Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 117


__ADS_3

Semuanya


telah usai, dan aku tidak lagi menjadi penjaga kristal biru. Aku sendiri tidak


akan menyangka jika Emelia, wanita yang pertama kali kulihat dalam mimpi adalah


orang yang menjebakku. Tapi sekarang aku telah bebas.


Pagi


yang cerah telah datang dengan hari baru. Segera kukemasi barang-barang yang


akan kubawa ke desa. Aku akan memulai hidup baru tanpa mengalami hal yang aneh.


Aku tidak peduli apa kata orang tentang hidupku, yang kuperlukan sekarang


adalah ketenangan. Aku benar-benar berduka atas kematian kakak Sha. Dia kakak


satu-satunya adalah hidupku.


Lalu


dimana ayah dan ibuku? Mereka telah tiada beberapa tahun lalu. Tapi bukan


berarti dengan segala kekurangan aku akan menyerah. Tidak! Itu bukan prinsip


yang diajarkan kakaku padaku.


Aku


hanya akan membawa apa yang perlu, dan rumah ini akan menjadi kenangan dalam


hidupku. Tepat pukul 07.00 pagi, aku segera pergi ke halte bus untuk pergi ke


Desa Flower. Desa dengan penuh hamparan bunga mawar dari petani bunga.


Menunggu


beberapa saat, begitu bus datang aku langsung masuk ke bus. Tapi aku dikejutkan


dengan kehadiran Eriska yang duduk disamping jendela. Aku pun duduk


disampingnya.


“Kamu


mau pergi kemana?”,


“Ke


tempat yang lebih baik”,


“Menurutku,


apa kamu lupa dengan dirimu? Penjaga kristal biru belum menyelesaikan


tugasnya”,


“Tugas


apa lagi? Bukannya kristal biru sudah tidak ada padaku?”,


“Ya


memang tidak ada, tapi kamu tidak boleh pergi”,


“Kenapa?”,


“Aku


hanya takut tidak akan bertemu denganmu lagi”,


“Hah,


aku yakin kita pasti bertemu lagi. Aku hanya perlu waktu untuk sendiri”,


“Aku


mengkhawatirkanmu, memang aku tak mengenal jauh dirimu tapi aku merasa kita

__ADS_1


bersaudara”,


Bus


mulai berjalan,


“Bersaudara?”,


“Ya,


aku membaca beberapa ramalan. Ya sebuah takdir. Aku akan bertemu dengan kakaku,


kakak tiri. Tapi aku yakin orang itu adalah kamu, menurutmu bagaimana?”,


“Cukup


aneh dan tak masuk akal. Pertama, bagaimana bisa aku menjadi saudaramu? Kedua,


takdir. Aku tidak mengerti bagaimana bisa,”senyumku.


Dia


tertawa kecil, “ Aku tidak pernah salah dalam melihat takdirku, semuanya hampir


bagus. Tapi aku tidak peduli, aku sangat berharap kamu memang kakak tiriku dari


kerajaan Sihir”,


“Sihir?


Aku hanya manusia, Eriska”,


Eriska


mulai berteriak, “ Pak tolong hentikan busnya! Aku ingin turun”,


Bus


pun berhenti, dan Eriska menarik tanganku seraya berucap “ Ikut denganku, aku


ingin menunjukan sesuatu. Jika aku salah, aku akan mengantarmu sampai desa


itu”,


Aku


rumahku!”,


“Jalan


kaki?”,


“Tidak,


sopir pribadiku akan datang”,


Tak


lama kemudian sopir pribadi Eriska datang, dan kami masuk ke mobil pergi menuju


rumahnya.


***


Mobil


ini berhenti di sebuah rumah megah bergaya klasik ala kerajaan. Rumah yang


benar-benar unik dan megah bagiku. Ia menarik tanganku menuju sebuah ruangan.


Di ruangan ini lah tersimpan berbagai macam buku, ia membawaku ke ruang tengah.


Ada satu meja dengan bola ramal disana. Duduk berhadapan dengan Eriska.


“Jadi


apa yang ingin kamu tunjukan padaku?”,


Eriska

__ADS_1


mulai mengeserkan bola kristal dan meletakan sebuah buku di meja.


“Buku


ini hanya bisa dibuka oleh orang yang ingin membaca masa lalu hidupnya. Aku


tidak bisa membukanya dan membaca takdir seseorang. Aku hanya bisa membaca


takdirku dan masa laluku. Aku ingin kamu membukanya”,


Tanpa


basa basi, aku mulai membuka buku itu. Buku itu terbuka dan memunculkan sebuah


tulisan.


“Ha,


hebat! Lihat buku ini ajaib sekali. Tulisannya muncul sendiri”,


“Ya,


tapi aku tidak bisa membacanya kecuali dirimu. Jadi bacakan untukku”,


Aku


pun mulai membaca tulisan yang ada pada buku itu, “ Disini tertulis, Putri Ratu


Mora. Putri Aresha menikah dengan Pangeran Tagao. Ayah dari Aresha adalah Raja


Alex yang memiliki selir. Selir yang baik melahirkan seorang anak perempuan


bernama Eriska. Eriska memutuskan ke daratan”,


Aku


terhenti bicara, dan langsung menutup bukunya. Perasaanku tiba-tiba menjadi


kacau dan kucoba menyembunyikannya dari siapapun.


“Jadi


apa kamu percaya?”,


“Aresha?


Hah, mungkin namanya hanya kebetulan sama”,


“Tidak


mungkin, buku ini hanya bisa dibuka oleh pemegang buku”,


“Aku


tidak percaya!”,


“Bagaimana


cara membuktikannya padamu ya?,”ucap Eriska mulai berpikir, “ Bagaimana dengan


mimipi yang menjadi nyata? Itu bukan hanya sekedar kebetulan. Aku mengalami


takdir itu, buku ini bilang bahwa aku akan bertemu denganmu lewat mimpi itu.


Maka itu aku menyetujui rencana Emelia”,


“Hah,


ya ampun! Jika memang aku berinkarnasi, bisakah kau membuat ingatanku


kembali?”,


“Penjaga


krisla biru pasti pernah memegang kristal itu. Aku yakin kamu pernah, dan telah


melihat masa lalumu. Jadi kumohon tetaplah tinggal bersamaku. Jika kamu tidak


percaya, atau masih lupa. Baca buku ini semuanya. Aku akan mengantarmu setelah

__ADS_1


kamu menyelesaikan semua ini. Aku akan meninggalkanmu disini dan jangan coba-coba


kabur ya?”,


__ADS_2