Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 69


__ADS_3

Aku dan Ethan masuk ke mobil. Ethan mengemudikan mobil ini dan aku duduk di dekatnya sambil memegang buku bulan.


Mobil ini mulai berjalan menuju taman dandelion, tapi Ethan justru bingung di mana taman. Sambil mengemudikan mobil, Ethan bertanya “A-aku lupa menanyakan sesuatu padamu”


“Apa?”tanyaku


“Di mana taman dandelion itu?”


“Ada di villa hutan Flower. Aku rasa lebih masuk ke dalamnya. Aku pernah ke sana, tempat-nya ada jurang. Kamu tahu vila yang dimiliki Roman?”


“Tentang vila aku tidak tahu, tapi aku tahu soal hutan Flower. Jadi kita akan kesana?”


“Ya benar, bisakah kita kesana?”


“Tentu saja, tapi perjalanan ini akan panjang. Kamu tidak masalah kan dengan perjalanan ini?”


“Tentu tidak, kamu sudah berjanji akan menjagaku jadi lakukan janjimu itu”


“Ya tentu saja”senyumnya.


 


 


Perjalanan menuju hutan Flower, tidak sengaja di lihat oleh Eren dan Akira. Mereka melihat Violin dalam sebuah mobil yang dikemudian oleh Ethan.


“Kamu lihat itu?”ucap Eren


Kemudian tanpa banyak bicara lagi mereka segera mengejar mobil itu dengan kemampuan vampire mereka.


Aku dan Ethan melihat dua vampire mengejar dari kaca spion. Aku pun panik dan ketakutan.


“Ethan, bagaimana ini? Mereka mengejar kita! Kamu lihat kan? Itu Eren dan Akira.”


Dengan santai Ethan menjawab, “Tenang saja, mereka tidak akan bisa melukaimu kok. Aku ada di sini dan akan melindungimu”senyumnya.


“Kamu serius? Apakah kita benar-benar akan bisa sampai ke hutan itu?”


“Tenang saja, anak buahku mengikuti kita kok. Jika mereka macam-macam, anak buahku akan segera melindungi kita”ucapnya sambil ternyum manis, lalu Ethan pun menambah kecepatan mobilnya.


Aku pun berpegang di pengangan mobil.


“Pengangan yang erat, kita harus bisa mendahului mereka”ucap Ethan.


 


 


Akira adalah vampire hybrid, ia pun mengunakan kekuatannya untuk menghalangi perjalanan kami. Akira terbang tinggi ke langit. Ia mengunakan kekuatan sayapnya, bulu-bulu yang terlepas dari sayap dan turun mengenai mobil kami.


“Syuttt….boom…”bulu hybrid besar mengenai mobil. Bulu hybrid menusuk mobil yang kami kemudikan.


“Ethan! Ini tidak baik”ucapku takut dan melihat bulu hybrid yang menusuk bagian belakang mobil.


“Tenang saja, selagi mobil ini masih dapat berjalan maka tidak akan ada yang bisa menghalangi kita”


 


 


Eren, vampire biasa yang mengandalkan kecepatan larinya. Ia berhasil mendahului kami, ia pun menghalangi jalan kami. Ethan langsung menabraknya tapi Eren berhasil mengindar. Ia menaiki mobil kami.


Eren pun memukul atap mobil hingga tangannya masuk ke dalam.


Aku pun kaget dan berteriak histeris, “Aaaaaaaa……”


Ethan yang melihat ke belakang sebentar, lalu focus mengemudi. Ia membelok kan mobil ke arah luar jalur jalan utama. Kami terperosok ke jurang, dan mobil kami jatuh ke dalam.


Ethan terus berupaya membuat mobil melewati jalan aman, tidak menabrak pohon besar dan batu. Sementara aku berupaya melindungi wajahku dengan kedua tangan.


Untunglah mobil kami segera berhenti, setelah menabrak pohon dan membuat penyok bagian depan. Namun kami baik-baik saja. Aku segera keluar dari mobil begitu juga dengan Ethan. Tidak lupa kubawa tas dan buku bulan.


Saat bersamaan, angin kegelapan berhembus. Ethan tahu bahwa mereka semakin dekat.


“Berikan tasmu, dan aku akan mengendongmu. Aku akan mengendongmu di depan. Ayo!”ucapnya


Aku pun bergegas memberikan tasku dan bergendong depan-nya. Lalu Ethan mengunakan kekuatan vampirnya untuk berlari cepat meninggalkan tempat ini.


Eren dan Akira berhenti tepat di mobil yang hancur menabrak pohon. Mereka segera melihat ke dalam mobil. Mereka tidak menemukan Ethan dan Violin. Mereka pun segera mengejar Ethan dan Violin.


Dengan bantuan penglihatan malam dan penciuman yang tajam, mereka berdua mengetahui kemana Violin pergi.


Darah merah yang bergerak dan membentu tubuh manusia, itu adalah darah Violin. Sementara Ethan justru tidak terdeteksi oleh mereka karna berdarah dingin. Tapi mereka yakin, Violin tak bisa lari lebih cepat kecuali dia sedang di gendong oleh Ethan.


Eren dan Akira pun berpencar untuk mendapatkan Violin dan buku bulan dari Ethan.


 

__ADS_1


 


Aku melihat Ethan yang membawaku berlari dengan cepat. Aku setidaknya masih bersyukur karna masih hidup dan bersama pria ini. Sekarang yang harus aku lakukan adalah bertemu dengan pemilik buku ini yakni gadis yang mirip denganku.


“Ethan, kita harus bersembunyi?”ucapku


“Ya benar sekali, sayang. Tapi tidak bisa, mereka adalah vampire dan Hybird. Di mana pun kamu bersembunyi, mereka pasti menemukanmu. Sekarang kamu mau kita kemana?”


“Ke tempat yang ada cahaya bulan dan jauh dari mereka yang mengejar kita”


“Baiklah, aku akan membuat mereka menjauh dari mereka. Berpegang saja padaku dengan erat”ucapnya yang kemudian berlari lebih cepat.


Aku pun berpegang erat padanya.


Ethan berhasil membawaku dimana cahaya bulan bersinar terang. Ya tepat di taman dandelion. Di mana dataran yang dipenuhi hamparan bunga dandelion.


Ethan pun segera menurunkanku, aku pun segera mengarahkan buku bulan ke cahaya bulan untuk membuka bukunya. Tetapi Eren dan Akira berhasil menemukan kami. Mereka mengepung kami.


Aku pun segera berlindung di belakang Ethan, dan Ethan bersiap untuk menahan serangan dari mereka.


“Ethan, jangan halangi kami!. Berikan Violin pada kami?”ucap Eren.


“Tidak, aku tidak akan memberikan Violin pada kalian. Kali ini aku tidak akan mengalah sedikit pun. Penyihir biru sudah tidak ada pada kalian jadi bagiku tidak masalah jika aku menghabisi nyawa kalian!”


“Jangan harap bisa menghabisi kami lebih dulu, kamu kalah jumlah Ethan. Jadi serahkan saja Violin pada kami sebelum ada yang terluka”ucap Akira yang terbang dengan sayap hybrid-nya.


Eren pun mulai menyerang Ethan, tetapi dari langit di bawah cahaya bulan purnama seseorang melintas secepat kilat mengalahkan pergerakan vampire. Ia langsung membawaku pergi.


Aku pun berteriak, “Ethan…!!!”


Ethan segera berpaling dan melihat Violin terbang ke langit lalu menghilang secepat kilat. Eren dan Akira yang kembali kehilangan Violin cepat menyusul kemana perginya Violin. Penglihatan mereka menunjukan Violin di bawa pergi dengan cepat masuk ke hutan, pepohonan yang lebat dan cahaya bulan sulit masuk ke dalam hutan.


Ethan yang melihat itu dengan mata merahnya, sebagaimana vampire ia pun segera menyusul. Mereka semua memasuki hutan kecuali Akira yang terbang dengan sayap hybrid-nya.


 


 


Pengejaran yang terus terjadi hingga mereka melihat Violin jatuh ke bawah jurang yang dalam, yang di penuhi tumbuhan popon menjulang tinggi. Namun mereka masih melihat Violin  yang terus berlari dan dibawah oleh orang tak di kenal.


 


 


Ethan tak habis akal, ia mencari jalan berkelok untuk menyelamatkan Violin.


Violin seolah-olah dibawa masuk ke dalam goa di dalam air terjun itu. Tetapi nyatanya tidak, Eren yang memeriksa tempat itu sama sekali tidak menemukan Violin di dalam goa.


Tetapi Eren ingat betul bagaimana Violin bisa meloloskan diri dari kejaran mereka yakni sekilas cahaya telah membawanya pergi menghilang bagaikan sihir. Tetapi apapun itu telah menghalangi mereka untuk mendapatkan dua gadis di malam terakhir tradisi gadis bunga mawar ini.


Ethan yang melihat itu dari kejauhan pun segera pergi, ia tidak lagi menemukan jejak Violin. Ia bahkan melihat Eren dan Akira kesal. Mereka marah sekali.


“Sial, kemana ia pergi?”ucap Eren dengan nada kesal


“Sepertinya kekuatan yang sangat hebat telah menyelamatkannya, seperti penyihir biru”jawab Akira


“Hah, yang benar saja. Penyihir biru telah musnah, tidak ada yang tersisa bahkan Alika. Ia sudah mati!”


“Kalau begitu yang baru saja kita lihat apa? Mungkin saja itu adalah Alika, dan dugaan kita selama ini salah. Alika bukanlah Violin”


“Itu pasti orang lain, hah…sial…sial! Baiklah, aku akan mencarimu di hutan ini. Akan kugunakan kemampuanku hanya untuk mencarimu di sini semalaman, Violin”ucapnya sangat kesal.


 


 


Sisi lain,


Ketika diriku berteriak pada Etha, “Ethan…!!!” sesungguhnya aku melihat gadis yang mirip denganku menjemputku. Dia berjubah putih bercampur warna biru rembulan. Ia membawaku dengan sihir yang ia miliki seperti yang mereka lihat yakni secepat kilat. Ia menarik tanganku, membawaku berlari menyusuri hutan ini. Ia tersenyum manis dan mempermainkan mereka yang mengejarku. Ia pun menghilangkan jejaknya dengan menghilang di deratnya alir mengalir, air terjun.


Semua menghilang disini, tanpa jejak sama sekali. Entah kemana semuanya pergi. Tetapi aku tahu kemana, hanya ada aku dan dia. Senyuman yang manis dan wajah yang mirip. Tetapi kami nyatanya memiliki sifat yang berbeda dan dia bukan bayanganku. Ada rahasia besar sekarang di depan kami, siapa dia?.


 


 


 


 


Angin malam bergembus menerpa pepohonan dalam hutan, cahaya bulan tidak dapat menerobos rimbunan pohon berdaun lebat hingga kegelapan berkuasa di bawahnya.


Seseorang telah membawaku pergi dari Eren, dan Akira serta Ethan. Dia sengaja mempermainkan dua vampire yang ingin membawaku pergi. Ia memegangi erat tanganku, dia tersenyum dan wajahnya sangat lah mirip denganku.


Ia mengenakan jubah berwarna putih biru rembulan, kerudung menutupi wajahnya. Yang dapat kulihat sekarang adalah wajahnya yang tersenyum manis padaku. Dia membawaku ke demensi lain, demensi seperti cermin semua yang ada di hutan ini terlihat sama tetapi ia bukan dunia yang sebenarnya. Ini adalah sihir biru.


Dia membawaku ke demensi lain ini melalui air terjun yang mengalir dan cahaya bulan di tempat ini bersinar terang hingga bayangan diri kita sendiri saja dapat terlihat. Tetapi di sekitar air terjun ini pula, kegelapan berkuasa. Tetapi nampaknya kegelapan itu begitu bodoh hingga tidak dapat menemukan kami yang memasuki demensi lain melalui air.

__ADS_1


Demensi lain seperti cermin,


Ia melepaskan tanganku, dan mengambil buku bulan dari tanganku. Ia tersenyum manis dan membuka kerudungnya. Kini terlihatlah dia, wajahnya memang benar mirip denganku.


Ia tertawa kecil, dan berucap “Syukurlah kamu baik-baik saja, aku senang kita telah bertemu. Maaf jika aku hanya mengirimkan bayang-bayang saja padamu waktu itu. Ya aku memang keterlaluan, tapi aku ada disini untukmu.”


Aku pun tersenyum manis, “Seharusnya kamu menyelesaikan masalahmu dulu dengan Roman, Alika. Bukan malah menjadikanku bagian darimu. Apakah kamu tidak bisa berhenti mengirimkan ingatan dirimu? Ini membingungan tau!”


“Ayolah, aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja. Hanya kamu yang bisa membantuku, apa kamu lupa denganku?”


“Tentu saja tidak, memang siapa yang akan lupa denganmu? Kamu adalah rivalku, dan selalu saja begitu”


Dia tertawa kecil yang membuatku jadi bingung, “Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?”


“Hahahaha….tidak, tidak ada. Tadi bukannya kamu sama Ethan ya? Kenapa kamu sama dia? Dia jahat!”


“Ya benar, memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh?”


“Bukan tidak boleh, apa tidak ada yang lain semisalnya Roman!”


“Bodoh sekali dengannya, dia malah memintaku untuk bertemu dengan Eren dan Akira yang memburuku. Sekarang apa rencanamu, Alika?”


“Aku perlu waktu untuk berreinkarnasi kembali menjadi manusia, apa kamu bisa membantuku menjaga Roman untukku?”


Aku menolaknya, “Tidak, enak saja! Memang tidak ada kerjaan lain apa? Ya walau kamu adalah saudari kembarku bukan berarti aku harus melakukan semua perintahmu!”


“Ayolah, bukannya Roman sangat tampan ya? Kamu tidak tergoda kah oleh ketampanannya?”


“Tidak, dia menjengkelkan sama seperti Ethan. Kapan kamu akan selesai berreinkarnasi? Ini melelahkan sekali tau. Kamu tahu kan Martha?”


“Iya, ada apa dengannya?”


“Dia mencurigaiku, aku di bilang “Aku adalah kamu” yang benar saja! Siapa yang mau jadi dirimu!”


“Memang kenapa denganku? Aku kan luar biasa”senyumnya


Aku pun menggelengkan kepala, “Saat berreinkarnasi nanti, sebaiknya kamu pastikan tanda bulan sabit biru itu dapat di hilangkan dengan sihir. Ya dengan begitu tidak ada yang mencurigai kita”


“Hem benar, aku setuju”ucapnya menganggukan kepala, “Apakah Rasi juga mencurigaimu?”


“Aku rasa tidak, dia berani membuka mulutnya tentangku? Aku tidak akan segan menghukumnya!”


“Wah, kamu jahat sekali! Kenapa tidak membuka mulut saja bahwa kita kembar? Kamu adalah rivalku”senyumnya


“Itu sama saja cari masalah, jika dia membuka mulutnya maka akan ada orang yang tahu tentang diriku yang sebenarnya itu sangat gawat!”


“Memang dulu kamu melewati masa apa saja? Bukannya enak ya tinggal di istana? Bahkan aku tidak pernah tahu jika aku punya kembaran dulu!”


“Ya itu karna ayah yang menghilangkan ingatanmu sebagian, agar saat kita bertemu kamu tidak menganggapku sebagai saudari. Ayah seorang tiran, ia hanya memberikan tahtanya pada adik terakhir. Tapi semuanya tidak sesuai harapan ayah. Semuanya mengacaukan kerajaan. Saat aku besar, aku di jodohkan dengan seorang pangeran. Tetapi dirinya tidak lah mewarisi tahta ayahnya. Dia dan ibunya disakiti, aku bertahan hidup untuknya. Tetapi semuanya memang tidak pernah sesuai rencana kita. Aku pun memutuskan mencarimu, Alika. Karna itu lah aku bertemu denganmu saat aku tertabrak mobil dan mengalami koma. Kamu malah mengirimkan ingatan, dan bayang-bayangmu padaku. Padahal kalau kamu ingin jadi manusia, mengapa tidak berreinkarnasi saja?”ucapku menjelaskan panjang lebar.


“Em, benar. Tapi aku takut, apa yang telah aku lewati dan Roman melupakanku? Ya sepertinya aku harus sedikit percaya dengannya bahwa dia telah  berubah. Kamu anak kandung dari Vioderina?”


“Ya, sebenarnya tidak. Aku hanya mengambil posisi anaknya yang sudah mati dalam kandungan. Tapi hidupnya begitu berantakan, ia meninggalkan suaminya sendiri. Aku bahkan mengalami dua kali koma. Ini menyebalkan sekali!”


“Aku juga lihat ada yang iri denganmu. Kalau tidak salah namanya adalah Angel!”


“Entahlah, dia memang suka menjahiliku dan juga merebut pacarku”


“Duh, kamu biarkan saja Demian itu. Lagi pula pasti ada yang lebih menarik yang telah menantimu di depan kan?”


Aku menganggukan kepala, “Ya benar, bisakah sekarang kamu mengeluarkan dua temanku dari buku bulan itu?”


“Ya tentu saja”ucapnya segera menggunakan sihir birunya membuka kunci buku bulan.


Setelah terbuka, buku bulan perlahan-lahan terbuka dengan sendirinya. Buku bulan berhenti terbuka dengan sendirinya tepat di tengah halaman. Dua cahaya biru pun keluar dari buku bulan, dan dua cahaya itu membentuk dua sahabatku.


Aku pun tersenyum manis melihat temanku telah bebas, Alika pun segera menghilangkan buku bulan dengan sihir biru-nya.


Aku segera menghampiri dua sahabatku dan memeluk erat mereka.


“Hastin, Gisel. Syukurlah kalian baik-baik saja”ucapku sambil memeluk erat dua sahabatku lalu melepasnya.


Dua sahabatku pun bingung melihat diriku ada dua.


“Yang Violin asli mana?”tanya Gisel


Aku tersenyum manis, “Tentu saja aku! Oya, perkenalkan dia adalah kembaranku. Namanya adalah Alika”


Dua sahabatku pun menyapa, “Hay, Alika. Namaku Gisel”


“Hay, Alika. Namaku Hastin”


“Apa dia yang telah membantu kita?”tanya Gisel


“Ya benar, sekarang kita hanya perlu menunggu pagi datang dan kita akan keluar dari demensi lain ini”ucapku


“Demensi lain?”tanya Gisel

__ADS_1


“Ya benar, demensi lain yang hanya dimiliki oleh buku bulan. Kalian tenang saja kita aman kok disini”ucap Alika menyembunyikan yang sebenarnya dan aku hanya tersenyum manis.


__ADS_2