
Hingga mereka tiba di lorong yang bercabang. Kini ada dua lorong di depan mereka, dan ada jejak kaki di setiap lorong itu.
“Bagimana ini? Lorong mana yang harus kita pilih? Lorong ini punya jejak kaki!”
“Disini juga ada!”
“Hah, jadi ada dua jejak kaki? Roman, kita pilih lorong yang mana?”
“Entahlah, tetapi mungkin salah satu dari lorong ini adalah jebakan!”
“Ya, benar. Netta, kamu pilih lorong yang mana?” ucap Steven.
“Aku tidak tahu, tapi jalan satu- satunya adalah berpencar. Apapun yang terjadi, setidaknya kita harus tetap saling melindungi. Sebagian mengikuti Roman dan sebagian mengikuti Eren. Dari Buniv mengikuti kami, dari Akademi Yexiao silahkan ikuti Roman!” saran Netta.
“Ya baiklah, itu ide yang bagus. Bagimana pendapat kalian?” ucap Eren setuju dengan saran Netta.
“Kami tidak masalah, meski Netta itu lemah tapi saran ini satu- satunya cara agar kita menemukan yang lainnya” jawab seorang peserta ujian ability magie dari Buniv.
__ADS_1
“Ya kami juga!” sambung dari peserta ujian ability magie Akademi Yexiao.
“Roman?” tanya Steven meminta pendapatnya.
“Tidak masalah, aku percaya temanku akan melindungi peserta dari Buniv. Aku juga akan melakukan hal yang sama!” jawabnya.
“Tapi bagaimana dengan cahayanya? Apakah dari salah satu kalian, Akademi Yexiao bisa menggunakan sihir cahaya? Tempat ini gelap!” ucap Netta.
“Ya tenang saja, aku bisa menggunakannya!” jawab Violin yang kemudian dia membuat sihir cahaya yang akan menerangi perjalanan mereka.
“Baiklah, semuanya dengarkan baik- baik! Apapun yang terjadi ketika kita memasuki dua lorong ini, haraplah melindungi satu sama lain. Carilah jalan keluar, lalu jika bisa hubungi teman kalian dengan ponsel atau apapun untuk meminta bantuan atau untuk mengetahui keberadaan teman kita. Patuhi setiap perintah dari pengawas akademi masing- masing. Hanya itu yang ingin aku sampainya!” ucap Roman pada semua orang.
Kemudian mereka semua segera masuk ke lorong kanan dan kiri. Eren memimpin peserta ujian ability magie dari Buniv dan Roman memimpin peserta ujian ability magie dari Akademi Yexiao.
Roman dan yang lainnya pun segera memasuki lorong kanan, begitu juga dengan Eren dan yang lainnya yang segera memasuki lorong kiri. Mereka semua terus mengikuti jejak kaki yang tidak tahu dimana jejak kaki ini akan berakhir.
Roman terus memimpin di depan dengan bantuan cahaya sihir yang terus menerangi jalan mereka semua. Violin, Hani dan Gisel terus mengikuti pria ini. Beberapa dari peserta ujian ability magie yang di pimpinnya, tubuh mereka telah gemetaran dan ketakutan. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi, dan ada apa di depan mereka. Benar- benar lorong yang panjang dan tak berujung.
__ADS_1
“Keken, berhentilah gemetaran. Ada apa denganmu?” tanya sahabatnya.
“Maaf, aku ketakutan jadi gemetaran. Aku telah mencoba untuk tidak gemetaran tetapi tetap saja!”
“Memang apa yang kamu takutkan?”
“Aku hanya takut sesuatu juga akan terjadi padaku seperti yang terjadi pada teman- teman, mereka menghilang dan hanya meninggalkan jejak kaki!”
“Tidak ada, mungkin mereka sedang mencari jalan keluar dengan cepat. Mereka menemukan lorong ini, jadi mereka jalan lebih dulu!”
“Oh begitu ya! Itu alasan yang bagus.”
Mereka pun terus berjalan menelusuri lorong ini. Hingga ada cahaya yang bersinar terang di depan mata mereka. Lalu terdengar pula suara teman- teman yang hilang, teman yang mereka kenali.
“Ah, sayang sekali ya! Beruntung kita mendapatkan tempat seperti ini. Apa yang lain juga menemukan tempat seperti ini?”
“Ya semoga saja! Disini enak dan nyaman!”
__ADS_1
“Ya begitu lah, aku harap mereka segera kemari dengan sendirinya. Kita sudah sangat lelah berjalan. Lorong ini panjang sekali!”
“Em, aku setuju denganmu!”