
Xia yang sekarang telah melihat apa yang telah terjadi ketika dia pergi, pulang ke rumah. Kini hanya ada dirinya dan Aresha yang tak bisa melihat dirinya sekarang. Xia menggenggamkan tangannya, dadanya mulai terasa sesak setelah melihat apa yang terjadi. Ia tidak menyangka Yunba telah menipu orang tuanya.
Tetapi suatu tak terduga olehnya, Aresha yang tidak mampu melihat dirinya tiba- tiba dapat melihat.
“Apa yang kamu lakukan disini, Xia?”
“Aah, kamu dapat melihatku, Aresha?” jawab Xia kaget.
“Ya tentu saja, kenapa memasang wajah kaget begitu?”
“Ya, ya tadinya aku pikir kamu tidak melihatku”
“Kamu sedang apa disini?”
“Aku... entahlah, aku tidak tahu. Kabut datang menyelimutiku lalu membawaku ke tempat ini. Ini tempat apa?”
“Ini adalah sisi lain Glassland”
“Sisi lain Glassland?”
“Ya benar, hanya orang- orang tertentu saja dapat kembali. Dan orang itu hanya beberapa, itu pun selagi orang itu masih hidup. Kamu bersama siapa disini?”
“Aku sendirian”
“Sungguh?”
__ADS_1
“Ya, aku sendirian!”
“Jika begitu mungkin ada orang lain yang membawamu kemari. Sebaiknya kamu kembali ke duniamu sebelum nyawamu jadi taruhannya!”
“Hah, apa maksudmu?”
“Nyawamu dalam bahaya, cepat bangun atau kamu akan mati!”
Xia pun menjadi panik, “Aku...bagaimana caraku bangun?”
“Entahlah, tetapi tenangkan saja dirimu. Mungkin saja kamu sudah mati.”
Xia terkejut, ia tidak dapat menerima pernyataan itu.
“Mungkin, dan itu belum pasti. Aku tidak bisa membantumu keluar dari sini, sebaiknya kamu cari cara sendiri. Sampai jumpa!” ucap Aresha yang kemudian diselimuti kabut dan menghilang.
Xia kehilangan Aresha, dan dirinya masih berada dalam kepanikan atas ucapan Aresha akan dirinya yang dalam bahaya sekarang.
Sementara itu, kastil drakula.
Semua orang telah tertidur lelap, dan kabut asap menyelimuti mereka semua dalam mimpi dan dalam kenyataan.
Semua orang bermimpi kembali ke masa lalu hidup mereka, kehidupan masa lalu dengan masalah yang belum selesai.
Rasi adalah salah satu orang yang diberi perintah untuk menjaga seorang putri dari kerajaan penyihir. Ia masih ingat masa lalunya itu.
__ADS_1
Dalam dunia mimpinya.....
Rasi dikelilingi oleh kabut tebal yang membuat dirinya tidak bisa melihat keadaan sekitar. Ia hanya seorang diri disini.
Tiba- tiba ia mendengar suara tangisan bayi, “Oe....oeee...oeee!”
Rasi terkejut mendengar suara itu, ia tidak tahu harus bagaimana dan ini adalah tempat terasing baginya.
Lalu perlahan- lahan kabut tebal itu menghilang, dan ia dapat melihat keadaan sekitar. Ia telah berada di ruangan yang luas, ruangan yang tidak asing. Ini adalah ruang kabar seorang putri.
Dari luar ruangan ini terdengar suara langkah beberapa orang yang mendekat, dan pintu kamar pun terbuka. Seorang ratu dan beberapa pelayan masuk ke ruangan ini.
Rasi dibuat terkejut dengan melihat ratu itu, ratu yang tidak asing baginya. Ratu yang memiliki wajah yang cantik dan anggun. Memiliki mata berwarna biru yang menawan, dan rambut hitam yang panjang.
Dalam hati Rasi ada perasaan sesak yang cukup hebat seketika melihat ratu itu, ratu itu adalah ratu penyihir matahari. Orang yang sangat ia hormati.
Ratu penyihir matahari duduk di kasur dengan wajah sedih. Dayang yang melihat ratu bersedih pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan bertanya secara langsung padanya.
“Yang mulia, ada apa? Mengapa yang mulia bersedih?”
“Aku-aku tidak tahu kenapa. Aku hanya merasa dunia ini tidak adil padaku meski aku memiliki semuanya.”
“Yang mulia, jangan lah bersedih. Kami semua akan ada untuk yang mulia, kami siap menerima perintah yang mulia. Kami akan membantu yang mulia semampu kami.”
“Terima kasih, terima kasih telah membantuku. Apa yang harus kulakukan? Suamiku telah melihat ramalannya, ia akan dihancurkan oleh anaknya sendiri. Ia pasti akan membunuh dua putriku. Aku tidak mau suamiku melakukan itu.”
__ADS_1