
Semuanya
telah usai, dan aku tidak lagi menjadi penjaga kristal biru. Aku sendiri tidak
akan menyangka jika Emelia, wanita yang pertama kali kulihat dalam mimpi adalah
orang yang menjebakku. Tapi sekarang aku telah bebas.
Pagi
yang cerah telah datang dengan hari baru. Segera kukemasi barang-barang yang
akan kubawa ke desa. Aku akan memulai hidup baru tanpa mengalami hal yang aneh.
Aku tidak peduli apa kata orang tentang hidupku, yang kuperlukan sekarang
adalah ketenangan. Aku benar-benar berduka atas kematian kakak Sha. Dia kakak
satu-satunya adalah hidupku.
Lalu
dimana ayah dan ibuku? Mereka telah tiada beberapa tahun lalu. Tapi bukan
berarti dengan segala kekurangan aku akan menyerah. Tidak! Itu bukan prinsip
yang diajarkan kakaku padaku.
Aku
hanya akan membawa apa yang perlu, dan rumah ini akan menjadi kenangan dalam
hidupku. Tepat pukul 07.00 pagi, aku segera pergi ke halte bus untuk pergi ke
Desa Flower. Desa dengan penuh hamparan bunga mawar dari petani bunga.
Menunggu
beberapa saat, begitu bus datang aku langsung masuk ke bus. Tapi aku dikejutkan
dengan kehadiran Eriska yang duduk disamping jendela. Aku pun duduk
disampingnya.
“Kamu
mau pergi kemana?”,
“Ke
tempat yang lebih baik”,
“Menurutku,
apa kamu lupa dengan dirimu? Penjaga kristal biru belum menyelesaikan
tugasnya”,
“Tugas
apa lagi? Bukannya kristal biru sudah tidak ada padaku?”,
“Ya
memang tidak ada, tapi kamu tidak boleh pergi”,
“Kenapa?”,
“Aku
hanya takut tidak akan bertemu denganmu lagi”,
“Hah,
aku yakin kita pasti bertemu lagi. Aku hanya perlu waktu untuk sendiri”,
“Aku
mengkhawatirkanmu, memang aku tak mengenal jauh dirimu tapi aku merasa kita
__ADS_1
bersaudara”,
Bus
mulai berjalan,
“Bersaudara?”,
“Ya,
aku membaca beberapa ramalan. Ya sebuah takdir. Aku akan bertemu dengan kakaku,
kakak tiri. Tapi aku yakin orang itu adalah kamu, menurutmu bagaimana?”,
“Cukup
aneh dan tak masuk akal. Pertama, bagaimana bisa aku menjadi saudaramu? Kedua,
takdir. Aku tidak mengerti bagaimana bisa,”senyumku.
Dia
tertawa kecil, “ Aku tidak pernah salah dalam melihat takdirku, semuanya hampir
bagus. Tapi aku tidak peduli, aku sangat berharap kamu memang kakak tiriku dari
kerajaan Sihir”,
“Sihir?
Aku hanya manusia, Eriska”,
Eriska
mulai berteriak, “ Pak tolong hentikan busnya! Aku ingin turun”,
Bus
pun berhenti, dan Eriska menarik tanganku seraya berucap “ Ikut denganku, aku
ingin menunjukan sesuatu. Jika aku salah, aku akan mengantarmu sampai desa
itu”,
Aku
rumahku!”,
“Jalan
kaki?”,
“Tidak,
sopir pribadiku akan datang”,
Tak
lama kemudian sopir pribadi Eriska datang, dan kami masuk ke mobil pergi menuju
rumahnya.
***
Mobil
ini berhenti di sebuah rumah megah bergaya klasik ala kerajaan. Rumah yang
benar-benar unik dan megah bagiku. Ia menarik tanganku menuju sebuah ruangan.
Di ruangan ini lah tersimpan berbagai macam buku, ia membawaku ke ruang tengah.
Ada satu meja dengan bola ramal disana. Duduk berhadapan dengan Eriska.
“Jadi
apa yang ingin kamu tunjukan padaku?”,
Eriska
__ADS_1
mulai mengeserkan bola kristal dan meletakan sebuah buku di meja.
“Buku
ini hanya bisa dibuka oleh orang yang ingin membaca masa lalu hidupnya. Aku
tidak bisa membukanya dan membaca takdir seseorang. Aku hanya bisa membaca
takdirku dan masa laluku. Aku ingin kamu membukanya”,
Tanpa
basa basi, aku mulai membuka buku itu. Buku itu terbuka dan memunculkan sebuah
tulisan.
“Ha,
hebat! Lihat buku ini ajaib sekali. Tulisannya muncul sendiri”,
“Ya,
tapi aku tidak bisa membacanya kecuali dirimu. Jadi bacakan untukku”,
Aku
pun mulai membaca tulisan yang ada pada buku itu, “ Disini tertulis, Putri Ratu
Mora. Putri Aresha menikah dengan Pangeran Tagao. Ayah dari Aresha adalah Raja
Alex yang memiliki selir. Selir yang baik melahirkan seorang anak perempuan
bernama Eriska. Eriska memutuskan ke daratan”,
Aku
terhenti bicara, dan langsung menutup bukunya. Perasaanku tiba-tiba menjadi
kacau dan kucoba menyembunyikannya dari siapapun.
“Jadi
apa kamu percaya?”,
“Aresha?
Hah, mungkin namanya hanya kebetulan sama”,
“Tidak
mungkin, buku ini hanya bisa dibuka oleh pemegang buku”,
“Aku
tidak percaya!”,
“Bagaimana
cara membuktikannya padamu ya?,”ucap Eriska mulai berpikir, “ Bagaimana dengan
mimipi yang menjadi nyata? Itu bukan hanya sekedar kebetulan. Aku mengalami
takdir itu, buku ini bilang bahwa aku akan bertemu denganmu lewat mimpi itu.
Maka itu aku menyetujui rencana Emelia”,
“Hah,
ya ampun! Jika memang aku berinkarnasi, bisakah kau membuat ingatanku
kembali?”,
“Penjaga
krisla biru pasti pernah memegang kristal itu. Aku yakin kamu pernah, dan telah
melihat masa lalumu. Jadi kumohon tetaplah tinggal bersamaku. Jika kamu tidak
percaya, atau masih lupa. Baca buku ini semuanya. Aku akan mengantarmu setelah
__ADS_1
kamu menyelesaikan semua ini. Aku akan meninggalkanmu disini dan jangan coba-coba
kabur ya?”,