
Aku berharap dapat mengubah keadaan ini menjadi lebih baik. Menjaga perpustakaan kerajaan dan selalu dekat dengan sang Raja. Kedekatan inilah yang membuat kecurigaan permaisuri. Aku di jebloskan ke penjara.
Sementara itu Raja Felix sedang menyiapkan perangnya dengan penguasa lain. Begitu perang meledak, istana ini berhasil di rebut oleh mereka. Kini Raja Young berkuasa di sini.
Semua tahanan di perlihatkan padanya. Tua renta akan di pacung, dan muda akan di jadikan budak termasuk diriku. Aku bergabung bersama mereka yang menjadi budak, hampir tidak setetes pun minum dan makanan yang kami dapatkan. Melemah dan di pacung, hampir semua tanah berisi manusia dan penguasa itu sangat kejam. Aku tahu setiap pandangan di malam buta, angin yang bertiup lebih mengerikan lagi dari pada menjadi budak. Golongan vampire perlahan-lahan mengambil budak yang lebah dan menjadikannya bagian dari mereka.
***
Di
pagi buta, kami kembali bertugas. Raja Young mendapatkan laporan mengenai berkurangnya
jumlah kami. Ia terlihat tidak takut, dan memperingatkan kami.
“
Jika kalian mencoba kabur, aku tidak segan akan langsung memacung
kalian”ucapnya didepan kami semua.
Aku
hanya tersenyum manis melihatnya. Kami semua bekerja keras untuk membangun
benteng kerajaan ini, tetapi apa yang kami dapatkan. Kami tak mendapatkan
apapun darinya selain kekejaman yang dia berikan.
***
Saat
jam istirahat, kami hanya mendapatkan minum di ember dan sepotong roti untuk
kami semua. Jumlah kami puluhan, makanan pun jadi rebutan. Aku melihat Young
memperhatikan kami, ia membiarkan budak-budaknya mati kelaparan.
Aku
hanya diam membisu, kubiarkan makananku direbut mereka. Aku merasa kasihan pada
mereka yang tak berdaya tetapi aku tak bisa melakukan apapun. Aku hanya bisa
mendoakan mereka agar jiwa-jiwa mereka tenang.
***
Suatu
malam, disaat hujan lebat datang membasahi negeri ini. Kami Semua tertidur
lelap dan benteng telah selesai dibangun. Aku tidak bisa tidur, duduk
memperhatikan cahaya lampu obor. Kupejamkan mataku dan mulai mendengar
suara-suara rintihan dan ucapan. Kudalamkan pendengaranku pada Raja Young, “
Besok sebelum matahari terbit, bunuh semua budak. Aku tidak peduli dengan
mereka, mereka tak lagi berguna bagiku”.
Begitu mendengar langsung kubuka mataku. Aku
melihat bayang-bayang yang cepat bergerak, tetapi tidak ada teriakan atau manusia
terlihat dalam ruang penjara ini. Kudekatkan diriku pada sel tahanan, menoleh
dan memandang jauh kanan dan diri. Tetapi tetap saja aku tidak melihat apapun. Kecuali
mereka ( budak) yang tertidur lelap.
Tiba-tiba
dengan cepat didepanku telah muncul Tagao, dia tersenyum manis dan berucap “
Aku tidak akan membiarkanmu terluka, ikutlah denganku” mengulurkan tangannya
padaku.
Terhalang
sel, kuulurkan tangan dan berucap “ Aku tidak mau ikut denganmu tetapi aku tahu
ini dalam waktu sempit” kemudian kami saling melepaskan tangan, kumelangkah
mundur.
Lalu Tagao menghancurkan sel tahanan dan
membawa diriku pergi. Di luar tepat halaman istana, kumelihat banyak sekali
vampire yang membawa pergi budak-budak ketempat yang lebih aman. Pasukan dan
Young pun berperang melawan mereka. Tetapi nampaknya Young tidak tahu apa
kelemahan vampire. Vampir hanya menghabisi pasukan, sedangkan Young dibiarkan
hidup.
***
__ADS_1
Istana
Tagao, kami semua berkumpul disini. Mereka semua menghormati Tagao kecuali aku.
Aku ikut membungkukkan tubuh disampingnya. Kulakukan itu sebagai tanda terima
kasih.
“ Berdirilah, pergilah dengan kebebasan
kalian,”ucap Tagao pada semua orang, “ Aresha, aku ingin bicara padamu. Ikutlah
denganku.”
Aku
pun mengikuti langkah Tagao, ia membawaku ke sebuah ruangan. Hanya ada kami
berdua yang ada di ruangan ini. Duduk di kursi berhadapan dengannya. Ia nampak
menatapku, entah apa yang ia pikirkan.
“ Aku tidak bisa mencintai wanita lain
selain kamu, aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu”
“ Untuk apa minta maaf? Aku bukan istimu,
aku bukan Aresha!”
“ Ayolah, aku tahu itu kau. Kau pergi
meninggalkanku, kau pergi dan mencari kehidupan lain. Aku bisa memberimu
kehidupan yang lebih baik”
“ Aku mencari kehidupan yang lain selain
harus denganmu. Aku memiliki firasat bahwa ibuku tidak akan pernah merestui
hubungan kita dan ayahku juga. Ia mengatakan merestui tetapi dibelakangnya
tidak”
“ Kedua orang tuamu tidak merestui? Apa
salahku?”
“ Pertama karena pembunuhan itu, ayahmu
telah membunuh ibuku. Tapi ibuku memaafkanmu, tapi ada hal yang lain. Seseorang
yang terhianati dan telah dibohongi”
“ Entahlah, untuk apa aku ceritakan itu
padamu. Keadaan tidak akan bisa diperbaiki sekarang, Tagao”
“ Kuyakin semua itu bisa diperbaiki, akan
kulakukan apapun agar kita mendapatkan restu dari kedua orang tuamu”
“ Kalau begitu biarkan aku pergi, besok pagi
kejarlah diriku. Jika kau berhasil menemukanku maka aku akan menjadi milikmu
selamanya, tetapi jika sebaliknya maka kita tidak akan pernah bertemu”
“ Akan kukejar kau kemana pun”
“ Aku percaya dan memiliki firasat lain”
sambil melangkah pergi keluar istana dan berjalan menuju kegelapan malam.
Begitu
dalam hutan, aku cepat berlari sebelum matahari terbit aku harus sudah berada
di dasar sungai atau danau. Tetapi ditengah perjalanan, aku bertemu sekelompok
wolf. Tiba-tiba dihadapanku muncul Aira, “ Mau kemana? Aku mencarimu”.
“ Jika begitu kau sudah menemukanku
sekarang”
“ Ya, mau kuantar pulang?”
“ Tidak, aku tidak satu rumah denganmu
bahkan keluarga pun”
“ Tetapi bagaimana jika aku jadi suamimu
lagi?”
“ Jangan harap, kau pikir kau siapa? Wolf!”
“ Aku punya tawaran lain untukmu, bagaimana
kau berlari secepat mungkin dan berteriak memanggil Tagao. Ketika ia datang
__ADS_1
akan segera kuhabisi kau dan pengeranmu itu”
“ Ya boleh, siapa yang cepat dia selamat dan
sebaliknya”,
kemudian aku mulai berlari sementara wolf
menunggu jarak. Ketika diriku merasa jauh dengan wolf, wolf yang menunggu mulai
bergerak. Terus berlari dalam kegelapan meski dalam ketakutan, hingga aku tiba
di tepi sungai.
Berjalan
di air, belum saja diriku tenggelam wolf telah ada dibelakang. Mereka mendekat
dan mulai menyerang. Namun ketika ingin mendekat dengan air, mereka terbang dan
menghantam pohon.
Setiap
kali wolf mencoba mendekat selalu sama. Aku melihat kejadian itu hanya berdiam.
Tiba-tiba di tengah sungai keluar semburan air dan munculnya seorang mengenakan
kerudung.
Ia
berjalan mendekatiku dan berucap “ Jika kalian menyakiti dia, aku akan
menghancurkan kalian bagaikan debu. Jadi pergilah!”.
Mereka
tidak mendengarkan ucapannya, hingga ia menggunakan kekuatannya untuk mengusir
wolf secara paksa. Badai tiba-tiba datang dan membawa wolf pergi.
“ Aresha, ikutlah denganku. Aku bisa
menunjukan jalan terbaik semua ini. Tetapi jujur saja aku tidak suka kamu
memilih menikah dengan laki-laki keparat itu”
“ Maksudmu Tagao?”
“ Ya, dia”
“ Karna apa? Siapa kamu?”
“ Aku adalah orang yang sangat dekat
denganmu, hanya aku yang kamu miliki. Mau mencoba membuat pria itu menyesal
seumur hidupnya sekali?”
“Maksudmu?”
“ Kita akan membuat kejutan untuk Tagao!”
***
Ketika
matahari mulai terbit disebelah timur, aku dan wanita berkerudung itu menunggu
Tagao datang. Terlihat dari kejauhan burung-burung berterbangan.
“ Kau lihat vampire dan wolf mengicar
dirimu”ucapnya
“ Sebaiknya kita pergi!”
“ Kenapa? Kau takut?”
“ Tidak, tetapi aku akan katakan pada Tagao
jika matahari terbit kejarlah diriku. Jika ia dapatkan diriku maka aku akan
jadi istrinya”
“ Hanya karna itu ya, masuklah ke air
bukankah ayahmu penguasa sihir bawah air?”
“ Ya benar itulah rencanaku”
“ Ya” sambil melangkah masuk ke sungai
bersama Aresha.
Tenggelam dan air kembali tenang. Sementara
itu wolf dan vampire saling dulu-duluan menemukan Aresha. Mereka mencium bau
Aresha sampai tepi sungai, setelahnya menghilang. Tagao menatap air dengan
__ADS_1
kekosongan, kemudian vampire dan wolf pergi meninggalkan tempat itu. Namun bagi
Tagao, ia akan tetap mencintai Aresha dan mencarinya sampai kapanpun juga.