Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 309 Dunia Mimpi Xia part.3


__ADS_3

“Kenyataan yang telah terjadi, di dunia ini semuanya akan terulang. Kamu akan menjadi incaran berikutnya!”


“Aku tidak takut pada ancamanmu itu. Sebenarnya kamu itu siapa? Dimana teman- temanku?”


“Hah, ya ampun! Menanyakan hal itu padaku sudah jelas salah. Aku adalah dirimu, mana mungkin aku bisa menjawabnya!”


“Benarkah? Menurutku tidak!. Aku hanya ada satu di dunia ini dan kamu bukan lah aku!” ucap Xia dengan suara kesal.


“Apa? Tapi nyatanya kamu adalah aku. Aku adalah kamu!” ucap Xia masa lalu tersenyum sinis.


“Aku yang asli, bukan kamu! Kamu hanyalah masa laluku” ucap Xia.


“Oh benarkah? Kalau begitu kita buktikan saja siapa yang asli!” jawab Xia yang dulu sembari mengambil aba- aba untuk menyerang Xia yang sekarang.


Xia yang sekarang pun mengambil aba- aba untuk melawan dirinya sendiri. Xia yang dulu dan Xia sekarang pun mulai saling menyerang. Xia mengeluarkan kemampuan dirinya sebagai pengendali air.


Xia yang dulu menyerang Xia yang sekarang dengan air dan mengubahnya menjadi es, Xia yang dulu dengan cepat menghindari serangan itu.


Lalu Xia yang sekarang membalas serangan Xia yang dulu, menyerang satu sama lain dan mempertahankan diri.


Hingga Xia yang sekarang menyerang Xia yang dulu, dan serangannya berhasil mengenai Xia yang dulu. Lengan Xia yang dulu terluka parah, dan darah segar keluar mengalir ke tangannya.


Xia yang sekarang tersenyum manis dan merasa senang telah berhasil melukai musuhnya. Tetapi seketika itu pula Xia merasakan sakit di lengannya. Rasa sakit yang tak tertahankan hingga membuat terjatuh, ia melihat lengannya sendiri dan tidak ada yang terluka tetapi ia merasakan sakit yang hebat.


Xia yang dulu tersenyum manis, tertawa dan berucap “Hahahaha....lucu sekali! Sangat lucu kan? Kamu memang bodoh kenyataannya. Bagaimana rasanya? Sangat sakit!”

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan?”


“Aku tidak melakukan apapun, tapi kamu lah yang melakukan hal itu”


“Apa maksudmu?”


“Ya, maksudku kamu memang lemah. Kau bahkan membiarkan temanmu dalam bahaya, kamu memang seorang putri dari klan pengendali air. Tapi kamu sangat lemah. Oh ya, aku ingin mengatakan hal lain” ucap Xia yang dulu sembari tersenyum.


Entah datang dari mana, tiba- tiba Eun datang dan mendekati Xia yang dulu. Ia membantu Xia yang dulu berdiri.


“Kamu baik- baik saja, Xia?” tanya Eun sembari membantu Xia yang dulu berdiri.


“Ya, aku baik- baik saja. Eun, kamu disini? Aku ingin bertanya padamu. Apakah kamu menyukaiku? Atau menyukai gadis yang ada di depanmu ini?”


“Benarkah? Jadi kamu tidak menyukai gadis di depanku ini?”


“Ya tentu saja tidak, untuk apa aku menyukai gadis yang lemah dan bodoh seperti dia! Dia bahkan tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik!”


“Kau dengar sendiri kan Xia? Dia lebih menyukaiku daripada dirimu. Kamu adalah gadis yang lemah!”


Xia yang sekarang menggenggam erat tangannya sendiri, lalu berucap “Eun, ini aku yang asli. Dia bukanlah Xia. Kenapa kamu mengatakan ini padaku?”


“Kamu adalah Xia? Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu, dan kamu bukanlah Xia!” jawab Eun.


“Eun, ini aku! Aku adalah Xia, dia bukanlah Xia!”

__ADS_1


“Hei, bisakah kamu melihat dirimu di depan cermin? Kamu bukan lah Xia. Sebaiknya kamu pergi sebelum aku melukaimu!”


“Eun!” ucap Xia yang sekarang mencoba menyakinkan diri pada Eun.


Saat itu juga Zanko datang, ia mendekati Xia yang dulu dan juga Eun.


“Eun, siapa gadis tua ini?”


“Dia seorang penipu, dia bilang dia adalah Xia. Xia bersama kita sekarang, dan dia bukanlah Xia!”


“Ah, ya benar. Hei nenek, kenapa di usiamu yang tua ini kamu masih saja mencoba menipu orang lain? Apa kamu tidak punya cermin?”


Xia yang mendengar ucapan Eun dan Zanko terkejut, dirinya disebut nenek. Xia pun segera melihat tangannya sendiri, tangannya yang memiliki kulit yang lembut perlahan- lahan mulai keriput dan kasar. Ia pun mulai merasakan hal aneh pada wajah dan dirinya. Ia memegang wajahnya, ia merasa wajahnya mulai keriput dan tubuhnya tak lagi sekuat dulu.


Ia menyadari akan sesuatu, dirinya yang tak dapat berdiri lagi itu mungkin karena dirinya yang mendadak menjadi tua renta seperti nenek. Xia mulai merasa apa yang terjadi pada dirinya di sebabkan oleh Xia yang dulu, Xia jahat.


“Eun, Za..n...k...o. I-ni sa-ya, X-ia” ucap Xia yang sekarang, yang entah kenapa ia tak bisa bicara dengan benar, suaranya seperti tenggelam dan seperti nenek tua.


“Hah, apa yang kamu katakan si nenek tua? Zanko, Eun. Ayo kita pergi? Nenek ini jahat, ia menyerangku dan membuatku terluka!”


“Ya, ayo kita pergi. Nenek tua ini hanyalah nenek yang tidak tahu diri!”


“Ya, ayo kita pergi. Nenek tua ini hanyalah nenek yang tidak tahu diri!”


Eun, Zanko dan Xia yang dulu pun pergi meninggalkan tempat ini. Xia yang sekarang tak bisa bergerak, bahkan untuk berdiri saja sangat sulit baginya. Xia menjadi tua renta.

__ADS_1


__ADS_2