Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 139


__ADS_3

“Hey, kamu sedang apa disini? Ini sudah masuk jam


pelajaran? Mengapa kamu disini?......” memperhatikanku, lalu kembali berucap


“Oh apakah kamu murid baru? Perkenalkan nama saya Oshaberi, panggil saja Ibu


Oshaberi. Siapa namamu, Nak? Dari elemen mana kamu?” ucapnya padaku sembari memandangiku


terus.


Aku di buat sedikit pucat pasi olehnya, aku tidak


mengerti tingkah ibu ini. Tetapi sambutannya yang galak ini membuatku tersenyum


manis.


“Ya benar, Ibu Oshaberi. Nama saya Aresha dari


elemen..... elemen apa ya? Saya dari elemen air” jawabku sembari tersenyum


manis padanya.


“Oh begitu, saya akan mengantarmu ke ruang kepala


sekolah lalu mengantarmu ke asrama dan kelasmu” ucapnya sembari berjalan.


Aku pun segera mengikuti langkahnya dari belakang.


Kami berdua sempat melewati beberapa kelas dengan muridnya masih berada di


luar, melihat kedatangan Ibu Oshaberi mereka semua secepatnya masuk ke kelas


dan berpura- pura belajar.


Kulihat disini, sepertinya Ibu Oshaberi adalah guru


yang menakutkan tapi apakah dugaanku ini benar? Entahlah, sikapnya ini tidak


menakutkan bagiku.


Langkah kami berhenti di depan ruang kepala


sekolah, Ibu Oshaberi segera mengetok pintu. Begitu terdengar jawaban dari


dalam, aku dan Ibu Oshaberi segera masuk ke dalam. Kami berdua di persilakan


duduk. Kugerek koperku dan kuletakan di sampingku duduk.


Pria yang sama, yang kutemui di Akademi Yexiao


siang hari.


“Ya, selamat datang di Akademi Yexiao. Siapa


namamu?” ucap kepala sekolah padaku.


“Namaku Aresha, Pak!”


“Dari elemen mana?”


“Elemen air”


“Ya kalau begitu, Ibu Oshaberi akan mengantarmu ke


asrama. Ini kuncimu, kamu tinggal di kamar nomor 25. Kamu akan memiliki teman


sekamar disana. Semoga harimu disini menyenangkan, Aresha!”


Aku tersenyum manis dan menjawab, “Terima kasih.”

__ADS_1


Ibu Oshaberi berucap sambil mengambil kunci di atas


meja, “Terima kasih kepala sekolah. Ayo ikut dengan saya , Aresha! Saya akan


mengantarmu ke asrama. Pak kepala sekolah saya permisi dulu!”


“Ya silahkan”


Kemudian aku dan Ibu Oshaberi pergi menuju asrama,


menuju kamarku. Kamar bernomor 25 dan aku akan memiliki teman sekamar. Aku


berharap mendapatkan teman sekamar yang baik dan pengertian padaku.


Aku kembali mengeret koperku dan berusaha berjalan


di samping Ibu Oshaberi.


“Karna kamu murid baru disini, jadi dengarkan saya


baik- baik. Saya akan memberitahumu aturan di sekolah ini. Pertama di larang


berkelahi di sekitar Akademi Yexiao, kecuali kamu ikut ujian ability magie.


Kedua, jangan terlambat dan membolos. Ketiga, ikuti aturan Akademi Yexiao yang


ada. Jika kamu mengikuti semua aturan itu, maka kamu dinyatakan aman dan bisa


lulus dari Akademi Yexiao ini.”


“Ya terima kasih sudah memberitahuku, aku akan


melakukan yang terbaik”


“Hah, anak baik. Kita sudah sampai di kamarmu.


Temanmu mungkin sedang di belajar. Silahkan masuk!” ucap Ibu Oshaberi


dan rapi. Aku segera masuk ke kamar, sementara Ibu Oshaberi menunggu di luar.


Kutelakan koperku di samping dinding, dan segera


kembali menemui Ibu Oshaberi.


“Selanjutnya aku akan mengantarmu ke ruang kelas,


mereka semua pasti sedang sibuk belajar hari ini. Ini kunci milikmu, kunci


kamarnya dan ikuti saya” ucapnya berjalan lebih dulu.


Lagi- lagi Ibu Oshaberi meninggalkanku, aku pun


bergegas mengunci pintu kamar ini. Tetapi sangat sulit kulakukan, terlalu keras


kuncinya untuk mengunci kamar ini. Terpaksa aku melakukan sihir hingga kamar


ini terkunci dengan cepat, dan aku segera menyusul Ibu Oshaberi yang semakin


menjauh.


Berlari mengejarnya dan akhirnya bisa berjalan di


sampingnya, berjalan dengan tenang sembari mengatur napas yang teregah- egah.


“Pukul 07.00 malam kamu harus sudah menyiapkan diri


untuk ikut belajar. Jam pelajaran berakhir pada jam 04.00 pagi. Di area Akademi


Yexiao kamu boleh menggunakan sihir, tetapi tidak boleh melukai temanmu atau

__ADS_1


kamu akan mendapatkan masalah. Hukuman untuk orang nakal di Akademi Yexiao ini


tidak main- main. Hukuman ringan di Akademi Yexiao ini adalah membersihkan


lingungan Akademi Yexiao, dan hukuman terberatnya adalah di keluarkan dari


Akademi Yexiao”


“Ya Ibu Oshaberi yang akan mengingat ucapan ibu


dengan baik”


“Bagus, kita sudah tiba di kelasmu. Saya akan


bicara dengan gurunya sebentar, kamu tunggu disana ya?”


“Baik Ibu Oshaberi!”


Ibu Oshaberi masuk ke dalam kelas, ia mulai bicara


dengan guru yang sedang mengajar di kelas ini. Aku pun memperhatikan area


sekitar sini, melihat papan nama kelas yang bersimbol elemen air.


Berlari mengejarnya dan akhirnya bisa berjalan di


sampingnya, berjalan dengan tenang sembari mengatur napas yang teregah- egah.


“Pukul 07.00 malam kamu harus sudah menyiapkan diri


untuk ikut belajar. Jam pelajaran berakhir pada jam 04.00 pagi. Di area Akademi


Yexiao kamu boleh menggunakan sihir, tetapi tidak boleh melukai temanmu atau


kamu akan mendapatkan masalah. Hukuman untuk orang nakal di Akademi Yexiao ini


tidak main- main. Hukuman ringan di Akademi Yexiao ini adalah membersihkan


lingungan Akademi Yexiao, dan hukuman terberatnya adalah di keluarkan dari


Akademi Yexiao”


“Ya Ibu Oshaberi yang akan mengingat ucapan ibu


dengan baik”


“Bagus, kita sudah tiba di kelasmu. Saya akan


bicara dengan gurunya sebentar, kamu tunggu disana ya?”


“Baik Ibu Oshaberi!”


Ibu Oshaberi masuk ke dalam kelas, ia mulai bicara


dengan guru yang sedang mengajar di kelas ini. Aku pun memperhatikan area


sekitar sini, melihat papan nama kelas yang bersimbol elemen air.


Ketika diriku sibuk memperhatikan area sekitar


sini, guru mengajar memperhatikan diriku sesaat lalu Ibu Oshaberi keluar dari


ruangan kelas dan mendekatiku.


“Kamu boleh masuk, dan mulailah berbaur dengan yang


lain. Semoga harimu menyenangkan, Aresha”


“Ya Ibu Oshaberi, terima kasih sudah membantu saja”

__ADS_1


“Tidak masalah” jawabnya yang kemudian pergi


meninggalkanku.


__ADS_2