
Aku tidak pernah terpikir ia akan diajak mama untuk ikut makan malam, ia duduk tepat di depanku. Aku pun mulai merasa aneh di depan pria itu, entah kenapa tapi ini untuk pertama kalinya.
Mama mengambilkan makanan untuk Roman sementara aku hanya melihatnya dengan kekosongan. Mama mengajaknya bicara sementara aku terus mengisi perutku hingga kenyang.
“Ma, aku pergi ke kamar duluan. Aku mau belajar”,
“Violin kok kamu cepat banget makannya? Ngak ngajak Roman jalan-jalan sebentar di luar?”,
“Ngak Ma, aku banyak tugas. Lain kali aja, lagi pula dia tamu mama dan itu urusan mama. Entar mama dimarahin Pak Dir loh!,”jawabku sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
“Maafin Violin ya, dia memang seperti itu. Tapi dia bakal ngajak kamu jalan-jalan kok. Kamu sekolah atau kuliah dimana?”,
“Saya sekolah di HS7”,
“ Wah, berarti kamu satu sekolah dong dengan Violin, besok kamu bisa berangkat bersama ke sekolah”,
“Iya terima kasih, biasanya Violin ke sekolah naik apa?”,
“Bus, kadang bus sekolah kadang bus kuliah”,
“Em, tadi di depan pintu dia menyebutkan Gisel dan Hani. Apa benar mereka sahabat Violin?”,
“Iya, itu dua sahabat Violin masih satu sekolah kok. Mereka berdua yang selalu menemani Violin”,
Usai makan malam, Roman kembali ke kamar. Ia melihat satu kamar dan di depan pintu bertuliskan Violin.
“Pasti kamar dia, hah. Anak perempuan itu kemana-mana dia aja yang kutemui. Apa dia mata-mata ya?,”duga Roman.
***
Meja belajar, mengejarkan tugas rumah. Setelah selesai kusempatkan menulis novel, ya aku bukan hanya suka membaca tapi menulis novel juga. Membuka blog, dan mulai memposting tulisan. Ya aku tidak terlalu panjang membuat suatu karya dan sering ke post di blog. Karyaku itu berisi percaya akan adanya vampir di dunia ini. Saat mencek blog, aku menemukan komentar dari @PangeranRahasia. Nama blogku adalah Adena yang artinya Anita Violinderina. Saat ini blogku lumayan populer di kalangan pembaca dan postinganku selalu dinantikan oleh mereka.
“Hay, aku pengemar beratmu. Aku menemukan nomor handphonemu dan email. Bolehkan aku mengirim pesan chat untuk perkenalan diri kita? Aku menyukai karyamu, apa yang membuatmu percaya akan adanya vampir di dunia ini?”,
Aku pun segera membalas komentar itu,
“@PangeranRahasia, terima kasih telah menjadi fans beratku. Tentu saja kamu boleh mengirim pesan padaku sebagai perkenalan kita. Aku percaya pada vampir sebab aku meras dia ada hanya saja bersembunyi dari kita semua. Aku pun jatuh cinta pada vampir kadang kala ia dalam pikiranku telah membuatku jatuh cinta”,
Setelah membalas pesan itu, kini giliranku membalas pesan dari yang lainnya.
Dari @PemburuVampir “ @Adena, sebaiknya kamu jauhkan rasa penasaranmu sebelum mereka benar-benar mengejarmu. Vampir itu makhluk terkutuk dan bisa membunuhmu. Jangan sampai pikiranmu membuatmu sangat terobsesi untuk mencari keberadaan mereka di dunia ini”,
Balasanku, “ @PemburuVampir, terima kasih atas nasehatnya. Kumembaca blog kalian dan kalian juga percaya pada vampir jadi kenapa aku tidak boleh? Aku bukan ingin mencari masalah tapi aku merasakan dia memang ada”,
Dari @Hani “ Karya kamu bagus, kenapa semua tentang vampir? Kenapa ngak tentang Roman, cogan yang kita bicarain tadi?”,
Ya seperti yang kalian duga,. Itu memang dari Hani, sahabatku.
Balasku, “@Hani hantu nongol dimana-mana. Hani jadi mata-mata nih di blog aku! Ngak bakalan aku menulis tentang pria itu tau!”,
__ADS_1
Usai membalas komentar dari Hani, tiba-tiba ada pesan singkat masuk dari grup yang kubuat untuk mengundang Hani dan Gisel tadi siang.
“Hehe, gue pengen kamu buatin novel tentang Roman buat gue. Nama tokoh utamanya gue, jadian sama Roman”,
“Ah, tu kan dimana-mana. Ngak di blog, ngak di chat pasti ada”,
“Hehe, boleh ya? Buatin aku novel tentang aku dan Roman?”,
“Ah, iya-iya gue buatin. Bentar ya gue tulis dulu!” menghentikan chat dan mulai menulis novel tentang Hani dan Roman.
“ Hani adalah cwek baik yang bersekolah di HS7 dan menyukai Roman. Tapi sayangnya Roman ngak suka sama dia. Hani terus memaksakan diri bahwa dirinya adalah jodoh Roman. Anehnya Hani tidak menyadari ada pria lain yang sangat menyukai dirinya. Suatu hari Hani melihat Roman bersama wanita lain, dan Roman mengatakan padanya bahwa wanita itu adalah tunangannya. Hati Hani pun terluka, dan seorang pria datang untuk mengobati lukanya. Begitu dalam waktu singkat Hani sadar bahwa ada pria lain yang jauh lebih baik dari pada Roman. Nah, bagaimana ceritanya? Semoga Hani kagak ngarepan ya!” secepatnya kukirim cerita itu di grup chat.
Hani, “ Hehe, oke dech gue harus ngak ngarep”,
Gisel, “ Kalian udah ngerjain tugas belum?”,
“Udah lah, sudah selesai semua kok”,
Gisel, “ Gue belum, tumben elo pintar!”,
“Jadi maksudmu selama ini aku bodoh?”,
Gisel, “Kagak gitu, kamu biasanya lambaattt…”,
Hani, “Udah-udah aku mau kerjain tugas sekolah dulu. Sampai jumpa besok dan ngak sabar gue ngelihat cogan itu di depan mata gue langsung”,
“Nah, masih aja elo”,
“Selamat malam, aku PangeranRahasia pengemar novelmu. Aku senang sekali setelah kamu menjawab komentarku tadi. Save ya nomorku! Kapan-kapan kamu mau kan kita ketemuan?”,
Balasku, “ Selamat malam juga, jadi siapa nama aslimu? Akan kusimpan, ya boleh saja jika aku tidak sibuk”, kemudian aku mulai menyimpan nomor dari pesan itu dengan nama Pangeran Rahasia.
Dalam waktu singkat pesan balasan kembali masuk,
Pangeran Rahasi, “ Pangeran Rahasia, aku ingin kamu memanggilku seperti itu. Senang berkenalan denganmu. Adena”,
Aku pun mulai membalas pesan itu, “ Ya aku juga, apa kamu suka membaca?”,
Pangeran Rahasia, “ Ya, aku suka terutama tulisanmu dan aku merasa tulisanmu sedikit nyata. Aku juga penasaran denganmu, aku harap kita bisa segera bertemu bertatap muka”,
Aku membalas pesan, “ Ya, aku juga tetapi aku malu sekali padamu. Aku takut kamu membenciku setelah melihat wajahku yang jelek ini”,
Pangeran Rahasia, “ Hahaha, aku rasa kamu tidak jelek. Apa kamu masih sekolah?”
Aku membalas, “ Ya, bagaimana denganmu?”,
Pangeran Rahasia, “ Aku juga dan aku baru masuk sekolah formal. Aku lama tidak masuk sekolah formal. Aku merasa besok adalah hari yang sangat panjang. Apa kamu pernah sekolah formal? Bisa ceritakan sedikit tentang sekolahmu?”,
Aku membalas, “Boleh saja, sangat menyenangkan sekali. Aku bisa bertemu dengan teman-teman setiap hari dan belajar. Ya meski kadang kala ada saja masalah yang datang tetapi yakinlah pasti aja jalan keluarnya. Jadi kamu hari pertama masuk sekolah? Sama dong kayak di kamar sebelah ini”,
__ADS_1
Pangeran Rahasia, “Memang ada apa dengan kamar sebelahmu?”,
Aku membalas, “ Dia juga baru masuk sekolah itu kudengar dari teman-teman”,
Pangeran Rahasia, “ Boleh aku bercerita tentang apa yang kurasakan saat ini padamu?”,
Aku membalas, “ Ya boleh saja, aku akan mendengarkannya untukmu”,
Pangeran Rahasia, “ Aku menunggu seorang wanita yang lama pergi dariku. Nah menurutmu jika kamu jadi wanita itu apakah kamu masih mencintaiku?”,
Aku membalas, “ Ya tentu saja, jika aku jadi dia ya! Pasti ada kerinduan yang berat diantara kalian ya?”,
Pangeran Rahasia, “….”
Aku pun mulai tidak membalas pesan itu, aku lelah dan memutuskan untuk tidur.
***
Pagi, Roman mendadak dijemput oleh seorang pria tak dikenal. Pria itu tak mau keluar dari mobilnya, ia menunggu di mobil saja. Roman berpamitan denganku dan mama.
“Jadi hari ini ngak jadi barengan sama putri tante ya?,”ucap mama.
“Maafkan saya, teman saya menjemput saya hari ini. Mungkin dia ada masalah kecil, Violin sampai jumpa di sekolah ya?,”senyum Roman padaku.
“Ya, sampai jumpa!”,
Ketika Roman pergi dengan pria yang menjemputnya itu aku baru sadar bahwa ia satu sekolah denganku. Aku benar-benar baru menyadari hal ini dan secepatnya pergi ke sekolah. Entah apa yang membuat sahabatku juga naik bus sekolah hari ini, Hani.
Aku dan Hani duduk bersampingan, Hani duduk disamping jendela.
“Kau tahu Violin? Aku hari ini ngak naik motor loh”,
“Itu mah gue juga tau, kalau loh naik motor ngak mungkinkan naik bus ke sekolah? Emang loh ada dua gitu?”,
Hani tersenyum sendiri,
“Btw, aku udah gak sabar buat ketemu Ceo muda itu loh di sekolah”,
“Lalu?”,
“Aku rasanya jatuh cinta padanya, dia ganteng banget. Aku bahkan udah cari biodata dirinya malam tadi”,
“Hah, dasar!”,
Hani pun menatap diriku dengan tajam, “Emang kenapa sih? Kamu cemburu?”,
“Ngak lah, elo kan emang gitu. Mantan pacar aku yang berengsek juga loh cari tau!”,
“Hehehe….”
__ADS_1