Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 148


__ADS_3

“Ya, aku akan mencobanya lagi! Tenang saja, kali


ini pasti berhasil!” ucapnya penuh semangat.


“Ya terserah kau saja!” ucapku tersenyum manis.


Mendengar ucapan seperti itu Xia mulai kesal, dan


ia mulai kembali fokus berlatih. Ia mengarahkan semua kemampuan dan semangatnya


untuk berlatih mengendalikan air dari dalam tanah.


Xia berfokus mencoba merasakan keberadaan air di


dalam tanah, sementara diriku hanya diam dan mengamatinya dari sini.


Tiba- tiba saat kami latihan, sekelompok orang


melintas tak jauh dari kami. Langkah mereka terhenti begitu melihat kami


berdua. Diam- diam aku memperhatikan mereka yang datang, sementara Xia terus


berlatih. Ia gagal berulang kali.


Xia selalu mengalami kesulitan menaikan air ke


permukaan, ia berhasil mengubahnya menjadi senjata tetapi gagal menaikannya ke


permukaan tanah. Tetapi dia bukan gadis yang mudah putus asa. Ia terus mencoba.


Sementara sekelompok orang yang datang kemari itu


membicarakan kami berdua. Ya aku mendengarnya, aku mendengar ocehan mereka


terhadap Xia.


“Hey, lihat itu?! Gadis lemah itu berlatih dengan


siapa? Hah... meski pun dia terus berlatih, dia tetap saja lemah!”


“Yah, dia memang tidak berbakat! Pantas saja dia


selalu gagal, mungkin di ujian ability nanti dia akan di keluarkan dari


akademi. Ya, sepertinya itu lebih bagus!”


“Benar, ya bukankah dengan begitu akademi ini akan


membaik! Semejak dia ada di akademi ini, dan dia ikut ujian ability, nama


akademi ini menjadi buruk karnanya! Dia gadis pembawa sial!”


“Ya, memang gadis pembawa sial!”


“Hey, apakah gadis bersama gadis lemah itu murid


baru di akademi kita?”

__ADS_1


“Ya benar! Itu memang dia”


“Kenapa dia berteman dengan gadis lemah itu?”


“Oh ya, kudengar anak baru itu satu kamar dengan


gadis lemah itu!”


“Oh, begitu rupanya. Apa kita perlu mengajaknya


berteman?”


“Tidak, aku rasa tidak. Dia terlihat lemah, aku


yakin anak baru itu juga lemah. Mungkin dia hanya berbekal satu elemen yang dia


tahu. Mengendalikan benda, hahaha....”


“Ya... jika itu benar, sebaiknya kita mulai


memberinya pelajaran nanti di ability magie! Aku tidak sabar menghajarnya


dengan kemampuanku!”


“Hah, sebaiknya kita pergi dari sini sebelum


tertular kelemahan!” ucapnya.


Tanpa banyak bicara lagi mereka pun pergi


Xia terus berlatih. Ia selalu gagal di jalan yang sama, tapi aku percaya suatu


saat nanti kata- kata itu akan berbalik dan Xia tentu bisa membuktikan dirinya


bahwa dia bisa melampaui semuanya, dia bisa lulus dalam ujian ability magie.


Xia terus berusaha hingga ia kelelahan dan tidak


bisa melakukannya lagi. Karena kelelahan Xia tidak bisa merasakan keberadaan


air dalam tanah lagi. Dengan tubuh semboyongan karna kelelahan, Xia mendekatiku


dan langsung duduk di dekatku. Ia berusaha mengumpulkan tenaganya untuk bicara


padaku.


Xia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya. Dengan


sisa tenaga yang ada, Xia berucap “Ah, kenapa sulit sekali? Mengapa aku tidak


bisa menembus tanah? Apa air yang kukendalikan itu kurang?.”


Aku tersenyum manis, dan menjawab “Bukan airnya


yang kurang, tetapi kecepatanmu. Kamu harus menahan tanah menyerap air milikmu,


dan mempercepat pergerakannya! Tanah bisa menyerap air yang jika di perlambat

__ADS_1


akan meresap air yang kamu kendalikan, lalu habis tanpa sisa. Itu belum lagi tantangan


saat kamu mengendalikan air yang sudah muncul ke permukaan tanah, terik panas


matahari juga akan mempengaruhi keadaan. Ya setidaknya kamu sudah bisa mengendalikan


airnya. Merasakan air di dalam tanah itu juga sulit jika tidak bisa merasakan


keberadaan air, kamu tidak bisa memiliki senjata elemen air. Usaha kamu sudah


bagus, tetap berlatih ya?! Ah iya, kita sudah lama disini kan? Aku ingin


kembali ke dunia nyata. Dunia ini lumayan!”


Xia tersenyum manis, perasaannya senang atas pujian


yang diberikan tetapi setelah memikirkan akan pujian itu Xia menjadi ragu.


Wajahnya menjadi sedih, Xia pun berucap “Apa benar?


Apa benar aku berhasil?”


Aku yang mendengar Xia berucap begitu, aku pun melihat


ke arahnya. Ia tampak sedih, entah apa yang terjadi padanya tetapi aku akan


menjawabnya dengan jujur.


“Ya tentu saja, apa kamu pikir aku bercanda? Aku bukan


orang yang munafik, tetapi aku memiliki sebuah tujuan yang tidak boleh kamu


campuri. Tapi aku berkata jujur padamu, kamu bisa mengendalikan air dalam tanah


dan merasakannya saja itu sangat hebat bagiku. Apa kamu pikir yang kamu lakukan


itu mudah? Tentu saja tidak, Xia! Hanya orang bodoh yang menganggapnya mudah.


Jika kamu terus berlatih, kamu bisa lulus di ujian ability magie itu. Jadi


jangan mudah putus asa, aku benci orang seperti itu!”


Xia terkejut mendengarnya, ia merasa pertanyaannya


telah membuat Aresha kesal padanya. Xia pun mencoba menarik kata- katanya lagi


dan meminta maaf.


“Aresha, aku menarik kata- kataku. Aku minta maaf! Aku


tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu!”


“Tidak apa, aku mengerti keadaanmu. Pengalaman di


masa lalu memang sulit di lupakan. Ya, sebaiknya pergi ke dunia nyata! Aku haus


dan lapar, bisakah aku mendapatkan makanan dan minuman?”

__ADS_1


__ADS_2