
Resepsi pernikahan mama dan Briand berjalan lancar dan meriah. Mama juga mengundang pak Dir. Ternyata mama juga mengundang Roman dan teman-temannya. Ibu juga mengundang keluarga Angel. Aku hanya duduk di kursi sambil menyaksikan kemeriahan pernikahan mama. Aku justru tak peduli apa kata mereka tentang hal yang kulakukan ini.
Netta, teman dekat Roman datang dan duduk di sebelahku.
“Hey, nampaknya kamu sangat tak senang akan pernikahan ini. Kenapa?”
“Apa urusanmu denganku? Senang atau pun tidak bagiku kamu tak perlu tahu!”
“Baiklah, tapi caramu ini terlihat tak menyenangkan di hari bahagia ini”
“Bahagia? Kamu pikir aku bahagia dengan semua ini? Aku ingin acara ini cepat selesai”
“Kenapa?”
“Kamu bertanya kenapa padaku? Kamu ini siapa? Aku bahkan tak mengundangmu dan juga teman-temanmu itu!,”ucapku pergi meninggalkan tempat ini.
Roman melihat Violin meninggalkan Netta secepatnya menghampiri Netta dan duduk di sebelah.
“Ada masalah?”
“Ya, dia nampak tak begitu suka dengan semua ini dan kita”
“Aku akan mendekatinya!”,
Roman berjalan mendekati Violin yang duduk memojok sendirian.
“Hay Violin, apa kabar?”
“Baik”
“Kamu marah atau sedang sedih, ada apa? “
“ Aku tidak sedih dan tidak senang”
“Kita berkumpul yuk? Ibumu terlihat bahagia sekali”
“Kalau begitu jangan ajak aku berkumpul disana dengan ibuku”
“Kamu marah padaku? Apa aku salah?”
“Ya, kamu kenapa ngak dekat dengan Angel?”
“Hah yang benar saja, aku ngak suka sama dia dan aku sukanya sama kamu”
Mendengar ucapan Roman entah kenapa hatiku mendadak senang tapi aku tak mau menunjukan rasa senang itu di depannya. “ Hah, apa Gisel bawa eskrim ya? Roman ambilkan aku eskrim di meja hidangan dong!”
“Em, oke tunggu ya! Mau rasa apa?”
“Coklat tabur caramel”
“Oke!” Roman bergegas pergi mengambilkan eskrim di meja hidangan.
***
Meja hidangan,
Saat Roman mengambil eskrim dirinya bertemu dengan Angel. Roman mengambil dua eskrim rasa coklat caramel.
“Hey Roman, apa eskrim itu untukku?”
“Tidak, ini untuk orang yang aku cintai dan bukan kamu!” ucap Roman meninggalkan Angel. Angel pun marah dan kesal. Angel memperhatikan langkah Roman untuk mengetahui siapa gadis yang ia cintai. Roman terhenti di kursi paling pojok. Ia memberikan eksrim itu pada Violin yang membuat hati Angel marah.
“Ini!”ucap Roman sambil menyondorkan eskrim coklat caramel. Aku mengambil eksrim dan memakannya.
“Enak banget! Ini pasti buatan Gisel”
“Kamu tahu dari mana kalau ini buatannya?”
“Ya tau lah, di gelas ini ada tulisan Gisel!”
Roman memperhatikan gelas plastic yang dibawanya dan memang bertulisan Gisel. “ Ya benar! Kamu ngak marah lagi kan sekarang?”
__ADS_1
“Ngak, memang tadi aku marah sama kamu?”
“Ya kesal!”
“Tapi bukan marah kan?”
“Ya memang kamu benar, oya aku masih penasaran deh sama penulis novel itu. Masa iya cwok ganteng ini ngak mau ia temui?”
“Mungkin penulisnya cwok dan masih normal!”
“Hah, iya sih soalnya aku juga ngak lihat profilnya. Gambarnya bunga mawar”
“Kenapa sekarang ngak nanya aja ke dia kenapa dia ngak mau bertemu dengamu?”
“Oh iya kamu benar! Nanti aku akan mengirimkan pesan padanya”
Hani dan Gisel serta teman-teman Roman mempergok diriku yang bersama Roman. Wajah mereka nampak senang.
“Hoy! Berduaan aja nih. Kapan sih kalian jadian?,”tanya Netta
Aku pun melihat ke arah Netta, lalu berdiri dan membuang sampah di tanganku. Kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
“Eh apa aku salah ngomong tadi?”
“Ngak salah kok, cuman kamu hah nyebelin deh! Gisel yo kita pergi?,”ajak Hani
Hani dan Gisel pergi menyusul Violin yang menjauh dari acara pernikahan.
***
Duduk di pinggir jalan sendirian dan melihat mobil-mobil yang diparkir.
“Bodoh!” ucapku
Hani dan Gisel datang lalu duduk di sebelah kanan dan kiriku.
“Kenapa sih? Ada apa?”
“Kamu kok jadi pemarah begini?”
“Bodoh!”
“Ngak ada masalah kok, bentar lagi liburan kan ya. Kalian bakalan pergi kemana?”
“Aku akan ikut Eren liburan”
“Aku juga akan ikut Akira liburan”
“Mereka mengajak kalian liburan tanpa aku?”
“Ya jika kamu mau ikut boleh, tentu kami sangat senang”
“Kemana?”
“Ke kastil drakula”
“Wah bagus tuh, aku ikut! Tapi Roman pasti juga di ajak ya?”
“Cieh tanyain Roman, ya pasti lah diajak. Emang kenapa? Kangen!”
“Busyet dah, emang kalian pikir aku ini pacarnya? Ngomong tuh yeh ngak di jaga. Gue jahit mulut kalian berdua baru tau rasa!”
“Jangan gitu dong, kita kan cuman bercanda. Entar gue makan eskrim Gisel gimana? Kan ngak bisa makan jadinya”
“Benar tuh kata Hani!”
***
Ethan kembali ke jalan yang sama waktu ia mengantarkan pulang seorang gadis. Namun ia tak mendapati gerak-gerik akan keberadaan gadis itu di sana. Padahal ia ingat betul rumah yang ditunjuk gadis itu dan jalan ini. Akhirnya Ethan memutuskan berkeliling dan tak sengaja melihat tiga gadis sedang duduk di pinggir jalan. Kebetulan salah satu dari gadis itu ada gadis yang ia antar pulang malam itu. Ethan memperhatikan mereka dalam mobil.
Entah kenapa Ethan merasa nyaman di dekat gadis itu saat ia meninum darahnya ketika sedang haus. Ethan sangat senang telah bertemu dengan gadis itu lagi.
__ADS_1
***
Angel mendekati Roman yang duduk bersama teman-temannya. Angel berharap dengan cara ini dapat memikat hati Roman. Dengan basa-basi dan alasan Angel berucap, “: Roman, kamu lihat Violin ngak?”
“Oh dia sedang pergi kenapa?”
“Em, ini kan pernikahan ibunya kenapa ngak…”
“Dia sedang mencari udara segar!”
Entah kenapa Netta mendekati Roman dan mengandeng tangannya. Netta mulai memperlakukan Roman selayaknya pacar. Tingkah Netta membuat Angel kesal pada Roman. Tanpa basa basi lagi Angel pergi, Angel pun menduga kalau Roman telah punya pacar yang lebih cantik dari pada dirinya. Angel merasa tak bisa menyaingi Netta akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Roman dan kembali pada Demian.
***
Saat asik ngombrol sana teman-teman, Demian terlihat dari kejauhan dan aku telah menduga ia akan mendekatiku. Aku dan teman-teman pun segera pergi ke tempat yang lebih jauh dari acara pernikahan ini. Demian yang melihat Violin pergi menghentikan langkahnya. Begitu Demian tak terlihat kami kembali duduk di pinggir jalan bawah pohon rindang.
“Uh untung saja ngak terlambat!”
“Ya ampun Violin, kamu masih suka dengan Demian?”
“Enggak lah, aku cuman ngak mau ngelihat wajah penghianat itu”
“Oh, kamu ngak benci kan sama kita yang sudah punya pacar?”
“Enggak lah, tapi apa kalian ngak salah punya pacar seperti mereka?”
“Enggak lah, emang kenapa!”
Aku dan dua sahabatku mulai merapat, aku membisikan “ Mereka itu vampir!”
“Hah, aku ngak percaya”kaget Hani
“Kalau kalian ngak percaya ngak apa-apa, aku yakin saat di kastil drakula nanti kalian akan diberitahu oleh mereka”
“Kamu yakin, lalu kami harus bagaimana?”
“Entahlah”
“Apa tulisan novelmu yang menyatakan vampir takut matahari berlaku?”
“Ya mungkin saja dan sebagian begitu”
“Duh aku jadi takut, mau putus tapi gimana? Dia pasti menanyakan apa sebabnya!”
“Hah, kenapa baru bilang sih Violin?”
“Jangan bercanda deh!”
“Ngak aku ngak bercanda dan maaf aku juga baru tahu. Aku juga akan pergi ke kastil drakula untuk mengambil barang temanku yang dicuri seseorang. Ia memintaku datang kesana”
“Hah, aku ingin membatalkan rencana itu jika tahu mereka adalah vampir. Matilah aku!”
“Kau akan pergi kesana? Kamu ngak tahu tempat itu adalah rumah Eren”
“Hah rumah Eren, apa jangan-jangan Eren yang mencuri barang-barang milik temanku itu?”
“Ngak mungkin dia yang mencuri, Akira bilang padaku bahwa kastil itu juga dihuni oleh beberapa orang lainnya”
“Ya ampun!”
“Ngak usah diambil kan barang milik temanmu itu ngak masalah! Kita bisa keluar dan pergi meninggalkan mereka semua sebelum terlambat”
“Ya sebenarnya bisa tapi temanku itu tak akan mau mengambil barangnya sendiri”
“Sebenarnya temanmu itu siapa?”
“Dia seorang gadis yang juga dihianati cintanya, ia pergi meninggalkan semuanya. Ia ingin aku mengambil barang itu”
“Baiklah, aku tidak mau temanku terluka jadi aku akan menemaimu”
“Aku juga, jadi jangan sedih lagi!”
__ADS_1
“Terima kasih teman-teman”
Kami pun saling berpelukan dan kembali ke resepsi pernikahan.