Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 168


__ADS_3

Salah satu dari mereka mengambil cermin itu, dan memperlihatkan bayangan dirinya. Dirinya terlihat begitu cantik di depan cermin, hingga temannya tertarik untuk melihat bayangannya di cermin. Ya pada akhirnya mereka semua melihat bayangan mereka di depan cermin. Karna cermin ini kecil dengan ukuran persegi empat, salah satu mereka mendirikan cermin di atas meja dengan sandaran vas bunga. Lalu mereka semua melangkah mundur dan saling berbagi. Mereka semua dapat melihat diri mereka di depan cermin tanpa harus bergantian.


"Aku sangat cantik! Kalian lihat kan, aku ini cantik banget" pujinya pada diri sendiri, sementara temannya hanya menganggukan kepala.


"Ya tentu saja, kamu adalah gadis tercantik di akademi ini dan juga terhebat. Tidak ada yang bisa mengalahkamu!"


"Ya tentu saja!"


Pujian dengan kesombongan itu terus saja terdengar di ruangan ini hingga mereka tak tahu akan ada bahaya di depan mereka.


Sementara itu disisi lain, keberadaan Xia.


Xia telah berhasil menghindar dari teman- teman asrama yang ingin mengjahilinya, mereka tidak hanya jahil tetapi juga bisa di anggap jahat. Xia ingat akan pesan dari Aresha, ia pun segera mengambil batu dan menghancurkan cermin itu berkeping- keping.


Bersamaan dengan tindakan yang di lakukan oleh Xia, saat Xia menghancurkan cermin itu sebenarnya ia juga telah menghancurkan cermin yang tertinggal di asrama. Cermin di asrama itu hancur berkeping- keping seperti yang di hancurkan oleh Xia. Kaca yang pecah itu menghasilkan sebuah ledakan, hingga pecahan kacanya mengenai tubuh sekelompok gadis yang sedang sibuk bercermin. Pecahan kaca itu mengenai wajah mereka hingga pecahan kecil kaca menancap di wajah mereka. Darah segar pun segera keluar bersamaan dengan rasa sakit nan perih dari tubuh mereka.


Spontan mereka semua berteriak, dan berlari keluar kamar ini hingga membuat perhatian seisi asrama dan Ibu Oshaberi. Ibu Oshaberi datang dan melihat kejadian gaduh ini. Ia melihat ke empat gadis yang terluka parah. Ibu Oshaberi pun melihat pintu kamar Xia yang terbuka.

__ADS_1


Salah satu dari keempat gadis itu mengadu pada Ibu Oshaberi.


"Ini semua ulah Xia, Ibu Oshaberi. Xia melakukan semua ini pada kami!" teriaknya sembari menahan rasa sakit di wajah yang penuh darah.


Lalu spontan pula temannya berucap, "Ya itu benar! Xia menjebak kami! Dia sengaja melakukan ini pada kami"


Tanpa terpancing emosi, Ibu Oshaberi menjawab "Lalu dimana Xia?"


Spontan ke empatnya saling berpandangan, dan dengan beraninya salah satu dari mereka menjawab "Entahlah, Xia tidak ada di kamarnya! Tapi ini salah Xia!" ucapnya dengan perasaan kesal.


Tanpa menjawab ke empatnya segera pergi menuju ruang kesehatan akademi. Begitu mereka pergi, semua orang yang tinggal di asrama ini tetap berada di tempat dan memperbincangkan kejadian ini. Pengawas akademi pun datang dan mendekati Ibu Oshaberi.


"Maaf, kami datang terlambat!" ucapnya sebagai perwakilan dirinya dengan dua temannya.


Kedatangan ketiga pria itu membuat perhatikan penghuni asrama, mereka semua menjadi sangat penasaran apa yang telah terjadi pada ke empat gadis itu. Sebagian dari mereka ada yang menyalahkan Xia, seperti yang telah di dengar dan ada pula yang tersenyum manis sembari dalam hatinya berucap, "Yah begitulah akibatnya! Lain kali jangan usil, jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan! Kalian memang anak nakal, jadi tidak masalah bagiku. Memang itu akibatnya!."


Tanpa menjawab ke empatnya segera pergi menuju ruang kesehatan akademi. Begitu mereka pergi, semua orang yang tinggal di asrama ini tetap berada di tempat dan memperbincangkan kejadian ini. Pengawas akademi pun datang dan mendekati Ibu Oshaberi.

__ADS_1


"Maaf, kami datang terlambat!" ucapnya sebagai perwakilan dirinya dengan dua temannya.


Kedatangan ketiga pria itu membuat perhatikan penghuni asrama, mereka semua menjadi sangat penasaran apa yang telah terjadi pada ke empat gadis itu. Sebagian dari mereka ada yang menyalahkan Xia, seperti yang telah di dengar dan ada pula yang tersenyum manis sembari dalam hatinya berucap, "Yah begitulah akibatnya! Lain kali jangan usil, jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan! Kalian memang anak nakal, jadi tidak masalah bagiku. Memang itu akibatnya!."


Kedatangan ketiga pengawas yang bertemu dengan Ibu Osaberi.


"Maaf, kami datang terlambat!" ucapnya sebagai perwakilan dirinya dengan dua temannya.


Ibu Oshaberi tersenyum manis dan menjawab, "Ya tidak masalah. Ke empat gadis tadi mengatakan bahwa Xia yang menyerang mereka. Sementara Xia tidak ada di kamarnya. Tolong selidiki ini, jika memang Xia pelakunya maka saya akan memberinya hukuman berat!"


Ketiga pria itu saling tatap satu sama lain, lalu salah satu darinya memberanikan diri dengan berucap "Maaf Ibu Oshaberi, bagaimana mungkin Xia melakukan semua ini? Sementara dia tidak ada di kamar. Ya tapi tidak masalah, kami akan melakukan penyelidikan pada Xia"


"Ya itu bagus, mulailah bekerja!"


Sisi lain keberadaan Xia.


Setelah berhasil menghancurkan cermin itu, Xia secepatnya mencari Aresha. Ya Xia ingat apa yang di katakan oleh Aresha bahwa cermin itu akan membawa dirinya bertemu dengan Aresha.

__ADS_1


__ADS_2