
“Hey, kamu sedang apa disini? Ini sudah masuk jam
pelajaran? Mengapa kamu disini?......” memperhatikanku, lalu kembali berucap
“Oh apakah kamu murid baru? Perkenalkan nama saya Oshaberi, panggil saja Ibu
Oshaberi. Siapa namamu, Nak? Dari elemen mana kamu?” ucapnya padaku sembari memandangiku
terus.
Aku di buat sedikit pucat pasi olehnya, aku tidak
mengerti tingkah ibu ini. Tetapi sambutannya yang galak ini membuatku tersenyum
manis.
“Ya benar, Ibu Oshaberi. Nama saya Aresha dari
elemen..... elemen apa ya? Saya dari elemen air” jawabku sembari tersenyum
manis padanya.
“Oh begitu, saya akan mengantarmu ke ruang kepala
sekolah lalu mengantarmu ke asrama dan kelasmu” ucapnya sembari berjalan.
Aku pun segera mengikuti langkahnya dari belakang.
Kami berdua sempat melewati beberapa kelas dengan muridnya masih berada di
luar, melihat kedatangan Ibu Oshaberi mereka semua secepatnya masuk ke kelas
dan berpura- pura belajar.
Kulihat disini, sepertinya Ibu Oshaberi adalah guru
yang menakutkan tapi apakah dugaanku ini benar? Entahlah, sikapnya ini tidak
menakutkan bagiku.
Langkah kami berhenti di depan ruang kepala
sekolah, Ibu Oshaberi segera mengetok pintu. Begitu terdengar jawaban dari
dalam, aku dan Ibu Oshaberi segera masuk ke dalam. Kami berdua di persilakan
duduk. Kugerek koperku dan kuletakan di sampingku duduk.
Pria yang sama, yang kutemui di Akademi Yexiao
siang hari.
“Ya, selamat datang di Akademi Yexiao. Siapa
namamu?” ucap kepala sekolah padaku.
“Namaku Aresha, Pak!”
“Dari elemen mana?”
“Elemen air”
“Ya kalau begitu, Ibu Oshaberi akan mengantarmu ke
asrama. Ini kuncimu, kamu tinggal di kamar nomor 25. Kamu akan memiliki teman
sekamar disana. Semoga harimu disini menyenangkan, Aresha!”
Aku tersenyum manis dan menjawab, “Terima kasih.”
__ADS_1
Ibu Oshaberi berucap sambil mengambil kunci di atas
meja, “Terima kasih kepala sekolah. Ayo ikut dengan saya , Aresha! Saya akan
mengantarmu ke asrama. Pak kepala sekolah saya permisi dulu!”
“Ya silahkan”
Kemudian aku dan Ibu Oshaberi pergi menuju asrama,
menuju kamarku. Kamar bernomor 25 dan aku akan memiliki teman sekamar. Aku
berharap mendapatkan teman sekamar yang baik dan pengertian padaku.
Aku kembali mengeret koperku dan berusaha berjalan
di samping Ibu Oshaberi.
“Karna kamu murid baru disini, jadi dengarkan saya
baik- baik. Saya akan memberitahumu aturan di sekolah ini. Pertama di larang
berkelahi di sekitar Akademi Yexiao, kecuali kamu ikut ujian ability magie.
Kedua, jangan terlambat dan membolos. Ketiga, ikuti aturan Akademi Yexiao yang
ada. Jika kamu mengikuti semua aturan itu, maka kamu dinyatakan aman dan bisa
lulus dari Akademi Yexiao ini.”
“Ya terima kasih sudah memberitahuku, aku akan
melakukan yang terbaik”
“Hah, anak baik. Kita sudah sampai di kamarmu.
Temanmu mungkin sedang di belajar. Silahkan masuk!” ucap Ibu Oshaberi
dan rapi. Aku segera masuk ke kamar, sementara Ibu Oshaberi menunggu di luar.
Kutelakan koperku di samping dinding, dan segera
kembali menemui Ibu Oshaberi.
“Selanjutnya aku akan mengantarmu ke ruang kelas,
mereka semua pasti sedang sibuk belajar hari ini. Ini kunci milikmu, kunci
kamarnya dan ikuti saya” ucapnya berjalan lebih dulu.
Lagi- lagi Ibu Oshaberi meninggalkanku, aku pun
bergegas mengunci pintu kamar ini. Tetapi sangat sulit kulakukan, terlalu keras
kuncinya untuk mengunci kamar ini. Terpaksa aku melakukan sihir hingga kamar
ini terkunci dengan cepat, dan aku segera menyusul Ibu Oshaberi yang semakin
menjauh.
Berlari mengejarnya dan akhirnya bisa berjalan di
sampingnya, berjalan dengan tenang sembari mengatur napas yang teregah- egah.
“Pukul 07.00 malam kamu harus sudah menyiapkan diri
untuk ikut belajar. Jam pelajaran berakhir pada jam 04.00 pagi. Di area Akademi
Yexiao kamu boleh menggunakan sihir, tetapi tidak boleh melukai temanmu atau
__ADS_1
kamu akan mendapatkan masalah. Hukuman untuk orang nakal di Akademi Yexiao ini
tidak main- main. Hukuman ringan di Akademi Yexiao ini adalah membersihkan
lingungan Akademi Yexiao, dan hukuman terberatnya adalah di keluarkan dari
Akademi Yexiao”
“Ya Ibu Oshaberi yang akan mengingat ucapan ibu
dengan baik”
“Bagus, kita sudah tiba di kelasmu. Saya akan
bicara dengan gurunya sebentar, kamu tunggu disana ya?”
“Baik Ibu Oshaberi!”
Ibu Oshaberi masuk ke dalam kelas, ia mulai bicara
dengan guru yang sedang mengajar di kelas ini. Aku pun memperhatikan area
sekitar sini, melihat papan nama kelas yang bersimbol elemen air.
Berlari mengejarnya dan akhirnya bisa berjalan di
sampingnya, berjalan dengan tenang sembari mengatur napas yang teregah- egah.
“Pukul 07.00 malam kamu harus sudah menyiapkan diri
untuk ikut belajar. Jam pelajaran berakhir pada jam 04.00 pagi. Di area Akademi
Yexiao kamu boleh menggunakan sihir, tetapi tidak boleh melukai temanmu atau
kamu akan mendapatkan masalah. Hukuman untuk orang nakal di Akademi Yexiao ini
tidak main- main. Hukuman ringan di Akademi Yexiao ini adalah membersihkan
lingungan Akademi Yexiao, dan hukuman terberatnya adalah di keluarkan dari
Akademi Yexiao”
“Ya Ibu Oshaberi yang akan mengingat ucapan ibu
dengan baik”
“Bagus, kita sudah tiba di kelasmu. Saya akan
bicara dengan gurunya sebentar, kamu tunggu disana ya?”
“Baik Ibu Oshaberi!”
Ibu Oshaberi masuk ke dalam kelas, ia mulai bicara
dengan guru yang sedang mengajar di kelas ini. Aku pun memperhatikan area
sekitar sini, melihat papan nama kelas yang bersimbol elemen air.
Ketika diriku sibuk memperhatikan area sekitar
sini, guru mengajar memperhatikan diriku sesaat lalu Ibu Oshaberi keluar dari
ruangan kelas dan mendekatiku.
“Kamu boleh masuk, dan mulailah berbaur dengan yang
lain. Semoga harimu menyenangkan, Aresha”
“Ya Ibu Oshaberi, terima kasih sudah membantu saja”
__ADS_1
“Tidak masalah” jawabnya yang kemudian pergi
meninggalkanku.