Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 296


__ADS_3

Sementara itu, aku juga melihat Zhia yang mendekati Seto Briand. Pria itu tampak berhasil digoda olehnya. Mereka sangat dekat seperti sepasang kekasih. Zhia memang lah perempuan dewasa yang memiliki kecantikan seperti bunga lotus.


Aku pun segera mengambil minuman lalu berdiri di dekat dinding ruangan ini. Aku hanya perlu mengamati mereka semua. Aku harap tidak ada masalah untuk saat ini.


Keberadaan Alecia, dirinya menyamar menjadi perempuan lain dan berhasil tidak dikenali oleh Romeo. Kini ia sedang bicara dengan Romeo. Tanpa di sangka, Sofie, tunangan Romeo datang menghampiri.


Melihat Sofie datang, Romeo pun mengubah topik perbincangan mereka ke topeng emas dengan berlian yang sedang di pamerkan itu. Sebelumnya mereka membicarakan tentang hal pribadi mereka.


“Ya begitulah, desain topeng itu sangat elegan bukan?” ucap Romeo mengalihkan perbincangan.


“Ya tentu saja. Oh, siapakah dia? Apakah dia, Nona Sofie?”


“Ya benar. Sofie, perkenalkan ini Nona Alecia Dandelion. Dia salah satu orang yang akan menawar topeng emas dengan berlian yang kita pamerkan” ucap Romeo memperkenalkan Alecia Dandelion pada nona Sofie.

__ADS_1


“Benarkah? Oh, aku sungguh senang. Senang bertemu denganmu, Nona Alecia Dandelion” ucap Sofie sembari mengulurkan tangannya.


Alecia Dandelion alias Alecia tersenyum di balik topengnya, ia pun menjabat tangan nona Sofie dan berucap “Saya juga senang bertemu denganmu. Saya sangat takjub melihat desain itu, saya harap saya lah yang akan mendapatkannya.”


“Ya, semoga begitu dan semoga beruntung!”


Kemudian Alecia Dandelion dan Sofie melepas jabat tangan.


“Ya baiklah, bisakah saya punya kartu nama perusahaan kalian?” ucap Alecia Dandelion.


“Biar aku saja, aku membawanya. Tidak perlu repot- repot, ini acaramu jadi biarkan aku yang membantumu sedikit. Ini ambillah!” ucap Romeo secepatnya mengambil kartu nama perusahaan dalam saku jasnya. Ia pun memberikan kartu nama perusahaan pada Alecia Dandelion. Alecia Dandelion secepatnya mengambil kartu nama perusahaan dari tangan Romeo. Saat mengambil kartu nama perusahaan itu lah Romeo sempat memegang tangan Alecia Dandelion. Ia menyentuh lembut tangannya, seperti memberi harapan tersembunyi di baliknya.


Setelah mendapatkan kartu nama perusahaan, Alecia Dandelion secepatnya menyimpan di dalam tas kecil yang dibawanya.

__ADS_1


“Terima kasih, aku sangat senang. Aku harap setelah acara pesta ini aku bisa mendapatkan desain yang lebih menarik dan membelinya darimu, Nona Sofie!” ucap Alecia Dandelion dengan suara lembut.


“Ah, ya saya akan menunggu kabar baik darimu” jawab Sofie menaruh harapan.


“Ya baiklah, saya kembali ke rekan saya dulu. Terima kasih atas perbincangan ini, saya sangat merasa tersanjung.”


“Ya, saya harap kita bertemu lagi” ucap Sofie.


Tanpa ada kata perpisahan di antara Romeo dan Alecia Dandelion, Alecia Dandelion pun pergi meninggalkan mereka berdua. Alecia Dandelion berjalan menghampiri Aresha yang berdiri seorang diri dengan menikmati secangkir minuman.


Begitu Alecia Dandelion pergi, Sofie pun menatap tajam ke arah Romeo. Ia mulai sedikit mencurigai tunangannya ini. Tetapi ia tidak memiliki bukti atas kecurigaannya ini. Ia pun menahan amarahnya, dan membuat keadaan seolah- olah tidak terjadi masalah apapun.


“Romeo, mari kita mulai acara ini! Saya rasa undangannya telah datang semua. Kita akan mulai penjualan desain pertama ini” ucap Sofie mengajak Romeo untuk segera pergi ke panggung.

__ADS_1


“Ya baiklah, saya rasa juga begitu. Tidak ada yang perlu di tunggu lagi!” jawabnya sembari mendekati Sofie dan menggandeng tangannya. Romeo berusaha sebaik mungkin memperlakukan perempuan ini, ia bahkan tak segan memperlakukan Sofie seperti istrinya di depan publik seperti saat ini. Terlihat romantis adalah yang di sukai oleh publik atau bahkan perempuan ini.


__ADS_2