
Tetapi senyumku berubah menjadi wajah yang datar begitu melihat pria paruh baya yang memasang ekspresi tak suka padaku. Xia pun melihat ke arah pria paruh baya itu dan membuat dirinya tertunduk. Xia diam membisu, lalu ia menarik tanganku pergi menjauh dari mereka.
“Aresha, maaf. Persahabatan kita sampai disini saja, kamu membawa pengaruh buruk bagiku!” ucap Xia mengakhiri persahabatan kami berdua. Lalu ia pergi meninggalkanku, ia kembali pada mereka dan pergi bersama mereka.
Aku sungguh tidak menyangka akan Xia mengakhiri persahabatan ini dan mengatakan diriku sebagai pengaruh buruk baginya. Aku merasakan rasa sakit di hati, rasa sesak dan kecewa. Tetapi aku akan menahannya, karena aku yakin apa yang dikatakan Xia tidaklah benar. Aku tidak membawa pengaruh buruk pada siapapun termasuk Xia. Aku mulai berpikir pria paruh baya itu lah yang melarang kami bersahabat, dan karena nilaiku adalah nilai terendah. Itu semua akan menjadi penyebabnya, penyebab persahabatan ini berakhir disini. Pria paruh baya itu memiliki pengaruh yang besar di klannya, dia adalah pemimpinnya dan aku baru menyadari jika Xia adalah anak dari pemimpin klan itu. Karena itu lah Xia mengakhiri persahabatan ini, putri terhormat tak boleh berteman dengan orang lemah sepertiku.
Micy, Ninga, Yunba dan Vare, ke empat gadis ini telah melihat kejadian itu. Mereka tersenyum manis sembari berjalan bersama rombongan klan mereka. Mereka merasa kemenangan telah ada di tangan, dan menyangka gadis itu akan pergi meninggalkan Akademi Yexiao tak lama lagi.
“Hah, yah memang siapa yang mau berteman dengan orang rendahan sepertimu? Putri ketua klan itu tidak akan bermain dengan orang lemah dan rendahan!” ucap Yunba yang berjalan bersama rombongan klan pengendali air.
__ADS_1
Aku hanya bisa mengepalkan tangan, dan menundukkan kepala. Ya sekarang temanku bukan lagi teman, hari- hari latihan kami bersama hanya lah angin lalu yang mudah dilupakan.
“Ya sepertinya sudah waktunya untuk melupakan semuanya ya?! Itu lebih baik jika kamu melupakan dan membenciku. Aku harap kamu baik- baik saja dengan semua ini, ya karena mulai sekarang kita akan berlabuh dengan tujuan kita masing- masing. Aku tidak akan mengingat dirimu kok, tenang saja!” ucapku tersenyum manis.
Pagi hari yang cerah, saat aku membuka mataku kembali. Aku dikejutkan dengan Xia yang mengemas barang- barangnya. Ia akan pergi lagi kali ini, entah kenapa ia akan pergi tetapi sekarang dia bukan sahabatku. Ia yang mengakhiri persahabatan ini, bukan aku. Aku pun bergegas pergi ke kamar mandi, secepatnya membersihkan diri dan berpakaian serta merias diri secantik mungkin.
Aku pun segera bergegas pergi ke ruang kepala Akademi Yexiao. Aku harus menyelesaikan akhir tugasku disini sebelum memulai puncaknya.
Langkah kakiku terhenti tepat di pintu ruang kepala Akademi Yexiao, aku mendengar perbincangan beberapa orang di dalam ruangan ini. Meski aku tak mendengar begitu jelas apa yang dibicarakan tetapi aku mendengar ada tamu di ruangan ini hingga aku memutuskan untuk menunggu dan duduk di kursi seorang diri.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, beberapa orang keluar dari ruangan kepala Akademi Yexiao. Salah satu dari mereka adalah pemimpin klan pengendali air, ayah Xia. Ayah Xia melihat ke arah Aresha, ia menatapnya dengan wajah yang datar. Lalu mereka berpamitan dengan kepala Akademi Yexiao. Setelah itu, mereka semua pergi. Kepala Akademi Yexiao melihat ke arahku yang duduk di kursi sendirian.
“Aresha?” panggilnya padaku.
Aku yang mendengar panggilan itu segera berdiri dan menjawab, “Ya, kepala Akademi Yexiao. Ada apa?.”
“Masuklah, ada yang ingin saya bicarakan denganmu.”
^^Thank you for reading, leave a trail with comments, shares and likes. Please promote in the chapter, please don't reply to comments because I can't find it quickly. if there is free time, I will stop by. I like you.
__ADS_1