ability magie hal seperti itu bukanlah masalah bagi
kita”
“Kudengar di Akademi Yexiao ada murid baru, apa dia
juga akan ikut? Dia sepertinya akan berlatih sangat keras untuk menghadapi
ujian ability magie!”
“Ah ya itu benar, anak itu!” ucap Violin mengingat
gadis yang mirip dengannya.
Hani yang ada di samping Violin pun bertanya,
“Siapa? Apa kamu tahu siapa namanya?”
“Aresha” jawab Violin.
“Oh jadi namanya Aresha, ah jadi ada dua masalah
ya?! Mengapa kita tidak memberikan pelatihan tambahan untuk mereka berdua? Jika
begitu kan mereka bisa bertahan satu ronde setidaknya dalam ujian nanti!” ide
Hani.
Idenya itu mendadak mendapat tatapan tajam dari
semua anggota pengawas disini. Hani yang melihat itu pun terdiam, dia membisu
dan mencoba mengoreksi dirinya sendiri.
“Hani, masalahnya bukan pada pemberian pelatihan
tambahan tetapi ujian ability magie kali ini harus berkelompok setidaknya dua
orang. Ya sepertinya Xia dan Aresha yang belum punya. Hanya mereka berdua yang
tidak mengurus pengelompokan!” ucap Gisel.
“Ah, berkelompok? Bukannya dulu sendiri- sendiri
ya?”
“Ya tapi Ethan yang meminta begitu, jadi apa boleh
__ADS_1
buat. Dia berkuasa di akademi ini, ya kerja sama itu!”