Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 255


__ADS_3

Spontan Xia memeluk diriku, ia mencoba memenangkan dirinya. Perasaannya kini bercampur sedih, senang dan bahagia. Akhirnya dia mendapatkan seorang teman, dia sangat senang meski harus berpisah. Xia pun melepaskan Aresha dengan air mata yang masih berjatuhan, Xia berusaha untuk tidak menangis di depan Aresha.


“Xia, aku pergi! Jaga dirimu baik- baik, dan teruslah berjuang untuk dirimu sendiri. Suatu saat nanti kita pasti bertemu, mungkin kita akan mengambil jalan berbeda nanti. Tapi kita tetaplah teman” ucapku sembari tersenyum.


“Ya, aku tidak akan menyerang. Aku akan menjadi lebih kuat di saat kita bertemu lagi nanti!”


Aku hanya tersenyum manis untuk perpisahan ini yang kemudian aku segera pergi dari asrama ini. Melangkahkan kaki pergi meninggalkan asrama dengan pikiran yang tenang. Kini aku benar- benar telah menyelesaikan sesuatu yang mungkin kelak juga akan menjadi penghalang besar untukku. Tetapi aku tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, aku harus melakukan sesuatu dengan cepat agar gadis itu tidak menjadi penghalang bagiku.


Halaman depan Akademi Yexiao.


Aku terus melangkah hingga tak jauh dari keberadaanku adalah gerbang Akademi Yexiao. Jika aku telah menginjakkan kaki di luar tempat ini, maka semuanya sudah tentu selesai. Tetapi siapa sangka aku kembali di pertemukan dengan pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Xia. Pria yang kutemui di depan ruang kepala Akademi Yexiao yang menatapku dengan tatapan kebencian. Pria itu bersama seorang pria muda, dan beberapa bawahannya. Mereka bertemu dengan Ethan disini, dan saling menyapa satu sama lain. Pria itu terlihat ramah begitu bicara dengan Ethan. Ya mungkin keramahannya hanya untuk bicara dengan orang- orang yang memiliki kekuasaan, tidak untuk bicara dengan orang rendahan sepertiku. Tapi aku sama sekali tidak menganggap diriku adalah orang rendahan, aku hanya menjalankan sebuah misi dan misiku telah selesai disini.


Tidak lama kemudian, ayah Xia dan rombongannya pergi meninggalkan tempat ini. Ethan pun melihat seorang gadis yang menggeret koper dan tas di pundaknya. Ethan tahu gadis itu akan pergi, ia pun mendekatinya dengan senyuman hangat.


“Aresha?” panggil Ethan padaku yang membuat langkahku terhenti.

__ADS_1


Aku yang mendengar panggilannya menghentikan langkah dan tersenyum manis lalu menjawab “ Ya ada apa, Ethan? Apa ada sesuatu yang terlupakan?”


“Ya benar, aku sangat lupa! Tapi aku ingat sekarang, kamu akan pergi kemana? Kudengar kamu keluar dari Akademi Yexiao, kenapa? Bukankah semuanya masih bisa di bicarakan baik- baik?!”


“Hah, apa maksudmu? Apa yang perlu di bicarakan baik- baik?”


“Huh, kamu dalam situasi seperti ini pun tidak mengatakan yang sejujurnya! Aku mendengar dari Ayah Xia kalau kamu adalah pengaruh buruk dalam hidup Xia. Persahabatan kamu dengan Xia berakhir, Ayah Xia pun meminta kepala Akademi Yexiao untuk menjauhkanmu dari Xia. Ya meski caranya ini sangat buruk, dan seharusnya masih ada cara yang lain, kamu di keluarkan dari Akademi Yexiao kan? Apa ucapanku ini benar?”


“Hah, ya ampun! Bagaimana menjelaskannya ya? Ucapanmu itu memang ada benarnya, tapi kamu tetap saja salah. Aku keluar dari Akademi Yexiao bukan karna Ayah Xia yang meminta kepala Akademi Yexiao mengeluarkanku dari Akademi Yexiao ini. Tapi karna aku sendiri yang ingin keluar dari Akademi Yexiao!”


“Hah, tidak ada orang yang seperti itu disini. Akademi Yexiao tempat belajar yang sangat baik. Aku keluar karna misiku telah selesai. Ya jadi aku harus kembali ke klan.”


“Bagitu ya? Apa kita bisa bertemu lagi nanti?”


“Ya tentu saja, tetapi mungkin suatu saat nanti kita berada di jalan yang berbeda!”

__ADS_1


“Ya tidak masalah. Apapun jalan pilihanmu, aku akan tetap ingin bertemu denganmu!”


“Hah, keras kepala!”


Di gebang Akademi Yexiao sebuah mobil mewah berwarna hitam telah berhenti. Yang tidak lama kemudian, seorang pria muda dengan jas hitamnya datang mendekat. Ia memberi hormat padaku selayaknya aku adalah majikannya.


“Selamat pagi, Nona muda? Apakah saya telah datang terlambat? Saya datang untuk menjemput nona” ucapnya padaku.


Aku tersenyum manis, lalu berucap “Ya aku rasa tidak! Kamu datang tepat waktu”


Pria ini membalas senyumku, lalu ia berucap “Nona, boleh aku bawakan barangmu?”


Tidak pikir panjang lagi, aku segera memberikan koper dan tasku padanya. Lalu berucap “Aku akan bicara dengannya sebentar, kamu tunggu di mobil saja!”


“Baik, Nona muda!” jawabnya segera melaksanakan perintah.

__ADS_1


__ADS_2