Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 119


__ADS_3

Eriska dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka cintai.


Eriska menemui Tagao dan Aira dengan wajah senang.


“Tagao, Aira. Aku telah menemukan dia, dia memang benar-benar kembali. Kakaku kembali”,


“Kakak?”,


“Ya Aresha, penjaga kristal biru itu benar-benar kakaku. Aresha”,


“Dimana dia sekarang?”,


Eriska pun mengajak mereka berdua ke perpustakaan tetapi mereka tidak menemukan Aresha disana. Eriska mencoba menyakinkan dua sahabatnya bahwa Aresha memang ada disini. Mereka berdua percaya akan hal itu. Kini dua pria itu tidak sabar untuk bertemu dengan Aresha.


“Ya kami percaya, senang bisa bertemu dengan kakakmu”,


“Ya tapi dia ada disini bersamaku!”,


“Sudahlah jangan begitu, mungkin dia pulang ke rumahnya”,


“Ya, aku akan pergi ke rumahnya sekarang!”,


Eriska dan dua sahabatnya pergi ke rumah Aresha. Eriska berharap akan bertemu dengan kakaknya, Aresha. Sementara dua pria itu berharap bertemu dengan gadis yang mereka cintai. Tetapi setiba di rumah Aresha, Eriska dan dua sahabatnya tidak bertemu dengan Aresha. Kedatangan mereka tentu menarik perhatian tetangga.


“Hay, kalian mencari Aresha?”,


“Iya, apa dia ada di rumah?”,


“Tidak, aku melihatnya pagi tadi sudah pergi dan ia belum kembali. Kalian ada perlu apa mencarinya?”,


“Em, aku temannya dan ingin bertemu dengannya”,

__ADS_1


“Oh begitu, maaf ya Aresha belum datang jadi kemungkinan sore baru pulang”,


“Oh begitu, terima kasih”,


Eriska dan dua sahabatnya mulai pergi meninggalkan tempat ini. Mencari Aresha di tempat lain.


***


Aksara tidak bertemu dengan Aresha di sekolah pun memutuskan untuk ke rumahnya. Tetapi diperjalanan ia dicegat oleh geng Kanzuka. Aksara turun dari mobil dan melihat geng Kanzuka yang datang dengan membawa senjata tajam dan kayu balok. Aksara hanya tersenyum manis,


“Ada apa kalian menghalangi jalanku?”,


“Aku pikir anggota baru geng Wen juga harus dihabisi dari sini!”,


“Ingin menghabisiku? Hahaha…yang benar saja? Kenapa tak cari yang lain saja?”,


“Aku bukan pengecut! Jadi apapun yang ada didepan akan kami habisi”,


“Begitukah? Apa kalian tidak tahu dengan siapa kalian berhadapan?”,


“Apa itu menurutmu? Coba perhatikan bayangan kalian di saat matahari seperti ini? Wah, apa kalian tidak salah untuk menyerangku?”,


“Tidak ada urusannya dengan matahari!”, geng Kanzuka segera menyerang Aksara yang sendirian tanpa senjata. Dengan mudah Aksara menyingkir dari serangan geng Kanzuka. Aksara mencoba bertarung dengan tangan kosong dan menggunakan kekuatan yang ia miliki. Cukup hanya mengarahkan tangan ke depan, mengarah pada bayangan mereka. Mereka melayang dan terjatuh bahkan menghantam pohon dan tembok.


Aksara hanya tersenyum manis begitu geng Kanzuka tak berdaya melawan Aksara.


“Masih ingin melawanku? Hah, aku bisa saja menyeret kalian ke neraka sekarang tapi aku rasa kalian hanya anak remaja yang ingin menemukan jati diri. Aku harap jika bertemu dengan kalian lagi, kalian harus segera menyingkir dari jalanku!”, Aksara kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan.


Geng Kanzuka baru menyadari siapa yang ia hadapi, mereka seolah-olah tak percaya apa yang baru terjadi. Mereka pun mencoba bangkit dan menahan rasa sakit.


Aksara tiba di rumah Aresha, “ Aresha! Aresha” panggilnya.

__ADS_1


Tetapi tidak ada yang menjawab dari dalam rumah, hingga berkali-kali memanggil Aresha tetap saja tidak ada jawaban. Hingga tetangga pun datang,


“Mencari Aresha? Ia belum kembali sejak pagi tadi”,


“Ya, oh terima kasih kalau begitu”,


Aksara cepat masuk ke mobil dan pergi. “ Baiklah, dimana kamu Aresha? Aku pikir kamu sakit tapi kamu pergi. Tapi kemana?,”guman Aksara.


***


Desa Flower,


Aku menyewa rumah disini, ya penginapan tetapi aku memilih harga yang lebih murah jadi pemilik penginapan ini tidak menyediakan apapun untukku. Sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Pikiranku yang seharusnya ditempat ini tenang dan baik-baik saja malah memikirkan buku milik Eriska itu. Aku hampir membaca semuanya, semuanya seolah-olah nyata bagiku. Dan, aku akui itu memang nyata dan memang diriku. Tetapi aku tidak percaya dan saat memejamkan mata memang pikiranku fokus pada Desa Flower, aku pun tidak tahu bagaimana cara aku bisa sampai disini. Semua kejadian hari ini membuatku sangat bingung.


Saat memikirkan keanehan ini tiba-tiba handphoneku menerima pesan dari Aksara.


“Aresha, kamu dimana? Mengapa tak masuk sekolah hari ini? Apa kamu membenciku?”,


Aku pun membalas, “ Maaf Aksara, aku memutuskan keluar dari sekolah itu. Aku pikir sudah saatnya untuk pergi. Aku tak akan mampu membayar semua biaya sekolah itu meski kepala sekolah memberikan keringanan padaku. Terima kasih telah menjadi sahabatku juga”,


“Kamu keluar dari sekolah kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?”,


“Ya aku pikir kamu tak harus tau!”,


“Tapi kita teman kan?”,


“Ya kita teman. Maafkan aku, Aksara!”,


“Ya, lalu kamu dimana sekarang? Aku ke rumahmu tadi”,


“Aku di Desa Flower dan akan tinggal disini”,

__ADS_1


“Begitu ya, baiklah sampai jumpa lagi”,


“Sampai jumpa!”


__ADS_2