Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 22


__ADS_3

Aku terbangun dan melihat jam di sampingku, menunjukan jam 12 malam. Ini tengah malam, dan kulihat jendela terbuka dengan tirai yang terbang ditiup angin luar. Ruangan ini terasa dingin sekarang, dan membuatku harus beranjak bangun dari tempat tidur untuk menutup jendela itu. Seingatku, aku telah menutup jendela itu sebelum berangkat tidur. Dengan badan malas karena mengantuk, aku berjalan. Kulihat pemandangan malam yang indah, dan gelapnya apartemen Orchid.


Kututup dan mengunci jendela. Saat menoleh aku kaget sekali akan kehadiran Romeo ada di kamarku. Entah dari mana dia masuk ke kamar ini. Dengan cepat ia langsung berada di depanku, memeluk erat diriku dan berucap “ Kenapa kamu pergi dariku? Aku menginginkan dirimu hidup kembali untuk ada di kehidupanku bukan pergi”. Romeo melepaskan pelukannya dan melangkah mundur selangkah.


“Apa maksudmu, Romeo? Mengapa kau ada dikamarku”,


Romeo tersenyum manis, “ Aku tahu kamu berpura-pura tak tahu, tapi aku membuatmu kembali ke dunia ini untuk menemaniku. Aku datang untuk menepati janjiku padamu”,


“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti”,


“Lagi-lagi kamu berbohong padaku. Aku telah mendengar semuanya jadi jangan berbohong lagi”,


“Aku sungguh tak tahu maksudmu, Romeo!”,


“ Hah, baiklah karena aku sangat mencintaimu maka akan ku jelaskan semuanya. Aku telah mendengar percakapan Martha dengan Rasi tentang siapa dirimu yang sebenarnya. Kau adalah wanita yang selama ini yang kucari”,


Dengan wajah kaget aku berucap “ Hah, tak mungkin! Bukankah Alecia adalah wanita yang kamu cari bukan aku!”,


Romeo mendekat dengan cepat, dan memegang kedua tanganku. Memperhatikan dua tanganku. “ Mungkin kamu memang tak memiliki tanda seperti dirimu yang dulu tetapi Rasi tak pernah salah akan ramalannya”,


Romeo, aku hanyalah manusia biasa dan bukan orang yang selama ini kamu cari”,


Romeo melepaskan tanganku, lalu membuka jendela luar melihat ke apartemen Orchid, “ Bagaimana seseorang mengikuti dirimu dan melihatmu dari sini. Seorang pria yang membiarkanmu terbunuh sendirian. Pria itu ada di lantai 3 apartemen Orchid dan bisa melihatmu dari sini. Dia dikirim untuk mengikuti dirimu oleh Martha dan Rasi. Mereka ingin menjauhkanku dari dirimu”,


“Siapa yang kamu maksud?”,


“Hah, kamu pura-pura tak tahu lagi ya? Aku akui aku salah selama ini padamu, tetapi aku datang untuk menepati janjiku padamu. Aku tidak mencintai orang lain selain dirimu, sampai kapanpun! Roman, pria yang dijodohkan denganmu itu ada disana dan mengamati dirimu dari sini”,


“Benarkah itu?”,


“Ya, aku tidak bohong padamu. Jika kau tak percaya maka datang saja ke sana temui dia di kamar 32 lantai 3, dan disampingnya adalah kamarku”, Romeo menutup jendela dan menguncinya kembali.


“Alecia akan mencarimu jika kamu terus disini”,


“Hah, dia itu hanyalah vampir karena ibunya digigit vampir. Vampir dengan setengah manusia”,

__ADS_1


“Tapi dia mencintaimu”,


“Aku sudah pernah katakan padanya jika aku hanya mencintai wanita yang ada di masa laluku. Itu adalah dirimu, Alika”, berjalan berjalan mendekatiku.


“ Tapi tak ada gunanya sekarang, Romeo. Aku bukanlah wanita yang kamu cari”,


“ Jika kamu bukan wanita yang aku cari maka, kamu harus menjadi milikku!”, tiba-tiba Romeo ingin menangkapku. Ia telah berubah menjadi vampir. Aku takut dan mulai melangkah mundur. “Romeo, menjauhlah dariku!”.


Ia mulai menyerangku tetapi tiba-tiba seberkas cahaya bersinar membuatnya pergi, ia berubah menjadi kelelawar dan terbang keluar. Cahaya itu rupanya berasal dari Rasi dan Martha yang masuk ke ruangan ini.


“ Kamu baik-baik saja sayang?”ucap Martha,


“Tidak, kenapa kalian ada disini?”,


“Kami datang untuk menjengukmu,”jawab Rasi,


“Jangan bohong!”,


“Tidak, kami tidak bohong!”,


“Ayolah Alika, ibu dan Rasi tak membongkar apapun”,


“Lalu kenapa mereka berdua bisa ada disana? Begitukah orang yang diminta seumur hidupnya untuk menjaga seorang putri dari negeri penyihir?”,


Mereka berdua pun terdiam sejenak lalu Rasi memberanikan diri untuk bicara. “ Maafkan kami, Putri! Tetapi kami juga tak tega jika Putri masih mencintai Romeo yang telah mengkhianati tuan Putri”,


“Jangan panggil aku dengan sebutan Putri, aku adalah Alika. Aku memang masih mencintainya tetapi aku tidak bisa menerimanya kembali begitu juga dengan Roman. Tapi kalian berdua malah membuatnya kembali dalam kehidupanku”,


“Maafkan saya, Alika”,


“Pergilah, aku bukannya tak berterima kasih padamu, Martha. Tapi aku ingin kehidupan normal dan hidupku hanya 100 tahun di bumi ini”. Kemudian mereka berdua pergi. Aku benar-benar tak habis pikir akan kejadian malam ini dan kembali tidur dengan penuh harap semua ini hanyalah mimpi.


***


Pagi, cahaya matahari masuk ke kamarku. Aku terbangun dan jam telah menunjukan pukul 6 pagi. Seketika itu juga perutku terasa sakit, sakit maag karena tadi malam aku tidak makan. Segera saja aku pergi mandi dan bersiap-siap mencari makan di luar. Beberapa menit kemudian aku siap untuk pergi. Sebelum pergi kubuka jendela dan melihat dunia luar yang indah. Lalu berangkat mencari sarapan. Kali ini aku tidak mampir ke café melainkan mencari makan di tempat lain. Aku berharap kali ini tidak ada yang mengikutiku.

__ADS_1


Mencari sarapan di tempat lain, begitu menemukannya aku segera memesan beberapa makanan dan minuman. Menunggu beberapa saat. Saat itulah seseorang datang dan duduk di satu meja denganku. Orang itu adalah Ethan, dia membuatku kaget akan kehadirannya.


“Alika, aku datang untuk….”,


“Membuat kekacauan lagi, kau memanfaatkan diriku selama ini! Kau pikir aku ini apa?”,


“Aku minta maaf telah memperlakukanmu begitu, sungguh aku minta maaf”,


Seorang pelayan datang dan memberikan pesananku. Aku memesan nasi bungkus dengan minuman hangat yang dikemas dalam cangkir. Lalu ku membayar sesuai pesanan. Berdiri dan pergi meninggalkan Ethan menuju apartemen. Sementara Ethan hanya duduk memperhatikan meja kosong.


Berjalan dengan cepat menuju apartemen, ketika di jalan aku melihat beberapa orang sedang menunggu di apartemen Orchid. Kabar kedatangan anak konglomerat itu semakin hari semakin banyak beritanya. Ada yang menduga kedatangannya kemarin untuk menemui kekasihnya, ada untuk meneruskan bisnis dan lain-lain. Semua beritanya pun pada aneh bagiku, tapi terserah mereka lah jika itu faktanya.


Begitu di kamar, aku melihat ada banyak barang seperti kado dengan kotak-kotaknya atau apalah dan terakhir adalah bunga. Kuletakan makanan yang kubeli di atas meja lalu mendekati barang-barang itu memperhatikan satu persatu.


Memegang bunga, dan melihat ada pesan singkat disana, “ Dari Roman! Semoga harimu menyenangkan. Aku mengundangmu makan malam di Sabrina Restoran. Datanglah jam 8 malam”,


“Apa-apaan tuh, siapa yang mau datang! Bawel….” Meletakan bunganya kembali di atas kasur. Lalu melihat barang lain, ada kado dengan hiasan menarik. Kubuka dan didalamnya terdapat sepatu berwarna biru. Ya sepatu kaca warna biru, dan ada pesan singkat di dalamnya. “ Jika kamu tak keberatan bisa menghubungiku di 0812……Roman!”,


“Huh, dia lagi”, kembali membuka barang-barang yang lain dan hasilnya tetap sama dari Roman semua. Semuanya membuatku tambah pusing dan memutuskan sarapan pagi dulu lalu menghubungi pria itu. “ Dia gak jera-jera juga dicuekin ya! Tabah ya tabah….”.


Memulai sarapan pagi sendirian tetapi pikiran malah tertuju pada Roman, “ Kapan dia datang kemari? Lama-lama dia jadi terror juga. Huh, maunya apa sih anak itu?”. Setelah selesai sarapan kubereskan kamar lalu duduk di kasur sambil menelpon Roman.


Roman mendapat panggilan dari orang tak dikenal segera mengangkat teleponnya.


“Roman, kapan kamu ke apartemenku? Tanpa ijin lagi naro barang-barang yang nyampahin kamarku”,


“Saat kamu pergi, kamu suka barangnya? Kamu akan datang kan makan malam bersamaku?”,


“Ngarep loh yeh! Ngak lah, aku nelpon kamu karna ngak akan datang ke sana tau! Ambil lagi nih barang-barangnya atau gue buang ke sampah”,


“Buang aja! Gak apa-apa jika kamu gak suka nanti aku beliin lagi yang kamu suka. Kamu tinggal bilang aja yang mana”,


“Ngak ngerti juga nih cowok”gumamku dalam hati, “Hah, anak konglomerat yang sedang digosipin. Kamu tinggal di apartemen Orchid. Menyebalkan jika terus memandangiku dari sana”,


“Kamu tahu ya? Tapi kamu senangkan aku terus memperhatikanmu?”

__ADS_1


__ADS_2