Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 135


__ADS_3

Aksara mulai sedikit cemas,


“Tidak, tapi ia wanita yang jujur. Jadi apa Eriska bebas


sekarang?”


“Ya seperti yang kamu tau!”


“Dan kau janji akan memulangkanku ketika keadaan mulai


aman kan?”


“Ya aku janji, aku akan memulangkanmu jika kamu sudah


baikan”


Aku tersenyum, “ Ya tapi sebelum pulang aku harus


menghilangkan ingatan adikku dari kepalaku ini. Semua ini membuatku sakit


kepala”,


“Ingatan?”


“Ya, ingatan yang bukan seharusnya ada pada kepalaku.


Aku ingin bangun, tolong bantu aku!”


Aksara membantuku, ia sangat dekat dengan diriku.


Setelah bangun, bersandar di kasur.


“Aresha itu wanita yang baik, hanya saja aku tak bisa


tinggal bersamanya”


“Kenapa?”jawab Aksara kembali ke tempat duduk


“Aku bukan dari dunia ini, itu yang harus kamu ingat!”


“Tapi bukankah kita pernah bersama dan aku tahu kamu


dilahirkan di dunia ini”


“Ya tapi jika saja semua itu tak terjadi. Aku ingin


bicara dengan adikku, bisakah kamu memanggilkannya untukku?”


“Tentu saja, dengan senang hati”, Aksara mulai berjalan


keluar kamar dan memanggilkan Aresha.


Aresha


datang dan duduk di dekatku.


“Ada apa kak?”


“Kapan kamu akan menghapuskan ingatan ini?”


“Baiklah, aku akan melakukannya”


Aresha mulai menyentuh tanganku, mengalirkan kekuatan


murni untuk menghapus ingatan yang bukan seharusnya ada padaku. Begitu hilang,


semua terasa lebih legah.


“Kak, kenapa kakak tak menikah dengan Aksara saja?”


“Kenapa kamu bilang begitu?”


“Ya karena aku melihat kalian berdua cocok. Aksara kan


cinta pertama kakak!”


“Sejak kapan dia menjadi cinta pertamaku?”

__ADS_1


“Ayolah kak, aku melihatnya!”


“Tapi kau tak melihat dalam hatiku!”


“Heh, memang Aksara kurang apa sih? Tampan, kaya,


seorang raja, perhatian, baik, tulus, mencintai kakak, dan ia pria yang jujur.


Jadi kurang apa sih kak Aksara itu?”


“Tau ah! Kenapa jadi begini? Kenapa kamu tiba-tiba mau


menjodohkanku dengan Aksara?”


“Ya aku merasa kalian cocok aja!”


“Aku mau tidur, sana keluar!”


“Yah kakak kalau udah gini main usir aja. Dijawab dong?”


“Bodo amat!”


Aresha keluar dengan kesal karena pertanyaannya tak


dijawab.


***


Malam


datang mengantikan matahari, istana mulai mengeluarkan cahaya karena pantulan


cahaya bulan ke air. Aksara menatap bulan dari beranda. Kini dirinya hanya


perlu berharap bahwa Amora akan menerima dirinya kembali. Ia sangat mencintai


Amora, meski waktu telah memisahkan mereka. Aksara telah mencari Amora


bertahun-tahun dan malah bertemu dengan Aresha, adik Amora. Tapi kini Aksara


tahu kebenarannya dan telah bertemu dengan Amora.


seseorang mengetok pintu kamarnya dari luar. Ia segera membuka pintu dan


melihat Amora.


“Ya ada apa? Bukannya kamu sakit, kenapa kemari? Ayo


masuk!”


Aku segera masuk dan duduk di kursi. Melihat dirinya


yang duduk disampingku.


“Ya aku tahu, dan terima kasih telah menjaga adikku


selama ini. Dan telah membawaku kemari. Aku ingin bertanya padamu dan kamu


harus menjawanya dengan jujur?”


“Ya tak masalah”


“Apa kamu mencintaiku?”


“Kenapa kamu tanyakan itu? Tentu saja aku mencintaimu”


“Aku bertanya karena adikku bilang begitu, aku akan


menjawab cintamu itu karena aku sangat berterima kasih padamu selama ini kamu


telah menjagaku dari Erista. Jika saja kamu tak lakukan itu aku tak mungkin


kembali ke dunia ini”,


“Sungguh? Kamu menerimaku?”


“Ya tentu saja!”

__ADS_1


Aksara mendekatiku dan berlutut didepanku, “ Mau kah


kamu menikah denganku?”


“Ya, aku mau!”


Aksara langsung memeluk erat diriku, ia terlihat sangat


senang sekali. tIba-tiba Aresha datang dan tersenyum manis. Aksara melepaskan


pelukannya dariku.


“Maaf aku menganggu tapi ayo kita makan malam bersama!”


“Ya tentu saja kenapa tidak”


Kami berjalan menuju ruang makan, kedatangan kami telah


tunggu oleh Aira, dan Tagao serta Eriska. Kami duduk di kursi. Tagao berhadapan


dengan Aresha, Eriska dengan Aira, dan, aku dengan Aksara.


“Sebelum makan malam dimulai, besok kita akan bicara


dengan rakyat bahwa mereka telah bebas. Kita telah mengambil alih kerajaan dan


Amora yang akan bicara didepan rakyat”ucap Eriska


“Hah! Aku? Kenapa tidak kamu saja? Kamu kan seorang ratu


disini!”


“Ya tapi tahta itu mengatakan bahwa kak Amora adalah


ratu disini”


“Tapi aku tak bisa bicara didepan rakyat”


“Tak masalah nanti kamu akan terbiasa”ucap Aresha


“Ya terbiasa juga mengangguku”


Aresha dan Eriska tertawa kecil. Mereka berdua tahu


betul maksud Amora mengatakan begitu. Makan malam pun di mulai. Semua hidangan


terlihat enak sekali rasanya malam ini. Entah karena lapar atau aku yang baru


mencicipi makanan khas di zaman ini.


***


Pagi hari


dibawah cahaya matahari, semua rakyat telah berkumpul di depan istana. Rakyat


tak sabar melihat ratu baru mereka, ratu yang sesungguhnya. Penjaga telah


berada di posisi mereka masing-masing. Lalu kami semua berjalan menuju beranda


melihat semua rakyat yang datang dan menyapa meraka dengan melambaikan tangan.


Malam


tadi seusai makan malam kami mendiskusikan tentang apa yang akan disampaikan.


Eriska selaku ratu di istana ini maju berucap “ Selamat pagi rakyatku! Terima


kasih telah datang. Pertama-tama aku sampaikan bahwa kita kedatangan tamu


istimewa. Raja Tagao, Ratu Aresha, Ratu Amora, Raja Aira dan Raja Aksara,”


rakyat mulai bersorak.


“Kabar baik kita semua akan menyambut kedatangan mereka,


kita akan membuat pesta besar-besaran”,

__ADS_1


Kami melambaikan tangan kepada rakyat, lalu Ratu Aresha


berucap “ Kami mengundang seluruh rakyat untuk datang ke pesta pernikahan Ratu


__ADS_2