
Suatu saat nanti aku pasti juga harus pergi, ya pergi. Pergi meninggalkan semua ini, aku akan mencari kehidupanku sendiri.
Pagi yang cerah, matahari telah bersinar terang. Cahayanya masuk ke kaca gedung yang tinggi, tepat di ruangan kerja Pak Dir.
Vioderina dan Briand sedang menghadap Pak Dir pagi ini.
“Jadi bagaimana, apakah dia akan datang?”tanya Pak Dir
“Ya, dia akan datang”ucap Vioderina
Pak Dir pun menyerahkan cek senilai sepuluh juta rupiah,
“Ini, ambil. Saya harap dapat di gunakan untuk Violin ke pesta”.
Vioderina melihat nilai cek yang begitu besar, ia pun menyondorkan kepala cek itu ke hadapan Pak Dir. “Maaf Pak, saya rasa saya tidak perlu menerima ini. Ini sudah kehormatan yang besar telah di undang dalam pesta perusahaan”.
Pak Dir tersenyum manis, ia kembali menyondorkan cek itu di hadapan suami istri ini.
“Tidak masalah, ini hanya nilai kecil. Anggap saja sebagai terima kasihku karna sudah mau datang. Aku ingin kalian memastikan Violin datang dengan penampilan terbaik, dan bersamamu sebagai ibunya”
Spontan Briand langsung mengambil cek itu dan menyimpannya dalam saku jas.
“Tidak masalah, Pak Dir tenang saja. Kami akan membuat semuanya sempurna”ucap Briand
Vioderina yang ada disampingnya menatap suaminya sebentar lalu kembali melihat ke arah Pak Dir.
“Tidak masalah, nanti jika kurang bilang saja asal Violin datang”
“Tentu Pak Dir, Pak Dir ingin menjodohkan Roman dengan Violin? Ini tidak akan menjadi rintangan, kami menyetujuinya!”
Vioderina yang mendengar ucapan suaminya tanpa pikir panjang itu kesal, dia segera mengakhiri perbincangan ini.
“Pak Dir, kami permisi dulu. Terima kasih”ucap Vioderina yang langsung keluar.
Vioderina yang pergi, Briand pun menyusulnya. Vioderina terus berjalan hingga ke tempat yang sepi.
Vioderina berhenti, ia melihat suaminya dengan wajah kesal. “Kamu kenapa? Aku bilang tidak mau menerima ya tidak! Dan jangan pernah katakan kita menyetujui perjodohan ini!”
“Ayolah sayang! Apa susahnya, kita hanya perlu mengambil uang dari Pak Dir. Kita tidak meminta, dia yang memberi kita! Kalau kita setuju akan perjodohan ini kan, lumayan! Pasti Pak Dir akan memberikan kita uang yang banyak. Jadi kita tidak perlu khawatir soal uang”
“Pikiranmu uang, uang dan uang! Apakah kamu pernah berpikir anakku sudah menerimamu dalam kehidupannya?”
“Tentu, dia pasti sudah menerimaku”
Mendengar jawaban itu, Vioderina segera meninggalkan Briand. Ia benar-benar kesal pada pria ini, ia selalu mengutamakan uang di banding keluarganya. Ia sangat kecewa pada Briand sekarang, ia berbeda dari yang dulu di kenalnya.
Vioderina kembali ke meja kerja, begitu dengan dengan Briand. Mereka membuat suasana seolah-olah tidak ada masalah. Namun saat Briand tidak ada di ruangan kerja ini, Vioderina mengirim pesan pada Violin lewat elektronik email.
“Violin, ibu minta maaf sudah mengecewakanmu. Sekarang terserah padamu, pergi tinggalkan ibu atau tidak. Ayahmu menyetujui perjodohanmu dengan Roman, tapi ibu tidak. Ayahmu berubah ia lebih memilih uang dari pada memikirkan tentang perasaanmu. Ibu kecewa sekali, sekarang ibu tidak ingin melukai perasaanmu lagi jadi pergilah. Pergilah kemana pun kamu suka. Jangan sampai ayahmu melihatmu, ia akan memaksamu untuk menikah dengan Roman. Sekarang ibu tidak tahu harus bagaimana, ibu mencintainya tetapi ia telah mengecewakan ibu. Ibu berharap dia berubah, ia telah menerima uang dari Pak Dir. Ibu yakin ia gunakan uang itu untuk dirinya sendiri bukan menyerahkannya padamu seperti yang Pak Dir minta untuk biaya dirimu ke pesta. Ibu juga tahu, ia tidak pernah menyerahkan uang padamu. Ibu tahu itu ketika ke rumahmu, rumahmu berantakan. Ibu sudah memintanya untuk menjagamu di rumah dengan asisten tetapi ia mengambil uangnya untuk dirinya sendiri. Jangan belas pesan ini dan pergilah” lalu Vioderina mengirim pesan itu dan menghapus pesan dari ponselnya. Ia menghilangkan jejak pesan itu hingga suaminya tidak akan mengetahui ini.
Rumah Violin,
Masih dalam pelukan pria menyebalkan ini, dan tiba-tiba saja komputerku menampilkan pesan. Aku pun tersenyum manis padanya.
“Aku ingin istirahat, bisakah kamu keluar?”
“Ya baiklah, kamu nampaknya menerima pesan dari seseorang”ucapnya masih tidak ingin melepaskanku.
“Huh, kamu memang menyebalkan! Aku bahkan tidak mencintaimu, jadi pergi lah tinggalkan aku sendirian!”ucapku dengan nada tinggi.
Bukan wajah kesal yang muncul dari pria tampan ini, tetapi ia tersenyum manis seolah-olah ucapku itu hanya sebuah candaan. “Baiklah, aku akan menunggumu nanti malam”ucapnya melepaskan pelukan.
Ia pun keluar dari kamarku, ia menutup pintunya lagi. Tapi ia tidak pergi meninggalkanku, ia masih mengintip di balik pintu. Kugunakan sihirku untuk menutup pintu dan menguncinya.
“Bukkkkk…track!”suara pintu tertutup keras dan terkunci.
“Ah, sial! Dia benar-benar menguncinya, padahal aku masih ingin bersamanya”ucap Roman kecewa lalu pergi ke ruang tamu.
“Dasar pria mesum!”kesalku yang kemudian membuka pesan di komputer. Pesan dari ibu yang membuatku geram akan pada ayah tiri itu.
__ADS_1
“Jadi ayah ingin menjodohkanku dengan Roman? Ayah setuju, tapi ibu tidak! Huh, memang kamu siapa? Ayahku juga bukan! Jadi Briand sudah menyakiti perasaan ibu ya? Dia mengambil hak yang bukan miliknya, dasar pria jahat! Kamu ingin aku memberi pelajaran yang berharga ya? Ya baiklah, aku akan membalas perbuatanmu. Ibuku sayang, aku tahu ibu menyesal karna meninggalkanku dulu tapi bukan berarti aku akan meninggalkan ibu sendirian. Ibu tetaplah ibuku, ibu hanya kurang beruntung sekarang. Tapi aku janji akan membuat ibu bahagia meski tidak harus bersama ayah jahat. Aku akan datang ke pesta dan membuat kekacauan!”ucapku kesal setelah membaca pesan dari ibu tentang ayah tiri yang jahat.
Sementara itu di sisi lain,
Dua sahabatku telah kedatangan tamu tak diundang di rumah mereka masing-masing. Dua sahabatku ketakutan tetapi tidak ada kata mundur dari mereka. Wajah Eren dan Akira kesal tetapi dua sahabatku justru menertawakan mereka.
Rumah Gisel,
Di ruang tamu, ibu Gisel sedang berada di toko eskrim. Sementara Gisel di rumah seorang diri dan menerima tamu yakni Akira.
Gisel tertawa kecil melihat ekspresi kegagalan pria vampire ini, “Hahahaha…kenapa wajahmu? Kamu sendiri yang membuatku takut. Apakah kamu tidak bisa menjadi pria yang baik?”
“Maaf, aku sungguh minta maaf. Ya aku tahu, aku salah. Tapi aku ingin kita selalu bersama”
“Apakah kamu tidak lihat keluargaku? Aku tidak bisa pergi meninggalkan mereka begitu saja!”
“Ya baik aku mengerti dan aku mengaku salah. Aku egois padamu, maukah kamu memaafkanku?”
Gisel tersenyum manis, “Ya tentu saja, aku akan memaafkanmu. Seharusnya kamu memikirkan lagi tentang perasaanku.”
Rumah Hani,
Di ruang tamu, ia telah bersama Eren. Melihat pria ini dengan ekspresi datar dan tertawa.
“Hahaha…aku baru tahu ada pria yang segitu marahnya kalau gagal. Tapi kenapa? Apakah kamu pernah memikirkan bagaimana jadinya jika aku terus bersamamu sementara aku bisa punya keluarga? Aku tidak ingin membuat ayah ibuku sedih. Kamu sebaiknya pergi saja! Aku sudah kecewa denganmu, kamu pria yang egois!”
“Hani, maafkan aku! Aku tidak memikirkan perasaanmu, aku memang egois. Tapi kumohon jangan benci aku, aku sangat mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu”
“Kamu mencintaiku? Tapi aku tidak pernah memikirkan perasaanku. Jika aku pergi, bagaimana dengan keluargaku sekarang? Aku memang mencintaimu tapi jika kamu terus begini lebih baik kita sudahi saja sekarang hubungan ini!”
“Hani, aku sungguh minta maaf. Aku egois, aku janji tidak akan membuatmu kecewa. Maafkan aku, Hani?”
“Jika aku memaafkanmu, apakah kamu berjanji tidak akan mengulanginya lagi?”
“Ya, aku janji”
“Ya, aku janji”senyumnya.
Hani dan Gisel memaafkan kekasih mereka. Hati mereka kembali bahagia tanpa rasa takut. Keadaan kembali membaik, dan tidak ada yang ditakutkan lagi.
Ethan masih berusaha mencari Violin, ia berharap Violin selamat. Ia pun memutuskan untuk istirahat karena matahari telah bersinar terang sekarang. Ia benar-benar lelah dan rindu gadis itu.
Ethan duduk di sofa yang terhindar dari sinar matahari, “Violin, kamu dimana sekarang? Aku rindu kamu. Andai saja sekarang aku memilik kekuatan sihir biru maka akan kutemukan kamu lebih cepat. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, ada perasaan yang aneh dalam diriku ketika dekat denganmu. Entah dari mana asalnya, tapi ketika aku dekat denganmu. Aku merasa kita pernah bersama. Tapi kapan dan dimana itu terjadi? Ah…aku lupa!”gumannya memikirkan gadis itu.
Berjalan keluar kamar, dan melihat Roman duduk di sofa seorang diri. Pintu rumah dan tirai jendela yang tertutup rapat hingga cahaya matahari sulit masuk kemari. Kulihat pria itu dengan santainya duduk melihat foto masa kecilku bersama ayah. Aku pun mendekatinya, dan duduk di dekatnya.
Roman yang melihatku datang segera meletakan foto itu kembali di atas meja.
“Itu foto aku dan ayahku beberapa tahu lalu. Ya keadaannya sekarang berubah. Bagaimana dengan hidupmu? Kamu mencari seseorang?”
Ia tersenyum manis dan menganggukan kepala, “Ya benar”jawabnya singkat
“Semoga kamu cepat bertemu dengannya ya?”senyumku
“Em, aku harap juga begitu. Apakah kamu juga telah mencari seseorang?”
“Ya aku mencari seseorang tapi nanti ketika sudah lulus sekolah”
“Ya, semoga cepat menemukan orang itu”,
“Tentu aku akan menemukannya, bahkan lebih dulu dari dirimu menemukan orang yang kamu cari itu. Kamu sudah sarapan pagi? Aku lapar sekali! Mau makan? Ibuku baru saja masak nasi goreng, mau makan?”,
“Boleh, tapi kamu yang masak ya?”
“Enak saja, aku bukan istrimu jadi jangan perintah aku! Aku sedang tidak ingin memasak. Kenapa tidak kamu saja memasak untukku? Aku sedang kesal hari ini”jawabku sambil berjalan menuju ruang makan.
__ADS_1
“Ya baiklah, jika kamu jadi istriku. Aku akan memasak setiap hari untukmu”
Aku duduk di kursi dan melihat dirinya bersiap untuk memasak. Ia mulai meracik beberapa bahan makanan.
Aku pun menatapnya dengan tersenyum manis, “Benarkah? Bukannya anak dari Pak Dir itu selalu sibuk ya?”
“Tidak juga, aku bisa meluangkan waktu untukmu”
“Ucapanmu manis sekali! Tapi aku tidak mencintaimu”
Hati Roman yang mendengar ucapan Violin itu terluka, seperti baru saja ada pisau menyayat jantungnya bukan hatinya. Sebagai seorang vampire jantung adalah bagian paling berharga untuk hidup. Hingga Roman tidak sengaja memperlihatkan ekspresi sedihnya yang membuatku tertawa.
“Hahaha….maaf aku hanya bercanda, jangan diambil hati ya!”
Roman yang melihat diriku tertawa dan menganggap ini candaan, masih memperlihatkan ekspresi sedihnya. Spontan ia langsung mendekati diriku, ia menatapku dengan tajam hingga membuatku sedikit takut.
“A-ada apa?”tanyaku dengan perasaan takut.
Roman yang melihat Violin ketakutan pun tertawa, “Hahahaa….maaf aku hanya bercanda!”ucapnya membalas perbuatan Violin.
“Kamu benar-benar membuatku takut!”
“Ya bagaimana rasanya? Menegangkan ya?”
Aku menganggukan kepala, “Hah, sayang sekali ya waktu kita hanya sebentar”
“Sebentar? Kita bisa membuat waktu ini di rasa sangat lama. Hanya kita berdua!”
“Benarkah? Apakah itu dalam sebuah ikatan pernikahan? Aku rasa tidak”
“Mengapa tidak? Aku bisa serius denganmu!”
“Aku sangat tersanjung, tapi ini bukan waktu yang tepat. Roman, maukah kamu membantuku?”
“Apa? Aku bisa jadi kekasihmu, kapan pun kamu mau!”
“Aku tidak memintamu untuk jadi kekasihmu, lebih baik jadi rivalku saja!”
“Hem, itu tidak menyenangkan! Aku ingin kamu jadi pacarku”
“Maaf aku tidak bisa, tapi aku ingin kamu membantuku memberi pelajaran berharga untuk ayah tiriku”
“Ayah tirimu? Kenapa dengannya?”
“Ia menyakiti perasaan ibuku, ia bilang ia menyetujui perjodohan kita tanpa seijinku. Memang aku mau apa dijodohkan denganmu? Jawabanya tentu saja tidak. Aku merasa, aku dan kamu adalah rival. Dia juga mengambil hak yang bukan miliknya. Aku ingin memberi dia pelajaran yang akan ia ingat selamanya. Dan, sebagai imbalannya akan kupertemukan kamu dengan seseorang yang sangat berharga”
“Seseorang yang sangat berharga? Baiklah, akan kupertimbangkan”jawab Roman mulai berpikir.
“Hah, semakin lama kamu berpikir. Aku akan menarik ucapanku lagi!”kesalku
“Baiklah aku setuju, rivalku!”senyumnya
“Jadi imbalannya akan ada setelah ayah tiriku itu meminta maaf dan tidak melakukan tindakan jahatnya lagi. Meminta maaf padaku dan ibuku. Aku yakin hadiah ini ngak akan membuatmu menyesal selamanya”
“Bisa kutebak hadiahnya?”
“Tentu saja”
“Hadiahnya adalah kamu jadi istriku!”
“Ya ampun, jika aku jadi istrimu. Aku akan melemparmu ke langit dan mencabik-cabikmu menjadi debu. Kamu bisa bayangkan itu kan? Vampire takut matahari!”
“Ya aku bisa, tapi mengapa tidak itu imbalannya? Lalu imbalannya apa?”
“Seseorang yang berharga bagimu”
“Baiklah, aku tidak bisa menebaknya sekarang karna kamu tidak memberikan rincian yang lebih jelas lagi. Violin, kamu sangat cantik!”
“Ya ampun disaat seperti ini kamu masih sempat memujiku. Sebaiknya kamu memasak sekarang, aku sangat lapar!”keluhku
“Baiklah gadis cantik, aku akan memasak untukmu”jawabnya yang kembali ke dapur lalu memasak untukku.
Aku tersenyum melihat Roman memasak seperti seorang koki professional. Ia benar-benar tampan dan aku mulai menyukainya tetapi itu tidak mungkin.
Roman yang memasak dengan riang, ia perlahan-lahan menggunakan kekuatannya untuk mendengarkan kata hari gadis yang duduk di kursi meja makan. Roman sangat senang mendengar ucapan hati gadis itu yang berbeda dengan ucapan di mulutnya. Hati Roman yang terluka kembali bahagia, ia tidak menyangka Violin menyukai dirinya.
“Gadis yang manis, kamu mengatakan berbalik di depanku ya? Apakah kamu sengaja membuatku terluka? Tapi kamu manis sekali, aku juga menyukaimu. Maukah kamu menikah denganku suatu saat nanti?”guman Roman dalam hati.
__ADS_1