
“Ya, aku akan mencobanya lagi! Tenang saja, kali
ini pasti berhasil!” ucapnya penuh semangat.
“Ya terserah kau saja!” ucapku tersenyum manis.
Mendengar ucapan seperti itu Xia mulai kesal, dan
ia mulai kembali fokus berlatih. Ia mengarahkan semua kemampuan dan semangatnya
untuk berlatih mengendalikan air dari dalam tanah.
Xia berfokus mencoba merasakan keberadaan air di
dalam tanah, sementara diriku hanya diam dan mengamatinya dari sini.
Tiba- tiba saat kami latihan, sekelompok orang
melintas tak jauh dari kami. Langkah mereka terhenti begitu melihat kami
berdua. Diam- diam aku memperhatikan mereka yang datang, sementara Xia terus
berlatih. Ia gagal berulang kali.
Xia selalu mengalami kesulitan menaikan air ke
permukaan, ia berhasil mengubahnya menjadi senjata tetapi gagal menaikannya ke
permukaan tanah. Tetapi dia bukan gadis yang mudah putus asa. Ia terus mencoba.
Sementara sekelompok orang yang datang kemari itu
membicarakan kami berdua. Ya aku mendengarnya, aku mendengar ocehan mereka
terhadap Xia.
“Hey, lihat itu?! Gadis lemah itu berlatih dengan
siapa? Hah... meski pun dia terus berlatih, dia tetap saja lemah!”
“Yah, dia memang tidak berbakat! Pantas saja dia
selalu gagal, mungkin di ujian ability nanti dia akan di keluarkan dari
akademi. Ya, sepertinya itu lebih bagus!”
“Benar, ya bukankah dengan begitu akademi ini akan
membaik! Semejak dia ada di akademi ini, dan dia ikut ujian ability, nama
akademi ini menjadi buruk karnanya! Dia gadis pembawa sial!”
“Ya, memang gadis pembawa sial!”
“Hey, apakah gadis bersama gadis lemah itu murid
baru di akademi kita?”
__ADS_1
“Ya benar! Itu memang dia”
“Kenapa dia berteman dengan gadis lemah itu?”
“Oh ya, kudengar anak baru itu satu kamar dengan
gadis lemah itu!”
“Oh, begitu rupanya. Apa kita perlu mengajaknya
berteman?”
“Tidak, aku rasa tidak. Dia terlihat lemah, aku
yakin anak baru itu juga lemah. Mungkin dia hanya berbekal satu elemen yang dia
tahu. Mengendalikan benda, hahaha....”
“Ya... jika itu benar, sebaiknya kita mulai
memberinya pelajaran nanti di ability magie! Aku tidak sabar menghajarnya
dengan kemampuanku!”
“Hah, sebaiknya kita pergi dari sini sebelum
tertular kelemahan!” ucapnya.
Tanpa banyak bicara lagi mereka pun pergi
Xia terus berlatih. Ia selalu gagal di jalan yang sama, tapi aku percaya suatu
saat nanti kata- kata itu akan berbalik dan Xia tentu bisa membuktikan dirinya
bahwa dia bisa melampaui semuanya, dia bisa lulus dalam ujian ability magie.
Xia terus berusaha hingga ia kelelahan dan tidak
bisa melakukannya lagi. Karena kelelahan Xia tidak bisa merasakan keberadaan
air dalam tanah lagi. Dengan tubuh semboyongan karna kelelahan, Xia mendekatiku
dan langsung duduk di dekatku. Ia berusaha mengumpulkan tenaganya untuk bicara
padaku.
Xia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya. Dengan
sisa tenaga yang ada, Xia berucap “Ah, kenapa sulit sekali? Mengapa aku tidak
bisa menembus tanah? Apa air yang kukendalikan itu kurang?.”
Aku tersenyum manis, dan menjawab “Bukan airnya
yang kurang, tetapi kecepatanmu. Kamu harus menahan tanah menyerap air milikmu,
dan mempercepat pergerakannya! Tanah bisa menyerap air yang jika di perlambat
__ADS_1
akan meresap air yang kamu kendalikan, lalu habis tanpa sisa. Itu belum lagi tantangan
saat kamu mengendalikan air yang sudah muncul ke permukaan tanah, terik panas
matahari juga akan mempengaruhi keadaan. Ya setidaknya kamu sudah bisa mengendalikan
airnya. Merasakan air di dalam tanah itu juga sulit jika tidak bisa merasakan
keberadaan air, kamu tidak bisa memiliki senjata elemen air. Usaha kamu sudah
bagus, tetap berlatih ya?! Ah iya, kita sudah lama disini kan? Aku ingin
kembali ke dunia nyata. Dunia ini lumayan!”
Xia tersenyum manis, perasaannya senang atas pujian
yang diberikan tetapi setelah memikirkan akan pujian itu Xia menjadi ragu.
Wajahnya menjadi sedih, Xia pun berucap “Apa benar?
Apa benar aku berhasil?”
Aku yang mendengar Xia berucap begitu, aku pun melihat
ke arahnya. Ia tampak sedih, entah apa yang terjadi padanya tetapi aku akan
menjawabnya dengan jujur.
“Ya tentu saja, apa kamu pikir aku bercanda? Aku bukan
orang yang munafik, tetapi aku memiliki sebuah tujuan yang tidak boleh kamu
campuri. Tapi aku berkata jujur padamu, kamu bisa mengendalikan air dalam tanah
dan merasakannya saja itu sangat hebat bagiku. Apa kamu pikir yang kamu lakukan
itu mudah? Tentu saja tidak, Xia! Hanya orang bodoh yang menganggapnya mudah.
Jika kamu terus berlatih, kamu bisa lulus di ujian ability magie itu. Jadi
jangan mudah putus asa, aku benci orang seperti itu!”
Xia terkejut mendengarnya, ia merasa pertanyaannya
telah membuat Aresha kesal padanya. Xia pun mencoba menarik kata- katanya lagi
dan meminta maaf.
“Aresha, aku menarik kata- kataku. Aku minta maaf! Aku
tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu!”
“Tidak apa, aku mengerti keadaanmu. Pengalaman di
masa lalu memang sulit di lupakan. Ya, sebaiknya pergi ke dunia nyata! Aku haus
dan lapar, bisakah aku mendapatkan makanan dan minuman?”
__ADS_1