
Sementara itu, Roman tidak mendapat jawaban dari dalam kamar. Ia segera mendobrak pintu kamar, begitu pintu di robohkan. Ia tidak melihat Violin di kamar ini. Ia pun memeriksa seisi kamar, dan melihat tali yang menjuntai ke lantai bawah.
“Sial, dia kabur!”guman Roman.
Roman pun segera pergi ke lantai bawah menemui teman-temannya. Teman-teman Roman, melihat Roman datang tidak bersama Violin.
Akira pun bertanya, “Dimana Violin?”
“Dia kabur”jawab Roman singkat
“Apa maksudmu? Apa kamu berupaya menyembunyikan dia dari kami?”tanya Eren
“Tidak, dia kabur dari jendela dengan tali”jelasnya
Eren dan Akira tidak percaya akan ucapan Roman pun segera pergi menuju kamar Roman. Mereka mencari Violin. Ya seperti yang dikatakan oleh Roman bahwa Violin kabur dengan tali. Eren dan Akira pun melihat tali itu, lalu spontan mereka segera berubah menjadi kelelawar vampire untuk mencari Violin.
“Ah sial, mereka kabur lagi! Seharusnya ini tak pernah terjadi, baiklah aku datang Violin sayang!”guman Roman segera mengubah wujudnya menjadi kelelawar vampire dan terbang menyusul Eren dan Akira.
Netta dan Steven yang masih di ruang tamu hanya tersenyum manis. Sambil menikmati secangkir darah segar mereka ngobrol.
“Steven sayang, bagaimana kalau kita mengajak Violin dan Roman ke kastil saja. Ya menjebak mereka berdua dalam kastil. Kupikir jika mereka melakukan hubungan maka mereka akan saling terikat”ide Netta
Steven dan Netta meletakan gelas di atas, lalu Steven menjawab “Netta, tahukah kamu. Hal terbodoh yang dilakukan vampire adalah memaksakan cinta pada manusia yang lemah. Apa kah kamu ingin membuatnya seperti tradisi ini?”
“Tidak, bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak ingin mempersulit Violin dan Roman. Kita sudah tahu bahwa Violin adalah Alika, jadi mengapa tidak mengikat mereka dalam hubungan saja”
“Ah iya benar, bagaimana kalau kita minta Pak Dir untuk menjodohkan Roman dengan Violin. Nah ibu Violin pasti sangat setuju!”
“Huh, kamu mikirnya ibunya saja. Kamu tahu kan, nampaknya ibunya itu matre!”
“Benarkah? Tahu dari mana kamu?”
__ADS_1
“Aku lihat waktu Pak Dir memberikan uang melebihi dari yang seharusnya dan dia mengambilnya”
“Wah itu artinya sangat bagus, jika rencana ini dijalankan maka mereka pasti akan menikah dan tidak akan ada lagi yang mengganggu”,
“Terserah padamu saja lah!”
Malam ini akan menjadi malam yang panjang lagi, dimana cahaya bulan bersinar dan bersembunyi di balik awan. Bintang-bintang yang bertaburan diangkasa mendadak menghilang entah kemana. Angin pun berkembus kencang. Ya nampaknya malam ini akan segera turun hujan, menghapus jejak dan aroma tubuh manusia yang tersisa di jalanan.
Angin yang bertiup pun menghilangkan jejak terakhir Violin. Bahkan aroma tubuh pangeran vampire yang tidak diakui.
Ya, di rumah besar ini lah aku tinggal bersama Ethan. Seperti janji Ethan kepadaku bahwa ia akan menjagaku dengan baik disini.
Aku bahkan diberikan kamar untuk diriku sendiri, kamar yang luas dan penjaga yang selalu siap membantuku. Entah benar-benar pria yang baik.
Kubaringkan tubuhku di kasur yang empuk dan luas, dan disampingku ada buku bulan.
Aku pun berucap pada buku itu, “Temanku yang baik, jangan khawatir. Kita hanya menunggu satu hari esok. Jika semuanya tetap aman, maka kita akan selamat.”
Aku pun segera mendekati jendela kaca. Ya tepat tak jauh dari rumah ini, ada sebuah hutan di mana banyak pepohonan disana tumbuh dengan subur dan menjulang tinggi ke langit. Dan, hal anehnya adalah aku melihat sekelompok orang berlari dengan cepat seperti vampire.
“A-apakah itu vampire? Mengapa disana sangat banyak vampire? Apa mungkin itu adalah orang Roman yang sedang mencariku? Ini gawat! Aku harus menemui Ethan sekarang”gumanku yang segera pergi keluar kamar untuk menemui Ethan.
Tetapi di luar justru aku kebingungan diman Ethan sekarang, rumah ini luas dan memiliki banyak ruangan. Aku pun segera menghampiri penjaga yang berjaga di depan kamarku.
“Maaf, apakah kalian melihat Ethan? Aku ingin bertemu dengannya, dia dimana?”tanyaku
“Tunggu sebentar, saya akan hubungi Ethan untuk nona”jawabnya, lalu ia menghubungi Ethan. Lalu dia berucap padaku, “Ikuti saya nona, maaf membuat nona menunggu”
“Ya tidak masalah”jawabku mengiringi langkahnya berjalan bersamaku.
Langkahku terhenti tepat di ruangan berpintu besar dan luas, ini jelas lebih besar dari kamarku. Ia pun mulai mengetok pintu, dan seorang penjaga membuka pintu untuk kami.
__ADS_1
“Nah nona silahkan masuk, Tuan Ethan ada didalam. Saya hanya mengantar nona sampai disini, setelahnya dia yang akan membawa nona bertemu dengan Tuan Ethan”
“Terima kasih sudah mengantar saya”
“Ya saya hanya melaksanakan tugas saya untuk nona”
Setelah itu aku segera masuk dan mengikuti penjaga yang berjalan lebih dulu. Aku kembali ditunjukan pada sebuah ruangan berpintu coklat yang tertutup rapat. Lagi-lagi penjaga tak bisa mengantarku sampai ke dalam.
“Nona, silahkan masuk. Tuan Ethan ada di dalam. Maaf saya tidak bisa mengantar nona sampai menemui Tuan Ethan. Saya hanya boleh sampai disini”
“Ah iya, tidak apa-apa. Terima kasih”ucapku
Penjaga pun mulai membukakan pintu untukku, sambil berucap “Ya saya hanya melaksanakan tugas saya untuk nona”
Aku pun segera masuk dan penjaga mulai menutup pintunya. Aku pun mulai berjalan mencari Ethan di ruangan ini. Ya untuk tidak capek-capek mencarinya, jadi aku memanggilnya saja agar dia yang datang padaku.
“Ethan, Ethan. Kamu dimana?”ucapku
Satu kali panggilan tidak ada jawaban. Hingga aku berjalan menuju tengah ruangan yang luas ini, melihat seluruh isi ruangan dari sini dan berharap aku segera bertemu dengannya. Anehnya aku mulai merasa aura dingin yang membuatku cemas. Diruangan ini sepi dan seperti tidak ada disiapapun disini hingga membuatku berprasangka buruk.
“A-apa jangan-jangan Ethan menjebakku ya? Atau dia bekerja sama dengan Roman? Ah sebaiknya aku keluar saja dari sini”gumanku berpaling.
Tetapi saat aku berpaling, aku merasakan ada yang mendekat dengan sangat cepat. Ya benar, seseorang langsung memeluk erat diriku dari belakang. Seseorang yang membuat jantungku semakin berdetak cepat. Namun, orang itu ingin aku melihat dirinya. Ia melepas pelukan ini.
“Violin, lihatlah aku!”ucapnya dengan suara yang kukenali yakni Ethan
Aku pun segera berpaling dan melihat dirinya, dan benar sesuai dugaanku itu ia adalah Ethan. Ketakutan yang menyelimuti diriku segera kuubah menjadi senang dan tidak takut, aku pun segera memeluk Ethan dengan erat.
Dalam pelukan, aku berucap “Ethan, kamu kemana saja? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”
Dalam pelukan, Ethan menjawab “Apa? Aku disini sejak tadi. Kamu jangan takut padaku, aku tidak akan melukaimu”,
__ADS_1
Dalam pelukan aku mencium aroma tubuh pria ini, yang wangi dan membuatku rileks. Namun saat itulah sesuatu terjadi di luar dugaan. Sesuatu yang mengerikan dan tak bisa dihindari bahkan menjauh dari sekarang pun akan sia-sia.