Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 116


__ADS_3

“Wah,


kebat sekali! Aku tidak percaya kamu benar-benar melakukannya. Terima kasih


Aresha, tapi sayangnya aku harus menyingkirkanmu sekarang bersama mereka”,


“Apa


maksudmu?”,


“Ya


maksudku adalah menyingkirkan setiap orang yang terlibat adalah hal lebih baik.


Tapi nampaknya kamu sedih beberapa hari ini. Ya akan kuberitahu yang sebenarnya


sebelum kamu mati karena terlalu polos bagiku. Kakakmu, Sha telah mati dan aku


lah yang membunuhnya. Aku membayar wolf untuk membunuh kakakmu. Kamu pasti


telah diperlihatkan kristal biru itu tentang kematian kakakmu kan? Jadi


sekarang kamu sendirian dan teman-temanmu ini tidak akan bisa menyelamatkanmu”,


Aku


pun mendudukan kepala dengan wajah sedih atas kenyataan yang menimpa diriku, “


Jadi semua ini telah kamu rencanakan, tapi kenapa?”,


“Karna


aku ingin membalas mereka yang telah membunuh putraku!”,


“Putramu?”,


“Ya


putraku, putraku adalah Yoong. Raja Yoong”,


“Jadi


karena itu, kamu tega sekali!”,


“Aku


tega? Hahahah…lebih menyakitkan sekali dipisahkan dengan anak satu-satunya”,


Tiba-tiba


Yoong datang sengan aura gelap. Ia tersenyum manis, dan seketika itu juga


Emelia menghabisi diriku. Melamparkanku ke pohon besar dan aku berpura-pura


pingsan meski tubuhku terasa sakit sekali.


Saat


Yoong dan Emelia merasa kemenangan ada pada diri mereka, mereka mulai mencoba


menghabisi teman-temanku. Tapi mereka malah dikagetkan dengan terbangunnya


Tagao, Eriska dan Aira. Tapi Emelia merasa yakin bahwa mereka bukan lagi


seperti dulu. Mereka adalah manusia sekarang. Merak mulai saling serang dan


Tuan Wolf yang melihat dari jauh sejak tadi mulai menyerang bersama anggotanya.


Sementara aku harus tetap berpura-pura pingsan agar tidak di serang oleh Emelia


dan Yoong. Mereka berdua tentu akan menyerangku karena aku tidak mati dan


merencanakan semua ini.


Aira,


Eriska dan Tagao pura-pura lemah sesaat tetapi mereka mulai menunjukan

__ADS_1


kemampuan mereka. Emelia dan Yoong kaget melihat mereka masih memiliki


kemampuan. Mereka berdua pun terkepung dan tentu akan kalah dengan jumlah yang


banyak.


Yoong


mencoba melarikan diri dan meninggalkan Emelia tetapi tiba-tiba anggota Tuan


Wolf membawa obor hingga cahayanya mengepung Yoong. Yoong pun tak bisa


melarikan diri. Emelia tewas, dan dirinya berubah menjadi air diresap oleh


tanah sementara Yoong tewas berubah menjadi kerangka manusia. Itulah Yoong


sejak dari awal, ia akan kembali seperti dulu menjadi tanah.


Ketika


itu semua telah usai, aku berjalan dan mendekati mereka. Tubuhku sakit hingga


membuatku membongkokkan diri. Eriska yang melihat diriku segara membantuku


berdiri, ia mengepoh diriku.


“Terima


kasih telah membantuku,”ucapku


“Tidak,


tentu kamilah berterima kasih padamu. Jika saja tidak ada dirimu rencana ini


tentu tidak akan ada dan Emelia akan membangun kerajaan kejamnya kembali,”jawab


Tuan Wolf


Kemudian


kami semua kembali pulang, Eriska mengantar diriku sampai ke rumah.


“Apa


kamu baik-baik saja?”,


aku baik dan besok juga akan sembuh jadi jangan khawatir”,


“Ya


baiklah, jika perlu bantuan temui aku atau hubungi nomor ini ya,”ucapnya sambil


memberikan nomor telpon padaku diselembar kertas.


“Terima


kasih”,


Eriska


pergi dan aku masuk ke rumah, rumah yang sepi dan membuatku menangis untuk


mengingatnya. Rumah, tidak akan ada lagi tawa dan senyum itu selamanya.


Saat Yoong dan Emelia merasa kemenangan ada pada diri mereka, mereka mulai mencoba


menghabisi teman-temanku. Tapi mereka malah dikagetkan dengan terbangunnya


Tagao, Eriska dan Aira. Tapi Emelia merasa yakin bahwa mereka bukan lagi


seperti dulu. Mereka adalah manusia sekarang. Merak mulai saling serang dan


Tuan Wolf yang melihat dari jauh sejak tadi mulai menyerang bersama anggotanya.


Sementara aku harus tetap berpura-pura pingsan agar tidak di serang oleh Emelia


dan Yoong. Mereka berdua tentu akan menyerangku karena aku tidak mati dan

__ADS_1


merencanakan semua ini.


Aira, Eriska dan Tagao pura-pura lemah sesaat tetapi mereka mulai menunjukan


kemampuan mereka. Emelia dan Yoong kaget melihat mereka masih memiliki


kemampuan. Mereka berdua pun terkepung dan tentu akan kalah dengan jumlah yang


banyak.


Yoong mencoba melarikan diri dan meninggalkan Emelia tetapi tiba-tiba anggota Tuan


Wolf membawa obor hingga cahayanya mengepung Yoong. Yoong pun tak bisa


melarikan diri. Emelia tewas, dan dirinya berubah menjadi air diresap oleh


tanah sementara Yoong tewas berubah menjadi kerangka manusia. Itulah Yoong


sejak dari awal, ia akan kembali seperti dulu menjadi tanah.


Ketika itu semua telah usai, aku berjalan dan mendekati mereka. Tubuhku sakit hingga


membuatku membongkokkan diri. Eriska yang melihat diriku segara membantuku


berdiri, ia mengepoh diriku.


“Terima kasih telah membantuku,”ucapku


“Tidak, tentu kamilah berterima kasih padamu. Jika saja tidak ada dirimu rencana ini


tentu tidak akan ada dan Emelia akan membangun kerajaan kejamnya kembali,”jawab


Tuan Wolf


Kemudian


kami semua kembali pulang, Eriska mengantar diriku sampai ke rumah.


“Apa


kamu baik-baik saja?”,


aku baik dan besok juga akan sembuh jadi jangan khawatir”,


“Ya


baiklah, jika perlu bantuan temui aku atau hubungi nomor ini ya,”ucapnya sambil


memberikan nomor telpon padaku diselembar kertas.


“Terima


kasih”,


Eriska


pergi dan aku masuk ke rumah, rumah yang sepi dan membuatku menangis untuk


mengingatnya. Rumah, tidak akan ada lagi tawa dan senyum itu selamanya.


Semuanya


telah usai, dan aku tidak lagi menjadi penjaga kristal biru. Aku sendiri tidak


akan menyangka jika Emelia, wanita yang pertama kali kulihat dalam mimpi adalah


orang yang menjebakku. Tapi sekarang aku telah bebas.


Pagi


yang cerah telah datang dengan hari baru. Segera kukemasi barang-barang yang


akan kubawa ke desa. Aku akan memulai hidup baru tanpa mengalami hal yang aneh.


Aku tidak peduli apa kata orang tentang hidupku, yang kuperlukan sekarang


adalah ketenangan. Aku benar-benar berduka atas kematian kakak Sha. Dia kakak

__ADS_1


satu-satunya adalah hidupku.


__ADS_2