Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 327 Pertemuan awal, rapat akan segera dimulai!


__ADS_3

Perjalanan kami tiba di VA, kami semua berkumpul di VA yang membuat gadis malang ini kembali teringat masa lalunya namun aku tidak akan membiarkan itu terjadi menyelimutinya lagi. Kami segera menuju ruang rawat. Semua pimpinan ada disini bahkan si penyihir biru. Jimwa terkejut melihat kedatangan Alecia ada disini.


“Alecia, apakah itu kamu?” tanya Jimwa yang sontak berdiri atas kehadiran Alecia.


Aku menghalangi Jimwa untuk mendekati Alecia, aku tidak mau masa lalu terjadi lagi. Aku tidak ingin gadis ini mengingat masa lalu yang mungkin nantinya akan menghancurkan sebagian rencanaku.


“Siapa Anda hingga berani tidak sopan dengan keponakanku?” ucapku menatapnya dengan tajam.


Spontan Jimwa langsung menundukan kepala sembari berucap “Maafkan aku, aku hanya berpikir keponakanmu sangat mirip dengan anakku yang bernama Alecia!”


Aku tersenyum sinis, “Nama keponakanku juga Alecia, dan bukan berarti ia adalah anakmu!”


Chinsinsi pun mulai menengahi kami berdua.


“Pak Jim, maaf! Saya membawa orang yang mengetahui tentang penyihir matahari. Maaf jika ia tidak sopan!” ucap Chinsinsi.


“Ah ya tidak, justru aku lah yang tidak sopan! Silahkan duduk, rapat akan di mulai!” jawab Jimwa.


Chinsinsi duduk di kursinya, sementara aku dan Alecia berdiri dibelakang Chinsinsi. Tidak cukup ruang di meja ini untuk duduk meski akan disediakan kursi.


Tidak lama kedatangan kami, Roman dan Violin pun datang bersamaan dengan Ethan yang membuatku melihat ke arah lain. Aku tidak mau menatap pria menyebalkan itu, ya entah kenapa aku merasa ia adalah pria yang menyebalkan. Ayah Xia selaku pemimpin klan pun datang, dirinya terkejut melihat diriku juga ada disini. Ia duduk di kursinya dan mempertanyakan kehadiran Aresha yang tanpa klan itu dan gadis disampingnya.

__ADS_1


“Kenapa gadis itu ada disini? Siapa yang mengundang?” tanya ayah Xia.


“Dia datang bersama pak Chinsinsi, Aresha dan keponakan Aresha yang bernama Alecia. Gadis itu yang akan memberitahu kita tentang klan matahari” ucap pemimpin klan yang ada disampingnya.


“Hah, jadi dia ikut hanya karena ia mengetahui siapa penyihir matahari ya? Mengapa tidak orang lain saja bukankah masih banyak orang yang mengetahui tentang mereka?”


“Ya, jika begitu apakah kamu membawa orang lain itu?”


“Ya tentu saja!”


“Jika begitu bawa kemari, mungkin saja orang yang kamu maksud dapat memberikan petunjuk mengenai kristal yang hilang!”


Tidak lama kemudian orang tersebut masuk ke ruangan ini, ia adalah seorang laki-laki dari klannya sendiri dan orang terdekat yakni ayah Eun. Karena satu klan, dan memiliki sebuah klan kedatangan pria ini diberikan kursi untuk duduk disamping ayah Xia.


Aku melihat hal itu, sementara kami berdua tidak diberikan tempat duduk. Aku tahu ada ketidakseteraan disini. Sementara Ethan, diam-diam mencari perhatian gadis yang dicintainya. Ia tahu sesuatu yang tidak diketahui gadis itu, nyonya perpustakaan kota mengatakan sesuatu yang baik untuknya dan membuatnya semakin yakin untuk mencoba mendapatkan cinta dari gadis itu.


Aku menyadari Ethan terus mengedipkan matanya dan memperhatikan ke arahku. Atau diriku yang hanya berprasangka, dan itu tampak menyebalkan untuk dilihat. Jika saja aku boleh memperlihatkan sihirku, akan kucongkel mata pria itu karena ia seperti pria yang sopan.


Alecia yang berada disampingku tersenyum manis, ia menyadari seseorang baru saja mencoba mencuri perhatian Aresha tetapi gadis yang disampingnya tampak tidak menghiraukan hal itu.


“Hem...” ucap Alecia sembari menarik bajunya dengan pelan.

__ADS_1


Aku pun melihat ke arah Alecia, hingga gadis ini membisikan sesuatu ke telingaku.


“Hai, siapa pria itu? Apakah kamu mengenalnya? Ia membuatku teringat pada Ethan, apakah adalah Ethan?”


“Kamu mengenalnya? Namanya memang Ethan, ia pemimpin kegelapan sama seperti Roman”


“Hah benarkah? Jika begitu ia memang Ethan ya? Ia pernah mencoba mencelakaiku, tapi sepertinya ia telah berubah dan menjadi pemimpin dan.....ia sepertinya menyukaimu!”


“Hah, ada-ada saja kamu. Jadi ia pernah mencoba mencelakaimu?”


“Ya benar ketika aku berubah menjadi Alika, ia mencoba membunuh Alika untuk mengambil kekuatannya. Ia pria yang berbahaya!”


“Jika begitu tidak perlu khawatir!” jawabku tersenyum.


Sementara Violin, penyihir biru yang dapat disebut sebagai penyihir bulan hanya tersenyum sinis.


“Hah, apakah itu kamu, Alecia? Bagaimana kamu bisa berada disini? Siapa gadis yang ada disampingmu? Tampaknya ia memiliki aura yang tidak boleh aku remehkan ya? Senang bertemu denganmu lagi, tapi dimana Romeo?” guman Violin dalam hati.


Pertemuan dalam rapat ini membawa perbedaan dan masa lalu yang belum selesai. Hingga tiba waktunya rapat di mulai. Jimwa membuka rapat ini dengan membicarakan masalah hilangnya dua kristal.


Sementara ujian ability magie masih berlanjut, ibu Oshabery bersama guru lainnya menyingkirkan orang-orang hebat dan membiarkan orang yang melakukan kecurangan hingga menyisakan keempat gadis dan Xia.

__ADS_1


__ADS_2