Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 236


__ADS_3

“Ya tentu saja, kamu tenang saja semuanya berjalan dengan baik. Nanti malam ujian ability magie kan? Apa kamu sudah menyiapkan dirimu dengan baik?”


“Ya tentu, aku sudah menyiapkan diriku!”


“Ya maksudku pakaianmu juga? Kamu punya pakaian untuk seni bela diri kan? Aku pikir semua orang akan berpenampilan layaknya ksatria dan peri malam ini!”


“Oh benarkah?”


“Ya tentu saja, seperti dulu!”


“Oh ya ampun, aku tidak memiliki pakaian seperti itu. Apakah seperti ini tidak apa- apa?”


“Hah, apa kamu yakin berpakaian biasa ini? Ini mudah sobek, dan tentu saja menghambat pergerakan kita. Musuh dapat dengan mudah melukai kita, aku tidak akan setuju denganmu jika kita satu tim. Tapi jangan khawatir, aku membelikanmu pakaian peri loh!” ucap Xia sembari berjalan mendekati kopernya dan mengeluarkan pakaian peri bewarna merah dengan putih. Lalu Xia berjalan mendekatiku, dan ia memberikan pakaian itu padaku.


“Ya tapi ini bukan masalahmu, mana mungkin aku bisa melibatkanmu dalam masalah seperti ini. Oh iya, jalan- jalanmu apa benar baik- baik saja?”


“Ya tentu saja, kamu tenang saja semuanya berjalan dengan baik. Nanti malam ujian ability magie kan? Apa kamu sudah menyiapkan dirimu dengan baik?”


“Ya tentu, aku sudah menyiapkan diriku!”


“Ya maksudku pakaianmu juga? Kamu punya pakaian untuk seni bela diri kan? Aku pikir semua orang akan berpenampilan layaknya ksatria dan peri malam ini!”


“Oh benarkah?”


“Ya tentu saja, seperti dulu!”

__ADS_1


“Oh ya ampun, aku tidak memiliki pakaian seperti itu. Apakah seperti ini tidak apa- apa?”


“Hah, apa kamu yakin berpakaian biasa ini? Ini mudah sobek, dan tentu saja menghambat pergerakan kita. Musuh dapat dengan mudah melukai kita, aku tidak akan setuju denganmu jika kita satu tim. Tapi jangan khawatir, aku membelikanmu pakaian peri loh!” ucap Xia sembari berjalan mendekati kopernya dan mengeluarkan pakaian peri bewarna merah dengan putih. Lalu Xia berjalan mendekatiku, dan ia memberikan pakaian itu padaku.


Aku mengambial pakaian peri itu dari tangan Xia, kain yang halus dan selembut sutra ini.


“Coba pakai, siapa tau cocok!” ucap Xia.


“Ya baiklah!” jawabku bergegas menganti pakaian.


Xia pun kembali duduk di kasurnya, dan ia menunggu.


Tidak lama kemudian, aku telah selesai mengenakan pakaian peri. Aku segera memperlihatkan hasilnya pada Xia.


“Xia, bagaimana menurutmu?”


“Oh tidak masalah, ini bagus! Boleh untukku?”


“Ya tentu saja, aku akan memakai yang bewarna hijau daun.”


“Wow... coba lihat punyamu?”


Xia segera berdiri dan mengambilkan baju peri miliknya.


“Ini!” ucap Xia memperlihatkan bajunya.

__ADS_1


“Wow... bagus, motifnya juga bunga. Aku ingin lihat kamu pakai baju itu!”


“Ya boleh, tunggu ya?”


“Ya!”


Kini giliranku menunggunya, aku ingin melihat Xia mengenakan baju perinya yang akan di pakainya saat ujian ability magie nanti. Xia pasti akan sangat terlihat cantik. Baju ini memang terbuat dari sutra, lembut dan halus serta pakaian ini memang di buat untuk seni bela diri.


Tidak lama kemudian, Xia keluar dari ruang ganti. Ia mengenakan pakaian perinya bewarna hijau muda.


“Ya ampun, astaga! Kamu cantik sekali. Ini beneran Xia kan?”


“Ya tentu saja, ini aku Xia. Apa kamu lupa denganku?”


“Kamu cantik banget, kamu seperti peri sungguhan.”


“Terima kasih pujiannya, Aresha.”


“Aku tidak memujimu, aku mengatakan yang sebenarnya tau! Jadi kita berdua akan mengenakan pakaian ini kan? Aku yakin pacarmu itu akan jatuh cinta padamu setelah melihat penampilanmu ini.”


“Ya kamu juga, pasti Ethan menyukaimu?!”


“Apa? Xia.... kamu membuatku kesal!” ucapku kesal padanya.


“Hahahha.... maaf! Aku cuman bercanda” ucap Xia.

__ADS_1


Xia gadis yang cantik, dan aku merasakan ada perubahan darinya setelah kembali ke akademi ini. Aku hanya berharap dia baik- baik saja.


__ADS_2