
Tagao dan Zuya bertemu Oishima, Danes dan Kazima di istana peri. Di ruang singgasana, mereka semua membuat
rencana.
“ Wolf telah memberontak, mereka di luar batas. Jumlah mereka semakin banyak, jika terus begini semuanya akan hancur. Kita harus bergerak, menyerang lebih awal sebelum mereka lebih cepat
lagi” ucap Oishima.
“ Aku akan membantu penyerangan
ini”ucap Tagao.
“ Ya aku juga” sambung Zuya.
“ Baiklah, rencananya kita akan
mengepung istana mereka. Mereka sama kuatnya di siang hari atau malam. Manusia
dan peri akan menyerang di sore lalu vampire setelah matahari tenggelam” ucap
Oishima.
“ Ya”
“ Putraku Kazima, akan memimpin
perang ini mewakiliku. Kamu bersedia Kazima?”
“ Ya ayahanda, saya bersedia”
Tagao mulai mengumpulkan pasukan
begitu juga dengan peri dan vampire. Tagao dan Zuya juga berlatih dan
mempersiapkan diri.
***
Di tepi danau, aku dan Aira duduk
dibawah pohon.Aira membuka kerudungnya. Kusandarkan kepala dipundaknya. “ Apa
aku bisa hidup dengan orang yang aku cintai?”.
“ Apa yang kamu maksud? Tentu saja
bisa, mengapa tidak? Hidup hanya sekali mengapa tak mengambil kebahagian”
“ Hidup dengan siapa? Aku tak
mencintai siapapun? Andi aku bisa merasakan cinta itu”
“ Ibu bilang, jika kita kehilangan
seseorang dan merasakan kehilangannya maka kita mencintai orang itu”
“ Hah, semoga aku tak kehilanganmu”
“ Kau takut kehilanganku, kenapa?”
“ Mungkin aku jatuh cinta padamu,
bagaimana denganmu?”
“ Aku….”
Kupandang dirinya dari samping dan
dia mulai memandang diriku. Mendekatkan diri dengannya dan bercumbu. Merasakan
gairah dengan sang pencinta dan mencinta. Melepaskan pelukan dan pergi dari
tempat itu kembali ke istana bersamanya. Dia hanya mengantarkanku sampai pintu
gerbang lalu dia pergi entah kemana.
Kulangkahkan kaki menuju kamar
mencari Tagao, namun aku tak menemukannya. Takara bicara padaku, “ Dia sedang
pergi bersama suamiku”.
“ Dia pergi tanpa ijin dariku!”.
“ Ya tanpa ijin, sepertinya ada
masalah lagi pada pemerintahannya”.
“ Aku tak peduli, dia selalu saja
seperti ini. Jika ada masalah mengapa tak mengajakku?”
“ Mungkin dia takut kamu terluka”
“ Kupikir dia akan mencariku, lalu
meminta ijin. Hah, aku merasa menyesal menerimanya”
__ADS_1
“ Jangan katakan itu Aresha! Ayolah
maafkan dia hanya karena dia tak meminta ijin padamu”
“ Hah, berapa kali kalian harus
membohongiku. Dia tak pernah pamitan denganku”
“ Baiklah saat dia kembali aku akan
mengatakan ini. Dia harus meminta ijin padamu”
“ Ya sebaiknya seperti itu”, pergi
masuk kamar dan mengunci pintunya kemudian pergi tidur.
***
Sebelum matahari tenggelam pasukan
Tagao dan peri mulai menyerang istana yang dikuasai wolf diam-diam. Wolf yang
berjaga di sekitar istana mencium bau peri dan manusia. Mereka mulai bergerak
dan berpencar menyerang manusia dan peri.
Terdengar suara teriakan dari
manusia dan peri, perintah untuk menyerang begitu juga dengan wolf. Suara auman
yang keras. Ketika itu juga Aira mengaum memerintahkan menghabisi peri dan
manusia tanpa ampun. Matahari mulai tenggelam perlahan-lahan, dan vampire mulai
menyerang membantu peri dan manusia. Danes menyerang wolf dengan amarah.
Sekelompok wolf yang menyerang dirinya dapat dibunuhnya dengan cepat. Ketika
itu sebuah kemenangan datang pada peri, manusia dan vampire yang melawan wolf.
Namun sayang penyihir dari berbagai negeri datang untuk membantu wolf. Wolf
kembali bergerak maju melawan, Tagao, Zuya, Danes dan Kazima bergerak
mundur. Mereka mulai melarikan diri ke
hutan sementara pasukannya melawan mati-matian dalam kepungan wolf. Aira dan
sebagian pasukannya mengejar mereka dengan dibantu oleh beberapa penyihir. Berlari
dan mengedap-edap di pepohonan menghindar dari kejaran wolf.
Kamu harus membawa mereka berdua pergi dari hutan ini kembali ke istana”
perintah Danes.
“ Bagaimana denganmu? Aku tak akan
pergi tanpamu, sobat”
“ Jangan pedulikan aku, aku
baik-baik saja”, Danes mengeluarkan tiga botol kecil berisi ramuan, “ Minumlah
ramuan ini. Kalian pergilah tanpa aku, biar aku saja yang menghadapi mereka”.
“ Tidak, Danes. Jika aku pergi
tanpamu bagaimana akhinya nanti”.
“ Dengar kata-kataku ini Kazima,
jika aku mati dirimu masih bisa diandalkan untuk mempertahankan wilayah kita.
Ingat lah jika mereka berhasil menguasai semua wilayah ini, kita semua dalam
bahaya besar. Kehidupan tak akan seimbang jika tak ada diantara kita yang
hidup. Pergilah…”
Dengan berat hati Kazima pergi
bersama dua sahabatnya dari hutan, sambil berlari Kazima meminum ramuan itu. Ya
sebuah ramuan yang mampu menghilangkan aroma badan. Wolf memiliki penciuman
yang tajam hingga selalu tepat menenuman sasarannya namun dengan meminum ramuan
ini, mereka tak akan bisa menemukannya. Danes dengan gagah menghadang musuh
didepannya dengan sebilah pedang panjang. “ Aku rela mati demi membela
negeriku, membalas kematian ayahku dan demi orang yang aku cintai, Aresha. Aku
akan segera datang padamu, ayah” ucap Danes. Tak beberapa lama kemudian, dari
kejauhan terlihat burung-burung berterbangan dengan cepat kearahnya. Menandakan
__ADS_1
wolf sedang berlari cepat kearahnya. Dari semak, meloncatlah seekor serigala
besar lebih besar dari pada manusia. Wolf, ya serigala itu disebut wolf jelmaan
Aira. Kehadiran wolf yang disusul dengan wolf yang lain beserta penyihir di
belakang. Namun Aira berucap “ Biar aku saja melawannya, satu lawan satu itu
lebih adil. Dia akan menyusul ayahnya dengan cepat. Bukankah begitu Danes?”.
Wolf yang lain dan peri mengejar yang lain. Wolf menggunakan penciumannya namun
tak menemukan jejak mereka. Kemudian penyihir mengunakan kekuatannya untuk
mencari jejak, namun kekuatan sihir pada diri mereka berkurang seketika.
Sementara itu Aira dan Danes.
“ Kau tak layak untuk bicara dengan
peri suci, wolf kegelapan”
Aira mengintari Danes, “ Ayahmu juga
katakan itu sebelum ajal menjemput. Tenang saja, aku akan mempercepat kematian
peri yang hidup ribuan tahun hanya dengan tanganku ini”. Danes mulai menyerang
Aira, begitu juga sebaliknya Aira menyerang Danes. Mereka saling membunuh satu
sama lain, ya salah satu dari mereka akan mati atau hidup dengan kehormatan
bagi bangsanya masing-masing. Aira memiliki kuku yang panjang dan tubuh yang
kuat, gerakan yang lincah dapat dengan cepat mengalahkan lawannya. Danes hanya
dilahirkan sebagai putra yang lincah dan cepat dari pada wolf. Aira mencakar
tubuh Danes hingga Danes terlempar jauh, tubuhnya tepat mengenai pohon besar.
Pedang di tangan Danes pun jatuh tak jauh dari dirinya berada. Danes tak berdaya, wolf berjalan mengambil
pedang dan menancapkannya ke tubuh Danes. Danes mati di tangan Aira, Aira mulai
mengaum sekuat-kuatany. Bagi wolf yang lain, auman Aira adalah kabar baik dan
buruk. Wolf dan peri yang mengejar Tagao, Zuya dan Kazima kembali ke tempat
tadi. Mereka melihat Danes mati terbunuh tertancap pedang di perut. Kemudian
Aira mengajak mereka untuk kembali ke istana.
Tagao, Zuya dan Kazima telah tiba di
istana peri membawa kabar buruk, kemunduran mereka dari penyerangan.
“ Penyihir telah menghianati kita
semua, maka mereka juga harus mendapatkan akibatnya. Cari penyihir yang berani
bersembunyi diwilayah kita, bunuh mereka. Pengal kepalanya dan kumpulkan, kita
bawa ke hutan Argon. Tunjukan kepada mereka, bahwa kita tak main-main” perintah
Oishima. Maka dengan cepat perintah itu dilaksanakan. Penyihir yang tinggal
diwilayah manusia di tangkap hidup-hidup dan dibawa kemari. Semua penyihir
dimasukan ke dalam penjara bawah tanah, menunggu giliran hukuman mati di pacung
kepalanya oleh algojo.
Tagao dan Zuya kembali ke istana.
Tagao langsung dihampiri adiknya dan mengatakan apa yang harus dikatakan. “
Aresha, sangat membencimu. Dia bilang kamu harus meminta ijin padanya jika
ingin pergi. Dia tak peduli apapun urusanmu, yang terpenting padanya adalah
kamu berpamitan. Jangan buat dia kecewa kakak, bukankah kakak sangat
mencintainya?”
“ Ya sangat, tapi jika aku meminta
ijin. Dia tak akan mengijinkan aku pergi”
“ Kakak pernah mencobanya?”
“ Belum”
“ Kalau begitu cobalah dari sekarang, tak ada salahnya meminta ijin pada istrinya sendiri. Kakak tau, dia
sangat kecewa pada kakak. Hubungan ini terjalin seperti tak berguna, seperti tidak ada hubungan apapun. Dia seorang wanita kak, memiliki perasaan cemas pada suaminya!”
“ Ya baiklah, aku akan meminta ijin padanya mulai dari sekarang”
__ADS_1
“ Aku senang jika kakak seperti itu”.