Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 96


__ADS_3

3 hari kemudian,


          Keadaan


kembali damai, sejahtera dan tenang. Wolf tak terlihat di wilayah kerajaan


Tagao. Tagao masih menyimpan kesedihan yang dalam atas keterlambatannya


mengejar Aresha. Beberapa hari lagi Raja Tagao akan berulang tahun, maka semua


rakyat telah melakukan persiapan merias rumah dan menyiapkan kado untuk raja


setelah mendapat pemberitahuan dari seorang utusan raja bahwa Raja Tagao akan


mengundang rakyatnya untuk berpesta di istana bersama kerajaan yang lain.


***


          Sementara


itu di dunia bawah air, berdiri kerajaan sihir yang di pimpin oleh Raja Alex.


Raja Alex bukanlah dewa, ia juga manusia biasa yang mendirikan kerajaannya di


bawah air. Raja Alex adalah ayah Aresha. Raja Alex adalah nama panggilan


untuknya, dia lebih senang jika dipanggil Raja Alex di banding nama aslinya.


Beberapa hari ini, ia memperhatikan putri kesayangannya murung dan suka menyendiri.


Ia tahu apa sebabnya, dan mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk bicara


dengan putrinya setelah membiarkannya menyendiri beberapa hari ini.


          “Putriku,


kenapa kamu menyendiri? Bicaralah pada ayah, ayah ingin mendengar apa yang kamu


rasakan saat ini”,


          “Ayah,”pelukku


dan melepasnya, “ Aku takut, sangat takut”,


          “Apa


yang kamu takutkan, putriku?”,


          “Ayah,


apa ayah marah padaku atas apa yang kulakukan selama ini?”,


          “Tentu


tidak sayang jika itu membuatmu bahagia, ayah juga akan bahagia. Kamu tidak


salah. Apa ibumu telah memberikan restu padamu?’,


          “Iya


yah, ayah?”,


          Dengan


wajah tersenyum manis, “ Ayah ya, dia tidak seperti ayahnya. Dia benar-benar


mencintaimu. Ayah dengar ia akan berulang tahun dalam 2 hari lagi. Kamu tidak


pergi menemuinya?”,


          “Entahlah,


saat aku pergi ke air. Aku memintanya untuk mengejarku sebelum aku pergi ke air


jika tidak ia akan kehilanganku untuk selamanya. Aku takut jika kembali, ia


telah mencintai wanita lain dan aku terlambat”,


          Ayah


kembali tersenyum, “ Datanglah untuknya, ayah akan bahagia jika melihatmu


bahagia”,


          “Tapi


bagaimana dengan ayah? Ayah akan tinggal sendiri lagi?”,


          “Tidak


masalah sayang, kamu tahu wanita yang membawamu kesini?”,


          “Tidak


Yah, dia siapa?”,


          “Dia


ibu tirimu, maafkan ayah. Tapi dia wanita yang baik. Dia juga punya putra di


atas, kenapa kamu tidak pergi?”,


          “Benarkah?”,


          “Ya,


ayah minta maaf tidak memberitahumu dan meninggalkanmu selama ini”,


          “Aku


memaafkan ayah, terima kasih Yah telah merestui hubunganku dengan Tagao”,


          Ayah


tersenyum dan aku segera pergi ke dunia atas.


          Di


danau air perlahan-lahan naik ke atas dan membuka jalan, keluarlah diriku dan


berjalan di atas air ke tepian. Aku tersenyum manis dengan penuh bahagia dan


segera pergi ke desa.


***


          Tiba

__ADS_1


di desa, aku ingat masih ada urusan dengan wolf dan vampir. Tapi aku berharap


kali ini tidak ada yang mengenaliku. Kulihat rumah-rumah disini di hiasi dengan


indah. Aku senang melihat mereka dengan semangat menyambut pesta ulang tahun


Tagao. Dikesempatan ini pula banyak pedagang yang menjual dagangannya yang


indah dan cantik untuk hadiah pada Raja Tagao. Bunga-bunga pun banyak di


pinggir jalan. Desa dekat dengan kerajaan ini dihiasai begitu indah dan aku


kagum sekali.


          Kereta


kencana datang dan berhenti di iringi oleh pengawal istana. Seorang pria


keluar, ia pergi ke toko perhiasan. Awalnya kupikir ia adalah Tagao karena diiringi


pengawal ternyata bukan, kedatangannya hampir membuatku berlari. Tapi setelah


melihat dia bukan Tagao, aku pun kembali tenang. Kembali berjalan melihat-lihat


pedesaan.


***


          Pria


yang datang dengan kereta kencana diiringi oleh pangawal adalah orang


kepercayaan Tagao, dan seorang vampir. Miguel adalah nama pria itu. Begitu ia


melihat Aresha, ia secepatnya masuk dan mengirim pesan pada Tagao lewat burung


merpati.


          Di


istana, Tagao mendapatkan pesan dari Miguel, “ Aku melihat Aresha di desa, ia


kembali”. Dengan segera Tagao keluar dari istana, menungangi kudanya dan pergi


ke desa. Ia jalan-jalan sendirian untuk mencari Aresha.


***


          Perjalananku


berakhir pada sebuah pertunjukan kecil, pertunjukan jalanan seperti sulap, dan


sirkus. Pertunjukan yang menarik dan menjadi hiburan tersendiri. Dari


pertunjukan tersebut mereka bisa memperoleh uang. Kupikir beberapa menit lagi


pertunjukan selesai dan memutuskan pergi sebelum mereka meminta uang padaku.


Aku tidak punya uang untuk diberikan pada mereka atas pertunjukan tersebut.


          Namun


saat hendak pergi seorang pria berkuda datang, ia tepat berada di belakangku.


Aku rasa aku mengenalnya, kutundukan kepalaku dan pergi. Berjalan kembali dan


gaun dan melihat gaun-gaun yang diperlihatkan di depan toko. Aku pun tidak


pernah menduga seorang pria menyapa diriku. Pria yang sama kulihat.


          “Hay,


bagaimana kabarmu hari ini Nona?,”tanyanya


          “Hay


juga, kabarku baik. Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu”,


          “Namaku


Miguel, aku pernah melihatmu tapi dimana ya?,”Miguel mulai berpikir. , “ Kau


seorang yang diajak Raja Taago bicara berdua saat pembebasan dan penyerangan


pada Raja Young. Apa kau ingat aku?”,


          “Em,


pria yang…oh ya aku ingat. Aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian, aku


bisa hidup bebas”,


          “Ya


sudahlah tak perlu berterima kasih. Oya apa kau sudah tahu bahwa Raja Tagao


akan mengadakan pesta uang tahun dalam 2 hari lagi?”,


          “Ya


aku tahu”,


          “Apa


kau akan datang?’,


          “Akan


kupikirkan”,


          “Em,


sepertinya kamu tak akan datang. Apa kamu tidak punya gaun?”,


          “Aku


punya ada banyak, aku hanya ragu jika ia melihatku. Ia akan….”, tiba-tiba Tagao


berada di belakangku berucap “ Aku tidak akan menyakitimu! Aku menemukanmu


kan?.”


          Melihat


kedatangan Raja Tagao, kami memberi hormat padanya. Aku hanya diam saja tidak


menjawab ucapannya.

__ADS_1


          “Yang


mulia sudah datang, hamba mohon permisi!,”ucap Miguel meninggalkan kami berdua.


Sebelum Miguel benar-benar pergi, Tagao memberikan kuda miliknya pada Miguel


untuk dibawanya ke istana. Tagao mendekatiku dengan senyuman manisnya, “Aku


menemukanmu kan? Jadi apa kau akan menepati janjimu padaku?”.


          Aku


tersenyum manis, “ Mau jalan-jalan? Kudengar kamu akan berulang tahun 2 hari


lagi. Kulihat mereka semua sangat bersemangan menyambut pesta itu”,


          “Ya,


mereka seperti yang kamu lihat. Kamu tidak mengubah topic pembicaraan kita


kan?”,


          “Tidak,


aku tidak mengubah topic pembicaraan kok. Mau ke danau?”,


          “Danau


jauh dari sini dan kita akan perlu kuda”,


          “Kupikir


vampir tak perlu kuda!”,


          Tagao


tersenyum manis, “ Bagaimana cara aku membawamu kesana?”,


          “Mengendongku.


Danau dimana terakhir kali kamu melihatku”.


          Saat


tak ada yang melihat Tagao mengendongku dan pergi dengan cepat ke danau dimana


kami berpisah. Di tepi danau itu Tagao menurunkanku.


          “Aku


sudah bilang kan bahwa vampir tak perlu kuda?”,


          “Ya


kamu benar, jadi bagaimana dengan janjimu?”,


          “Kenapa


kamu selalu membicarakan hal itu padaku? Kamu takut aku pergi lagi?,”ucapku


sambil menatap dirinya dengan dekat.


          “Aku


tidak mau kehilanganmu lagi”,


          “


Hah, baiklah. Sepertinya aku harus menjelaskan padamu sekarang,”ucapku sambil


duduk di rumput bersamanya. Duduk dekat dengannya dan memandang dananu, aku pun


mulai menjelaskan alasan aku pergi darinya.


          “Aku


harap kamu tak membenciku, Tagao. Aku pergi karena pernikahan kita tidak pernah


mendapatkan restu dari ayahku. Aku pergi menemui ayahku dan ia memberikan restu


akan hubungan kita ini. Dan alasan yang benar-benar membuatku pergi darimu


adalah kenapa kamu terus menyimpan kebohongan padaku?”,


          Tagao


mulai menatap diriku, ia memegang kedua tanganku dalam genggamannya. “ Maafkan


aku, aku lakukan semua itu karena aku tidak mau kehilanganmu. Aku sungguh


mencintaimu”,


          “Apa


cinta itu membuatmu melakukan segalanya demi aku?’,


          “Ya,


akan kulakukan apapun halangannya”,


          “Hah,


benar kata ayah”,


          “Apa


kata ayahmu?”,


          “Katanya


kamu terlalu mencintaiku, dan yang ia takutkan adalah kamu bisa mati tanpa aku.


Itu menyakitkan, jadi tegarlah saat aku pergi”,


          Tagao langsung memeluk erat diriku, dengan wajah yang sangat dekat dia mencium bibirku.


Mencintai satu sama lain dalam pelukan erat. Lalu melepasnya, dan tersenyum padanya.


          “Kau akan datang kan ke pesta ulang tahunku?,”tanya Tagao


          “Ya tentu saja”


Menatap satu sama lain, dan melanjutkan cumbuan yang indah bersama suamiku. Aku merasakan


hatiku kembali bahagia setelah melihatnya masih mencintai diriku dan aku telah mendapatkan restu dari kedua orang tuaku. Aku akan memulai hidup baru dengannya, tapi dia sudah terlanjur bukan lagi Tagao yang dulu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2