Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 149


__ADS_3

Xia terkejut mendengarnya, ia merasa pertanyaannya


telah membuat Aresha kesal padanya. Xia pun mencoba menarik kata- katanya lagi


dan meminta maaf.


“Aresha, aku menarik kata- kataku. Aku minta maaf! Aku


tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu!”


“Tidak apa, aku mengerti keadaanmu. Pengalaman di


masa lalu memang sulit di lupakan. Ya, sebaiknya pergi ke dunia nyata! Aku haus


dan lapar, bisakah aku mendapatkan makanan dan minuman?”


Xia kembali tersenyum manis, lalu berucap penuh semangat


“Ya tentu, aku akan mentraktir kamu hari ini! Terima kasih”.


“Ya tidak masalah, teman!”


Xia tersenyum, ia kembali senang dan tidak


menyangka Aresha menganggapnya sebagai teman. Tetapi keraguan akan ucapan itu


terus menghampirinya. Di masa lalunya, kata “Teman” selalu saja menjadi masalah


dalam hidupnya. Teman sekamarnya pergi meninggalkannya setelah gagal di ujian


ability magie. Teman sekamarnya menyalahkan dirinya yang tidak bisa menghadapi


musuh di ujian itu, kegagalan itu menjadikan trauma besar dalam hidupnya.


Kejadian itu pula menjadikan Xia takut dalam pertemanan.


Aku dan Xia segera kembali ke aula, dan kembali ke


dunia nyata. Cahaya putih kembali bersinar begitu melintasi cermin,


meninggalkan Glasland.


Kedatangan aku dan Xia di dunia nyata menjadi


perhatian beberapa orang. Aku merasa mereka mengenal gadis ini. Mereka


membisikan kata pada teman yang ada di dekatnya. Aku tidak peduli dengan apa


yang mereka ocehkan. Aku dan Xia segera keluar dari tempat ini.


Langkah kami keluar dari aula tentu saja tidak di


lihat oleh kelas reguler. Ya kelas biasa tepatnya. Manusia biasa tidak akan


bisa melihat kami di siang hari, di akademi ini kecuali dia memiliki kemampuan


tersendiri hingga bisa melihat kami disini. Ya kami di lindungi oleh sihir, agar


tidak seorang pun mengetahui kemampuan kami. Atau kami yang aneh ini, “Kami” ya


kami sebagai perwakilan dari berbagai klan. Aku tidak memiliki klan untuk


menyatakan ikut dalam kata “Kami”.

__ADS_1


Tetapi siapa yang menyangka, sebuah keberuntungan


atau kesialan. Lagi, aku bertemu dengan pria yang pernah kutemui di


perpustakaan kota. Pria itu masih ada disini. Aku dan dia bertemu di jalan ini


lagi. Jalan menuju keluar Akademi Yexiao. Pria ini juga terselimuti oleh sihir


dari Akademi Yexiao ini hingga pertemuan ini tidak pernah dapat di lihat oleh


anak- anak biasa.


Pria ini menghalangi jalanku dan Xia. Ia bersama


anak buahnya menghalangi jalan kami berdua.


Aku melihat pria ini dengan tersenyum manis nan


datar, tetapi Xia tampak menyukai pria ini. Ia seperti gadis lainnya yang


mengidolakan pria ini.


“Ada apa?” tanyaku.


Dengan penampilan yang cool, pria itu berucap “Sepertinya


kita pernah bertemu, ah ya di perpustakaan kota. Namaku Ethan, siapa namamu?”


sembari mengulurkan tangannya padaku.


Sementara Xia terus berkagum- kagum dengan pria


ini, ia seperti gadis yang tidak pernah bertemu pria tampan.


berjabat tangan dan aku memperkenalkan diriku.


“Aresha, senang bertemu denganmu lagi!” jawabku


segera menarik tanganku.


Ethan tersenyum manis, “Apa kamu akan ke


perpustakaan kota lagi? Oh ya, apa kamu akan ikut ujian ability magie?”


“Ya akan kupikirkan, bagaimana denganmu?”


“Oh, ya tentu saja. Aku akan mengawasi ujian itu!”


“Benarkah? Memang kamu dari klan mana?”


Seketika itu Xia kaget, “Aaaa.... Aresha, apa kamu


tidak mengenal Ethan? Dia pemimpin klan vampir, penguasa kegelapan!” ucap Xia


dengan ekspresi setengah kaget.


Ucapan Xia begitu, dengan santainya diriku menanggapi


ucapan temanku itu.


“Oh begitu, jadi kamu adalah pemimpin klan vampir.


Bukankah pemimpin klan vampir adalah Roman? Apa kamu sisi gelapnya?”

__ADS_1


Tiba- tiba Ethan tertawa kecil, ia tersenyum sinis


dan menjawab “Benar, sekarang semua klan di perlakukan adil. Tidak ada yang perlu


di takutkan! Apa kamu takut denganku?” sembari mendekati diriku, menatapku dengan


sangat dekat.


Kedekatan itu membuat Xia tidak menyangka jika


temannya di sukai oleh Ethan. Xia pun sangat senang, ia tidak menyangka


temannya memiliki kedekatan dengan Tuan Ethan.


Sementara diriku melangkah mundur, aku menjauhi


tatapannya yang dingin. Aku tidak begitu mengenal pria ini, tetapi aku yakin


Violin mengenalnya lebih dari cukup.


Dengan santai pria ini berhenti menatapiku, ia melangkah


mundur dan berucap “Setelah aku lihat- lihat, kamu mirip dengan Violin ya? Apa


kamu kembarannya?”


“Hah, apa yang kamu katakan? Aku tidak mirip


dengannya! Aku tidak mengenal Violin, siapa yang kamu maksud?”


“Ah ya, mungkin kalian hanya mirip. Ya kalau begitu


sampai jumpa lagi!” ucapnya mengakhiri perbincangan ini.


Pria itu segera masuk masuk ke dalam mobilnya di


tengah- tengah sepinya tempat ini. Ya kelas biasa telah masuk ke ruang kelas,


begitu mereka masuk ke gedung sihir mulai menyelimuti mereka. Sihir itu


menutupi penglihatan mereka atas apa yang terjadi di luar sini. Akademi Yexiao memang


di lindungi oleh sihir yang hebat.


Pria itu masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan


tempat ini. Kini hanya ada aku dan Xia. Kepergian pria itu juga membuat Xia


berhenti bertingkah konyol.


“Ah, Aresha? Apa dia temanmu? Dia menyukaimu ya?! Kalian


berdua terlihat cocok!”


“Apa yang kamu katakan, Xia? Sama sekali tidak


cocok. Siapa Violin itu?”


“Oh Violin, apa kamu lupa sesuatu?”


“Apa?”


“Violin? Gadis yang mirip denganmu, dia dari klan

__ADS_1


Vampir!”


__ADS_2