
Satu tahun kemudian....
Di sebuah kota yang indah, kota dengan gedung-
gedung tinggi yang menjulang ke langit.
Kehidupan di dunia yang indah. Pemandangan kota di
pagi hari yang indah.
Semua orang menikmati keindahan pagi ini dengan
jalan- jalan di taman.
Seorang pria berjalan bersama istrinya dengan
membawa seorang anak kecil yang berjalan di tengah- tengah mereka berdua.
Mereka mengarah ke cahaya matahari yang terbit dengan indah.
“Ayo katakan pada dunia, selamat pagi!” ucap sang
ibu penuh semangat.
“Ya ibu, selamat pagi dunia!” ucap gadis kecil yang
imut.
Gadis itu pun mengandeng tangan ayah dan ibunya,
lalu mereka pergi meninggalkan tempat ini. Berjalan ke arah matahari terbit.
Seorang gadis dengan senyuman manis berjalan dengan
santai menuju perpustakaan kota. Ya gadis itu mengenakan dres, dan mantel
dengan tas punggung kecil. Ia berjalan memasuki perpustakaan kota pagi ini. Ia
adalah orang pertama yang mengunjungi tempat itu pagi ini.
“Pagi nyonya!” sapanya pada penjaga perpustakaan.
“Oh nona Aresha, selamat pagi! Pagi sekali nona
datang, nona mau membaca buku apa hari ini?”
“Nyonya, saya mau membaca buku soal klan vampir.
Apa nyonya menyimpannya untuk saya?”
“Oh klan vampir! Saya rasa saya menyimpannya.
Tunggu sebentar saya akan mencarinya untukmu”
“Ya terima kasih Nyonya!” jawabku tersenyum manis.
Nyonya penjaga perpustakaan pun mulai mencarikan
buku tentang klan vampir untukku, aku mengiringi langkahnya di belakang. Ia
berhenti di rak buku terpojok ruangan ini. Ia pun mendorong tangga yang tak jauh
darinya. Mengambil sebuah buku, tangannya menunjuk pada tiap judul buku dan
akhirnya menemukan buku yang dia cari. Ia segera mengambil buku, lalu menuruni
tangga.
__ADS_1
Tersenyum manis padaku, dan memberikan buku itu
“Ini, ini adalah buku klan vampir. Judulnya Rose. Entah aku tidak mengerti
mengapa judulnya begitu. Aku sempat membaca buku ini, tapi isinya kosong. Buku
ini sudah sangat lama, entah berapa puluh tahun ada di ruangan ini. Aku ingin
membuangnya tetapi orang terdahulu melarangku. Dia bilang buku ini adalah
titipan seseorang yang kelak akan diambil olehnya. Tapi aku rasa kamu boleh
membacanya, ya karna pendahulu penjaga perpustakaan ini tidak pernah bilang
padaku bahwa aku tidak boleh meminjamkannya padamu!”
“Ya baiklah, terima kasih. Saya kan berusaha
membacanya dan mencari tahu maksud buku ini”
“Sebenarnya buku ini ada tulisannya, pendahulu
bilang membacanya dengan mantera. Aku tidak diberi tahu soal manteranya. Maaf
ya, aku hanya bisa memberimu bukunya saja”,
“Ya tidak apa nyonya. Buku ini saja saya sudah
senang sekali”
“Ya baiklah, saya harus kembali bekerja. Silahkan
bersenang- senang dengan bukumu!”
“Terima kasih Nyonya!”
tempat ini. Aku pun segera menuju ruang baca, ya ruang di sengaja dibuat untuk
orang- orang yang membaca di ruangan ini. Saya pun memilih kursi terpojok agar
tidak ada yang menggangguku saat sedang fokus membaca buku ini.
Membuka buku perlahan- lahan, menuju halaman
pertama. Ya yang pertama yang kulihat dari buku ini adalah lembaran kosong. Aku
pun terus membuka halaman kedua, yang kudapati tetaplah sama yakni kekosongan.
“Um... yang mungkin benar apa yang di katakan
Nyonya padaku! Kosong, semua halamannya kosong” gumanku pada diri sendiri yang
kemudian mulai toleh kanan kiri melihat situasi. Tidak ada banyak orang pagi
ini yang datang ke perpustakaan kota hingga aku bisa menggunakan sihir kecilku
untuk membaca buku ini.
Ya aku rasa buku ini memang di buat dengan
perlindungan keajaiban, sedikit keajaiban. Fokus pada buku yang di depanku, dan
mulai membaca mantra rahasia. Perlahan- lahan buku mulai menujukan sesuatu
padaku.
“Sejarah Klan Vampire. Seratus lima puluh tahun
__ADS_1
yang lalu, di mana kemunculan makhluk kegelapan mulai di ketahui oleh manusia.
Beberapa kota besar mulai dikejutkan dengan beredarnya mitos vampire. Mitos di
kuatkan dengan fakta kemunculan korban- korban yang mati segara misterius.
Korban- korbannya mati kehabisan darah, dan terdapat gigitan di leher. Mitos
ini membuat warga resah dan mereka mendatangkan pemburu vampir untuk
menyelesaikan masalah ini.
Seorang pria tertangkap ketika ingin menghabisi
korbannya, pria itu adalah seorang vampir. Pria itu di habisi oleh pemburu
vampir yang di tugaskan untuk menjaga keamanan kota. Setelah kematian pria yang
di duga sebagai vampir, kota kembali aman.
Namun, seorang pria telah menuliskan di buku ini
dengan tintah darah. Buku yang dibuat untuk menemukan kekasihnya yang telah
lama terpisah dengannya. Penyihir merah, merah darah.
Sebelum masa penyihir sirna, seorang pria berkuasa
memintaku untuk menuliskan buku ini dan memintaku untuk tetap menyimpan buku
ini.
Seorang pria datang padaku, ia memintaku
menyampaikan ini pada sebuah buku dengan keajaiban. Namanya adalah Ethan, dia
adalah seorang pangeran yang tidak di akui. Kehidupannya kelam, namun ia di
pertemukan dengan seorang perempuan yang tidak menyerah padanya. Pernikahan itu
adalah pernikahan politik. Saat kerajaan hancur, Ethan dan istrinya melarikan
diri. Nama gadis itu, adalah Aresha. Terpisah karena keadaan yang tidak
memungkinkan untuk tetap bersama.
Ethan
“Sekarang aku mencarimu, kamu dimana? Aku telah
berjanji padamu kan? Kita akan tetap bersama. Aku hanya bisa menyampaikan
tentangku di buku ini dan berharap kamu menemukannya. Sekarang aku adalah
pemimpin klan Vampir, ya mungkin kamu tahu klan vampir tidak pernah adil dengan
klan vampir lain, Roman. Atau bahkan dengan lycan.
Aku ingin mengembalikan waktu bersama kita. Bisakah
kamu memberiku kesempatan sekali lagi?”.
Diriku membaca buku halaman pertama, pesan dari
Ethan yang memberi kabar padaku. Aku senang jika dia baik- baik saja. Aku pun
mulai membuka buku halaman kedua.
__ADS_1