Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 275


__ADS_3

Kini hanya tertinggal 5 orang saja termasuk Zanko, dan Eun. Mereka pun mengeluarkan semua kemampuan mereka untuk melenyapkan tanaman rambat ini. Zanko membakar tanaman rambat yang menghalangi langkah mereka untuk keluar. Zanko menyadari seharusnya mereka telah sangat dekat dengan jalan masuk ke labirin ini tetapi jalan itu seperti sangat jauh dari mereka. Zanko tidak tahan lagi, ia pun menghancurkan sisi labirin yang ada di dekatnya. Ia telah memperhatikan peta di papan ketikan masuk ke labirin ini.


“Eun! Jangan hancurkan disana, sebaiknya hancurkan disisi ini saja! Aku merasa jalan masuk ke labirin ada yang aneh. Jalan keluar juga telah ditutup. Tidak ada jalan keluar maupun masuk. Hancurkan sisi ini saja!” ucap Zanko sembari menyerang.


“Ya baiklah!” ucap Eun yang kemudian membantu Zanko menghancurkan sisi yang telah dipilih untuk dihancurkan. Sementara 3 orang lainnya melindungi mereka berdua dari serangan tanaman rambat.


Perjuangan keras mereka akhirnya membawa hasil. Mereka berhasil keluar dari labirin. Tetapi di luar labirin ini berubah tidak seperti labirin yang pertama mereka temui. Tempat ini dipenuhi kabut asap yang tebal hingga sulit untuk melihat dengan jarak jauh.


Tiba- tiba secara serentak lima senjata menyerang mereka, senjata itu adalah obat bius yang mengenali ketiga orang lainnya. Kini hanya ada Zanko dan Eun yang tersisa. Kedua pria itu pun bersiaga setelah melihat tiga orang jatuh seketika. Dua obat bius yang menyerang itu meleset, mereka sangat beruntung hari ini.


Perlahan- lahan kabut tebal mulai menghilang yang kemudian memperlihatkan Ibu Oshaberi bersama guru Buniv lainnya. Mereka adalah guru- guru dari kelas malam. Kelima guru itu tampak tersenyum manis. Dua diantara mereka sibuk mengoceh.


“Ah, ya ampun. Sialan! Mengapa sampai meleset?”


“Ya itu salahmu, aku rasa kamu memang tidak ahli dalam menembak dari jarak dekat!”

__ADS_1


“Apa? Apa maksudmu? Tentu saja kau bisa melakukan itu! Ini hanya keberuntunganmu saja”


“Oh benar?”


“Ya!”


Dua guru itu pun saling tatap satu sama lain, lalu Ibu Oshaberi memisahkan mereka berdua. Ibu Oshaberi berjalan diantara dua guru yang sibuk mengoceh satu sama lain. Lalu mereka semua mendekati Eun dan Zanko.


“Ibu Oshaberi, apa yang kamu lakukan disini?”


Secepatnya dua guru lainnya membuat jatuh pingsan Eun dan Zanko dengan obat bius. Mereka berdua pun segera jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.


“Ah, ya ampun! Ini sungguh merepotkan. Baiklah, bawa mereka semua!” perintah Ibu Oshaberi pada keempat guru lainnya.


“Hah, lalu kamu ngapain? Bantuin dong!”

__ADS_1


“Hahaha.... ya iya!” jawab Ibu Oshaberi sembari tertawa kecil.


Kemudian mereka semua membereskan kekacauan yang terjadi di labirin itu. Saat selesai membereskan, mereka menyadari ada satu orang yang belum dibereskan. Ia masih bertahan dan bersembunyi. Mereka menyadarinya tidak mau mengganggu apa yang telah dilakukan oleh orang itu ( peserta ujian ability magie yang selamat yakni Xia). Mereka juga mengembalikan keadaan ke semua seperti tidak ada sesuatu yang terjadi disini. Mereka tidak meninggalkan satu jejak pun.


Saat pemulihan tempat itu, Xia pun terbebas dari tanaman rambat. Dirinya segera terjatuh ke tanah. Tanaman rambat itu tidak lagi melilit tubuhnya. Perlahan- lahan Xia pun dapat bernapas dengan baik. Dirinya kembali normal dan segera berdiri. Ia melihat tempat yang ada disekitarnya. Semuanya dalam keadaan baik- baik saja.


Xia menahan rasa sakit di tubuhnya. Dirinya tidak mengalami luka apapun kecuali rasa sakit akibat belitan tanaman menjalar.


“Ah, ya ampun! Apa yang telah terjadi? Hah, aku ingat! Kemana mereka semua? Eun? Zanko!” ucapnya sembari berteriak memanggil dua orang anggota kelompoknya.


“Zanko?”


“Eun?”


 

__ADS_1


^^Thank you for reading, leave a trail with comments, shares and likes. Please promote in the chapter, please don't reply to comments because I can't find it quickly. if there is free time, I will stop by. I like you.


__ADS_2