Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 157


__ADS_3

Sementara itu keberadaan Roman, ia masih berada di taman Akademi Yexiao. Roman terpikirkan akan ucapan Ethan. Ia mulai mencurigai Ethan.


“Ethan memberitahuku soal masalah ini, bukannya ia baru saja mengatakan bahwa klannya menyembunyikan masalah ini. Tetapi mengapa memberitahuku? Ah, apa mungkin ia berusaha membuatku takut dengan kejadian seperti itu? Aku tidak akan takut, aku akan siap menghadapi masalah yang terjadi di ujian ability magie nanti. Ya walau risikonya besar, aku dan timku akan berusaha sebaik mungkin!” ucapnya pada dirinya sendiri.


Angin malam berhembus dingin mencoba menusuk kulit Roman yang duduk di taman Akademi Yexiao ini seorang diri. Roman pun segera meranjak pergi dari taman itu. Kini keheningan benar- benar menyelimuti taman ini, sepi dan gelap.


Cahaya bulan terus bersinar terang bersama bintang- bintang yang bertaburan di angkasa. Begitu indah untuk di lihat.


Ruang kelas elemen air.


Pelajaran telah usai, sekarang adalah jam istirahat. Aku pun segera mendekati Xia, ia sedang membereskan buku- bukunya.


“Xia, kita keluar yuk?!”


“Mau kemana?” tanya Xia padaku.


“Jalan- jalan sebentar lah, aku bosan terus di kelas!”


“Oh baiklah!”


Xia menyetujui ajakanku, aku dan Xia segera pergi jalan- jalan keluar dari ruang kelas ini. Berjalan beriringan dan seperti hari biasanya, kami berdua selalu mendapatkan gunjingan. Kami pun mampir ke majalah dinding akademi. Membaca beberapa informasi terbaru mengenai ujian ability magie.


Ruang kelas elemen air.


Pelajaran telah usai, sekarang adalah jam istirahat. Aku pun segera mendekati Xia, ia sedang membereskan buku- bukunya.

__ADS_1


“Xia, kita keluar yuk?!”


“Mau kemana?” tanya Xia padaku.


“Jalan- jalan sebentar lah, aku bosan terus di kelas!”


“Oh baiklah!”


Xia menyetujui ajakanku, aku dan Xia segera pergi jalan- jalan keluar dari ruang kelas ini. Berjalan beriringan dan seperti hari biasanya, kami berdua selalu mendapatkan gunjingan. Kami pun mampir ke majalah dinding akademi. Membaca beberapa informasi terbaru mengenai ujian ability magie.


Aku dan Xia membaca informasi terbaru mengenai ujian ability magie.


“Ujian ability magie akan segera di laksanakan, mohon peserta dari semua klan segera mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian ability magie. Ujian akan di adakan di Glasland. Segera siapkan dan daftarkan dirimu!”


“Ya aku akan mendaftar, apa harus berkelompok?”


“Kelompok? Ya ketika kamu lulus level pertama, kamu harus berkelompok!”


“Ya tapi aku tidak punya kelompok, apa saat aku lulus level pertama aku boleh berhenti karna aku tidak punya kelompok?”


“Ya tentu saja, jika kamu tidak keberatan bagaimana kalau kita satu kelompok?”


“Ide bagus, tetapi aku harus tahu lebih dulu apa yang bisa kamu lakukan! Ya bukan bermaksud apa- apa, aku akan membantumu di sisi kekuranganmu!”


Saat kami berdua bicara seperti itu, kami mendengar ocehan orang lain mengenai diri kami.

__ADS_1


“Hei dengar, setelah gadis itu tahu kemampuan payah Xia. Aku yakin dia akan lari dan mencari kelompok lain. Menyebalkan sekali! Kenapa dia masih ada disini?”


“Ya, menyebalkan! Dia cuman bisa membuat akademi kita malu di depan akademi yang lain. Kita yang terburuk!”


“Hah, ya lebih baik kita pergi! Aku muak melihat wajahnya yang sok baik itu, sebaiknya dia enyah saja dari tempat ini!”


Kemudian dua orang itu pergi meninggalkan tempat ini. Kulihat wajah Xia yang telah mendengarkan ocehan itu. Wajahnya jelas terlihat sedih, ia menundukan kepalanya ke bawah.


“Xia, aku akan satu kelompok denganmu. Tapi sebelum itu kita harus menyusun rencana penyerangan, kombinasi. Kita harus berlatih lebih keras kan Xia? Aku juga orang yang lemah kok, jadi jangan minder!”


Xia melihat ke arahku, ia tampak menahan air matanya tetapi ia tidak bisa menyembunyikan matanya yang mulai memerah. Ia pun berucap pelan, “Ya, ya tentu. Apa kamu sungguh ingin setim denganku?”


“Ya tentu saja, kenapa tidak! Aku percaya jika aku setim denganmu maka aku dan kamu bisa lulus di level pertama. Tapi sebelum itu kita harus melatih diri sendiri dengan baik, mempersiapkan diri. Ya yang perlu di ingat juga adalah jangan ceroboh untuk menyerang musuh. Musuh itu sama seperti ular, dingin!”


Xia pun menyeka air matanya yang jatuh ke pipi, ia membuat keadaan seolah- olah tidak ada masalah dalam hidupnya. Ia pun berucap dengan perasaan senang, “Ya, ya baiklah! Tentu saja, akan kuingat ucapanmu itu. Jadi kapan kita mendaftar?”


“Bagaimana kalau sekarang?”


“Ya tentu, boleh! Ayo kita ke pengawas ujian ability magie?”


“Ayo!” ucapku penuh semangat.


Lalu aku dan Xia pergi ke ruang pengawas ujian ability magie. Berjalan beriringan bersama Xia hingga menuju ruang pengawas ujian ability magie. Kedatangan kami di sambut oleh anggota pengawas ujian ability magie. Ya aku melihat beberapa pengawas Akademi Yexiao, bukan guru melainkan anak – anak sepertiku yang juga belajar di tempat ini.


“Xia, dimana orang yang bisa membantu kita?” tanyaku padanya.

__ADS_1


__ADS_2