
Yunba mengarahkan tangannya ke depan, dan telah melihat sasaran yang tepat. Tergetnya telah mendekat, dan ia mulai mengendalikan air. Ia membuat air tetap bersama di sisinya, air. Air yang di kendalikannya berada di sisi tangannnya, dan mulai menyerang lawannya.
Yunba mengarahkan tangannya ke depan, dan telah melihat sasaran yang tepat. Tergetnya telah mendekat, dan ia mulai mengendalikan air. Ia membuat air tetap bersama di sisinya, air. Air yang di kendalikannya berada di sisi tangannnya, dan mulai menyerang lawannya.
Lalu Yunba mulai melontarkan anak panah ke arah lawannya.
“Syutt...!!” serangan anak panah bertebi- tubi mengarah padaku.
Aku secepatnya menghindari serangan Yunba padaku, aku berusaha menghindari serangannya melompat- lombat dan terus berusaha agar tidak terkena anak panah. Ya meski anak panah ini terbuat dari air bukan berarti tidak bisa melukai seseorang, anak panah ini sama tajamnya seperti anak panah sungguhan. Hanya saja jika telah terkena lawan air akan menusuk kulit dan lukanya bisa menjadi lebih dalam atau luas tergantung pada keinginan pengendalinya.
Puluhan anak panah telah tertancap di tanah, dan kembali menjadi air yang kemudian di serap oleh tanah.
Beruntung sekali diriku bisa menghindari serangan Yunba. Ya setelah serangan itu terjadi, aku mulai merasa gadis ini memang menyerang diriku dengan serius dan bukan main- main.
“Hah, jadi apa hanya teknik menyerang dengan air seprti itu kah yang bisa kamu kendalikan? Huh bodoh sekali! Jika begitu, maka kamu akan mati dengan cepat disini!” ucap Yunba mulai mengendalikan air menjadi ribuan anak panah yang terlihat jelas.
Ia mengubah teknik serangannya, dan kali ini panahnya akan menyeranhku secara bersamaan. Yunba tersenyum manis, ia pun memulai serangannya.
__ADS_1
Puluhan ribu anak panah segera mengarah padaku, aku hanya memiliki sedikit air dan segera mengubah air ini menjadi perisai untuk melindungi diriku.
Hujan panah pun terjadi, aku berusaha keras menahan perisai air ini untuk melindungiku.
“Dum...”
“Dum”
“Dum”
“Dum”, suara ribuan anak panah menyerang diriku.
Yunba yang melihat Aresha berlindung di perisai, ia pun mengubah anak panahnya menyerang satu sudut.
Aku melihat anak panah mulai berubah, kali ini aku menghadapi serangan satu sudut. Ya artinya anak panah itu akan menyerangku secara bersamaan dari satu titik. Aku merasa serangan kali ini akan lebih berbahaya dari serangan sebelumnya. Aku juga merasa perisai yang kumiliki ini tidak akan mampu menahan sekarangnya ini, aku mulai memikirkan bagaimana caranya untuk menghindari serangan panah satu arah dan mengalahkannya dengan cepat.
Aku tidak bisa memikirkan sesuatu, aku tidak punya rencana. Serangan panah satu arah ini pun mulai terjadi, dan secepat kilat ribuan anak panah mencoba menghancurkan perisai ini. Aku pun terus berusaha menahan perisai ini. Tetapi lama- kelamaan aku melihat ada beberapa titik yang mulai hancur, dan aku menduga tidak lama lagi ribuan anak panah itu menghancurkan perisai ini.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, perisai yang kubuat hancur berkeping- keping dan secepatnya aku melangkah mundur. Beruntung aku bisa menghindari serangan itu, jika tidak tamatlah riwayatku.
Yunba tersenyum manis, lalu ia berucap “Hah, apa kamu akan tetap menghindar? Aku tidak akan menghentikan serangan ini hingga kamu mengakui kesalahanmu dan menepati janjimu itu!”.
Sementara itu, ketiga temannya yang memperhatikan pertandingan ini hanya tersenyum manis dan mereka juga membicarakan Yunba melawan Aresha, atau di sebuat gadis sialan.
Aku yang mendengar ucapan gadis itu hanya tersenyum manis, dan berucap “Ini hanya permulaan, keluarkan saja kemampuan terhebatmu! Aku sama sekali tidak takut, dan aku tidak akan menyerah. Itu baru saja pemanasan, seranganmu sama sekali tidak melukai diriku!”
Yunba tersenyum sinis dan menjawab “Hah, bodoh! Sudah diberikan kesempatan, tapi kamu malah seperti itu! Lihat saja, aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu!”
“Oh, itu bagus!” jawabku segera mengambil ancang- ancang menghadapi serangannya.
Tanpa pikir panjang gadis itu pun mengeluarkan kemampuannya, ia kembali mengubah air menjadi anak panah yang jumlahnya tak terhingga. Ia mulai menyerangku dengan serangan satu arah.
Aku mengambil ancang- ancang, mengarahkan tanganku ke depan dan bersiap menghadapi serangannya dengan tangan kosong. Ya aku tak perlu air, tetapi aku akan mengendalikan air itu sebisa mungkin lalu membuatnya menyerang pengendalinya sendiri.
Ribuan anak panah segera mengarah padaku, mereka bagaikan air hujan yang membasahi bumi. Menyerang secara satu arah dan membuatnya serangannya seperti jatuhan air hujan.
__ADS_1
Aku pun segera mengendalikan anak panah air ini sebisa mungkin untuk tidak mencelakai diriku. Mengarahkan tangan ke depan, lalu menghentikan serangan dengan pengendalian air dan menghancurkan ribuan anak panah itu kembali menjadi air biasa.