
Aksara mulai sedikit cemas,
“Tidak, tapi ia wanita yang jujur. Jadi apa Eriska bebas
sekarang?”
“Ya seperti yang kamu tau!”
“Dan kau janji akan memulangkanku ketika keadaan mulai
aman kan?”
“Ya aku janji, aku akan memulangkanmu jika kamu sudah
baikan”
Aku tersenyum, “ Ya tapi sebelum pulang aku harus
menghilangkan ingatan adikku dari kepalaku ini. Semua ini membuatku sakit
kepala”,
“Ingatan?”
“Ya, ingatan yang bukan seharusnya ada pada kepalaku.
Aku ingin bangun, tolong bantu aku!”
Aksara membantuku, ia sangat dekat dengan diriku.
Setelah bangun, bersandar di kasur.
“Aresha itu wanita yang baik, hanya saja aku tak bisa
tinggal bersamanya”
“Kenapa?”jawab Aksara kembali ke tempat duduk
“Aku bukan dari dunia ini, itu yang harus kamu ingat!”
“Tapi bukankah kita pernah bersama dan aku tahu kamu
dilahirkan di dunia ini”
“Ya tapi jika saja semua itu tak terjadi. Aku ingin
bicara dengan adikku, bisakah kamu memanggilkannya untukku?”
“Tentu saja, dengan senang hati”, Aksara mulai berjalan
keluar kamar dan memanggilkan Aresha.
Aresha
datang dan duduk di dekatku.
“Ada apa kak?”
“Kapan kamu akan menghapuskan ingatan ini?”
“Baiklah, aku akan melakukannya”
Aresha mulai menyentuh tanganku, mengalirkan kekuatan
murni untuk menghapus ingatan yang bukan seharusnya ada padaku. Begitu hilang,
semua terasa lebih legah.
“Kak, kenapa kakak tak menikah dengan Aksara saja?”
“Kenapa kamu bilang begitu?”
“Ya karena aku melihat kalian berdua cocok. Aksara kan
cinta pertama kakak!”
“Sejak kapan dia menjadi cinta pertamaku?”
__ADS_1
“Ayolah kak, aku melihatnya!”
“Tapi kau tak melihat dalam hatiku!”
“Heh, memang Aksara kurang apa sih? Tampan, kaya,
seorang raja, perhatian, baik, tulus, mencintai kakak, dan ia pria yang jujur.
Jadi kurang apa sih kak Aksara itu?”
“Tau ah! Kenapa jadi begini? Kenapa kamu tiba-tiba mau
menjodohkanku dengan Aksara?”
“Ya aku merasa kalian cocok aja!”
“Aku mau tidur, sana keluar!”
“Yah kakak kalau udah gini main usir aja. Dijawab dong?”
“Bodo amat!”
Aresha keluar dengan kesal karena pertanyaannya tak
dijawab.
***
Malam
datang mengantikan matahari, istana mulai mengeluarkan cahaya karena pantulan
cahaya bulan ke air. Aksara menatap bulan dari beranda. Kini dirinya hanya
perlu berharap bahwa Amora akan menerima dirinya kembali. Ia sangat mencintai
Amora, meski waktu telah memisahkan mereka. Aksara telah mencari Amora
bertahun-tahun dan malah bertemu dengan Aresha, adik Amora. Tapi kini Aksara
tahu kebenarannya dan telah bertemu dengan Amora.
seseorang mengetok pintu kamarnya dari luar. Ia segera membuka pintu dan
melihat Amora.
“Ya ada apa? Bukannya kamu sakit, kenapa kemari? Ayo
masuk!”
Aku segera masuk dan duduk di kursi. Melihat dirinya
yang duduk disampingku.
“Ya aku tahu, dan terima kasih telah menjaga adikku
selama ini. Dan telah membawaku kemari. Aku ingin bertanya padamu dan kamu
harus menjawanya dengan jujur?”
“Ya tak masalah”
“Apa kamu mencintaiku?”
“Kenapa kamu tanyakan itu? Tentu saja aku mencintaimu”
“Aku bertanya karena adikku bilang begitu, aku akan
menjawab cintamu itu karena aku sangat berterima kasih padamu selama ini kamu
telah menjagaku dari Erista. Jika saja kamu tak lakukan itu aku tak mungkin
kembali ke dunia ini”,
“Sungguh? Kamu menerimaku?”
“Ya tentu saja!”
__ADS_1
Aksara mendekatiku dan berlutut didepanku, “ Mau kah
kamu menikah denganku?”
“Ya, aku mau!”
Aksara langsung memeluk erat diriku, ia terlihat sangat
senang sekali. tIba-tiba Aresha datang dan tersenyum manis. Aksara melepaskan
pelukannya dariku.
“Maaf aku menganggu tapi ayo kita makan malam bersama!”
“Ya tentu saja kenapa tidak”
Kami berjalan menuju ruang makan, kedatangan kami telah
tunggu oleh Aira, dan Tagao serta Eriska. Kami duduk di kursi. Tagao berhadapan
dengan Aresha, Eriska dengan Aira, dan, aku dengan Aksara.
“Sebelum makan malam dimulai, besok kita akan bicara
dengan rakyat bahwa mereka telah bebas. Kita telah mengambil alih kerajaan dan
Amora yang akan bicara didepan rakyat”ucap Eriska
“Hah! Aku? Kenapa tidak kamu saja? Kamu kan seorang ratu
disini!”
“Ya tapi tahta itu mengatakan bahwa kak Amora adalah
ratu disini”
“Tapi aku tak bisa bicara didepan rakyat”
“Tak masalah nanti kamu akan terbiasa”ucap Aresha
“Ya terbiasa juga mengangguku”
Aresha dan Eriska tertawa kecil. Mereka berdua tahu
betul maksud Amora mengatakan begitu. Makan malam pun di mulai. Semua hidangan
terlihat enak sekali rasanya malam ini. Entah karena lapar atau aku yang baru
mencicipi makanan khas di zaman ini.
***
Pagi hari
dibawah cahaya matahari, semua rakyat telah berkumpul di depan istana. Rakyat
tak sabar melihat ratu baru mereka, ratu yang sesungguhnya. Penjaga telah
berada di posisi mereka masing-masing. Lalu kami semua berjalan menuju beranda
melihat semua rakyat yang datang dan menyapa meraka dengan melambaikan tangan.
Malam
tadi seusai makan malam kami mendiskusikan tentang apa yang akan disampaikan.
Eriska selaku ratu di istana ini maju berucap “ Selamat pagi rakyatku! Terima
kasih telah datang. Pertama-tama aku sampaikan bahwa kita kedatangan tamu
istimewa. Raja Tagao, Ratu Aresha, Ratu Amora, Raja Aira dan Raja Aksara,”
rakyat mulai bersorak.
“Kabar baik kita semua akan menyambut kedatangan mereka,
kita akan membuat pesta besar-besaran”,
__ADS_1
Kami melambaikan tangan kepada rakyat, lalu Ratu Aresha
berucap “ Kami mengundang seluruh rakyat untuk datang ke pesta pernikahan Ratu