
"Kita hanya perlu menunggunya pulang sekolah lalu menjaganya kembali"
“Benar, dan aku tidak sabar untuk mendapatkan kekuatan itu!,”ucap Aira.
Sementara itu, di atas menara jam. Tagao, Aira dan Eriska memperhatikan Aresha dari kejauhan yang bicara dengan Aksara.
“Menurutmu apa Aresha akan percaya jika aku mengatakan bahwa pria itu jahat?,”tanya Eriska.
“Tidak, dia tidak akan percaya sebab dia adalah teman satu-satunya disana!”,
“Bagaimana kalau kita menjadi temannya!”,
“Hah, dia tidak terlihat sebagai orang yang mudah percaya pada orang lain”,
“Benar!”,
Kita hanya perlu menunggunya pulang sekolah lalu menjaganya kembali.
“Benar, dan aku tidak sabar untuk mendapatkan kekuatan itu!,”ucap Aira.
Hampir semua anak perempuan menerima bunga dari Aksara, mereka sangat senang dan menyangka kalau Aksara menaruh sedikit hati. Mereka sembunyi-sembunyi mencium aroma bunga mawar itu. Tapi saat itu lah aura kegelapan mempengaruhi diri mereka. Memang tidka menimbulkan efek apapun sebab Aksara belum meminta mereka untuk melakukan tugas.
Mata mereka berubah menjadi gelap dan kembali lagi seperti semula dalam sekejab. Tak ada yang tahu kekuatan jahat telah merasuk dalam diri mereka. Yang mereka rasakan hanyalah cinta dan perhatian dari Aksara.
***
Jam istirahat kuputuskan untuk tidak pergi ke kantin, aku memilih pergi menemui kepala sekolah sendirian setelah memastikan Aksara pergi ke kantin lebih dulu. Kedatanganku tentu disambut baik oleh kepala sekolah.
“Bu, maafkan saya! Saya memutuskan untuk berhenti sekolah mulai besok. Mohon buatkan surat keluar sekolah untuk saya. Saya akan pindah ke pendesaan yang lebih tenang”,
“Apa ada masalah denganmu, Aresha? Apa teman-teman disini membencimu? Atau…”,
“Tidak ada, saya yang memutuskan untuk pergi ke pendesaan. Kakak dan saya akan tinggal di desa”,
“Oh begitu, baiklah akan saya buatkan! Nanti sepulang sekolah kemari lagi ya?”,
“Ya Bu, terima kasih”,
Kepala sekolah hanya tersenyum manis, lalu aku pergi keluar dan menuju taman sekolah.
***
__ADS_1
Taman sekolah, duduk sendirian di bangku. Aku tidak sengaja mendengar percakapan teman-teman tentang Aksara, yang dilakukannya di kantin baru saja.
“Aku sungguh tidak menduga, pria itu semakin tampan saja! Dia telah bergabung dengan geng Wen. Dan kudengar, Jansen dapat masalah tadi malam”,
“Ya benar, kasihan dia dicegat geng Kanzuka”,
“Ya!”,
“Tapi kudengar geng Wen akan membalas perbuatan mereka, hah aku takut sesuatu terjadi pada Aksara. Nanti dia terluka!”,
“Ya benar”,
Aku pun mulai menduga kalau Aksara akan tawuran sepulang sekolah bersama geng Wen. Aku menduga kalau Aksara telah terpengaruh geng Wen. “ Kasihan sekali, apa dia memang anak yang benar-benar polos ya? Apa ia tidak bisa membedakan antara baik dan buruk? Dasar Aksara!,”gumanku.
***
Sepulang sekolah, kusempatkan mengambil surat di ruang kepala sekolah sesuai janji.
“Ini, ibu harap kamu bertahan disini tapi karena itu keputusan kakakmu jadi ibu tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu tahukan kalau ibu sangat bangga padamu karena peringkatmu di sekolah?”,
“Ya Bu saya mengerti! Saya ucapkan terima kasih atas bantuannya selama ini pada saya”,
Aku pun berpamitan dengannya lalu pergi.
Di depan gerbang sekolah, aku kembali bertemu dengan mereka bertiga tapi kali ini mereka mengendarai motor dan mobil.
“Ikut denganku!,”ucap Eriska
“Ya baiklah, tapi aku tidak mau belajar di ruangan itu lagi. Bisa kita belajar di taman kastil?’,
“Ya tentu saja, kenapa tidak?”,
Aku segera masuk ke mobil Eriska dan pergi menuju kastil Yatshumi.
***
Sementara itu Aksara sedang berkumpul dengan teman-temannya merencanakan sesuatu.
__ADS_1
“Aku tidak sabar melihat kekalahan geng Kanzuka!”,
“Ya, tapi kita harus mencari tempat yang pas untuk memancing mereka semua”,
“Em, bagaimana kalau di tempat ini,”bisik Jansen.
“Bagus! Ayo kita undang mereka kesana!”.
Mereka semua mulai berpencar dan mencari masalah dengan geng Kanzuka. Mereka ingin memancing geng Kanzuka masuk ke dalam perangkap.
Saat matahari telah tenggelam, geng Kanzuka juga telah terpancing emosi. Akhirnya geng Wen berhasil memancing geng Kanzuka untuk masuk ke perangkap. Mereka di bawa ke sebuah gudang kosong. Disalah perkelahian terjadi, mengalahkan lawan dan menang adalah kesenangan tersendiri. Saat itulah mereka menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menghabisi geng Kanzuka.
Hanya dengan mengerakan tangan, menunjuk lawan dan mengerakan tangan sesuai keinginan. Keajaiban terjadi, seperti Jansen yang melawan Kanzuka. Jansen sengaja membuat Kanzuka menghantam dinding hingga tak sadarkan diri seperti yang dilakukan yang lainnya.
Kemenangan telah berada di tangan geng Wen, dan mereka pergi dengan kesenangan. Sementara Aksara hanya tersenyum manis.
***
Tiga jam berlalu, gang Kanzuka baru sadar. Mereka telah terluka, dan memar-memar. Mereka pun semakin membenci dan akan membalas perbuatan geng Wen. Mereka berjalan keluar gudang kosong dengan bergandengan satu sama lain. Saat itulah Yoong melihat manusia lemah dan segera mendekatinya.
“Apa yang terjadi pada kalian? Apa kalian sedang mengalami hal aneh? Ada banyak aura kegelapan mengintari diri kalian!”,
“Hey, enyahlah kau dari hadapan kami!”,
“Jangan kasar begitu padaku, ini malam hari jadi bersikap baiklah padaku!”,
“Kalau malam memang kenapa? Kami tidak takut denganmu!”,
“Benarkah? Aku bisa saja dengan cepat menghabisi kalian tapi darah kalian tidak begitu enak bagiku. Yang aku inginkan malam ini adalah darah seorang gadis!”,
“Apa maksudmu? Jangan meremehkan kami ya!”,
“Aku tidak meremehkan kalian, luka-luka itu telah membuatku ingin segara meminumnya!”,
Merasa mereka diremehkan akhirnya mereka berkelahi melawan Yoong. Tapi Yoong dengan mudah menghindari serangan mereka.
“Hanya itu saja kemampuan kalian? Manusia lemah!”,
__ADS_1