Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 252


__ADS_3

Tidak lama kemudian, beberapa orang keluar dari ruangan kepala Akademi Yexiao. Salah satu dari mereka adalah pemimpin klan pengendali air, ayah Xia. Ayah Xia melihat ke arah Aresha, ia menatapnya dengan wajah yang datar. Lalu mereka berpamitan dengan kepala Akademi Yexiao. Setelah itu, mereka semua pergi. Kepala Akademi Yexiao melihat ke arahku yang duduk di kursi sendiran.


“Aresha?” panggilnya padaku.


Aku yang mendengar panggila itu segera berdiri dan menjawab, “Ya, kepala Akademi Yexiao. Ada apa?.”


“Masuklah, ada yang ingin saya bicarakan denganmu.”


Aku tersenyum manis, lalu masuk ke ruangan kepala Akademi Yexiao. Aku duduk di hadapan berbatas meja dengan kepala Akademi Yexiao.


“Ya, kepala Akademi Yexiao. Apa ada masalah dengan saya?”


“Ya tentu, ada masalah dan harus di selesaikan secepatnya denganmu. Saya sebagai kepala Akademi Yexiao sungguh minta maaf, saya harus mengeluarkanmu dari Akademi Yexiao ini”


Aku yang mendengar itu sama sekali tak terkejut, aku tersenyum manis dan tertawa kecil di hadapannya.


“Hahahaha.... jadi apa itu juga karna nilaiku yang terrendah, kepala Akademi Yexiao?” ucapku menduganya.

__ADS_1


Kepala Akademi Yexiao terdiam sejenak, lalu menjawab “Ya benar, kamu sudah menduganya. Saya sungguh minta maaf, tetapi mungkin dua atau lima tahun lagi kamu bisa kemari lagi untuk belajar disini.”


“Ya, aku rasa tidak perlu. Saya datang kemari juga ingin membicarakan hal yang sama. Saya ingin keluar dari Akademi Yexiao ini!”.


Kepala Akademi Yexiao terkejut, ia tak menyangka akan seperti ini jadinya. Tetapi dengan begini masalahnya juga tidak akan terlalu berat.


“Kenapa? Apa alasanmu keluar dari sini? Ini bukan sesuatu yang berat kan?”


“Ya tentu saja tidak, saya malah sangat senang meski tidak lama belajar disini. Saya keluar karna keluarga saya, mereka tidak menyukai keberadaan saya disini. Jadi saya akan mengikuti keluarga saya. Kepala Akademi Yexiao, bolehkah saya bertanya sesuatu? Saya harap pertanyaan saya di jawab dengan jujur. Saya bersedia mendengar apapun jawabannya, saya tidak akan mempermasalahkan jawabannya.”


“Ya, baiklah jika begitu dan juga karna ini adalah hari terakhirmu jadi saya akan menjawabnya untukmu.”


“Ini soal Xia, apakah Xia juga akan pergi meninggalkan Akademi Yexiao ini? Saya lihat dia berkemas- kemas pagi ini.”


“Dia tidak pergi, dia hanya pindah kamar asrama. Tapi karna kamu keluar dari asrama ini saya rasa, dia akan tetap disana.”


“Ya, tidak perlu berterima kasih pada saya justru saya lah yang harus berterima kasih padamu karna kamu membuat semuanya menjadi mudah. Jadi kamu akan pergi kemana?”

__ADS_1


“Saya tidak tahu, tapi saya akan ikut dengan keluarga saya”


“Ya, kalau begitu selamat jalan dan berhati- hati ya? Jangan sampai terluka!”


“Ya tentu, hahaha....aku akan menjaga diriku dengan baik, itu sudah pasti!”


“Ya, baiklah jika begitu dan juga karna ini adalah hari terakhirmu jadi saya akan menjawabnya untukmu.”


“Ini soal Xia, apakah Xia juga akan pergi meninggalkan Akademi Yexiao ini? Saya lihat dia berkemas- kemas pagi ini.”


“Dia tidak pergi, dia hanya pindah kamar asrama. Tapi karna kamu keluar dari asrama ini saya rasa, dia akan tetap disana.”


“Ya, tidak perlu berterima kasih pada saya justru saya lah yang harus berterima kasih padamu karna kamu membuat semuanya menjadi mudah. Jadi kamu akan pergi kemana?”


“Saya tidak tahu, tapi saya akan ikut dengan keluarga saya”


“Ya, kalau begitu selamat jalan dan berhati- hati ya? Jangan sampai terluka!”

__ADS_1


“Ya tentu, hahaha....aku akan menjaga diriku dengan baik, itu sudah pasti!”


__ADS_2