
Setelah bersiap- siap, aku dan Xia pergi
meninggalkan asrama ini. Asrama ini tidak jauh dari asrama anak laki- laki. Xia
membawaku ke sebuah ruang aula kelas malam. Dimana aula ini tidak jauh dari gedung
asrama. Aula ini juga menjadi tempat berkumpulnya anak kelas malam yang
memiliki kemampuan luar biasa. Disini energi sihir semakin terasa, dan mengarah
pada sebuah kaca yang menempel di dinding. Ruang aula ini di letekan banyak kaca,
ya semua dinding aula ini di penuhi kaca. Aku melihat sebuah keajaiban yang
membuatku tersenyum manis, aku melihat mereka yang keluar masuk dari dan ke
kaca. Ini sangat menabjubkan. Xia pun menarik tanganku, membawaku mendekati
kaca.
Begitu dekat dengan kaca, ia segera melepaskan
tanganku lalu berucap “Aresha, ini adalah tempat kita latihan. Ayo kita masuk?
Disana kita akan menemukan tempat yang bagus dan sesuai dengan keinginan kita.”
“Apa benar begitu? Apa tidak apa- apa jika kita
masuk?” tanyaku ragu.
“Tenang saja, lagi pula tempat itu di sebut dengan Glasland
dan tempat itu sangat aman untuk kita”
“Oh begitu, aku baru tahu jika ada tempat seperti
itu. Dulu aku rasa tempat seperti itu hanyalah mimpi. Bagaimana mungkin
sekarang menjadi kenyataan?” tanyaku tersenyum manis.
“Entahlah, tetapi mari kita masuk?”
Xia kembali menarik tanganku, membawaku memasuki
Glasland. Bersamaan dengan langkah kami berdua memasuki Glasland, sebuah cahaya
putih mengiringi diri kami hingga keluar dari Glasland. Ya kami telah memasuki
dunia Glasland, tempat yang tidak berbeda dengan dunia yang sebenarnya. Semuanya
terlihat sama, dan tidak ada yang berbeda bahkan aura sihir di tempat ini lebih
kuat.
Glasland, di dunia Glasland.
__ADS_1
Lalu Xia menarikku keluar dari ruangan aula ini,
begitu di luar Xia melepaskan tanganku. Kami berdua melihat pemandangan yang
menabjubkan di dunia Glasland ini. Sihir kemampuan seseorang menjadi satu di
tempat ini. Semua orang bisa menggunakan sihirnya di dunia ini tanpa takut diketahui
oleh manusia. Ya, di dunia Glasland manusia itu tidak ada yang ada hanyalah
kami para penyihir, Hybird, Vampir, dan Wolf atau bahkan manusia yang memiliki
keberuntungan lebih.
“Ayo kita mulai berlatih, aku punya tempat yang
lebih baik dari pada disini!” ucap Xia padaku sembari berjalan lebih dulu.
Aku pun mulai mengiringi langkah dari belakang, Xia
terus berjalan hingga kami berdua berhenti di taman belakang Akademi Yexiao.
Tempat ini terlihat sepi dan hanya ada beberapa orang yang tidak lama kemudian
mereka juga pergi. Ya sebelum beberapa orang itu pergi, mereka melihat ke arah
diriku dan Xia, lalu mereka saling bicara dengan memasang raut wajah tidak suka
dan pergi. Aku yang melihat itu, aku merasa mereka tidak menyukai kedatangan
kami disini hingga tempat ini menjadi sepi.
terik panas matahari yang mulai menyengat. Ya meski ini berada di dunia
Glasland, bukan berarti panas matahari juga tidak akan ikut. Dunia ini sama
dengan dunia nyata hanya saja yang berbeda adalah manusia biasa tidak akan ada
di dunia Glasland ini.
“Aresha, jadi hari ini kita akan berlatih apa?”
tanya Xia padaku.
“Ya seperti kataku, mengendalikan air yang berada
di dalam tanah. Tetapi ini akan sulit, kita juga harus tahu berapa kedalaman
tanah yang memiliki air. Ya tapi sepertinya tidak begitu juga, ya masih ada
cara lain mengalahkan musuh!”
“Lalu jika tidak begitu, aku akan berlatih apa hari
ini?”
__ADS_1
“Pernah berpikir kalau setiap dari kita makan dan
minum?”
“Ya, tentu saja kita makan dan minum!”
“Bukankah dari makan dan minum kita bisa mengalahkan
musuh!”
“Ah, apa maksudmu aku harus menjadi pengendali
darah? Aku tidak bisa ke level tinggi itu!”
“Tidak, aku tidak memintamu begitu. Aku hanya ingin
kamu mengendalikan air di dalam tubuh manusia. Bukankah manusia itu minum
dengan air, itu juga termasuk klan vampir. Klan vampir meminum darah yang sebagian
darah itu juga ada air. Kamu pasti bisa mengalahkannya”
“Ah benarkah begitu? Tapi aku belum bisa, itu
teknik dan ide baru kan? Dalam diri manusia kita juga harus mengendalikannya
sebaik mungkin agar air dalam tubuh itu bisa kita kendalikan. Mungkin ini sama
dengan tanah dalam air kan?”
Aku tersenyum manis dan menjawab, “Ya benar. Baiklah,
sebaiknya kita mulai berlatih. Aku akan mempraktekan teknik itu untukmu!”
“Yeeee!” serunya penuh semangat.
Aku pun mulai melangkah mundur sedikit, begitu juga
dengan Xia. Memberi ruang di antara kami berdua. Aku mulai mengarahkan tanganku
ke arah tanah. Merasakan keberadaan air dalam tanah, lalu mulai berfokus pada
apa yang aku inginkan dan mulai mengerakan air dalam tanah dengan kedua
tanganku yang kosong. Membuat keajaiban dengan sihir yang kumiliki,
mengendalikan air dalam tanah dan membuatnya muncul ke permukaan dengan cara
mengubah air yang berada di tanah menjadi senjata tajam yang menusuk tanah dan
muncul ke permukaan.
Begitu air berubah menjadi mata tombak yang tajam
dan keluar dari tanah, aku segera mengendalikannya menjadi air kembali dan
__ADS_1
mengarahkannya mengelilingi diriku lalu membuatnya lenyap bagai angin.
Xia yang melihat itu bingung, ia bingung kemana