Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 301 (17+)


__ADS_3

“Ya benar, aku sudah lama tidak bersenang- senang!”


“Oh begitu? Memang apa yang kamu lakukan selama ini? Bukankah kamu memiliki segalanya?”


Zhia tersenyum manis, dan ia meminum minumannya lagi. Setelah itu ia pun berucap“Ya itu benar, tetapi tiap pria terus saja mengusikku. Aku tidak bisa tidur dengan aman dan cemas. Briand, apa aku boleh tidur disini? Semalam saja!”


“Oh, ya tidak masalah. Kamu boleh tidur di kamar ini kapanpun kamu mau!”


“Ya baiklah, aku senang sekali. Tambahkan aku lagi minumannya?” pinta Zhia.


Briand pun mengisi gelas yang kosong itu, dan begitu terisi Zhia kembali meminumnya hingga berkali- kali. Briand yang hanya minum sedikit mulai merasa Zhia telah mabuk. Ia terus saja meminta minuman wiski ini hingga habis satu botol.


“Ah, maaf. Minumannya sudah habis!” ucap Briand sembari meletakan botolnya di atas meja.


Dengan tubuh yang sedikit sempoyongan dan setengah sadar itu, Zhia minta minumannya.


“Aku ingin lagi, berikan aku minuman itu lagi?” renggek Zhia pada Briand.

__ADS_1


“Ya, tapi maaf. Minumannya memang sudah habis!”


Zhia yang mendengar jawaban Briand yang tidak memberikan wiski padanya, Zhia pun mengambil botol di atas meja itu dan memastikan minuman itu benar- benar habis.


Dengan wajah sedih Zhia berucap, “Hah, habis! Ini tidak asik!.”


“Hei, kamu tidak boleh minum terlalu banyak. Kamu sudah menghabiskannya satu botol. Oh, apakah kamu baru saja mabuk?” duga Briand mencoba memastikan keadaan bahwa perempuan ini benar- benar dalam keadaan mabuk.


Dengan tubuh sempoyongan, Zhia mendekati Briand. Zhia memainkan tangannya di tubuh pria itu sembari berucap “Apa maksudmu? Aku tidak mabuk, sayang! Oh... ini tidak asik sama sekali. Bukankah seharusnya kita bersenang- senang!” hingga spontan Zhia jatuh ke pelukan pria itu.


Pria itu menahan berat tubuh Zhia, Zhia ada dalam pelukannya kini. Briand pun menyangka akan Zhia telah mabuk berat. Briand berguman dalam hati, “Hah, kamu sudah mabuk ya? Bagaimana kalau kita mulai permainannya!.” Senyum Briand.


“Ini tidak asik! Aku tidak suka ini, kita bersenang- senang! Ayo kita bersenang- senang?” ajak Zhia dengan tubuh semboyangan dan wajah memerah itu. Kini Zhia terlihat seperti perempuan yang sedang mabuk.


“Apakah ini belum cukup bagimu?”


“Ya tentu saja belum!”jawab Zhia menjauhkan tubuhnya dari Briand. Ia mengeluarkan ekspresi kesal karena dirinya tak kunjung juga bersenang- senang disini. Spontan Zhia melonggarkan pakaiannya. Ia melepaskan sepatu, dan perhiasan yang dikenakannya.

__ADS_1


Melihat Zhia yang begitu menggoda, Briand pun merasa kepanasan hingga ia melepaskan pakaiannya. Zhia yang melihat tubuh yang elastis dan berotot itu tergoda. Ia mendekati pria itu dalam kondisi mabuk. Zhia bermain di tubuh pria itu, dan Briand kaget melihat tingkah Zhia yang menggoda dirinya. Briand ingin menghindarinya tetapi ia terpojok dan terjatuh di sofa. Zhia semakin dekat dan bermain di tubuh pria itu. Briand tak bisa berbuat apa- apa.


“Kamu, kenapa wajahmu pucat sekali? Bukankah kita bersenang- senang!” ucap Zhia sembari memainkan tangannya di tubuh pria itu.


“Hah, Zhia sadar lah! Apa yang kamu lakukan?” ucap Briand menjauhkan tangan Zhia dari tubuhnya.


“Kenapa? Apa kamu tidak suka bersenang- senang? Apa kamu tidak ingin melakukannya?” tanya Zhia sedikit menjauh dari Briand dan spontan melepaskan pakaiannya hingga tubuhnya terlihat.


Briand yang melihat tubuh Zhia hanya bisa menelan ludah, perempuan itu begitu menggoda hingga Briand pun mendekatinya. Nafsu hasrat dan hurmon seks mulai memuncak begitu melihat tubuh perempuan yang begitu anggun di depan mata.


“Ah, maaf! Aku terlalu mencemaskan kesenangan ini! Bagaimana cara memulainya?”


Tanpa pikir panjang Zhia mendekati pria itu. Spontan Briand memegang dua gunung itu, dan meremasnya. Zhia hanya mengaduh kenikmatan. Briand dan Zhia melakukan hubungan cinta yang menggelora. Zhia selalu saja mengeluarkan suara kenikmatannya, ia terus bertahan dalam setiap tusukan dan kenikmatan itu membuatnya menikmati apa yang terjadi.


Keduanya pun segera beranjak ke kasur, dan melanjutkan apa yang mereka lakukan. Sungguh malam yang melelahkan dan bersenang- senang.


Tanpa disadari, seseorang telah mengambil beberapa gambar atas perbuatan mereka. Orang itu pun tersenyum manis, ia tidak lain adalah Lady Dandelion. Ia telah melakukan tugasnya dengan baik.

__ADS_1


“Ya sepertinya mudah saja, ini membosankan! Mengapa aku harus melakukan hal seperti ini? Aku ingin melakukan hal yang lebih lagi, lebih kejam!” ucap Lady Dandelion dengan senyum manis dan segera pergi meninggalkan tempat ini.


__ADS_2