Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 333 Kebenaran


__ADS_3

 Hotel bintang lima, tempat keberadaanku dengan Alecia. Kami telah tertidur lelap dan menunggu seseorang untuk datang.


Di keheningan malam aku terbangun dari tidur karena aku merasakan seseorang telah kembali. Aku pun bergegas bangun dengan perlahan-lahan tanpa membangunkan Alecia yang telah terlelap tidur disampingku. Berjalan menuju ruang tamu, diriku melihat tiga orang yang telah kutunggu kedatangannya telah tiba disini. Tiga orang itu tidak lain adalah Lady, Zhia, dan Sha. Mereka telah duduk di sofa.


Aku pun segera mendekati mereka, dan duduk di sofa.


“Jadi bagaimana hasilnya?” tanyaku.


“Tenanglah nona, semuanya berjalan dengan lancar. Nanti pagi, nona akan melihat semuanya” jawab Lady.


“Jadi kalian semua menjalankan rencana dengan lancar?”


“Ya tentu. Aku dan Sha berhasil membuat keretakan di hubungan Romeo dan Sofie. Sedikit demi sedikit Sofie akan menjauhi Romeo lalu memutuskan hubungan mereka” ucap Lady yang kemudian disambung oleh ucapan Sha, “Ya apa yang dikatakan Lady benar. Tetapi nona Aresha, Sofie adalah wanita yang tidak bersalah. Apakah kita tidak berlebihan dengannya?.”


“Ya aku tahu, tetapi aku yakin ia bukan wanita yang polos. Seseorang yang merebut kekasih orang lain harus menerima sedikit balasan. Aku ingin kamu tetap pada rencana, atau aku sendiri yang akan memisahkan mereka berdua dan melenyapkan dirimu dari buma bumi ini!” ucapku sembari memperlihatkan tangan dan meremasnya.


Sha menundukan kepala, ia tidak bisa membantah perkataan nona Aresha.

__ADS_1


“Sha, kamu tidak menyukai Sofie kan? Apakah kamu ingin melihat siapa Sofie sebenarnya? Jika saya memperlihatkan sosok aslinya, apakah kamu masih berpihak dengannya? Saya rasa jawabannya sudah pasti tidak, jadi saya tidak mau kamu menaruh perasaanmu padanya. Apa yang kamu lihat sebagai wanita polos itu, itu bukanlah yang sebenarnya. Gadis itu licik, ia seperti tidak tahu tetapi sebenarnya ia tahu. Jika nanti Sofie tidak menjauhi pria itu, aku ingin kamu membunuhnya bagaimana pun caranya. Lenyapkan dia, hancurkan perusahaannya. Kita memiliki banyak kekayaan seperti yang diinginkan manusia. Uang, uang dan uang.”


“Baik nona Aresha, saya mengerti” jawab Sha.


“Bagus, dan Zhia. Bagaimana dengan dirimu?”


“Saya mendapatkan semuanya, lalu apa yang ingin nona lakukan dengan semua kekayan Briand yang telah ia rebut dari ibumu?” jawab Zhia sembari memperlihatkan surat-surat berharga dan beberapa kunci mobil.


“Aku ingin kamu memberikan surat-surat berharga ini pada ibuku sedikit demi sedikit, dan jual saja mobil pelan ini. Aku tidak memerlukan mobil, di dunia sihir kecepatan adalah pilihan kedua dari yang pertama yakni kekuatan”


“Baiklah, nona Aresha” jawab Zhia menyetujui.


“Dia telah tertidur, kamu tidak perlu khawatir. Ia memang masih terlihat mencintai Romeo, tetapi ia memaksakan dirinya untuk bangkit. Jika ia masih terbawa suasana masa lalu, itu juga tidak ada gunanya. Kehidupannya tidak akan kembali seperti masa lalu lagi, ia tidak akan mungkin bersama Romeo.”


“Apakah ia sudah mengetahui siapa ayahnya? Nona membawanya kan?”


“Ya benar, saya membawanya menemui ayahnya. Tetapi saya tidak mengatakan jika pria itu adalah ayahnya. Aku tahu pria itu sangat ingin memeluk dirinya, tapi aku tidak mengizinkannya. Jika gadis ini tahu itu adalah ayahnya, apakah ia masih berniat untuk melakukan rencana besar kita? Aku tidak mau rencana kita gagal. Tetapi nanti aku juga akan mengatakannya bahwa ia adalah putri dari pak Chinsinsi” ucapku.

__ADS_1


Seketika itu lah tanpa kami duga Alecia mendekati kami, matanya berbinar-binar menahan air mata. Entah mengapa gadis ini langsung berlutut di sampingku dengan isak tangis, ia berucap “Nona Aresha, apakah benar pak Chinsinsi adalah ayahku? Apakah aku masih memiliki keluarga?.”


Aku terkejut melihat kedatangan gadis ini, aku pikir Alecia masih tertidur.


“Alecia, kamu sudah bangun ya. Kamu baik-baik saja, mengapa menangis?” ucapku sembari mengambil tisu dan menyeka air matanya. Lalu memegang pundak Alecia dengan kedua tangan, “Alecia, bangunlah. Kamu tidak perlu seperti ini. Kita bisa membicarakan ini baik-baik. Duduklah!.”


Alecia duduk di sampingku, ia masih menangis. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya, “Nona Aresha, apakah benar yang kamu katakan tadi? Pak Chinsinsi adalah ayahku, apakah aku masih memiliki keluarga?.”


“Tentu saja kamu memiliki keluarga, Pak Chinsinsi memang lah ayahmu. Ayahmu tidak pernah membuangmu selama ini melainkan ia kehilangan dirimu. Dahulu sekali, saat aku masih memiliki keluarga yang hangat penuh kasih sayang. Malam itu, pak Chinsinsi menghubungi ibuku jikalau istrinya tidak ada di rumah. Kami secepatnya pergi mencari ibumu. Kami benar-benar kehilangan ibumu. Hingga suatu hari, adalah hari terberat untukku. Aku kehilangan ayahku, ayahku terus memikirkan ibumu. Ia berusaha mencari ibumu karena ibumu adalah adik dari ayahku. Ayahku sangat menyayangi ibumu. Ayahku sangat kecewa pada dirinya sendiri, dan Pak Chinsinsi sangat menyesal membiarkan istrinya berjalan sendirian di malam itu. Pak Chinsinsi sibuk dengan pekerjaannya. Ibumu berniat pergi ke rumahku. Hari itu ayahku mengakhiri hidupnya, ia membuat diriku agar aku berlari ketakutan. Ia menyembunyikan yang sebenarnya dariku. Aku benar-benar ketakutan hingga aku mengalami koma. Hingga suatu hari aku terbangun, aku sangat sedih kehilangan ayahku. Hingga kejadian terburuk terjadi padaku lagi, seorang pria mempermainkan perasaanku hingga aku mencoba mengakhiri hidupku. Namun seorang gadis menyelamatkanku, ia memiliki wajah sepertimu. Sangat mirip, dan aku yakin itu adalah Alika. Hingga tidak ada yang bisa aku pertahankan lagi, aku mengalami kecelakaan dan mengalami koma untuk kedua kalinya. Saat aku terbangun keluargaku tidak pernah kembali, aku sangat mengharapkan keluargaku namun orang lain masuk ke kehidupanku dan mengambil ragaku. Saat itu terjadi pertentangan terjadi antara aku dan orang ini. Disinilah aku tahu semuanya, aku tahu tentang dirimu. Keponakanku tidak boleh bersedih, keponakanku masih ada diriku. Keponakanku yang cantik ini tidak seharusnya seperti ini. Aku disini untuk membalaskan dendam dirimu, dan orang yang telah menghancurkan keluargaku. Keponakanku yang dulu setengah vampire ini sama sekali tidak memiliki kesalahan, namun ia justru diperlakukan tidak adil. Mereka semua membuangmu bagai sampah, aku akan menjamin itu tidak akan terjadi lagi padamu, Alecia. Sesuatu yang tidak pernah dilahirkan di dunia ini harus dihancurkan, seseorang yang telah mengambil raga orang lain dan tidak menepati janjinya harus dilenyapkan. Alecia, aku tahu sifat aslimu. Kamu memang keras kepala, dan kamu terlalu berlebihan mencintai seseorang. Pak Chinsinsi adalah ayahmu, dan aku adalah sepupumu. Tetapi aku lebih suka dipanggil kakak. Aku ingin hidupmu jauh lebih baik, karena itulah turuti semua perkataanku. Semua rencana ini akan mengubah hidupmu dan menghancurkan orang yang tidak seharusnya lahir di dunia ini. Saat gerhana matahari tiba kamu harus pergi, kamu harus menyelamatkan ibumu dan semuanya akan baik-baik saja. Hanya kamu bisa melakukan ini, aku tidak mungkin pergi ke masa lalu, dan harus kamu yang melakukannya. Kamu ingin keluargamu kembali kan?”


“Apakah keluargaku menginginkan diriku?”


“Ya tentu saja, aku mengenal ibumu sebelum kamu lahir. Ibumu cantik, ramah dan perhatian. Aku dan kami semua waktu itu, menunggu kelahiranmu”


“Bolehkah aku memanggilmu, kakak?”


“Ya!”

__ADS_1


Aku memeluk Alecia, aku sangat senang ia tidak dendam pada keluargaku dan orang tuanya. Aku harap ia dapat memahami keadaan kami saat itu, kami bener-benar kehilangan dirinya dan ibunya.


__ADS_2