
Ibu Oshabery pergi meninggalkan ruang kepala akademi Yexiao, kepala akademi Yexiao mengamati ponsel milik Alecia. Ia mengambil ponsel tersebut dan memeriksa isi ponsel yang ia temukan adalah foto Alecia bersama Romeo.
“Jadi ini pria yang telah menyakiti perasaan anakku? Apakah ia juga yang.....” terhenti berucap dan segera mengirimkan pesan pada seseorang.
Sementara itu keberadaan Aresha.
Berjalan pergi meninggalkan Akademi Yexiao, namun sialnya diriku kembali bertemu dengan Ethan. Aku tidak bisa menjalankan rencana jika ada orang lain dan orang ini bukanlah anak buahku.
Ethan menghentikan mobilnya tepat di depanku, ia menghalangi jalanku.
“Selamat pagi, Aresha. Mau kemana? Bolehkah aku mengantarmu pagi ini?” sapanya yang kemudian keluar dari mobil, menghampiri diriku.
“Selamat pagi, Ethan. Ada apa? Mengapa kamu kemari? Kamu memiliki urusan yang sangat penting kan dengan pak Chinsinsi? Aku baru saja menemuinya, aku harus pergi sekarang!” jawabku.
“Ya, aku memang memiliki keperluan dengan pak Chinsinsi. Apakah kamu tahu soal ada vampire yang berkeliaran di kota?”
Aku menggelengkan kepala. Aku tidak tahu, tetapi itu kabar yang sangat bagus.
“Benarkah? Bukankah vampire, bagian dari......” spontan Ethan menutupi mulutku, ia takut ucapanku ini didengar oleh anak-anak akademi Yexiao.
“Bicaranya di dalam mobilku saja, ada banyak yang ingin aku bicarakan padamu.”
Aku hanya menganggukan kepala, lalu Ethan membukakan pintu mobil dan aku masuk ke dalam. Ethan pun berkeliling dan masuk ke dalam mobil. Ethan mulai mengemudikan mobil ini, dan kami pergi meninggalkan Akademi Yexiao.
“Kamu akan membawaku kemana, Ethan?”
“Ketempat yang bagus”
“Ethan, katamu ada vampire yang menyerang kota. Apakah itu adalah anak buahmu? Kamu pemimpin klan kan?”
“Ya, tetapi aku rasa bukan. Mungkin dari klan vampire yang dipimpin oleh Roman., atau berasal dari Buniv atau Akademi Yexiao. Polisi telah menyelidiki kasus ini”
“Apa kamu berniat menyelidiki masalah ini?”
“Ya tentu saja, aku tidak mau klanku dibawa-bawa. Semua orang akan menyalahkanku hanya karena kami dari kegelapan dan sedikit berbeda dengan Roman.”
__ADS_1
“Tapi aku percaya padamu, meski kamu jahat tapi aku yakin kamu memiliki sifat baik”
Ethan tersenyum, “Kamu sepertinya begitu yakin mengatakan tentangku. Kenapa? Apakah kamu menyukaiku?.”
Sontak diriku kaget, aku terdiam dan mengalihkan pandanganku. Aku tidak menjawab pertanyaan Ethan. Hingga Ethan menghentikan mobilnya di bawah pohon yang rindang, tidak jauh dari sini hamparan bunga yang indah terlihat olehku. Mobil ini mengarah ke hamparan bunga.
“Kamu membawaku kemari, ada apa? Tempat ini sepi sekali, tetapi hamparan bunga itu indah!” ucapku mengalihkan perbincangan.
“Mau kesana?”
“Ya, tapi bukankah kamu....”
“Aku membawa payung”
“Itu tidak akan mempan, lihat saja mataharinya sangat panas. Itu bisa membakarmu loh! Aku tahu banyak soal vampire, dan jadi aku tidak heran, apa lagi denganmu. Ketua klan vampire.”
“Aku bisa membuat suasananya jadi mendung, tapi itu akan mengganggumu kan? Jadi tidak perlu, dengan payung dan mantel saja sudah cukup.”
“Tidak apa-apa, gunakan saja awan hitam. Selagi itu membuatmu aman, aku tidak masalah”
Hamparan bunga yang kulalui bersama Ethan, memiliki warna bunga yang indah. Sembari berjalan di hamparan bunga, aku dan Ethan berbincang.
“Aresha, saat di kota nanti. Kamu harus berhati-hati, saat ini keadaan kota tidak aman. Ada vampire yang masih berkeliaran mencari mangsa.”
“Ya, aku akan berhati-hati. Terima kasih telah memperingatkanku. Tempat ini sangat bagus. Kamu membawaku kemari untuk bicara kan, aku harap kita membicarakan sesuatu yang penting.”
“Ya tentu saja. Kamu mengenal nyonya penjaga perpustakaan kota?”
Aku menganggukan kepala, lalu menjawab “Ya tentu saja. Ada apa dengannya?”
“Ia mengatakan sesuatu padaku, bahwa seseorang telah kembali” jawab Ethan menghentikan langkah.
Ethan berhenti berjalan, aku pun berhenti dan melihat ke arah pia ini. Ia tampak bicara dengan serius.
“Lalu?”
__ADS_1
“Apakah kamu masih mengingat pada pangeran yang tak diakui?”
“Pangeran yang tak diakui, siapa dia?” jawabku dengan ekspresi bengong.
“Kamu benar-benar tidak mengenalnya?” tanya Ethan dengan tetapan dingin.
Aku menggelengkan kepala.
“Apakah aku baru saja membawa gadis yang salah? Aresha, nyonya perpustakaan kota mengatakan padaku bahwa kamu kamu adalah putri Aresha yang selama ini aku tunggu. Apakah kamu tidak mengingatku sedikitpun dalam ingatanmu?”
“Nyonya perpustakaan kota mengatakan aku adalah putri Aresha. Memang siapa nyonya perpustakaan kota? Aku hanya mengenalnya karena berkunjung ke perpustakaan itu. Aku tidak mengenal pangeran tidak diakui. Kenapa kamu menatapku seperti itu?”
Ethan tersenyum sinis, ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Ia sudah menduga, tidak akan mudah membuat seseorang untuk mengingat dirinya kembali. Ethan menepuk tangannya, hingga dari hamparan bunga yang begitu tenang muncul beberapa orang yang diantaranya ada orang yang kukenal. Mereka adalah nyonya penjaga perpustakaan, Steven, Netta dan Akira.
“Wow...ada banyak orang disini rupanya. Kalian pasti Netta dan Steven” ucapku terkejut.
“Ya, benar. Bagaimana kabarmu, Aresha?” sapa Netta.
“Kabarku baik!”
Hingga Ethan menatap Netta, Netta yang mendapat tatapan dari Ethan berhenti bicara seketika itu juga.
“Nyonya, tolong jelaskan padanya agar ia tidak menghindari saya lagi” minta Ethan pada nyonya penjaga perpustakaan.
“Nona Aresha, semoga nona masih ingat dengan saya. Nona tidak perlu berbohong lagi, nona adalah reinkarnasi dari putri Aresha. Tidakkah nona berniat untuk mengakhiri semua ini? Bukankah ayah dan ibu nona merestui hubungan kalian berdua.”
“Hah, benarkah? Tapi bukankah aku tidak pernah memperkenalkannya padamu, Ethan. Bagaimana kamu tahu orang tuaku?”
“Ratusan tahun yang lalu, sebuah perang berakhir dan membunuh istriku. Dan, nyonya perpustakaan ini memiliki bukti yang kuat bahwa kamu adalah reinkarnasi putri Aresha. Tidakkah kamu dapat menerimaku? Aku terus bertanya padamu, apakah kamu mencintaiku? Tapi kamu selalu mengacuhkanku. Aku terpaksa melakukan hal ini. Aku tidak mau kehilanganmu lagi. Aku telah mencarimu kemana-mana, Aresha. Apakah kamu tidak mengingat diriku? Aku adalah suamimu, bisakah kita akhiri penderitaan ini?”
“Aku.....( langsung merendahkan tubuh) maafkanku. ( kembali berdiri dengan tegak) aku tidak bisa kembali bersamamu”
Yang seketika itu Ethan menjadi sangat sedih, ia menahan rasa sesak di hatinya. Seseorang yang telah dicarinya bertahun-tahun, telah melupakan dirinya.
“Kenapa?” tanya Ethan singkat.
__ADS_1
“Karena aku tidak tahu apa yang kamu maksud!”