
Kemudian Ethan berjalan lebih dulu dan aku mengikutinya dari belakang. Diam- diam pria itu memperhatikan gadis ini, ia berjalan dengan hati yang tersenyum. Sementara gadis itu berjalan mengikutinya dari belakang tanpa ekspresi apapun.
Keberadaan Aresha.
Mengikuti tiap langkah Ethan, hingga Ethan menemui orangnya. Dan, aku terus saja harus ada di dekatnya. Ethan pun menemui dokternya, ia memeriksakan diri tetapi aku tidak boleh masuk untuk melihatnya. Aku hanya bisa menunggu di lobby. Ini membosankan dan menyebalkan bagiku. Apalagi tempat ini, tempat ini adalah kantor perusahaan miliknya. Aku benar- benar harus menyimpan rasa malu, datang di pagi hari bersama Ethan. Diriku bisa- bisa di katakan sebagai pelayan, itu sangat membuatku kesal.
Sementara Ethan ada di ruang kerjanya, sekarang ia memeriksa lukanya pada seorang dokter pribadi.
Dalam ruang kerja Ethan, dia tidaklah sedang memeriksakan diri tetapi bicara pada seorang dokter. Dokter itu tidak lain adalah dokter kenalannya, dokter yang telah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya dan dapat dianggap sebagai orang kepercayaan.
“Tuan Ethan, ada yang bisa saya bantu?”
“Ya, saya memanggilmu seperti yang saya katakan. Tapi bukan itu yang saya mau. Bisakah kamu menyakinkan gadis yang ada di lobi itu tentang saya?”
“Maksud Tuan Ethan?”
“Ya, katakan kalau luka gigitannya cukup parah dan harus di obati, sembuh dalam beberapa hari”
“Tuan, apakah Tuan ingin saya melakukan itu? Sungguh- sungguh? Tapi dia siapa?”
“Ah, apa aku harus menceritakan kejadiannya juga padamu? Kamu menyebalkan!”
__ADS_1
Dokter itu terdiam, ia kaget dan takut. Tapi ia yakin jika Tuan Ethan akan berbaik hati untuk menceritakan apa yang terjadi padanya.
“Ya tentu Tuan, bagaimana saya bisa berbohong sesuai keinginan Tuan Ethan jika saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi?”
“Oh begitu, benar juga nanti yang ada kamu asal- asalan ngomong ya!”
Dokter kepercayaan Ethan menganggukan kepala.
“Baiklah, begini. Kamu lihat gadis di lobby kan?”
Dokter kepercayaan Ethan menganggukan kepala.
“Dia adalah gadis yang membuatku merasakan hal aneh. Sejak bertemu dengannya aku merasakan hal aneh padanya, seperti sesuatu, seperti sebuah kenangan, sepertinya dulu kami pernah saling mengenal satu sama lain. Tapi Nyonya penjaga perpustakaan kota mengatakan padaku bahwa gadis itu memang pernah ada di kehidupanku. Aku rasa dia adalah yang aku cari. Ya, Nyonya penjaga perpustkaan kota juga membicarakan tentang reinkarnasi padaku. Kamu tahu reinkarnasi?”
“Bagus, aku rasa dia juga telah melupakanku. Aku ingin mendapatkannya kembali, aku ingin melindunginya. Aku ingin memperbaiki kesalahanku yang dulu, aku tidak ingin ada perpisahan lagi diantara kami berdua. Bisakah kamu membantuku untuk dekat dengannya?”
Dokter kepercayaan Ethan menganggukan kepala lalu menjawab, “Ya tentu Tuan Ethan, tapi apa yang telah terjadi dengan gigitan? Siapa yang mengigit?.”
“Aku telah menyelamatkan gadis itu, ia tidak mau diam dan dia mengigit leherku. Aku katakan apa yang terjadi padanya, dan ia meminta maaf padaku. Hah, ya ampun! Aku tidak pernah terpikirkan akan jadi begini. Aku sudah membaca banyak buku tentang mendekati gadis yang kita suka, tapi semuanya terlihat di luar kendali. Hah, apakah aku juga harus memandangnya sebelah mata saja seperti gadis lainnya?”
“Oh jadi begitu. Tidak, tentu saja tidak. Ini sudah benar. Apa yang dilakukan oleh Tuan Ethan sudah benar, saya akan membantu Tuan Ethan. Tapi jika Tuan Ethan berbohong, dan dia mengetahui kebohongan Tuan, sebagai akibatnya dia pasti akan sangat marah pada Tuan. Tapi jangan khawatir, tunjukan saja perasaan cinta Tuan padanya!”
__ADS_1
“Hah, begitu ya? Jadi apa yang saya lakukan sudah benar. Baiklah, lanjutkan saja rencananya!” senyumnya pada dokter.
“Ya, siapa nama gadis itu?”
“Aresha”
“Oh, jadi namanya Aresha. Dia cantik, semoga beruntung Tuan Ethan!” senyumnya.
Keberadaan Aresha.
Menunggu di lobby ini sangat membosankan, hanya ada majalah perusahaan dan ponselku.
“Hah, sial! Kenapa aku harus melakukan ini? Kenapa jadi begini? Apa yang telah aku lakukan? Bagaimana kalau dia mati gara- gara aku gigit! Aaaaa...... ini menakutkan!” ucapku mengkhawatirkannya.
Aku menunggu lama disini semakin khawatir, pikiranku semakin kalau dan membuat ketakutan dengan pikiranku sendiri. Tiba- tiba saat aku mengkhawatirkan Ethan, aku mendapatkan pesan singkat dari Xia di ponsel.
Aku pun mulai membaca pesan itu, “Aresha, kamu kemana saja? Eun mengkhawatirkanmu loh.”
Aku pun mulai berpikir akan pesan ini, “Hah, yang sebenarnya mengkhawatirkanku itu kamu atau Eun sih? Aku ini temanmu mengapa jadi Eun yang khawatir. Apakah kamu takut mengalakui kesalahanmu? Oh, atau kamu ngak mau meminta maaf padaku ya, Xia?.”
Aku pun segera membalas pesan dari Xia itu, “Ya terima kasih telah mengkhawatirkanku. Kamu pulang saja lebih dulu, aku sangat sibuk nanti akan kuceritakan padamu di asrama. Aku bersama Ethan, jadi tidak perlu khawatir. Kamu persiapkan diri saja untuk ujian ability magie.”
__ADS_1
Keberadaan Aresha.