Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 200


__ADS_3

Aku pun kembali duduk, aku baru menyadari saat aku marah dan memukul meja, aku telah berdiri. Aku menarik napas panjang dan mencoba untuk tetap tenang di depan perempuan yang sudah meremehkan suamiku. Dia sangat menyebalkan bagiku.


“Apa lagi yang harus kudengarkan?”


Lady Dandelion tidak menjawab, ia malah memperhatikan orang lain. Orang -orang yang ada di tempat ini pun berhenti memperhatikan dirinya setelah dia menatap tajam mereka semua.


Setelah puas melakukan hal itu, Lady Dandelion mulai melihat ke arahku dan ia menjawab “Maukah kamu mendengarkan penjelasanku siapa suamimu itu?”


“Apa kamu mau menjelek- jelekan suamiku lagi? Aku tidak akan membiarkamu mengatakan hal buruk tentang suamiku!”

__ADS_1


“Hey, tenang lah. Memang siapa yang mau menjelek- jelekkan pria tampan itu? Aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya sebelum kamu datang di kehidupannya.”


Mendengar ucapan Lady Dandelion, kupingku kembali terasa panas. Aku sudah menduga dengan ucapannya itu tentu lah dia akan menjelek- jelekan suamiku. Tapi bagaimana pun juga aku harus mencegah kutukan yang telah terjadi dalam hidupku ini, ya meski aku harus mendengarkan omongan Lady Dandelion yang membuatku emosi.


Diriku menarik napas panjang dan menjawab, “Ya baiklah, tapi tidak bisakah kamu langsung bicara ke intinya saja tanpa harus melibatkan suamiku?”


“Hah, bagaimana ya? Sebenarnya aku ingin langsung ke intinya. Tapi aku takut kamu menyesal lagi di kemudian hari. Jadi dengarkan saja aku baik- baik. Kamu tidak mau menyesal lagi kan?”


“Ya tentu saja, baiklah aku akan mendengarkan apa yang kamu ucapkan dan aku tidak akan mengambil hati sedikit pun!”

__ADS_1


“Itu bagus, aku senang mendengarnya. Dengarkan saja baik- baik, bukankah semua makhluk di bumi ini tidak ada yang sempurna sekali pun meski ia seorang guru atau dosen yang menganggap dirinya lah yang paling benar?”


Aku pun tersenyum dan menganggukan kepala, ya apa yang di ucapan Lady Dandelion itu ada benarnya. Ia pun mulai menceritakan kehidupan suamiku, dan menceritakan hal yang belum aku ketahui selama ini.


Lady Dandelion bercerita padaku, ia tampak sangat serius dengan ucapannya. Dan diriku mendengarkan tiap kata yang dia ucapkan. Tia cerita yang dia sungguhkan padaku.


“Dahulu kala, saat perdamaian datang. Seorang pangeran di pertemukan dengan seorang putri buangan. Gadis cantik rupawan tinggal di hutan seorang diri, seorang gadis yang memiliki dayang yang setia. Pertemuan mereka itu lah mereka saling mengenal satu sama lain, yang kemudian lama kelamaan mereka menjalin hubungan. Janji demi janji pun mereka buat. Hingga suatu hari pangeran itu datang dan mengatakan kalimat perpisahan. Gadis cantik itu hanya bisa setuju dengan perpisahan. Pangeran itu pun pergi meninggalkannya untuk sebuah alasan. Hanya untuk sebuah kekuasaan, pangeran itu memilih mengkhianati cintanya dan menikahi gadis lain. Tanpa disadari tindakannya telah merusak segalanya. Menghancurkan cinta suci, dan melahirkan dendam.


Sebelum gadis cantik yang tinggal di hutan itu berkenalan dengan pangeran jahat itu, pangeran itu telah melakukan banyak kesalahan. Ia tak pernah menyadarinya dan tidak mau menyadari tindakannya. Dia selalu melakukan kesalahan yang sama. Dia menyingkirkan orang- orang yang mewarisi tahta kerajaan, menyingkirkan musuh dan bukan musuh. Dia menyikirkan orang terdekat dan yang telah menganggapnya sebagai adik atau kakak. Tapi pangeran itu tidak mendapatkan tahtanya, karna itu lah ia melakukan hal keji hanya karna tahta kerajaan. Dia adalah pangeran yang penuh ambisus dan haus kekuasaan, ia seorang tiran.

__ADS_1


Tahukah kamu apa yang terjadi pada pangeran itu setelah ia memenangkan banyak perangan? Setelah ia membunuh kekasihnya sendiri? Dan setelah ia menguasai seluruh negeri?” tanya Lady Dandelion padaku.


__ADS_2