Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 61


__ADS_3

“Ya, aku dan Martha juga masih ingat ada aturan lain tentang reinkarnasi. Mungkin Alika pergi meninggalkanmu dan memilih tubuh itu. Tapi untuk mengembalikan ingatannya, kamu harus tetap bersamanya bagaimana pun keadaan kalian”,


“Baiklah akan kulakukan. Dan, apa tradisi gadis bunga mawar itu dapat dihentikan ketika belum mencapai batas waktunya?”


“Tentang tradisi gadis bunga mawar ya? Sebenarnya tradisi itu adalah untuk menemukan cinta sejati tetapi para klan vampire menyimpang. Klan vampire melakukan tradisi gadis bunga mawar dengan cara yang tidak benar seperti menyandera keluarga si gadis agar si gadis bersedia menjadi bagian dari mereka. Untuk mengakhiri semua ini, tidak ada jalan. Si gadis harus bersembunyi selama 3 malam. Jika ia berhasil maka, ia akan menjadi manusia biasa dan selamat”,


“Begitu ya, baiklah terima kasih Rasi”,


“Ada apa kamu bertanya tentang tradisi itu?”


“Eren dan Akira melakukan tradisi itu, tetapi Violin membuat si gadis masuk ke buku hingga tak bisa ditemukan. Ceritanya panjang dan rumit”,


“Hem, baiklah. Aku harus pergi, selamat pagi Roman”


“Pagi Rasi!”


Komunikasi terputus, diputus oleh Rasi yang sibuk. Roman meletakan ponselnya di atas meja seraya berucap “Jadi tidak ada jalan ya? Hah, aku harus menahan dua sahabatku sekarang. Maaf ya Eren, Akira. Aku lebih memihak pada Violin.”


Wajah Roman mulai sedih, ia tidak mungkin melawan dua sahabatnya saat ini dan ia harus melindungi Violin.


Kamar Roman, kamar yang bercat putih bersih. Kamar yang luas dan rapi serta super bersih. Aku masih berbaring di kasur sambil memeluk erat buku bulan. Pikiranku selalu tertuju pada dua sahabatku, Gisel dan Hani dalam buku ini. Perlahan-lahan air mataku menetes jatuh ke pipi, “Ya Tuhan, kenapa begini? Aku harus bagaimana? Tubuh ini terasa sesak meski aku bukanlah gadis ini. Tak seharusnya dua sahabatku menjadi bagian dari tradisi ini, bagaimana nasib kedua orang tua mereka nanti? Aku tahu tradisi ini tidak ada jalan keluar tetapi mereka ketakutan”gumanku sambil menghapus air mata.


Lalu aku duduk di kasur, kuletakan bulu bulan di kasur dan memperhatikannya. Tersenyum manis penuh makna pada buku ini. Aku bahkan tak menduga aku kembali tapi sekarang temanku terjabak dalam buku ini.


“Gisel, Hani. Maafkan aku, aku tak seharusnya mengurung kalian dalam buku ini tapi inilah jalan satu-satunya. Tapi reinkarnasi ini…hah…ya aku tahu sebagai akibatnya aku akan terus bertemu dengan orang-orang dimasa lalu dan ini seperti memperbaiki kesalahan. Tapi setidaknya aku mendapatkan raga seorang gadis. Hanya saja dia terlihat kasihan sekali….dia harus pergi meninggalkan dua sahabatnya dalam kondisi terluka. Tapi itulah keinginannya, aku harus bagaimana? Seperti kataku, aku berjanji akan membawa kebahagian untuk ragamu jadi akan kulakukan apapun untuk itu. Violin sayang, seharusnya namamu berubah sekarang. Tapi karena orang-orang akan curiga dan menganggap ini adalah hanusinasimu jadi aku akan tetap membawa namamu. Bukankah begitu perjanjian kita?”


Setelah puas berbicara sendiri, aku mulai terpikir akan ponselku dalam tas. Aku pun segera mengambil, dan menekan tombol menghidupkan ponsel. Tak perlu waktu yang lama, ponselku segera menyala mengeluarkan logo lalu menuju layar ponsel. Baru saja dinyalakan, pesan singkat dari Ethan masuk ke ponsel. Kubaca pesan itu, dan kulihat waktu penerimaan pesan. Ponselku telah menerima pesan dari Ethan di jam 11.00 malam.


“Violin, mengapa tak menganggat telpon dariku? Kamu sudah tidur?”


“Violin, ini aku Ethan. Apa kamu baik-baik saja?”


“Violin, bisakah kita bertemu?”


“Aku ingin bicara denganmu, apa boleh?”


“Maaf, apa aku mengganggu tidurmu?”


“Tolong jawablah, atau kamu sudah tidur?”


“Jika begitu, ketika kamu menerima pesanku. Balaslah, aku menunggumu!”


Aku pun segera membalas pesan dari Ethan, “Hay Ethan! Maaf aku baru membalas, aku baru saja membaca pesanmu. Hari ini kita tidak bisa bertemu, lain waktu saja. Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Aku juga ingin bertemu denganmu. Tapi sepertinya aku tidak bisa menemuimu sekarang.”


Sisi lain, Ethan sedang duduk di sofa. Rumah besar dirinya. Sekarang Ethan telah mengubah keadaanya menjadi lebih baik. Ia harus menjadi orang baik dan sisi lain ia memusuhi manusia. Ethan memiliki pengikut yang setia dan juga sebuah perusahaan yang mampu bersaing dengan perusahaan Roman.


Dengan hati senang, Ethan menerima pesan dari Violin. Pesan dari gadis yang ia tunggu-tunggu. Lalu Ethan membalas pesan yang diterimanya.


“Ya, tidak masalah. Aku sangat senang kamu membalas pesanku. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, apa ada waktu nanti?”ketik Ethan di ponselnya.


Pesan balasan segera kuterima, pesan balasan dari Ethan membuatku tersenyum sendiri. Aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta padanya meski hanya sekali bertemu. Dan, sebenarnya tidak. Tetapi menjalin hubungan dengannya mungkin lebih baik.


“Ya, tapi saat ini aku sungguh tidak bisa. Bagaimana kalau di hari minggu? Aku tidak ada acara di hari itu. Bagaimana denganmu?”,


Ethan membalas, “Boleh, aku juga tidak ada. Aku akan menjemputmu, jam berapa?”


Aku menerima pesan dari Ethan dan kaget setelah membacanya.


“Ethan akan menjemputku? Ya ampun…dia sangat baik”gumanku dalam hati lalu mengetik pesan, “Ya tentu saja, jam 08.00 malam. Bagaimana? Aku pikir di waktu itu, aku akan sempat ke toko buku dan di malam minggu lah diskon bunga paling banyak. Aku akan membeli buku sekalian kita jalan-jalan.”,


Perlahan-lahan aku yang saling mengirim pesan pada Ethan membuat perasaanku membaik. Aku setidaknya merasa sedit legah, tak memikirkan yang macam-macam dan merasa tenang.


Pesan balasan dari Ethan segera kuterima, “Ya tentu, kamu suka baca buku? Buku apa? Aku punya beberapa koleksi buku di rumah.”,


Segera kubalas pesan dari Ethan itu, “Benarkah? Wah berapa banyak buku yang kamu koleksi. Aku suka baca buku terutama genre pengetahuan tentang vampire.”,


Pesan dari Ethan, “Iya sungguh, aku punya koleksi buku di rumah ini. Kurasa aku juga punya koleksi tentang vampire. Kebetulan sekali aku juga suka genre itu”,


Membalas pesan dari Ethan, “Kamu menyukai genre vampire? Buku apa yang pernah kamu baca?”,


Pesan dari Ethan, “Bride Of Vampire. Isinya tentang pernikahan vampire. Ya calon pengantinnya adalah manusia sementara laki-lakinya adalah vampire.”


Membalas pesan dari Ethan, “Aku belum pernah baca buku itu. Siapa penulisnya?”


Pesan dari Ethan, “Anita. Buku ini sangat tua, dan sulit dipahami. Entahlah, isinya juga mengenai reinkarnasi. Peraturan reinkarnasi seseorang yang lebih banyak ke hal negatif semisalnya orang yang berreinkarnasi akan bertemu dengan vampire yang ada dimasa lalunya. Efeknya di memiliki dua sifat atau disebut ganda. Dia seperti kelainan sifat, tingkahnya seperti akan menjadi reinkarnasi dan jadi dirinya.”


Membalas pesan dari Ethan, “Kamu sungguh tahu banyak tentang itu ya? Aku kagum denganmu. Dulu aku bertemu dengan seorang perempuan. Dia memintaku mengambil barangnya di apartemen Tanima. Tapi malah seseorang mengambil barangnya lebih dulu. Kamu ingatkan ketika kita ke kastil drakula itu? Aku mengambil barang temanku itu. Kupikir dia mengenal orang-orang di dalam kastil itu hingga menyebutku Alika. Padahal aku bukan Alika, aku hanya mirip saja. Gadis itu sepertinya gadis reinkarnasi. Apa kamu mengelanya juga seperti mereka kenal gadis itu?.”


Ethan yang menerima pesan mulai merasa bahwa dirinya berhasil mendekati Violin, “Hah, mudahnya mendekatimu. Sebentar lagi kamu pasti akan menemukanku dengan Alika. Hah…lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Gadis itu tak akan kubiarkan lolos kali ini”guman Ethan.


Sisi lain, Pak Dir yang sedang berada di kantor meminta Seto Briand dan Vionderina ke ruangannya.


Seto Briand dan Vionderina bersama-sama memasuki ruangan Pak Dir. Mereka telah menghadap Pak Dir sekarang, duduk di depannya.


“Ya Pak Dir, ada apa?”tanya Briand


“Saya lihat beberapa hari ini putra saya sangat senang tinggal di rumah kalian. Saya sangat berterima kasih. Pekerjaan kalian di kantor ini juga bagus dan selalu tepat waktu. Tapi saya lihat juga putra saya dekat dengan putri kalian. Siapa namanya?.”


“Violin, namanya Violin”jawab Vion


“Jadi namanya Violin. Saya sangat berterima kasih dengannya karena dia sangat baik dengan putra saya. Apakah kalian membolehkannya untuk tinggal di rumah saya?”,

__ADS_1


“Pak Dir, Pak Dir tidak perlu berterima kasih. Ini juga berkat kehadiran putra Pak Dir sendiri bukan karena kami. Tentu saja kami mengijinkan putri kami untuk tinggal di rumah Pak Dir”jawab Briand tanpa pikir panjang.


Tak beberapa lama kemudian mereka berdua keluar dari ruangan Pak Dir, seketika itu juga Vion segera menarik tangan suaminya menuju ruang depan toilet. Ia langsung melepaskan tangan suaminya begitu tiba disana.


“Briand, apa yang kamu ucapkan tadi? Kamu seharusnya meminta ijin dulu untuk itu. Violin pasti tidak akan suka tinggal dengan Roman. Ia sangat membenci Roman. Apa kamu tahu itu!”,


“Maaf, tapi bukankah dengan begitu mereka akan saling dekat lalu jatuh cinta. Kita bisa mendapat warisan yang banyak dari Pak Dir jika Violin dan Roman menikah”,


Seketika itu juga Vion langsung marah, ia langsung meninggalkan suaminya begitu saja tanpa sepatah kata. Vion benar-benar kesal dengan tingkah suaminya tak tak mau memahami putrinya saat ini. Vion pun kembali ke meja kerja, ia langsung mengirim pesan pada Violin.


“Violin, kamu sekarang dimana? Apa kamu baik-baik saja? Mama khawatir denganmu setelah tinggal dengan Briand”.


Aku segera mengakhiri pesan terakhir dari Ethan, “Ya baiklah sampai jumpa Ethan”balasku. Begitu membalas, langsung kuletakan ponselku di samping. Namun belum lima menit, aku kembali menerima pesan. Kali ini pesan dari mama dan aku segera membalas pesan itu.


“Ya, aku baik-baik saja. Mama tak perlu khawatir, aku sekarang bersama Roman”,


Vion yang menerima jawaban dari putrinya itu kaget, ia tak percaya. “Apa sungguh kamu dengannya sekarang? Kalian tidak bertengkar kan?”.


Aku kembali mendapat pesan dari mama dan membalas, “Ya, sungguh. Mama tenang saja, aku aman disini. Roman sangat baik padaku, Ma. Dia pria yang perhatian”.


“Oh baiklah, sampai jumpa Violin. Mama sayang kamu”


Aku membalas, “Aku juga sayang Mama.”


Setelah itu kembali kuletakan handphone di samping dan meletakan buku bulan dalam tas. Kembali kulihat ponselku, ku cek baterainya. Sekarang baterai ponselku tinggal 45 persen, lalu aku mulai mengisi ulang baterai ponsel. Setelahnya aku berjalan keluar kamar untuk melihat rumah besar Roman ini.


Berjalan menuruni tangga dan ke ruang tamu, memperhatikan setiap foto kebersamaan Roman dengan Pak Dir. Mereka terlihat dekat sekali seperti anak dan ayah.


Aku pun berjalan ke halaman belakang rumah, terlihatlah pemandangan yang indah dimana bunga-bunga sedang bermekaran sekarang. Rumah ini luas dan dikelilingi pagar yang tinggi dengan kamera pengintai di luar rumah dan penjaga yang selalu siap siaga. Kupikir kehidupan Roman sekarang jauh lebih baik dan mewah.


Aku pun memilih duduk di salah satu kursi taman disini. Kursi taman dengan hiasan bunga melilit, bangku bercat biru. Semuanya terlihat indah disini.


Di lantai atas, kaca rumah mengarah pada taman belakang dimana terlihat Violin sedang duduk di bangku taman seorang diri. Seorang pria telah mengamati dirinya sejak tadi dari kaca rumah itu. Ia hanya tersenyum manis, lalu ia menerima telpon dari Pak Dir. Ia segera kembali ke meja kerja dan menerima telpon.


“Ya ada apa, ayah?”tanya Roman


“Aku sudah meminta ijin pada ayah ibu Violin, mereka mengijinkan Violin untuk tinggal di rumah kita. Kamu tidak melakukan hal macam-macam kan dengannya?”,


“Tidak, aku dan dia tidak melakukan apa-apa”,


“Apa dia sudah banggun? Apa kalian akan jalan-jalan hari ini? Ayah akan sangat sibuk, ayah akan mengurus kerja sama perusahaan, ya seperti biasa mengadakan rapat”,


“Berhentilah bersikap seperti ayahku, lakukan saja dengan baik. Aku bisa menjaganya dan kamu lakukan yang terbaik bagi perusahaan”ucap Roman mendadak galak.


“Ya akan kulakukan, Tuan Roman. Tuan jangan khawatir, aku akan melakukan yang terbaik bagi perusahaan”,


“Bagus, lakukan yang terbaik”jawab Roman kemudian memutus komunikasi dengan Pak Dir.


Duduk di bangku taman telah membuatku bosan, dan aku juga merasa diperhatikan dari sini. Perlahan-lahan mataku mengarah pada CCTV yang ada di dinding rumah. Aku tersenyum dibuatnya, lalu aku pergi dari sini. Aku yakin Roman telah memperhatikanku sejak tadi. Aku pun segera masuk ke rumah, kuhampiri penjaga di depan rumah dan bertanya padanya.


“Maaf, apakah kamu tahu dimana ruang kerja Roman?”


“Ruang kerja Roman ada disana, Nona hanya perlu naik ke lantai atas lalu belok kiri”,


“Baiklah, terima kasih”ucapku segera menaiki tangga dan berbelok ke kiri. Begitu tiba didepan ruang kerja Roman, kutempelkan telinggaku ke pintu. Kudengarkan sesuatu dari balik pintu ini. Suara langkahnya semakin dekat, aku pun menjauh dari pintu, bersembunyi dibalik dinding.


Begitu pintu dibuka, aku segera mengagetkan Roman.


“Haaaa…”ucapku mengagetkan Roman.


“Aaaa…..”ucap Roman kaget yang hampir terjatuh namun Roman menahan dirinya untuk tetap berdiri, tangannya berpegang pada pintu. “Ya ampun, kamu ini. Huh…ada apa?”ucapnya lagi.


“Memperhatikanku dari atas sini itu tidak baik. Memang ada apa?”,


“Apa maksudmu?”tanya Roman pura-pura tidak tahu tetapi wajah kebohongannya tidak dapat ia sembunyikan dariku.


Aku tersenyum manis melihat diriny berbohong padaku, ya seperti pria lainnya vampire ini juga sama seperti manusia yaitu suka berbohong dan parahnya kebohongannya tidak dapat ia sembunyikan dariku. Dari ekspresinya, aku dapat menilai bahwa Roman sedang berbohong.


“Benarkah? Aku tahu kamu berbohong. Besok aku mau sekolah, bisakah kita sekarang pulang ke rumah?”,


Roman hanya tersenyum, “Ya maaf, aku tidak bermaksud memperhatikanmu. Apa kamu yakin kita pulang ke rumah? Apa nanti Eren dan Akira tidak akan menyakitimu di jalan? Aku tidak bisa melindungimu jika kamu berhadapan dengan Akira. Kamu lihat kan tadi? Akira berbeda dengan Eren!”,


“Ya benar, lalu aku bagaimana? Aku harus sekolah besok. Aku tidak mungkin bolos 3 hari kan?”


“Ya baiklah, aku bisa membelikanmu pakaian sekolah. Bagaimana kalau kita ke mall sekarang?”


Aku kaget mendengar ucapan Roman, dengan nada tinggi aku berucap “Kau! Kau ingin aku dibilang murid dengan sikap terburuk ya disekolah? Ini masih jam sekolah tau! Apa kamu sudah meminta ijin pada sekolah untuk tidak masuk hari ini?”,


“Itu, aku belum terpikir. Oh iya, ucapanmu benar. Baiklah aku akan segera menghubungi ayahmu. Mau masuk ke ruanganku?”,


“Untuk apa?”


“Kupikir kamu perlu lihat aku meminta ayah agar menghubungi kepala sekolah. Untuk meminta ijin kepada kepala sekolah bahwa kita ijin hari ini. Bagaimana?”


“Tidak mau, kamu saja sendiri kan semua ini gegara temanmu itu. Sejak awal aku tidak suka dengan temanmu. Mereka tidak baik menurutku!”,


“Oh baiklah, sampai nanti”ucap Roman segera menutup pintunya kembali.


Aku hanya melihat pintu tertutup sekarang, lalu memutuskan pergi kembali ke kamar Roman. Mengambil ponselku yang telah terisi penuh dan mencabut chargernya. Duduk di kasur, dan membuka internet. Mulai membuka blog dan media social chat.


Kulihat blogku sekarang dipenuhi oleh komentar beberapa orang dan sebuah pesan kiriman dari pemburu vampire.

__ADS_1


“Hay, Adena. Aku pikir kamu tertarik dengan ceritaku. Tapi bukan untuk kamu selidiki atau mendekati tempat ini. Apa kamu bersedia mendengarkannya? Kupikir tidak baik untuk membuatmu jauh dari dunia vampire tetapi kamu boleh mengetahuinya. Ya siapa tahu aku bisa membantu masalahmu nanti atau kita bisa saling membantu. Namaku Yukatzu. Senang bertemu denganmu”,


Aku pun membalas pesan itu, “Senang bertemu denganmu, Yukatzu. Aku sangat senang mendapat pesan ini. Jadi kamu akan berbagi denganku tentang kisahmu memburu vampire? Tentu ini sebuah kehormatan besar bagiku. Aku akan mendengarkan kisahmu. Kirimkan saja pesan padaku, maka aku akan membalasnya. Berikan aku solusi tentang membasmi vampire. Oh, ya satu lagi. Apa kamu pernah mendengar tentang tradisi gadis bunga mawar? Bisakah kamu bercerita tentang itu padaku? Terima kasih, Adena.”


Lalu aku mencek pesan yang lainnya, ya aku mendapat sebuah pesan promosi yang cukup aneh dan menurutku ini belum tentu benar keadaanya.


“Kemarin aku dalam kesulitan uang, aku tidak punya apa pun setelah suamiku mengalami kebangkrutan. Bahkan rumah kami saja telah di ambil bank. Tapi setelah aku mendapat kabar dari temanku bahwa ada cara untuk menyelesaikan itu semua dengan cepat dan keuanganku pun akan cepat bertambah tanpa mengalami kebangkrutan. Dia adalah Pepuan, seorang ahli dalam bidang pengadaan keuangan. Uang Anda akan cepat kembali dalam waktu 5 hari. Berinvestasi dengan jumlah uang 100 ribu rupiah uang Anda akan kembali dalam 5 hari adalah Rp.1.000.000,00. Saya dulu juga pernah ragu, apakah ini penipuan atau tidak? Tapi setelah saya melihat testimony dari clien Pepuan. Akhirnya saya memberanikan diri dengan mengadakan uang saya 100 ribu rupiah, lalu saya tunggu dalam 5 hari. Uang saya benar-benar kembali dalam jumlah yang lebih banyak yaitu 1 juta rupiah. Saya pun akhirnya menambah pengadaan uang saya yaitu 1 juta dan saya tunggu dalam 10 hari. Uang saja kembali dalam 10 juta rupiah. Perlahan-lahan keuangan saya membaik, sekarang saya memiliki dua rumah, dua mobil, 5 sepeda motor, dan perusahaan saya berkembang pesat. Saya sekarang menjadi bagian dari perusahaan Vampire Love. Saya sungguh tak menduga akan sangat cepat mengubah hidup saya, sekarang saya sangat berterima kasih dengan Pepuan. Saya akan terus membagikan kisah ini kepada siapapun untuk mengubah hidup mereka. Kamu perlu bantuan? Hubungi saya di 08XXXXXXXXXXX.”


Pesan itu membuatku tertawa geli setelah membacanya, ya bagaimana tidak itu sangat tidak masuk akal.


“Hhahahaa….aneh, dasar penipu. Zaman sekarang masih saja mau mau percaya seperti itu-an..mana mungkin itu bisa terjadi. Bagaimana caranya melipatgandakan uang? Yang ada hanyalah bagaimana kita cara kita berinvestasi dengan baik tanpa kerugian sedikit pun. Berinvestasi di pasar modal kan lebih baik tanpa keraguan. Kalau sama Pepuan mah mana ada jaminannya, yang ada malah dibawa kabur uangnya. Hoh, aneh juga sih. Perusahaan Vampire Love itu kan perusahaan Pak Dir, tempat itu bekerja. Dan ngak ada tuh yang namanya Pepuan. Atau mungkin aku aja yang belum tau ya? Coba ah tanya sama Roman, kalau ada dia tau!”gumanku segera membawa ponselku dan menuju ruang kerja Roman.


Kuketok pintu hingga tingga kali, “Tok..tok…tok…” lalu berucap, “Roman, apa aku boleh masuk? Aku mau bicara denganmu sebentar saja!”.


Di dalam ruangan, tempat kerja Roman. Roman sedang menikmati secangkir darah segar. Ia pun segera menyembunyikan minuman itu, dan membersihkan dirinya agar tidak ketahuan Violin kalau ia sedang haus darah sekarang. Setelah itu Roman membuka pintu dan melihat Violin telah berdiri di depan dengan memegang ponselnya.


“Ada apa?”tanya Roman


“Kamu tahu tidak kalau di perusahaanmu ada namanya Pepuan? Dia memegang perusahaan Vampire Love!”,


“Hem…aku rasa tidak ada yang namanya Pepuan. Memang ada apa?”


“Sungguh tidak ada? Atau kamu lupa?”


“Tidak ada, aku serius. Aku sering kesana, dan tidak ada yang namanya Pepuan apa lagi yang memegang perusahaan itu adalah dia. Memang ada apa?”


“Tidak, aku hanya ingin bertanya. Soalnya ada yang bilang seperti ini”ucapku memperlihatkan ponselku pada Roman. Roman pun membaca pesan di blogku itu.


“Kemarin aku dalam kesulitan uang, aku tidak punya apa pun setelah suamiku mengalami kebangkrutan. Bahkan rumah kami saja telah di ambil bank. Tapi setelah aku mendapat kabar dari temanku bahwa ada cara untuk menyelesaikan itu semua dengan cepat dan keuanganku pun akan cepat bertambah tanpa mengalami kebangkrutan. Dia adalah Pepuan, seorang ahli dalam bidang pengadaan keuangan. Uang Anda akan cepat kembali dalam waktu 5 hari. Berinvestasi dengan jumlah uang 100 ribu rupiah uang Anda akan kembali dalam 5 hari adalah Rp.1.000.000,00. Saya dulu juga pernah ragu, apakah ini penipuan atau tidak? Tapi setelah saya melihat testimony dari clien Pepuan. Akhirnya saya memberanikan diri dengan mengadakan uang saya 100 ribu rupiah, lalu saya tunggu dalam 5 hari. Uang saya benar-benar kembali dalam jumlah yang lebih banyak yaitu 1 juta rupiah. Saya pun akhirnya menambah pengadaan uang saya yaitu 1 juta dan saya tunggu dalam 10 hari. Uang saja kembali dalam 10 juta rupiah. Perlahan-lahan keuangan saya membaik, sekarang saya memiliki dua rumah, dua mobil, 5 sepeda motor, dan perusahaan saya berkembang pesat. Saya sekarang menjadi bagian dari perusahaan Vampire Love. Saya sungguh tak menduga akan sangat cepat mengubah hidup saya, sekarang saya sangat berterima kasih dengan Pepuan. Saya akan terus membagikan kisah ini kepada siapapun untuk mengubah hidup mereka. Kamu perlu bantuan? Hubungi saya di 08XXXXXXXXXXX.”


Setelah membaca pesan itu Roman tertawa, ia pun berucap “Ini sangat tidak masuk akal, apa kamu percaya ini?” tanya Roman padaku.


Melihat Roman yang tertawa lalu menjawab, “Tentu saja tidak, tapi ini benar kan berita ini bohong?”


“Ya tentu saja, di kantor tidak ada Pepuan. Ya ampun ini bisa jadi masalah. Kamu bisa ikut aku ke kantor?”,


“Untuk apa?”


“Tunjukan pesan ini pada ayah, nanti ayah yang akan menjelaskan tentang ini padamu dan ayah pasti terkejut melihat pesan ini”,


“Tapi bukannya itu akan menganggu ayahmu bekerja ya?”,


“Tidak, ayah tidak akan merasa terganggu. Tenang saja. Ia malah akan senang melihat ini, ia akan melakukan yang terbaik agar orang tak tertipu. Ayo kita bersiap!”


“Baiklah, aku akan ke atas untuk bersiap”ucapku segera berpaling namun baru satu langkah tiba-tiba Roman menarik tanganku hingga aku dekat dengannya. Ia sangat dekat denganku, ia memeluk erat diriku. Wajahku memerah seketika, ia sangat dekat denganku hingga membuat detak jantung berdebar. Aku bahkan tak dapat berkata-kata, ia memang menawan tapi tetap saja ia seorang vampire. Aku masih ingat ketika ia menghisap darahku di leher. Kejadian itu tak bisa aku lupakan begitu saja, itu sangat mengerikan. Sekarang aku malah ketakutan dalam pelukannya, aku takut ia melakukan hal yang sama padaku.


“Roman, bisa lepaskan aku?”ucapku


“Tenanglah, aku sedang mendengarkan detak jantung yang lebih cepat. Apa kamu sedang ketakutan? Kamu takut padaku?”,


“Ya”,


“Kenapa? Apa kamu masih mengingat kejadian itu? Ah, maaf ya. Aku sedang haus saat itu. Aku sekarang rindu denganmu. Apa aku boleh memelukmu?”,


“Bukankah kamu sudah melakukannya?”


“Ya, maaf…aku takut kamu tidak mengijinkanku jadi aku lakukan saja”,


“Kamu tidak memikirkan perasaanku saat ini ya? Aku ketakutan!”


“Tenanglah, aku tidak akan melakukannya. Aku sungguh rindu kamu!”


“Tapi aku masih ada disini kan? Bisa lepaskan aku? Nanti orang-orang melihat kita dan berpikir hal aneh”,


“Oh baiklah, tapi aku ingin terus memelukmu!”jawab Roman tidak melepaskan pelukannya meski aku telah meminta.


“Jika kamu tidak melepaskan aku, aku akan membencimu!”


Roman tetap tidak melepaskan pelukan eratnya, aku hanya bisa diam saja sekarang. Kehangatan itu kurasakan mengalir dalam tubuhku. Hangat dan nyaman tetapi jutru membuatku sedih. Kusimpan perasaan sedih ini dalam hati, aku merasa reinkarnasi ini adalah hal yang buruk meski akan merasa lebih baik melakukannya.


“Roman, jika kamu terus memeluku. Kapan kita pergi? Aku harus membalas pesan ini agar tidak ada orang yang tertipu dan pelukan ini membuatku tak bisa bernapas”ucapku.


Roman pun segera melepas pelukannya, ia tersenyum manis “Maaf, tapi aku sungguh merindukanmu saat ini!.”,


“Kamu rindu aku, padahal aku masih disini. Hah…jadi kita pergi atau tidak? Aku punya banyak hal yang harus kulakukan selain menghabiskan waktu disini.”,


“Oh baiklah, tentu saja kita pergi. Bersiap-siaplah, aku akan menunggumu di depan”,


“Baiklah, kuharap kamu tidak melakukan hal itu lagi padaku. Kamu benar-benar membuatku takut, Roman!”


“Ya, aku tak akan melakukannya lagi”,


“Janji?”


“Ya”


Melihat wajah Roman dengan raut sedih, aku tak peduli dengannya dan langsung pergi ke kamar Roman. Roman yang melihat kepergian Violin, masuk ke kamar hanya bisa tersenyum dengan raut wajah sedih.


“Apa aku telah keterlaluan denganmu? Maaf ya…aku sungguh rindu kamu. Tuan Putri yang cantik”ucap Roman tersenyum. Ia masih ingat wajah seorang gadis yang dia sia-siakan, penyesalan masih menghantuinya. Tak seharusnya Roman mensia-siakan gadis itu, Roman seharusnya memberi perhatian padanya tapi kini semua itu sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, semua hanya tinggal kenangan. Sekarang berkat pembangkitan, istrinya hidup kembali namun harus menjadi gadis lain dan meninggalkannya karna terluka. Kini istrinya berreinkarnasi menjadi gadis lain yaitu Violin. Sekarang Roman hanya perlu menyakinkan bahwa ia akan menjadi suami terbaik dalam hidup Violin. Roman akan terus mencintai Violin sama seperti dulu, hanya kini semua berbalik.


Dulu Roman lah yang selalu dinantikan istrinya, Roman lah yang selalu di utaman sang istri. Sang istri mencintai Roman dengan tulus meski ia telah tahu bahwa Roman tak pernah mencintainya. Pernikahan ini hanya karna dendam. Tapi sekarang takdir berbalik, sekarang Roman ingin memperbaiki masa lalu itu hingga ia lah yang harus mengejar sang istri yang berreinkarnasi. Walau Roman sendiri tahu bahwa ia hanya mencintai kekasihnya, Romeo. Sekarang istrinya berreinkarnasi menjadi Violin. Kehidupan ini sangat berbeda, entah apakah cinta mereka kembali bersatu setelah dikhianati dan membohongi diri sendiri?. Semua bagaikan mimpi menjadi orang lain di dunia yang berbeda.

__ADS_1


Di saat memeluk Violin, pikirannya adalah memeluk sang istri hanya saja sekarang ia telah berbeda. Waktu telah mengubah semuanya, menguji kesabaran untuk menanti istrinya kembali. Reinkarnasi lah yang telah mengubah kehidupan itu. Reinkarnasi memiliki peraturannya sendiri, dan jiwa-jiwanya tak akan jauh dari orang yang menantikan dirinya kembali. Hanya saja dua sifat ganda akan selalu disandangnya hingga kutukkan itu berakhir atau waktu memisahkan mereka. Mengubah dan memperbaiki masa lalu tidak lah mudah, apa lagi diri Roman yang sekarang bukanlah manusia. Roman adalah vampire, pangeran vampire yang terhormat. Meski memiliki kekayaan yang melimpah tetapi ia sama sekali tak memiliki senyum sangat berarti selain bersama sang istri. Hari-harinya hanya untuk menanti dan memperbaiki kesalahan, berharap istrinya akan segera kembali. Senyumnya yang manis hanyalah sebuah senyum tak bermakna, kecuali untuk sang istri. Kecuali untuk sang istri. Kecuali untuk sang istri. Ya kata itulah yang perlu di ingat, ia bukan pria yang mudah di goda dan bukan pula pria yang tidak suka wanita. Semua ini hanya untuk memperbaiki masa lalu dan untuk sang istri tercinta bukan untuk wanita lain.


__ADS_2