Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Chapter 174


__ADS_3

Aku yang mendengar penjelasan Xia itu segera menambahkan, “Apa yang di ucapkan Xia benar, Ibu Oshaberi. Saya bersama dia, jadi bagaimana mungkin itu terjadi? Sebaiknya Ibu Oshaberi juga memikirkan hal ini baik- baik, karna kejadian itu bukan pertama kali tetapi ia kedua kalinya. Ya sepertinya pelakunya sudah di temukan juga. Ibu Oshaberi masih ingat tidak waktu ibu menghukum kami karna kamar kami berantakan?”


Ibu Oshaberi mengingat kejadian itu, ia pun menjawab “Ya tentu, pertama kalinya kamu di hukum sebagai murid baru!”


“Benar sekali, karna itu disini lah kita menemukan pelakunya. Kami mengunci pintu kamar dan seseorang.... ya sepertinya bukan seseorang lebih tepatnya empat orang masuk ke kamar kami dan mengacak- acak kamar. Hingga ibu Ibu Oshaberi menghukum kami. Sekarang kita telah menemukan jawabannya!Kami tidak pernah lupa untuk mengunci pintu kamar kami, bahkan kami membawa kuncinya. Kami tidak pernah membuka pintu kamar di pagi hari. Kami tetap di dalam kamar. Jika seseorang masuk ke kamar kami dan mengalami sesuatu itu bukan salah kami!. Tetapi salah orang itu yang masuk tanpa ijin seperti maling, dan jangan lupa dia pasti menggunakan sihirnya untuk membuka pintu kamar kami. Dia sepatutnya mendapatkan hukuman berat karna ia telah menuduh kami tanpa bukti, menyelinap masuk ke kamar kami, dan telah mencemarkan nama baik kami!.”


Penjelasan itu cukup masuk akal, dan penjelasan itu membuat Ibu Oshaberi tersenyum manis. Membuat semua orang terkejut bahkan ke empat gadis itu tak berkutik sekarang.


“Yah, yah..... penjelasan kalian sangat masuk akal!” ucap Ibu Oshaberi menerima penjelasan yang kami berikan.


Tetapi ke empat gadis itu tidak terima, mereka membantah semuanya. Hingga salah satu dari mereka membela diri mereka.

__ADS_1


Salah satu dari mereka memberanikan diri berucap, “Ibu Oshaberi, saya tidak terima dengan semua ini! Xia yang telah menyakiti kami, ia sengaja mengunci kamar dari dalam kamarnya dan membuat ledakan di cermin hingga melukai kami semua!”


Kami semua mendengarkan dengan baik pembelaan dari salah satu ke empat gadis itu, bahkan Ibu Oshaberi hanya bisa tersenyum manis. Ya sepertinya Ibu Oshaberi telah berpikir jernih.


Ibu Oshaberi berucap, “Ada lagi pembelaan dari kalian?”


Mendengar ucapan Ibu Oshaberi, ke empat gadis itu saling pandang dan salah satu dari mereka mulai menganggukan kepala. Lalu ia berucap “Ya saya punya! Kami berempat pergi ke kamar Xia, kami mengetok pintunya tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Jadi kami pikir Xia sedang dalam bahaya, jadi kami gunakan sihir. Kami berhasil membuka pintunya, dan kami mencari Xia. Tapi ternyata kami tidak menemukannya, kami menyadari kalau Xia tidak ada di kamarnya. Ya begitu juga dengan anak baru itu. Kami melihat cermin, dan kami mencoba bercermin. Tapi tiba- tiba cermin persegi itu meledak. Jadi ini semua salah Xia, karna kecerobohannya cermin itu melukai kami!” belanya yang terdengar murni akan kejadian yang sebenarnya.


Sementara aku dan Xia terkejut, kami berdua tidak menyangka kalau ke empat gadis itu wajahnya di perban karna terluka yang disebabkan oleh pecahan kaca yang kuberikan pada Xia sebelum pergi. Aku dan Xia saling menganggukan kepala, kami saling memberi isyarat. Sekarang kami tahu apa penyebabnya.


Lalu Ibu Oshaberi bertanya, “Lalu bagaimana kalian akan menjelaskannya tentang kamar Xia yang kalian acak- acak?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Ibu Oshaberi, ke empat gadis itu saling pandang. Sementara aku dan Xia tersenyum manis. Ya kami harap mereka mengakui kesalahan mereka sekarang.


Ke empat gadis itu saling pandang satu sama lain, lalu salah satu dari mereka menjawab “ Kami tidak mengacak- acaknya. Kebetulan saja ledakan itu mengakibatkan ledakan yang hebat, ia mengeluarkan angin dan mengacak- acak kamar Xia. Dia juga mencelakai kami.”


Lagi Ibu Oshaberi tersenyum manis, ia pun kembali bertanya “Lalu apa pendapat kalian soal kamar Xia yang teracak- acak beberapa hari yang lalu? Bukankah pelakunya juga menggunakan sihir, dan tidak sembarang orang masuk. Pelakunya pasti sudah tahu kalau Xia dan Aresha pergi!”


Pernyataan Ibu Oshaberi kembali membuat ke empat gadis itu terkejut, Ibu Oshaberi mengintrogasi mereka seperti pelaku kejahatan bukan mengintrogasi Xia bahkan diriku. Ini seperti telah terjadi kebalikan dan mungkin Ibu Oshaberi telah menaruh rasa curiga pada mereka berempat.


Ke empat gadis itu lagi- lagi saling memandang satu sama lain. Ya mereka saling memberi isyarat dengan harapan lolos dalam masalah ini setelah kesalahan yang mereka perbuat dan mereka telah menyadarinya.


“Ibu Oshaberi, kami tidak tahu tentang itu. Kami tidak menemui Xia, lagi pula dia bukan gadis yang harus kami urus tiap hari!”

__ADS_1


Ibu Oshaberi tersenyum manis, diam- diam ia membuka komputernya dan melihat rekaman CCTV yang ada di asrama. Ibu Oshaberi bukanlah pengawas yang bisa di bodohi tetapi ia akan tetap tersenyum demi melancarkan rencananya untuk membuka kedo ke empat gadis yang telah merusak ke amanan dan ketenangan asrama ini. Ia melihat rekaman CCTV beberapa hari yang lalu, hari dimana Aresha pertama kali di hukum karna kamarnya berantakan. Ia di hukum bersama Xia berdiri di depan asrama, dan mereka berdua melakukannya.


__ADS_2