Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 75


__ADS_3

Satu tahun kemudian....


Di sebuah kota yang indah, kota dengan gedung-


gedung tinggi yang menjulang ke langit.


Kehidupan di dunia yang indah. Pemandangan kota di


pagi hari yang indah.


Semua orang menikmati keindahan pagi ini dengan


jalan- jalan di taman.


Seorang pria berjalan bersama istrinya dengan


membawa seorang anak kecil yang berjalan di tengah- tengah mereka berdua.


Mereka mengarah ke cahaya matahari yang terbit dengan indah.


“Ayo katakan pada dunia, selamat pagi!” ucap sang


ibu penuh semangat.


“Ya ibu, selamat pagi dunia!” ucap gadis kecil yang


imut.


Gadis itu pun mengandeng tangan ayah dan ibunya,


lalu mereka pergi meninggalkan tempat ini. Berjalan ke arah matahari terbit.


Seorang gadis dengan senyuman manis berjalan dengan


santai menuju perpustakaan kota. Ya gadis itu mengenakan dres, dan mantel


dengan tas punggung kecil. Ia berjalan memasuki perpustakaan kota pagi ini. Ia


adalah orang pertama yang mengunjungi tempat itu pagi ini.


“Pagi nyonya!” sapanya pada penjaga perpustakaan.


“Oh nona Aresha, selamat pagi! Pagi sekali nona


datang, nona mau membaca buku apa hari ini?”


“Nyonya, saya mau membaca buku soal klan vampir.


Apa nyonya menyimpannya untuk saya?”


“Oh klan vampir! Saya rasa saya menyimpannya.


Tunggu sebentar saya akan mencarinya untukmu”


“Ya terima kasih Nyonya!” jawabku tersenyum manis.


Nyonya penjaga perpustakaan pun mulai mencarikan


buku tentang klan vampir untukku, aku mengiringi langkahnya di belakang. Ia


berhenti di rak buku terpojok ruangan ini. Ia pun mendorong tangga yang tak jauh


darinya. Mengambil sebuah buku, tangannya menunjuk pada tiap judul buku dan


akhirnya menemukan buku yang dia cari. Ia segera mengambil buku, lalu menuruni


tangga.

__ADS_1


Tersenyum manis padaku, dan memberikan buku itu


“Ini, ini adalah buku klan vampir. Judulnya Rose. Entah aku tidak mengerti


mengapa judulnya begitu. Aku sempat membaca buku ini, tapi isinya kosong. Buku


ini sudah sangat lama, entah berapa puluh tahun ada di ruangan ini. Aku ingin


membuangnya tetapi orang terdahulu melarangku. Dia bilang buku ini adalah


titipan seseorang yang kelak akan diambil olehnya. Tapi aku rasa kamu boleh


membacanya, ya karna pendahulu penjaga perpustakaan ini tidak pernah bilang


padaku bahwa aku tidak boleh meminjamkannya padamu!”


“Ya baiklah, terima kasih. Saya kan berusaha


membacanya dan mencari tahu maksud buku ini”


“Sebenarnya buku ini ada tulisannya, pendahulu


bilang membacanya dengan mantera. Aku tidak diberi tahu soal manteranya. Maaf


ya, aku hanya bisa memberimu bukunya saja”,


“Ya tidak apa nyonya. Buku ini saja saya sudah


senang sekali”


“Ya baiklah, saya harus kembali bekerja. Silahkan


bersenang- senang dengan bukumu!”


“Terima kasih Nyonya!”


tempat ini. Aku pun segera menuju ruang baca, ya ruang di sengaja dibuat untuk


orang- orang yang membaca di ruangan ini. Saya pun memilih kursi terpojok agar


tidak ada yang menggangguku saat sedang fokus membaca buku ini.


Membuka buku perlahan- lahan, menuju halaman


pertama. Ya yang pertama yang kulihat dari buku ini adalah lembaran kosong. Aku


pun terus membuka halaman kedua, yang kudapati tetaplah sama yakni kekosongan.


“Um... yang mungkin benar apa yang di katakan


Nyonya padaku! Kosong, semua halamannya kosong” gumanku pada diri sendiri yang


kemudian mulai toleh kanan kiri melihat situasi. Tidak ada banyak orang pagi


ini yang datang ke perpustakaan kota hingga aku bisa menggunakan sihir kecilku


untuk membaca buku ini.


Ya aku rasa buku ini memang di buat dengan


perlindungan keajaiban, sedikit keajaiban. Fokus pada buku yang di depanku, dan


mulai membaca mantra rahasia. Perlahan- lahan buku mulai menujukan sesuatu


padaku.


“Sejarah Klan Vampire. Seratus lima puluh tahun

__ADS_1


yang lalu, di mana kemunculan makhluk kegelapan mulai di ketahui oleh manusia.


Beberapa kota besar mulai dikejutkan dengan beredarnya mitos vampire. Mitos di


kuatkan dengan fakta kemunculan korban- korban yang mati segara misterius.


Korban- korbannya mati kehabisan darah, dan terdapat gigitan di leher. Mitos


ini membuat warga resah dan mereka mendatangkan pemburu vampir untuk


menyelesaikan masalah ini.


Seorang pria tertangkap ketika ingin menghabisi


korbannya, pria itu adalah seorang vampir. Pria itu di habisi oleh pemburu


vampir yang di tugaskan untuk menjaga keamanan kota. Setelah kematian pria yang


di duga sebagai vampir, kota kembali aman.


Namun, seorang pria telah menuliskan di buku ini


dengan tintah darah. Buku yang dibuat untuk menemukan kekasihnya yang telah


lama terpisah dengannya. Penyihir merah, merah darah.


Sebelum masa penyihir sirna, seorang pria berkuasa


memintaku untuk menuliskan buku ini dan memintaku untuk tetap menyimpan buku


ini.


Seorang pria datang padaku, ia memintaku


menyampaikan ini pada sebuah buku dengan keajaiban. Namanya adalah Ethan, dia


adalah seorang pangeran yang tidak di akui. Kehidupannya kelam, namun ia di


pertemukan dengan seorang perempuan yang tidak menyerah padanya. Pernikahan itu


adalah pernikahan politik. Saat kerajaan hancur, Ethan dan istrinya melarikan


diri. Nama gadis itu, adalah Aresha. Terpisah karena keadaan yang tidak


memungkinkan untuk tetap bersama.


Ethan


“Sekarang aku mencarimu, kamu dimana? Aku telah


berjanji padamu kan? Kita akan tetap bersama. Aku hanya bisa menyampaikan


tentangku di buku ini dan berharap kamu menemukannya. Sekarang aku adalah


pemimpin klan Vampir, ya mungkin kamu tahu klan vampir tidak pernah adil dengan


klan vampir lain, Roman. Atau bahkan dengan lycan.


Aku ingin mengembalikan waktu bersama kita. Bisakah


kamu memberiku kesempatan sekali lagi?”.


Diriku membaca buku halaman pertama, pesan dari


Ethan yang memberi kabar padaku. Aku senang jika dia baik- baik saja. Aku pun


mulai membuka buku halaman kedua.

__ADS_1


__ADS_2