
“Ya, aku akan berlatih dan mencoba seperti yang
kamu ucapkan. Terima kasih ya sudah membantumu, aku bersamangat sekali
menghadapi ujian ability magie nanti!”
“Ya tidak masalah, terima kasih juga atas
makananya. Aku merasa terbantu!”
Xia tersenyum manis, ia tampak senang hari ini.
Sementara di luar asrama,
Seorang pria bukan tanpa alasan datang ke Akademi
Yexiao ini. Ia berasal dari klan vampir, dengan masa lalu kehidupannya yang
suram. Di kenal dengan pangeran tak di akui, dan dia adalah Ethan. Ya pria itu
datang kemari untuk mencari seseorang.
Pria ini dikenal dengan pria yang bersifat dingin
tetapi kejam, dia bahkan berkuasa di luar sama seperti Roman. Ya sekarang dua
pria itu memang berkuasa. Tetapi dia tidak akan bisa menyakiti Violin, karna
Violin berada di perlindungan Roman.
Ethan keluar dari ruangan kepala sekolah bersama
anak buahnya, aku melihatnya dari gedung asrama ini. Ketika ia melihat ke
arahku, aku segera menundukan kepalaku hingga terlindung dinding ini.
“Uh, selamat! Bukankah dia yang ada di perpustakaan
kota? Sedang apa dia kemari?” tanyaku pada diri sendiri.
Sementara di luar asrama,
Seorang pria bukan tanpa alasan datang ke Akademi
Yexiao ini. Ia berasal dari klan vampir, dengan masa lalu kehidupannya yang
suram. Di kenal dengan pangeran tak di akui, dan dia adalah Ethan. Ya pria itu
datang kemari untuk mencari seseorang.
Pria ini dikenal dengan pria yang bersifat dingin
tetapi kejam, dia bahkan berkuasa di luar sama seperti Roman. Ya sekarang dua
pria itu memang berkuasa. Tetapi dia tidak akan bisa menyakiti Violin, karna
Violin berada di perlindungan Roman.
Ethan keluar dari ruangan kepala sekolah bersama
anak buahnya, aku melihatnya dari gedung asrama ini. Ketika ia melihat ke
__ADS_1
arahku, aku segera menundukan kepalaku hingga terlindung dinding ini.
“Uh, selamat! Bukankah dia yang ada di perpustakaan
kota? Sedang apa dia kemari?” tanyaku pada diri sendiri.
Xia merasa ada yang tidak beres pun segera
mendekati jendela, ia melihat Ethan bersama orangnya yang datang kemari. Xia
pun segera menutup tirai dan jendelanya kembali hingga kegelapan menguasi
tempat ini.
Xia pun berucap padaku, “Ada apa? Apa kamu takut
sinar matahari?” ucapnya menduga.
Aku yang terlutut pun segera berdiri dan membuat
keadaan tidak terjadi apa- apa. Aku pun tersenyum manis, menganggukan kepala
dan berucap “Ya seperti dugaanmu, cahaya mataharinya terlalu menyilaukan. Ah
ya, apa kita harus tetap disini pagi ini, Xia?”
Xia tersenyum manis padaku, lalu menjawab “Tidak,
tetapi aku sudah membuatkan sarapan pagi untuk kita berdua. Setelah itu kamu
mau pergi kemana? Aku akan pergi untuk berlatih bersama teman- teman. Mau
Merenggutkan wajahku sedikit lalu tersenyum manis
padanya, “Tidak, aku akan sangat sibuk hari ini. Aku akan pergi ke perpustakaan
kota, ya aku perlu beberapa buku”
“Ya baiklah tidak masalah, ayo kita makan! Nanti
makannya ke buru ingin” ucapnya tersenyum manis padaku.
Aku dan Xia segera berjalan mendekati makanan yang
telah Xia masak. Duduk saling berhadapan, dan Xia mulai menyajikan makannya di
pising lalu memberikannya padaku.
Lalu Xia menyajikan makanan untuk dirinya sendiri
ke dalam piring, lalu ia berucap “Makanlah, setelah ini kita akan mengurus
kegiatan kita masing- masing. Aku akan berlatih sebaik mungkin. Kupikir hari
ini kita akan berlatih bersama, jadi kamu sibuk?”
Aku tersenyum manis, dan menjawab “Tidak juga, dimana
kita mulai berlatih?”
“Aku punya tempat yang bagus, kamu serius ingin
__ADS_1
melatihku?”
“Ya tentu!”
“Apakah aku juga harus memanggilmu guru?”
“Tidak, tapi kamu harus memanggilku dengan nama
Aresha!”
Xia mulai tersenyum manis, begitu juga dengan
diriku. Kemudian kami mulai makan bersama, ya masakan Xia cukup enak menurutku.
Beberapa menit kemudian, aku dan Xia telah selesai
sarapan pagi. Xia membereskan peralatan masak dan makan. Aku pun kembali
mendekati jendela, membuka jendela dan lagi aku melihat pria yang pernah
kutemui di perpustakaan kota. Ia tidak menoleh kemari, ia pergi bersama
orangnya.
Saat aku menoleh ke belakang, Xia membuatku kaget.
Dia telah berada di belakangku dan hampir membuat jantungku copot.
“Aaaa... astaga Xia! Kenapa kamu, ahh!” ucapku
kaget bercampur kesal.
“Ah maaf! Kamu sedang memperhatikan siapa?”
tanyanya sembari melihat ke jendela juga. Xia melihat kepergian sekumpulan pria
berpakaian hitam. Xia pun mengerti, mengapa Aresha melihat ke luar dari jendela
ini. Ia pun berucap, “Kamu ingin tahu siapa mereka ya?”
Mendengar ucapan Xia begitu, aku pun segera
mendekati jendela dan melihat sekumpulan orang berpakaian hitam masuk ke mobil.
Saat itu seorang pria datang menghampiri mereka. Salah satu dari kumpulan orang
itu berbicara dengan pria itu.
“Ya benar, memang mereka siapa?” tanyaku.
“Lihat pria yang bermantel abu- abu dengan hitam
itu, dia terlihat keren dan tampan. Penampilannya sangat luar biasa, memiliki
aura yang begitu baik hingga mampu memikat semua gadis dengan mudah. Tapi aku harap
kamu tidak mempedulikan penampilannya saja, dia bukanlah manusia biasa. Dia
adalah ketua klan vampir dari penguasa kegelapan, dia memiliki gelar sebagai
pengeran tidak diakui. Dia bernama Ethan” jelasnya padaku.
__ADS_1