
VA, kedatanganku disambut baik oleh Martha, Rasi, Romeo dan Alecia. Tapi kupikir
inilah kesempatanku untuk membuat Romeo panas. Aku sengaja mengandeng tangan
Roman di depannya. Memang itu adalah hal biasa tapi tidak ada yang pernah melihatku bergandeng tangan semenjak aku kenal mereka disini.
Aku dan Roman pergi ke kamar Rasi, lalu menata barang-barangku di kamarnya. Roman hanya tersenyum manis melihat diriku lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat. Rasi dan Martha datang menghampiri, lalu Martha menutup pintunya.
“Al, aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Apa kamu akan melepas Romeo begitu saja? Aku bukannya menghasut atau apapun. Tapi anak itu…,”ucap Rasi,
“Hah, biarkan saja. Sekarang kenapa kalian tidak memikirkan apa yang akan terjadi
dipernikahan Romeo dan Alecia nanti? Aku takut Ethan datang dan menyerang kita
semua”,
“Kenapa kamu mengubah topic pembiraan kita?”,
“Aku tidak mengubahnya”,
“Al, apa kamu mencintai Roman?,”tanya Martha,
“Aku mencintainya tapi janji itu!”,
“Tidak perlu kau hiraukan janji Romeo itu, kamu bisa hidup bahagia dengannya jika kamu memilihnya”,
“Ya benar apa yang dikatakan Martha, Al”,
“Hah, janji itu mengatakan jiwaku tidak utuh. Ketika dia tak memerlukan diriku lagi
maka aku akan pergi”,
“Tapi Roman memerlukan dirimu”,
“Bagaimana kalau begini rencana kita…..”,
“Aku setuju, tapi aku takut Roman akan bunuh diri jika begitu. Sebaiknya kamu cepat
kembali”,
“Aku tak bisa kembali dengan cepat, katakan saja padanya agar dia memohon untuk aku kembali”,
“Dengan siapa memohon?”,
“Pada dirinya sendiri”,
“Tapi, cara itu artinya kamu akan hidup berpisah dengan kami”,
“Ya, tenang saja. Aku akan memberikan hadiah untuk kalian. Ada hadiah juga untuk
mereka yang menikah”,
“Baiklah, kami menyetujuinya. Lakukan yang terbaik”,
Kemudian kami tersenyum satu sama lain lalu berpelukan. Hari ini kami akan membuat rencana besar untuk mereka yang menikah, selamat menempuh hidup baru.
Malam hari, ketika usai makan malam bersama. Kali ini hatiku akan benar-benar hancur sebab besok adalah hari pernikahan Romeo dan Alecia. Duduk di taman sendirian
sambil menatap bulan purnama yang indah. Rasi dan Martha datang lalu mereka
__ADS_1
duduk di sampingku.
“Al, apa kamu benar-benar akan merelakan Romeo menikah dengan Alecia?,”tanya Rasi.
“Ya, harus bagaimana lagi jika itu pada akhirnya. Aku memang menunggu kedatangannya seumur hidupku tetapi ia tak akan pernah menepati janjinya padaku. Seperti yang kalian lihat, jika ia benar-benar mencintai dan menepati janji itu ia akan
membatalkan pernikahan itu. Tapi hingga sekarang tidak”
“Maafkan aku, Alika. Aku sungguh-sungguh minta maaf”,
“Tak apa Rasi, semua baik-baik saja. Cerita hidupku akan terus berakhir sedih jika
aku terus menunggu dan mencintainya. Dia bukan pria yang baik untukku”,
“Bagaimana dengan Roman?”,
“Aku tidak tahu, dia nampak berubah. Besok pagi Rasi datanglah ke kamar untuk
menjemputku”,
“Baiklah”,
“Apa kamu akan pergi meninggalkan kami, Al?,”tanya ibu
“Aku tidak bisa memberitahu kalian berdua, tapi akan kujawab. Ya, aku akan pergi”,
Seketika itu Martha sedih dan menangis, “ Aku benar-benar tidak bisa menjagamu selama hidupmu. Aku gagal dalam tugas ini. Aku tak pantas mendapatkan hidup di dunia ini, seumur hidupku aku berharap dapat menghabiskan hidupku untuk mengabdi pada kerajaan seperti ayahku”,
“Ibu Martha, janganlah menangis. Ini semua bukan salah dirimu tetapi aku, aku tak
seharusnya menunggu Romeo seumur hidupku meski aku menikahi pria lain hatiku
kami berdua. Lalu melepasnya.
“Besok, aku tak akan datang jadi Rasi ambillah surat di kamarmu nanti. Aku tak ingin melihat kebahagian kekasihku yang membuatku hidup kembali. Setiap hari aku
terus bertanya kenapa dia melakukan hal ini padaku? Jika dia memang mencintaiku, dia seharusnya memutuskan pertunangan itu”,
“Ya aku akan mengambilnya nanti pagi. Kamu akan pergi kemana?”,
Aku tersenyum, “ Semua yang kulalui hanya langit yang menjadi saksi bisu, maka aku akan pergi seperti angina untuk mengakhiri semua kisah hidupku”,
“Sayang, Roman itu sangat mencintaimu hingga kini. Dia berusaha memperbaiki keadaan meski waktu telah memisahkan kalian dan kini waktu mencoba menyatukan kalian lagi. Kenapa kamu tak memilihnya?”,
“Ibu Martha, langit akan mengatakannya besok pagi. Aku hanya ingin sendiri hingga
aku mengerti kenapa aku ada didunia ini?”,
Seiring waktu berjalan hingga tengah malam, aku masih menatap langit dari kamar Rasi ini. Jendela ini tak pernah kututup sekalipun angin dingin menerpa tubuhku.
“Kenapa kamu membangkitkan diriku jika ini pada akhirnya? Apa kamu ingin aku menderita di atas kebahagianmu? Jika kamu mencintaiku, seharusnya kamu membatalkan
pernikahan itu. Aku menunggumu seumur hidupku, dan inilah akhir kisah cintaku.
Langit akan menjadi saksi bisu kisah cinta kita,”ucapku.
Suara bell jam besar berbunyi keras, suara kemeriahan. Siang hari, orang-orang telah berdatangan dan siap menyambut kedatangan pengantin wanita. Romeo telah berdiri di depan menunggu Alecia datang.
__ADS_1
Langkahnya telah dinantikan, seorang pengantin wanita datang dengan langkah pelan menuju Romeo. Romeo menyambutnya dengan rasa bahagia. Dia datang bersama Rasi dan Martha. Roman yang melihat kedatangan mereka tak bersama Alika secepatnya berdiri. Ia berdiri tidak untuk menyambut Alecia atau menghentikan pernikahan ini tetapi untuk menanyakan keberadaan Alika pada Rasi yang datang menghampirinya
untuk duduk di samping.
“Sebaiknya kamu cepat pergi ke danau taman sebelum Alika benar-benar akan
menghilang,”bisik Rasi pada Roman.
Roman pun cepat pergi ke taman danau dengan berlari cepat sebagaimana seorang vampir.
Pernikahan ini dilanjutkan dengan mengikat janji hidup semati mereka. Roman dan Alecia menyadari Alika tidak datang menyaksikan pernikahan mereka. Romeo pun berucap “ Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini tanpa Alika. Martha, dia ada dimana sekarang?”,
“Dia akan datang kemari, jadi lanjutkan saja pernikahan kalian. Dia sangat senang
atas kebahagian kalian berdua. Dia akan datang terlambat,”jawab Martha
Romeo pun melanjutkan pernikahan mereka hingga mengikat janji suci diantara pasangan pengantin ini. Setelah itu Romeo mencium pengantin wanitanya. Semua orang pun mulai bertepuk tangan.
Ketika ada kesempatan untuk bicara, Rasi berdiri sambil membuka kertas yang terlipat lalu berucap “ Romeo, Alecia. Kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru! Kami turut bahagia. Tapi sebelumnya ada sesuatu yang harus kamu tahu. Dengarkan baik-baik.
Dear Romeo, kekasihku
Ini aku Al, yang kau kenal dengan Alika. Tapi sebenarnya aku punya nama asli yang jauh lebih baik dan mengambarkan siapa diriku. Tapi tidak usah di pikirkan siapa
nama asliku. Aku senang dan turut bahagia atas pernikahan kalian berdua. Maafkan aku tidak bisa datang, anggap saja aku datang terlambat. Sungguh.terlambat.
Aku.menyadari bahwa hubungan kita tak akan berhasil, meski seumur hidupku aku
menunggumu dibanding gadis yang ada di sampingmu sekarang! Seperti yang kau
tahu, aku adalah diriku.
Ada sebuah alasan dimana aku tidak mengerti pada diriku bahkan dirimu sendiri.
Kenapa kamu menghidupkanku di dunia ini jika aku akan melihat kebahagianmu di dunia
ini bersama gadis lain? Kenapa aku harus menunggumu jika ini akhirnya? Kenapa
kita harus mengikat janji satu sama lain jika ini akhir kisah cinta kita?.Kupikir kamu mencintaiku dan membatalkan pernikahan itu. Aku telah menduga.jawabnya, dan aku rasa tidak. Kamu mencintai dia dari pada diriku, jadi selamat menempuh hidup baru.
Oh iya, aku lupa sesuatu. Aku memberikan kalian hadiah yang istimewa dimana kalian akan menemukan kehidupan baru yang lebih baik dan merasakan betapa sakitnya menjadi diriku. Aku menunggu dan berharap kamu menepati janji, tapi inilah akhirnya.
Hadiah itu adalah sebuah pemberian yang istimewa, aku harap kalian menyukainya. Aku.mengutuk keturunan kalian berdua tidak akan hidup lama di dunia ini, dan kalian akan merasakan rasa sakit seperti yang aku rasakan. Menjadi manusia indah
bukan?
Kalian akan berlari mencariku dan memohon agar aku mencabut kutukannya? Tidak, sudah terlambat. Aku pergi untuk selama-lamanya. Selamat menempuh hidup baru, manusia.
Kekasihmu yang telah lama menunggu,
Alika”.
Ya hanya itu yang ingin aku sampaikan”, Rasi kembali duduk dan semua orang terdiam
membisu. Semua orang mulai menyangka bahwa Alecia adalah gadis yang merebut
pasangan orang lain.
Spontan Alecia berlari keluar mencari Alika dengan air mata yang perlahan-lahan jatuh. Langkahnya diiringi oleh Romeo lalu Martha, Rasi dan Jim Wa. Kemudian di ikuti
oleh para undangan.
__ADS_1