
Xia terkejut mendengarnya, ia merasa pertanyaannya
telah membuat Aresha kesal padanya. Xia pun mencoba menarik kata- katanya lagi
dan meminta maaf.
“Aresha, aku menarik kata- kataku. Aku minta maaf! Aku
tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu!”
“Tidak apa, aku mengerti keadaanmu. Pengalaman di
masa lalu memang sulit di lupakan. Ya, sebaiknya pergi ke dunia nyata! Aku haus
dan lapar, bisakah aku mendapatkan makanan dan minuman?”
Xia kembali tersenyum manis, lalu berucap penuh semangat
“Ya tentu, aku akan mentraktir kamu hari ini! Terima kasih”.
“Ya tidak masalah, teman!”
Xia tersenyum, ia kembali senang dan tidak
menyangka Aresha menganggapnya sebagai teman. Tetapi keraguan akan ucapan itu
terus menghampirinya. Di masa lalunya, kata “Teman” selalu saja menjadi masalah
dalam hidupnya. Teman sekamarnya pergi meninggalkannya setelah gagal di ujian
ability magie. Teman sekamarnya menyalahkan dirinya yang tidak bisa menghadapi
musuh di ujian itu, kegagalan itu menjadikan trauma besar dalam hidupnya.
Kejadian itu pula menjadikan Xia takut dalam pertemanan.
Aku dan Xia segera kembali ke aula, dan kembali ke
dunia nyata. Cahaya putih kembali bersinar begitu melintasi cermin,
meninggalkan Glasland.
Kedatangan aku dan Xia di dunia nyata menjadi
perhatian beberapa orang. Aku merasa mereka mengenal gadis ini. Mereka
membisikan kata pada teman yang ada di dekatnya. Aku tidak peduli dengan apa
yang mereka ocehkan. Aku dan Xia segera keluar dari tempat ini.
Langkah kami keluar dari aula tentu saja tidak di
lihat oleh kelas reguler. Ya kelas biasa tepatnya. Manusia biasa tidak akan
bisa melihat kami di siang hari, di akademi ini kecuali dia memiliki kemampuan
tersendiri hingga bisa melihat kami disini. Ya kami di lindungi oleh sihir, agar
tidak seorang pun mengetahui kemampuan kami. Atau kami yang aneh ini, “Kami” ya
kami sebagai perwakilan dari berbagai klan. Aku tidak memiliki klan untuk
menyatakan ikut dalam kata “Kami”.
__ADS_1
Tetapi siapa yang menyangka, sebuah keberuntungan
atau kesialan. Lagi, aku bertemu dengan pria yang pernah kutemui di
perpustakaan kota. Pria itu masih ada disini. Aku dan dia bertemu di jalan ini
lagi. Jalan menuju keluar Akademi Yexiao. Pria ini juga terselimuti oleh sihir
dari Akademi Yexiao ini hingga pertemuan ini tidak pernah dapat di lihat oleh
anak- anak biasa.
Pria ini menghalangi jalanku dan Xia. Ia bersama
anak buahnya menghalangi jalan kami berdua.
Aku melihat pria ini dengan tersenyum manis nan
datar, tetapi Xia tampak menyukai pria ini. Ia seperti gadis lainnya yang
mengidolakan pria ini.
“Ada apa?” tanyaku.
Dengan penampilan yang cool, pria itu berucap “Sepertinya
kita pernah bertemu, ah ya di perpustakaan kota. Namaku Ethan, siapa namamu?”
sembari mengulurkan tangannya padaku.
Sementara Xia terus berkagum- kagum dengan pria
ini, ia seperti gadis yang tidak pernah bertemu pria tampan.
berjabat tangan dan aku memperkenalkan diriku.
“Aresha, senang bertemu denganmu lagi!” jawabku
segera menarik tanganku.
Ethan tersenyum manis, “Apa kamu akan ke
perpustakaan kota lagi? Oh ya, apa kamu akan ikut ujian ability magie?”
“Ya akan kupikirkan, bagaimana denganmu?”
“Oh, ya tentu saja. Aku akan mengawasi ujian itu!”
“Benarkah? Memang kamu dari klan mana?”
Seketika itu Xia kaget, “Aaaa.... Aresha, apa kamu
tidak mengenal Ethan? Dia pemimpin klan vampir, penguasa kegelapan!” ucap Xia
dengan ekspresi setengah kaget.
Ucapan Xia begitu, dengan santainya diriku menanggapi
ucapan temanku itu.
“Oh begitu, jadi kamu adalah pemimpin klan vampir.
Bukankah pemimpin klan vampir adalah Roman? Apa kamu sisi gelapnya?”
__ADS_1
Tiba- tiba Ethan tertawa kecil, ia tersenyum sinis
dan menjawab “Benar, sekarang semua klan di perlakukan adil. Tidak ada yang perlu
di takutkan! Apa kamu takut denganku?” sembari mendekati diriku, menatapku dengan
sangat dekat.
Kedekatan itu membuat Xia tidak menyangka jika
temannya di sukai oleh Ethan. Xia pun sangat senang, ia tidak menyangka
temannya memiliki kedekatan dengan Tuan Ethan.
Sementara diriku melangkah mundur, aku menjauhi
tatapannya yang dingin. Aku tidak begitu mengenal pria ini, tetapi aku yakin
Violin mengenalnya lebih dari cukup.
Dengan santai pria ini berhenti menatapiku, ia melangkah
mundur dan berucap “Setelah aku lihat- lihat, kamu mirip dengan Violin ya? Apa
kamu kembarannya?”
“Hah, apa yang kamu katakan? Aku tidak mirip
dengannya! Aku tidak mengenal Violin, siapa yang kamu maksud?”
“Ah ya, mungkin kalian hanya mirip. Ya kalau begitu
sampai jumpa lagi!” ucapnya mengakhiri perbincangan ini.
Pria itu segera masuk masuk ke dalam mobilnya di
tengah- tengah sepinya tempat ini. Ya kelas biasa telah masuk ke ruang kelas,
begitu mereka masuk ke gedung sihir mulai menyelimuti mereka. Sihir itu
menutupi penglihatan mereka atas apa yang terjadi di luar sini. Akademi Yexiao memang
di lindungi oleh sihir yang hebat.
Pria itu masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan
tempat ini. Kini hanya ada aku dan Xia. Kepergian pria itu juga membuat Xia
berhenti bertingkah konyol.
“Ah, Aresha? Apa dia temanmu? Dia menyukaimu ya?! Kalian
berdua terlihat cocok!”
“Apa yang kamu katakan, Xia? Sama sekali tidak
cocok. Siapa Violin itu?”
“Oh Violin, apa kamu lupa sesuatu?”
“Apa?”
“Violin? Gadis yang mirip denganmu, dia dari klan
__ADS_1
Vampir!”