Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 161


__ADS_3

Aku sama sekali tidak tertarik dengan pengawas itu, tetapi Xia tampaknya tertarik dengan salah satu pengawas yang belum kukenal itu. Ia terlihat terdiam saat melihatnya, ya pengawas yang belum kuketahui namanya itu adalah seorang pria. Aku pun pergi meninggalkan Xia, membiarkannya menikmati pemandangan yang membuat matanya menjadi lebih segar itu.


Aku segera menuju tempat yang lebih baik, tempat yang tenang namun masih berada di taman ini. Aku mendekati pohon besar yang rindang dan duduk disana seorang diri. Lampu taman yang berada di dekat pohon ini menerangi diriku.


“Hah, apakah aku bisa hidup lebih baik? Aku tidak tahu harus bagaimana, tapi mengulang waktu itu adalah kesalahan besar. Jadi apa aku harus mundur?” gumanku pada diri sendiri sembari memikirkan kehidupanku yang dulu.


Ya, aku memikirkan kehidupanku yang dulu sangat bahagia meski pria yang menjadi suamiku tidak pernah mencintaiku. Ini sama seperti kehidupan Violin yang dulu, hanya saja aku dan dia berbeda. Ya aku akui, aku melampaui waktu berulang kali. Aku terus berreinkarnasi hanya untuk menemukannya tetapi aku selalu gagal dan sekarang aku berusaha menemukannya lagi. Jika takdir mengatakan pertemuan itu hanya sekali dalam hidupku maka aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi dan aku akan hidup menderita tanpanya. Ya dia adalah pria yang kejam tanpa belas kasihan tetapi saat aku menjadi istrinya, aku mengerti tentang perasaanya dan aku jatuh cinta padanya. Perlahan- lahan sikapnya yang kejam padaku berubah menjadi perhatian, entah apakah waktu itu ia mencintaiku atau tidak karna kami berdua tak sempat mengatakan perasaan kami. Kami harus merelakan cinta kami saat itu.


Tiba- tiba saat aku melamun memikirkan kehidupanku yang dulu, seorang pria berucap padaku “Sedang apa? Apa kamu tetap disana hingga matahari terbit?”. Pria itu pun berjalan mendekatiku dan duduk di sebelahku, dan dia adalah Ethan. Pria yang pernah kutemui di perpustakaan kota.


Aku berhenti melamun, mendengar suara itu aku segera melihat ke arah sumbernya. Suara pria yang tak asing bagiku, dan ia duduk di sebelahku. Aku pun menjawab pertanyaannya padaku, “Tidak, aku hanya beristirahat disini. Kamu sendir sedang apa disini? Sepengetahuku kamu bukan murid di akademi ini, mengapa disini?”


“Hah, aku baru pertama kali ada orang yang melarangku ke tempat ini! Apa kamu tidak suka aku ada disini?” ucapnya sembari menatapku.


“Ah, tidak. Aku bukan bermaksud begitu. Aku hanya bingung, mengapa orang sepertimu ada disini?”


Ethan berhenti menatapku, dan ia mulai menatap langit yang dipenuhi bintang- bintang.


“Apa aku harus menjawabnya?”


“Aku kemari karna aku ingin kemari, aku mengurus ujian ability magie dan aku adalah tamu istimewa. Kamu akan memperlakukanku dengan baik kan?”

__ADS_1


“Apa maksudmu?”


“Ya maksudku, kamu akan.....” terhenti karena terdengar suara kegaduhan dari kejauhan.


Terdengar suara gadis- gadis memanggil namanya, secepatnya Ethan berucap “Maaf, aku harus pergi! Mungkin lain waktu kita bisa ngobrol lebih lama” lalu pergi secepat kilat meninggalkan tempat ini.


Aku berhenti melamun, mendengar suara itu aku segera melihat ke arah sumbernya. Suara pria yang tak asing bagiku, dan ia duduk di sebelahku. Aku pun menjawab pertanyaannya padaku, “Tidak, aku hanya beristirahat disini. Kamu sendir sedang apa disini? Sepengetahuku kamu bukan murid di akademi ini, mengapa disini?”


“Hah, aku baru pertama kali ada orang yang melarangku ke tempat ini! Apa kamu tidak suka aku ada disini?” ucapnya sembari menatapku.


“Ah, tidak. Aku bukan bermaksud begitu. Aku hanya bingung, mengapa orang sepertimu ada disini?”


Ethan berhenti menatapku, dan ia mulai menatap langit yang dipenuhi bintang- bintang.


“Apa aku harus menjawabnya?”


“Aku kemari karna aku ingin kemari, aku mengurus ujian ability magie dan aku adalah tamu istimewa. Kamu akan memperlakukanku dengan baik kan?”


“Apa maksudmu?”


“Ya maksudku, kamu akan.....” terhenti karena terdengar suara kegaduhan dari kejauhan.

__ADS_1


Terdengar suara gadis- gadis memanggil namanya, secepatnya Ethan berucap “Maaf, aku harus pergi! Mungkin lain waktu kita bisa ngobrol lebih lama” lalu pergi secepat kilat meninggalkan tempat ini.


Aku yang mendengar ucapannya hanya tersenyum manis, dan bingung dengan tingkahnya yang mulai menjadi aneh.


“Ya terserah kamu saja!” ucapku tak peduli.


Tidak beberapa lama kemudian, ada sekelompok gadis- gadis yang datang mendekat. Mereka sedang mencari seseorang hingga berteriak memanggil orang itu.


“Ethan!”


“Ethan, kamu dimana?”


“Ethan!” panggil mereka semua bergantian menyebut namanya, mereka mencari Ethan penuh semangat. Bahkan ada yang mencari Ethan di bak sampah, ya dia pikir pria itu adalah sampah mungkin hingga harus mencarinya di tempat seperti itu.


Aku yang memperhatikan tingkah mereka hanya bisa tersenyum manis. Aku pun tak pernah terpikir jika mereka akan mendekat kemari dan bertanya tentang Ethan padaku. Mereka mendekatiku, dan menanyakan tentang pria itu.


“Hei kamu!” ucapnya menunjuk ke arahku.


“Ya ada apa?” jawabku dengan ekspresi merenggut.


“Apa kamu melihat seorang pria lewat disini? Ya kira- kira beberapa menit lalu!”

__ADS_1


__ADS_2