
Keberadaan Aresha.
Diriku sedang menginap di hotel, hotel mewah yang sebentar lagi acara yang sangat mewah diadakan. Disini aku bersama Alecia, Zhia, Sha dan Lady Dandelion. Kami menyewa kamar ini hanya untuk acara itu.
Alecia pun telah merias dirinya secantik mungkin dan mengenakan topeng berwarna putih dengan pernak- pernik yang indah. Aku juga merias diri secantik mungkin dan mengenakan topeng berwarna merah, begitu juga dengan Zhia, Sha dan Lady Dandelion.
Sebelum kami menjalankan misi kami, kami berbincang di ruang tamu. Duduk di sofa saling berhadapan satu sama lain. Kami berkumpul dengan tidak memakai topeng, kami letakan topeng kami di atas meja, tepat di depan kami.
“Alecia, apa kamu siap melakukan ini?” tanyaku padanya.
“Ya, aku siap!” jawab Alecia dengan suara pelan.
“Hah, ya ampun! Ucapanmu pelan sekali, telingaku hampir tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan. Aku ingin bertanya padamu, sebenarnya kamu itu ingin bebas dari kutukan penyihir bulan atau tidak?”
“Ya, aku ingin. Tapi....” ucapnya dengan suara keras.
“Tapi?”
__ADS_1
“Aku tidak mau kehilangan Romeo, aku masih mencintainya. Aku yakin dia akan menerimaku apa adanya jika saja kutukan itu sudah menghilang!.”
“Hah, ya ampun! Aku tidak pernah habis pikir olehmu, mengapa kamu terus saja mencintai pria yang telah menyakiti perasaanmu itu? Dia bahkan tidak peduli dengan anaknya sendiri!”
“Ya, tapi bagaimanapun dia adalah.....”
“Mantan suamimu kan?”
Mendengar perkataan itu, Alecia terdiam. Dirinya merasakan perih dalam hatinya, seperti ada luka yang belum terobati. Luka dalam hatinya membuat dirinya hampir menjatuhkan air mata, tetapi ia menahan air mata itu untuk jatuh. Ia berusaha tegar di depan semua orang. Memang lah pria seperti itu tidak bisa dimaafkan tetapi cinta itu begitu kuat hingga membuat dirinya buta, ia tidak tahu harus bagaimana selain memaafkan apa yang telah terjadi dan memulai hidupnya dari awal lagi dengan harapan bersama Romeo.
“Ya, ya aku mengerti. Itu mudah saja, semuanya akan berubah. Tapi sekarang bukan saatnya untuk bersedih. Aku hanya ingin kamu membalas apa yang telah dia lakukan padamu. Malam ini lakukan semua itu, hancurkan hidupnya! Aku tidak mau kamu membuat kesalahan sedikit pun.”
Tiba- tiba saat perbincangan serius kami, kami mendapatkan sebuah pesan yang dikirim dengan energi sihir. Selembar kertas yang berisi pengumuman.
“Hei, apa ini?” ucapku segera mengambil kertas yang datang tiba- tiba di atas meja, lalu membacanya. Kertas ini berisi pengumuman bahwa Akademi Yexiao memerlukan guru dengan salah satu kriteria mengetahui sejarah tentang ratu penyihir matahari.
Setelah membaca pengumuman di selembar kertas ini, Zhia menatapku dan ia tersenyum sinis. Lady Dandelion juga tersenyum sinis. Bahkan Sha, pria yang dingin itu ikut tersenyum sinis.
__ADS_1
Alecia, perempuan yang tidak tahu apapun itu angkat bicara setelah membaca selembar kertas berisi pengumuman ini.
“Akademi Yexiao memperlukan guru untuk mengajari semua muridnya dengan pengetahuan ratu penyihir matahari. Ratu penyihir matahari ya? Aku belum pernah mendengarnya, apalagi mempelajarinya. Apa ini pengetahuan baru?”
“Aku rasa bukan, apa kamu sama sekali tidak tahu soal ratu penyihir matahari?”
“Ya, aku tidak tahu. Yang aku tahu hanyalah penyihir bulan!”
“Oh begitu. Aku pikir dulu ketika kamu bagian dari klan vampir, kamu mengetahui soal mereka. Klan vampir itu dekat loh dengan ratu penyihir matahari!” ucapku sembari tersenyum.
“Benarkah? Sungguh?”
“Ya benar, dan itu dulu sekali. Entah apa mungkin sekarang mereka masih dekat atau tidak. Apa kamu tidak tahu soal itu?”
“Tidak, aku tidak pernah mempelajari tentang ratu penyihir matahari bahkan aku belum pernah mendapati buku tentang ratu penyihir matahari itu!”
“Ya, mungkin saja klan vampir menyembunyikan yang sebenarnya. Sekarang mereka malah mencari orang yang mengetahui tentang ratu ini. Sebenarnya apa yang terjadi di Akademi Yexiao setelah aku pergi ya? Menurutmu, apa yang terjadi setelah kamu pergi dari Buniv? Pengumuman ini membawa atas nama ketua klan, Buniv dan Akademi Yexiao.”
__ADS_1