Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Chapter 191


__ADS_3

Setelah semua itu, aku segera mengendalikan ke empat gadis itu dan menyerahkan mereka pada orang tua mereka masing- masing. Kemudian membebaskan mereka, membuka kunci dan mengembalikan Yunba ke semula. Yunba pun terbangun, dan ia telah melihat ayahnya ada disini.


Mereka pun segera memberi hormat padaku, lalu pergi membawa putri mereka. Pergi dengan damai. Ya kini masalahku telah selesai, dan aku tidak akan lagi melihat wajah ke empat gadis itu. Aku pun segera pergi meninggalkan tempat ini, berjalan kembali ke aula untuk keluar dari dunia Glasland ini.


Mereka pun segera memberi hormat padaku, lalu pergi membawa putri mereka. Pergi dengan damai. Ya kini masalahku telah selesai, dan aku tidak akan lagi melihat wajah ke empat gadis itu. Aku pun segera pergi meninggalkan tempat ini, berjalan kembali ke aula untuk keluar dari dunia Glasland ini.


Memasuki ruang aula, tetapi kehadiranku disini telah di tunggu oleh tiga pengawas yang menatapku dengan tatapan sinis.


“Hey, akhirnya kamu kemari juga!” ucapnya menatap tajam diriku.


“Yap, ada masalah apa?” jawabku tersenyum manis.


“Hah, pura- pura tidak tahu ya? Kalau begitu ikut dengan kami ke ruang Ibu Oshaberi!”


“Wah, apa aku punya masalah lagi? Masalah apa?”


“Benar sekali Nona Aresha!” jawabnya yang membuatku terkejut.


Aku pun mulai menyadari kalau masalah ini masih berkaitan dengan ke empat gadis yang hampir kuhabisi itu.


Ke tiga pengawas itu segera berjalan melewati cermin yang membawa ke dunia nyata, aku pun segera mengikuti langkah ketiga pengawas itu. Ya melewati cermin dan kembali ke dunia nyata.

__ADS_1


Aku pun terus mengikutinya hingga mengantarkanku ke ruang Ibu Oshaberi.


“Silahkan masuk!” ucap pengawas padaku dengan ramah.


Aku pun segera masuk ke ruang Ibu Oshaberi, dan melihat Ibu Oshaberi duduk di kursi. Ia mulai mengarahkan pandangannya padaku.


“Silahkan duduk!” ucapnya padaku.


Aku pun segera duduk di kursi depan dirinya, dan berucap “Maaf Ibu Oshaberi, apa saya membuat masalah lagi?”


Ibu Oshaberi menghela napas panjang, ia pun berhenti menulis sesuatu di keras dan menjawab “Hah, ya benar. Apa yang telah kamu lakukan pada mereka?”


“Pura- pura bodoh? Itu tidak akan membantu sedikit pun!”


“Maaf, Ibu Oshaberi. Saya benar- benar tidak tahu!”


“Hah, baiklah. Jelaskan apa yang telah kamu lakukan pada ke empat gadis, ya maksudku Yunba, Ninga, Micy, dan Vare. Aku yakin kamu tahu soal mereka”


Mendengar penjelasan Ibu Oshaberi, aku tersenyum manis tetapi aku melihat ekspresi Ibu Oshaberi yang tidak suka padaku.


“Apa yang kau senyumkan? Kau senang ya telah melukai orang lain? Ini tempat untuk menutut ilmu bukan untuk menunjukan kehebatan dan berkelahi!”

__ADS_1


“Hah, oh jadi begitu ya masalahnya. Apakah akademi ini juga mengajarkan pada muridnya untuk merundung orang lain? Dan melukainya?”


“Tentu saja tidak!”


“Lalu bagaimana Ibu Oshaberi menjelaskan tentang Xia yang terus di bully oleh orang lain, aku yakin Ibu Oshaberi mendengar ocehan yang tidak jelas dan selalu memojokan orang yang lemah. Apakah Akademi Yexiao itu seperti ini? Ibu Oshaberi tenang saja, jika Ibu Oshaberi meminta saya keluar dari akademi ini, saya akan menerimanya. Ya tetapi saya tidak akan membiarkan mereka tidak menepati janjinya pada saya.”


“Hah, ternyata kamu gadis keras kepala ya? Sebenarnya kamu dari klan mana? Mengapa kamu bisa mengendalikan hampir semua elemen?”


“Apa klan itu penting?”


“Ya, bagi hidupku klan itu penting”


“Aku tidak bisa menjawabnya, tidak ada keharusan yang menuntut semua murid harus mengatakan dia dari klan mana”


“Ya benar, tapi klan adalah identitas seseorang. Saya tidak akan mengeluarkanmu dari akademi ini, kejadian ini akan menjadi pembelajaran bagi saya bahwa saya harus meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi perudungan lagi. Terima kasih sudah memberi pelajaran untuk mereka, saya tidak bisa melakukan yang seperti kamu lakukan tetapi saya merasa senang ada seseorang yang berani pembelaan. Ya meski ini saya akui kamu telah melakukan kesalahan besar. Tapi orang tua mereka tidak mengadukan apapun, tidak ada masalah. Kamu boleh pergi”


“Terima kasih, Ibu Oshaberi” jawabku segera pergi meninggalkan ruangan ini.


Berjalan keluar ruangan ini, dan kedatanganku menjadi pusat perhatian. Aku hanya bisa menghena napas setelah keluar dari ruangan Ibu Oshaberi. Aku berjalan melawati tiap pengawas yang sedikit menghalangi jalanku, mereka tetap disini karna tugas mereka. Aku dikit memikirkan ucapan Ibu Oshaberi tadi padaku.


“Apa maksudnya berterima kasih padaku? Bukankah tindakanku jahat? Tapi tidak masalah, mungkin masalalu sebelum kedatanganku kemari, semua orang punya masalah yang sama” gumanku sembari berjalan menuju asrama.

__ADS_1


__ADS_2