Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 144


__ADS_3

“Ya, aku akan berlatih dan mencoba seperti yang


kamu ucapkan. Terima kasih ya sudah membantumu, aku bersamangat sekali


menghadapi ujian ability magie nanti!”


“Ya tidak masalah, terima kasih juga atas


makananya. Aku merasa terbantu!”


Xia tersenyum manis, ia tampak senang hari ini.


Sementara di luar asrama,


Seorang pria bukan tanpa alasan datang ke Akademi


Yexiao ini. Ia berasal dari klan vampir, dengan masa lalu kehidupannya yang


suram. Di kenal dengan pangeran tak di akui, dan dia adalah Ethan. Ya pria itu


datang kemari untuk mencari seseorang.


Pria ini dikenal dengan pria yang bersifat dingin


tetapi kejam, dia bahkan berkuasa di luar sama seperti Roman. Ya sekarang dua


pria itu memang berkuasa. Tetapi dia tidak akan bisa menyakiti Violin, karna


Violin berada di perlindungan Roman.


Ethan keluar dari ruangan kepala sekolah bersama


anak buahnya, aku melihatnya dari gedung asrama ini. Ketika ia melihat ke


arahku, aku segera menundukan kepalaku hingga terlindung dinding ini.


“Uh, selamat! Bukankah dia yang ada di perpustakaan


kota? Sedang apa dia kemari?” tanyaku pada diri sendiri.


Sementara di luar asrama,


Seorang pria bukan tanpa alasan datang ke Akademi


Yexiao ini. Ia berasal dari klan vampir, dengan masa lalu kehidupannya yang


suram. Di kenal dengan pangeran tak di akui, dan dia adalah Ethan. Ya pria itu


datang kemari untuk mencari seseorang.


Pria ini dikenal dengan pria yang bersifat dingin


tetapi kejam, dia bahkan berkuasa di luar sama seperti Roman. Ya sekarang dua


pria itu memang berkuasa. Tetapi dia tidak akan bisa menyakiti Violin, karna


Violin berada di perlindungan Roman.


Ethan keluar dari ruangan kepala sekolah bersama


anak buahnya, aku melihatnya dari gedung asrama ini. Ketika ia melihat ke

__ADS_1


arahku, aku segera menundukan kepalaku hingga terlindung dinding ini.


“Uh, selamat! Bukankah dia yang ada di perpustakaan


kota? Sedang apa dia kemari?” tanyaku pada diri sendiri.


Xia merasa ada yang tidak beres pun segera


mendekati jendela, ia melihat Ethan bersama orangnya yang datang kemari. Xia


pun segera menutup tirai dan jendelanya kembali hingga kegelapan menguasi


tempat ini.


Xia pun berucap padaku, “Ada apa? Apa kamu takut


sinar matahari?” ucapnya menduga.


Aku yang terlutut pun segera berdiri dan membuat


keadaan tidak terjadi apa- apa. Aku pun tersenyum manis, menganggukan kepala


dan berucap “Ya seperti dugaanmu, cahaya mataharinya terlalu menyilaukan. Ah


ya, apa kita harus tetap disini pagi ini, Xia?”


Xia tersenyum manis padaku, lalu menjawab “Tidak,


tetapi aku sudah membuatkan sarapan pagi untuk kita berdua. Setelah itu kamu


mau pergi kemana? Aku akan pergi untuk berlatih bersama teman- teman. Mau


Merenggutkan wajahku sedikit lalu tersenyum manis


padanya, “Tidak, aku akan sangat sibuk hari ini. Aku akan pergi ke perpustakaan


kota, ya aku perlu beberapa buku”


“Ya baiklah tidak masalah, ayo kita makan! Nanti


makannya ke buru ingin” ucapnya tersenyum manis padaku.


Aku dan Xia segera berjalan mendekati makanan yang


telah Xia masak. Duduk saling berhadapan, dan Xia mulai menyajikan makannya di


pising lalu memberikannya padaku.


Lalu Xia menyajikan makanan untuk dirinya sendiri


ke dalam piring, lalu ia berucap “Makanlah, setelah ini kita akan mengurus


kegiatan kita masing- masing. Aku akan berlatih sebaik mungkin. Kupikir hari


ini kita akan berlatih bersama, jadi kamu sibuk?”


Aku tersenyum manis, dan menjawab “Tidak juga, dimana


kita mulai berlatih?”


“Aku punya tempat yang bagus, kamu serius ingin

__ADS_1


melatihku?”


“Ya tentu!”


“Apakah aku juga harus memanggilmu guru?”


“Tidak, tapi kamu harus memanggilku dengan nama


Aresha!”


Xia mulai tersenyum manis, begitu juga dengan


diriku. Kemudian kami mulai makan bersama, ya masakan Xia cukup enak menurutku.


Beberapa menit kemudian, aku dan Xia telah selesai


sarapan pagi. Xia membereskan peralatan masak dan makan. Aku pun kembali


mendekati jendela, membuka jendela dan lagi aku melihat pria yang pernah


kutemui di perpustakaan kota. Ia tidak menoleh kemari, ia pergi bersama


orangnya.


Saat aku menoleh ke belakang, Xia membuatku kaget.


Dia telah berada di belakangku dan hampir membuat jantungku copot.


“Aaaa... astaga Xia! Kenapa kamu, ahh!” ucapku


kaget bercampur kesal.


“Ah maaf! Kamu sedang memperhatikan siapa?”


tanyanya sembari melihat ke jendela juga. Xia melihat kepergian sekumpulan pria


berpakaian hitam. Xia pun mengerti, mengapa Aresha melihat ke luar dari jendela


ini. Ia pun berucap, “Kamu ingin tahu siapa mereka ya?”


Mendengar ucapan Xia begitu, aku pun segera


mendekati jendela dan melihat sekumpulan orang berpakaian hitam masuk ke mobil.


Saat itu seorang pria datang menghampiri mereka. Salah satu dari kumpulan orang


itu berbicara dengan pria itu.


“Ya benar, memang mereka siapa?” tanyaku.


“Lihat pria yang bermantel abu- abu dengan hitam


itu, dia terlihat keren dan tampan. Penampilannya sangat luar biasa, memiliki


aura yang begitu baik hingga mampu memikat semua gadis dengan mudah. Tapi aku harap


kamu tidak mempedulikan penampilannya saja, dia bukanlah manusia biasa. Dia


adalah ketua klan vampir dari penguasa kegelapan, dia memiliki gelar sebagai


pengeran tidak diakui. Dia bernama Ethan” jelasnya padaku.

__ADS_1


__ADS_2