Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 143


__ADS_3

Aku dan Xia segera masuk. Terlihat di tempat ini


hanya ada satu tempat tidur. Entah dimana tempat tidur untukku. Xia meletakan


tas dan buku di tangannya ke atas meja belajar. Lalu ia mulai menghampiriku.


“Hey Aresha, dimana tempat tidurmu?” tanyanya


padaku.


“Entahlah, hanya ada satu ya?”


“Oh, tidak. Apa kamu tidak tahu tentang sihir


tempat tidur?”


Aku menggelengkan kepala, “Tidak!”


“Ya baiklah, aku akan membantumu. Kita akan membagi


ruangan ini menjadi dua bagian” ucapnya mulai mengambil aba- aba dan


menggunakan sihir hingga tempat tidur Xia terbagi menjadi dua begitu saja. Ya


inilah keajaiban sihir.


“Wow... bagaimana kamu melakukannya?”


“Tidak perlu terkejut begitu! Tidak perlu memuji,


lagi pula ini adalah sihir biasa yang semua orang pun tahu. Ini bukan sihir


dariku, tetapi gedung ini seperti dalam sihir hingga ia bisa mengkloning tempat


tidur. Ya tempat tidurmu adalah tempat tidur baru, punyaku tetap lama” ucapnya


sambil duduk di kasur miliknya.


Aku pun segera membenahi barang bawaanku,


membereskan tempat tidurku lalu mulai beristirahat dan tidur dengan nyenyak.


Begitu juga dengan Xia, ia juga tidur.


Hingga arunika datang memberi kehangatan dan


kehidupan pada negeri ini. Udara sejuk masuk dari sela- sela ventilasi udara


hingga membuat kami berdua terbangun. Ya kantuk masih menghampiri kami berdua,


tetapi kami harus tetap terbangun di pagi hari karna kami bukanlah vampir.


Sebagai murid yang memiliki elemen air, pagi hari adalah awal yang bagus untuk


berlatih meski hanya bisa di dalam kamar. Ya karna di luar.....


Aku segera membuka mata, dan membuka jendela kamar


ini. Aku melihat pemandangan yang sangat berbeda dari malam hari. Asrama ini


seperti di lindungi oleh sihir hingga mereka yang datang kemari di pagi ini


tidak melihat ada bangunan asrama disini. Mereka seperti di buat buta. Tetapi


ini adalah sihir perlindungan, ya untuk melindungi kami semua yang ada di kelas


malam.


Xia yang sedang menggerak- gerakan tubuhnya, ia pun

__ADS_1


berucap “Apa yang kamu lihat itu lah kenyataanya. Tempat ini telah di pengaruhi


sihir, sihir yang hebat kan?”


“Ya benar, mereka tidak melihat kita kan?”


“Ya, kecuali mereka yang memiliki kemampuan”


“Oh begitu, ini hebat!”


“Ya tentu!”


Setelah puas melihat- lihat memandangan di luar,


aku pun segera berolah raga di dalam kamar ini. Lalu membereskan kamarku.


Sementara Xia, ia bergegas ke kamar mandi. Ya sepertinya mulai dari sekarang


aku dan Xia akan berbagai kamar mandi.


Tidak beberapa lama kemudian, Xia keluar dari kamar


mandi dan sekarang giliranku. Aku harus menyejukan diriku, dan aku harus


melakukan misiku perlahan- lahan.


Ketika aku keluar dari kamar mandi, kulihat Xia


telah memasak makanan. Kulihat dia gadis yang rajin tetapi mungkin saja dia


tidak beruntung beberapa hari lalu sebelum kedatanganku kemari. Ya aku


mendengar ocehan orang lain mengenai dirinya dan itu membuatku kasihan padanya.


Aku segera berpakaian dan merias diriku, lalu


mendekati Xia yang memasang makanan itu.


“Ya tentu saja, mau gimana lagi! Kita tidak punya


uang untuk memesan makanan yang enak. Maaf ya, aku hanya ada makanan ini. Ya


kita akan makan sayur sop hari ini, semoga kamu menyukainya!” ucap Xia


mengambilkan sayur sop untukku. Ia memberikan semangkuk sayur sop hangat


padaku.


Aku pun segera mencicipi masakannya, ya masakan Xia


enak.


“Bukankah makanan ini sehat, jadi tidak perlu yang


lain!” ucapku.


“Apa kamu menyukainya?”


“Ya tentu”


Entah kenapa Xia terlihat sedih.


“Ada apa?”


“Apa kamu akan menjadi teman sekamarku selamanya?”


“Entahlah, aku tidak mau selamanya disini. Aku


ingin lulus!”

__ADS_1


“Ya kalau begitu..... kamu tidak bisa menjadi


temanku!”


“Hey, bukankah kamu juga ingin secepatnya lulus


dari sini?”


“Ya benar, tapi kemampuanku tidak sehebat mereka.


Tidak mungkin aku akan lulus dengan cepat!”


“Tenang saja, aku akan mengajari yang aku bisa.


Kita akan sama – sama belajar kan?”


“Ya tentu”


“Xia, sebenarnya menurutku kamu bisa kok


mengalahkan mereka. Hanya saja kamu pergi ide yang cemerlang untuk mengalah


mereka. Kamu adalah seseorang yang memiliki kemampuan elemen air, kamu bisa


membuat sesuatu yang menabjubkan dengan elemen air itu”


“Misalnya apa?”


“Air.....( berpikir sejenak) setiap elemen pada


dasarnya pasti memiliki dasar elemen air, tetapi jumlah mereka sedikit bahkan


bisa dikatakan sampai tak terlihat. Semisalnya tanah, ketika seseorang


menggunakan elemen tanah dan ingin menyerangmu dengan tanah. Ia menggunakan


kemampuannya kan, tanah yang dia pijak pasti ada air. Di saat itu lah kamu bisa


menggunakan air yang sedikit menjadi senjata. Mengerti maksudku?”


“Ya tapi itu mustahil. Bukankah menggunakan elemen


air harus dekat dengan airnya?”


“Hah, berarti kamu harus belajar menggendalikan air


dengan jarak sedikit jauh. Tanah bukan lah hambatan bagi kita, mereka memiliki


pori- pori yang bisa kita tembus dan hancurkan!”


“Ya, aku akan berlatih dan mencoba seperti yang


kamu ucapkan. Terima kasih ya sudah membantumu, aku bersamangat sekali


menghadapi ujian ability magie nanti!”


“Ya tidak masalah, terima kasih juga atas


makananya. Aku merasa terbantu!”


Xia tersenyum manis, ia tampak senang hari ini.


Sementara di luar asrama,


Seorang pria bukan tanpa alasan datang ke Akademi


Yexiao ini. Ia berasal dari klan vampir, dengan masa lalu kehidupannya yang


suram. Di kenal dengan pangeran tak di akui, dan dia adalah Ethan. Ya pria itu

__ADS_1


datang kemari untuk mencari seseorang.


__ADS_2