
3 hari kemudian,
Keadaan
kembali damai, sejahtera dan tenang. Wolf tak terlihat di wilayah kerajaan
Tagao. Tagao masih menyimpan kesedihan yang dalam atas keterlambatannya
mengejar Aresha. Beberapa hari lagi Raja Tagao akan berulang tahun, maka semua
rakyat telah melakukan persiapan merias rumah dan menyiapkan kado untuk raja
setelah mendapat pemberitahuan dari seorang utusan raja bahwa Raja Tagao akan
mengundang rakyatnya untuk berpesta di istana bersama kerajaan yang lain.
***
Sementara
itu di dunia bawah air, berdiri kerajaan sihir yang di pimpin oleh Raja Alex.
Raja Alex bukanlah dewa, ia juga manusia biasa yang mendirikan kerajaannya di
bawah air. Raja Alex adalah ayah Aresha. Raja Alex adalah nama panggilan
untuknya, dia lebih senang jika dipanggil Raja Alex di banding nama aslinya.
Beberapa hari ini, ia memperhatikan putri kesayangannya murung dan suka menyendiri.
Ia tahu apa sebabnya, dan mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk bicara
dengan putrinya setelah membiarkannya menyendiri beberapa hari ini.
“Putriku,
kenapa kamu menyendiri? Bicaralah pada ayah, ayah ingin mendengar apa yang kamu
rasakan saat ini”,
“Ayah,”pelukku
dan melepasnya, “ Aku takut, sangat takut”,
“Apa
yang kamu takutkan, putriku?”,
“Ayah,
apa ayah marah padaku atas apa yang kulakukan selama ini?”,
“Tentu
tidak sayang jika itu membuatmu bahagia, ayah juga akan bahagia. Kamu tidak
salah. Apa ibumu telah memberikan restu padamu?’,
“Iya
yah, ayah?”,
Dengan
wajah tersenyum manis, “ Ayah ya, dia tidak seperti ayahnya. Dia benar-benar
mencintaimu. Ayah dengar ia akan berulang tahun dalam 2 hari lagi. Kamu tidak
pergi menemuinya?”,
“Entahlah,
saat aku pergi ke air. Aku memintanya untuk mengejarku sebelum aku pergi ke air
jika tidak ia akan kehilanganku untuk selamanya. Aku takut jika kembali, ia
telah mencintai wanita lain dan aku terlambat”,
Ayah
kembali tersenyum, “ Datanglah untuknya, ayah akan bahagia jika melihatmu
bahagia”,
“Tapi
bagaimana dengan ayah? Ayah akan tinggal sendiri lagi?”,
“Tidak
masalah sayang, kamu tahu wanita yang membawamu kesini?”,
“Tidak
Yah, dia siapa?”,
“Dia
ibu tirimu, maafkan ayah. Tapi dia wanita yang baik. Dia juga punya putra di
atas, kenapa kamu tidak pergi?”,
“Benarkah?”,
“Ya,
ayah minta maaf tidak memberitahumu dan meninggalkanmu selama ini”,
“Aku
memaafkan ayah, terima kasih Yah telah merestui hubunganku dengan Tagao”,
Ayah
tersenyum dan aku segera pergi ke dunia atas.
Di
danau air perlahan-lahan naik ke atas dan membuka jalan, keluarlah diriku dan
berjalan di atas air ke tepian. Aku tersenyum manis dengan penuh bahagia dan
segera pergi ke desa.
***
Tiba
__ADS_1
di desa, aku ingat masih ada urusan dengan wolf dan vampir. Tapi aku berharap
kali ini tidak ada yang mengenaliku. Kulihat rumah-rumah disini di hiasi dengan
indah. Aku senang melihat mereka dengan semangat menyambut pesta ulang tahun
Tagao. Dikesempatan ini pula banyak pedagang yang menjual dagangannya yang
indah dan cantik untuk hadiah pada Raja Tagao. Bunga-bunga pun banyak di
pinggir jalan. Desa dekat dengan kerajaan ini dihiasai begitu indah dan aku
kagum sekali.
Kereta
kencana datang dan berhenti di iringi oleh pengawal istana. Seorang pria
keluar, ia pergi ke toko perhiasan. Awalnya kupikir ia adalah Tagao karena diiringi
pengawal ternyata bukan, kedatangannya hampir membuatku berlari. Tapi setelah
melihat dia bukan Tagao, aku pun kembali tenang. Kembali berjalan melihat-lihat
pedesaan.
***
Pria
yang datang dengan kereta kencana diiringi oleh pangawal adalah orang
kepercayaan Tagao, dan seorang vampir. Miguel adalah nama pria itu. Begitu ia
melihat Aresha, ia secepatnya masuk dan mengirim pesan pada Tagao lewat burung
merpati.
Di
istana, Tagao mendapatkan pesan dari Miguel, “ Aku melihat Aresha di desa, ia
kembali”. Dengan segera Tagao keluar dari istana, menungangi kudanya dan pergi
ke desa. Ia jalan-jalan sendirian untuk mencari Aresha.
***
Perjalananku
berakhir pada sebuah pertunjukan kecil, pertunjukan jalanan seperti sulap, dan
sirkus. Pertunjukan yang menarik dan menjadi hiburan tersendiri. Dari
pertunjukan tersebut mereka bisa memperoleh uang. Kupikir beberapa menit lagi
pertunjukan selesai dan memutuskan pergi sebelum mereka meminta uang padaku.
Aku tidak punya uang untuk diberikan pada mereka atas pertunjukan tersebut.
Namun
saat hendak pergi seorang pria berkuda datang, ia tepat berada di belakangku.
Aku rasa aku mengenalnya, kutundukan kepalaku dan pergi. Berjalan kembali dan
gaun dan melihat gaun-gaun yang diperlihatkan di depan toko. Aku pun tidak
pernah menduga seorang pria menyapa diriku. Pria yang sama kulihat.
“Hay,
bagaimana kabarmu hari ini Nona?,”tanyanya
“Hay
juga, kabarku baik. Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu”,
“Namaku
Miguel, aku pernah melihatmu tapi dimana ya?,”Miguel mulai berpikir. , “ Kau
seorang yang diajak Raja Taago bicara berdua saat pembebasan dan penyerangan
pada Raja Young. Apa kau ingat aku?”,
“Em,
pria yang…oh ya aku ingat. Aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian, aku
bisa hidup bebas”,
“Ya
sudahlah tak perlu berterima kasih. Oya apa kau sudah tahu bahwa Raja Tagao
akan mengadakan pesta uang tahun dalam 2 hari lagi?”,
“Ya
aku tahu”,
“Apa
kau akan datang?’,
“Akan
kupikirkan”,
“Em,
sepertinya kamu tak akan datang. Apa kamu tidak punya gaun?”,
“Aku
punya ada banyak, aku hanya ragu jika ia melihatku. Ia akan….”, tiba-tiba Tagao
berada di belakangku berucap “ Aku tidak akan menyakitimu! Aku menemukanmu
kan?.”
Melihat
kedatangan Raja Tagao, kami memberi hormat padanya. Aku hanya diam saja tidak
menjawab ucapannya.
__ADS_1
“Yang
mulia sudah datang, hamba mohon permisi!,”ucap Miguel meninggalkan kami berdua.
Sebelum Miguel benar-benar pergi, Tagao memberikan kuda miliknya pada Miguel
untuk dibawanya ke istana. Tagao mendekatiku dengan senyuman manisnya, “Aku
menemukanmu kan? Jadi apa kau akan menepati janjimu padaku?”.
Aku
tersenyum manis, “ Mau jalan-jalan? Kudengar kamu akan berulang tahun 2 hari
lagi. Kulihat mereka semua sangat bersemangan menyambut pesta itu”,
“Ya,
mereka seperti yang kamu lihat. Kamu tidak mengubah topic pembicaraan kita
kan?”,
“Tidak,
aku tidak mengubah topic pembicaraan kok. Mau ke danau?”,
“Danau
jauh dari sini dan kita akan perlu kuda”,
“Kupikir
vampir tak perlu kuda!”,
Tagao
tersenyum manis, “ Bagaimana cara aku membawamu kesana?”,
“Mengendongku.
Danau dimana terakhir kali kamu melihatku”.
Saat
tak ada yang melihat Tagao mengendongku dan pergi dengan cepat ke danau dimana
kami berpisah. Di tepi danau itu Tagao menurunkanku.
“Aku
sudah bilang kan bahwa vampir tak perlu kuda?”,
“Ya
kamu benar, jadi bagaimana dengan janjimu?”,
“Kenapa
kamu selalu membicarakan hal itu padaku? Kamu takut aku pergi lagi?,”ucapku
sambil menatap dirinya dengan dekat.
“Aku
tidak mau kehilanganmu lagi”,
“
Hah, baiklah. Sepertinya aku harus menjelaskan padamu sekarang,”ucapku sambil
duduk di rumput bersamanya. Duduk dekat dengannya dan memandang dananu, aku pun
mulai menjelaskan alasan aku pergi darinya.
“Aku
harap kamu tak membenciku, Tagao. Aku pergi karena pernikahan kita tidak pernah
mendapatkan restu dari ayahku. Aku pergi menemui ayahku dan ia memberikan restu
akan hubungan kita ini. Dan alasan yang benar-benar membuatku pergi darimu
adalah kenapa kamu terus menyimpan kebohongan padaku?”,
Tagao
mulai menatap diriku, ia memegang kedua tanganku dalam genggamannya. “ Maafkan
aku, aku lakukan semua itu karena aku tidak mau kehilanganmu. Aku sungguh
mencintaimu”,
“Apa
cinta itu membuatmu melakukan segalanya demi aku?’,
“Ya,
akan kulakukan apapun halangannya”,
“Hah,
benar kata ayah”,
“Apa
kata ayahmu?”,
“Katanya
kamu terlalu mencintaiku, dan yang ia takutkan adalah kamu bisa mati tanpa aku.
Itu menyakitkan, jadi tegarlah saat aku pergi”,
Tagao langsung memeluk erat diriku, dengan wajah yang sangat dekat dia mencium bibirku.
Mencintai satu sama lain dalam pelukan erat. Lalu melepasnya, dan tersenyum padanya.
“Kau akan datang kan ke pesta ulang tahunku?,”tanya Tagao
“Ya tentu saja”
Menatap satu sama lain, dan melanjutkan cumbuan yang indah bersama suamiku. Aku merasakan
hatiku kembali bahagia setelah melihatnya masih mencintai diriku dan aku telah mendapatkan restu dari kedua orang tuaku. Aku akan memulai hidup baru dengannya, tapi dia sudah terlanjur bukan lagi Tagao yang dulu.
__ADS_1