Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Chapter 185


__ADS_3

Kedua temannya yang masih bisa menyerang diriku, melihat temannya jatuh pingsan dan tubuhnya mulai diselimuti oleh tanah pun marah. Mereka menyerang secara bersamaan.


Yang tersisa adalah elemen tanah dan angin. Yang kuhadapai adalah kedua gadis yang memiliki dasar elemen di dunia sihir. Maka dari itu aku menggunakan kekuatanku sebagai pengendali air. Ya aku mengendalikan tubuh mereka, sebagai pengendali darah yang sebenarnya pengendalian ini bisa di lakukan oleh pengendali air hanya saja ia harus bertahun- tahun untuk bisa mengendalikan tubuh seseorang.


Mereka berdua kudapatkan dan tidak bisa bergerak. Aku pun mengendalikan pengendali tanah untuk menyerang temannya sendiri, sementara temannya pengendali angin kubiarkan diam membisu dan ia terjebak oleh pengendalian temannya sendiri.


Kini hanya tersisa satu yakni pengendali tanah, aku pun mengendalikan dirinya. Membuat dirinya sendiri terjebak dalam pengendaliannya sebagai pengendali tanah.


Sekarang ke tiga gadis itu terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya tersisa satu gadis lemah yang telah mengkhianati temannya sendiri, Yunba. Yunba terluka dan dalam kondisi yang lemah.


Aku pun mendekati gadis itu, dan menguncinya dengan pengendalian darah. Ia berdiri dengan kendaliku.


Aku pun membawanya ke tengah- tengah temannya, menggerakan tubuh gadis ini secara tak normal dan mengembalikannya ke semula. Teman- temannya tidak bisa berbuat apa-apa.


“Wah! Coba lihat, sekarang siapa yang terjebak? Ah ya, aku lupa memberitahu kalian kalau aku bukan hanya pengendali air. Ya aku harap kalian mengingat diriku mulai dari sekarang, dan jangan pernah meremehkan diriku! Ya... jika kalian....” aku terhenti berucap setelah melihat gadis vampir mencoba membebaskan diri dengan kekuatannya.

__ADS_1


Aku pun tidak membiarkan semua itu terjadi, aku mengunci Yunba dan memperlakukan ke empatnya dengan lemah kejam. Aku mengunci ke empatnya dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka saling serang dan saling mengunci atas kendaliku, sebagai pengendali darah.


Aku pun mendekati gadis itu, dan menguncinya dengan pengendalian darah. Ia berdiri dengan kendaliku.


Aku pun membawanya ke tengah- tengah temannya, menggerakan tubuh gadis ini secara tak normal dan mengembalikannya ke semula. Teman- temannya tidak bisa berbuat apa-apa.


“Wah! Coba lihat, sekarang siapa yang terjebak? Ah ya, aku lupa memberitahu kalian kalau aku bukan hanya pengendali air. Ya aku harap kalian mengingat diriku mulai dari sekarang, dan jangan pernah meremehkan diriku! Ya... jika kalian....” aku terhenti berucap setelah melihat gadis vampir mencoba membebaskan diri dengan kekuatannya.


Aku pun tidak membiarkan semua itu terjadi, aku mengunci Yunba dan memperlakukan ke empatnya dengan lemah kejam. Aku mengunci ke empatnya dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka saling serang dan saling mengunci atas kendaliku, sebagai pengendali darah.


“Hah, jadi seperti ini lah akhir hidup kalian! Ya jika kalian bergerak sedikit saja, penguncian pada diri kalian itu semakin kuat. Jadi agar tidak menyakitkan, mengaku saja bahwa kalian telah kalah?!”


Gadis vampir yang sombong dan keras kepala pun menjawab, “Tidak akan! Kami tidak akan mengaku kalah pada gadis rendahan sepertimu!”


Aku tertawa keci, dan menjawab “Hah, rendahan ya? Aku memang gadis rendahan, tetapi aku bukan lah gadis dari rakyat jelata. Aku ada diantara semua orang. Sebaiknya kamu pikirkan dulu baik- baik, mengaku kalah atau aku menghabisi kalian?!”

__ADS_1


“Hah, tidak akan!” jawab gadis vampir itu lagi.


Aku pun terus mengunci mereka berempat hingga menit- menit berlalu. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka, tetapi semakin lama tentu akan semakin menyakitkan. Tanpa mereka sadari mereka telah terluka parah. Hanya saja aku menyiksa mereka perlahan- lahan.


Mereka berharap akan ada orang melintas kemari, ya seperti itu lah agar mereka di bebaskan dan kemudian menyalahkan diriku atas kejadian ini. Tetapi itu adalah tindakan yang bodoh. Aku telah menyadari rencana mereka, maka sebelum ada orang yang melihat. Aku menenggelamkan mereka ke dalam tanah, dan mengunci mereka seperti boneka. Lalu membuat tempat ini kembali ke semula. Ya seperti tidak ada sesuatu yang terjadi disini.


Saat suasana hening menyelimuti tempat ini, seseorang perempuan berpakaian mantel putih muncul di hadapanku. Ia tidak berucap apa- apa, tetapi kehadirannya aku tersenyum manis dan memberi perintah padanya dengan bahasa isyarat. Ia pun menganggukan kepala, lalu menghilang entah kemana.


Setelah itu, aku kembali memunculkan ke empat gadis yang terkunci itu ke permukaan. Mereka masih terkunci, dan tidak bisa bergerak.


“Hei, hei! Cepatlah katakan bahwa kalian menyerah?” ucapny meminta.


“Kami tidak akan menyerah!”


“Jadi kalian tidak mau menyerah ya? Apa kalian ingin terus seperti ini? Ini menyakitkan loh! Apa kalian tidak sadar kalau teman kalian, Yunba itu perlahan- lahan melemah. Dia perlu pertolongan, apa kalian tidak mau melihatnya ke belakang?”

__ADS_1


__ADS_2